“Tenaaang… Fokuuus… Rasakan batu kali (baca: batu sungai) yang ada di ujung jari Anda semakin beraaat, semakin beraaat… Jika sudah terasa semakin beraaat, jatuhkan saja batu kali tersebut dengan penuh keyakinan…”
Dan, bohlam pijar yang diyakini oleh peserta pelatihan sebagai batu kalipun terjun bebas menyentuh keramik dan “PRAAAK!!!” keramikpun remuk pecah berkeping-keping.
Simulasi ini sering kali dikaitkan dengan mistik, black magic atau kuasa gelap dsb (mungkin karena lampunya belum dinyalakan kali ya he..he..). Nah, saya adalah tipe orang yang tidak pernah percaya pada mistik. Menurut keyakinan saya, pasti semua hal yang terjadi di dunia ini pasti bisa dibuktikan secara ilmiah, hanya mungkin saja saat itu ilmu pengetahuan belum bisa mengungkapkannya. Misal: teknik diatas adalah teknik HIPNOSIS sederhana saja atau bisa juga menggunakan teknik olah rasa (baca: olah roso) yang dalam budaya Jawa dikenal sebagai teknik Sugesti Diri.
Simulasi bohlam pijar pecahkan keramik ini bukanlah penemuan saya pribadi. Saya melihat simulasi ini dari berbagai pelatihan, salah satunya pelatihan Alpha Power yang dibimbing oleh Mas Yan Nurindra, Trainer Hypnosis and Hypnotherapy kelas wahid di Indonesia yang saya hormati, info lebih lanjut tentang beliau dapat Anda lihat di www.yannurindra.com. Selain itu, saya juga pernah melihat dan mendapat penjelasan teknik memecahkan keramik dengan bohlam pijar dari berbagai pelatihan lainnya seperti pelatihan Olah Nafas, Tenaga Dalam, Penyaluran Energi, Hypnosis dsb dari berbagai organisasi di Indonesia. Karena saya senang sekali observasi, mulailah saya uji coba sendiri dengan cara atau teknik yang lebih sederhana untuk melengkapi simulasi pada pelatihan jika saya rasa perlu ditambahkan. Saya hanya tertarik menambahkan atau mencari makna lain saja yang semoga bisa berguna untuk peserta pelatihan.
Jadi sampai saat artikel ini ditulis, tidak ada yang tahu dan tidak ada yang meng-klaim siapa penemu awal dari simulasi ini. Maka, dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf jika ada pihak yang mungkin merasa dirugikan atau kurang nyaman dengan munculnya artikel ini. Sekali lagi saya tidaklah tertarik dengan teknik bohlam pecahkan keramik, namun sebagai praktisi NLP, saya lebih tertarik menggali hikmah lain dari simulasi tersebut untuk pengembangan diri pribadi masyarakat luas secara umum atau pribadi peserta pelatihan pada khususnya. Juga, semoga bisa menambah wawasan ide permainan para trainer, guru, pembimbing atau siapapun yang tertarik di bidang pelatihan, khususnya yang berada di daerah-daerah. Ya, siapa tahu bisa berguna… Itu saja.
Baiklah, kita siapkan dulu beberapa perlengkapan sederhana sebelum memulai simulasi ini yaitu:
1. Untuk pemula, cukup gunakan KERAMIK DINDING karena lebih rapuh dibanding keramik lantai. Jika Anda sudah terlatih dan keyakinan Anda makin meningkat, boleh mencoba keramik yang lebih keras seperti keramik lantai atau memecahkan 2 atau 3 tumpuk keramik dinding.
2. Lampu BOHLAM PIJAR ukuran 40 watts keatas, boleh merek apa saja walau memang merek tertentu agak lebih rapuh. Namun yang penting, sebagai trainer Anda haruslah mencoba dan mengoservasi beberapa merek. Untuk pemula, sebaiknya gunakan bohlam pijar yang bentuknya agak kecil (bukan yang ukuran 5 watt) karena agak keras dibandingkan ukuran biasa. Observasi saya menunjukkan jenis bohlam pijar dengan ukuran bulat 1 mm lebih kecil dari ukuran biasa, memang lebih keras dan lebih seru saat simulasi dilakukan.
3. DUS KOSONG seukuran dus supermi atau dus aqua sebagai penahan jika ada bohlam pijar yang pecah agar beling pecahannya tetap berada di dalam dus sehingga mudah dibersihkan dan tidak mengganggu tempat pelatihan berlangsung.
4. BATU KECIL atau benda kecil apapun sejumlah 3 buah.
5. Di dasar dus kosong, letakkan batu kecil formasi segitiga lalu letakkan keramik diatasnya. Atur keramik pada posisi seimbang dan simulasipun siap dimainkan.
Berikut ini cara memainkan simulasi ini dengan berbagi cara agar manfaat yang bisa dipetik bisa berbeda-beda sesuai keinginan. Nah, bagian inilah yang menjadi observasi NLP saya yakni mengoptimalkan simulasi sederhana ini untuk hasil yang berbeda-beda, mari kita lanjutkan:
Cara umum memainkan simulasi ini adalah sebagai berikut:
1. Pegang bagian besi bohlam menggunakan jempol dan telunjuk dengan perlahan dan lembut agar posisi bagian kaca bohlam menghadap ke bawah, persis seperti bohlam terpasang di langit-langit rumah. Hanya sekarang bohlam tersebut tergantung diantara jari jempol dan telunjuk kita.
2. Atur posisi bohlam yang dipegang, agar pas berada di atas keramik supaya jatuhnya tidak meleset. Latihanpun siap dimulai.
Ide Manfaat # 1: Mengasah Kepekaan Rasa
Untuk latihan ini, baik sekali jika posisi jarak tinggi bohlam dari keramik diatur secara bertahap, misal ketinggian 30 cm, lalu coba 50 cm, 1 meter atau boleh juga 1.5 meter. Silahkan saja Anda ber-eksperimen.
Untuk mendapatkan manfaat ini caranya adalah pindahkan perhatian Anda ke jempol dan telunjuk. Visualkan bahwa Anda sedang memegang sebuah benda yang berat, yang bisa memecahkan keramik. Bisa batu kali, batu bata, batang besi atau benda apa saja yang berat (asal jangan batu ginjal he..he..serem kali ya). Terus fokuskan imajinasi Anda pada benda tersebut sampai jempol dan telunjuk Anda merasakan bahwa benda yang Anda pegang semakin berat dan semakin berat. Setelah Anda bisa merasakan bahwa benda yang Anda pegang makin berat, maka jatuhkan saja benda yang beraaat tersebut ke atas keramik yang sudah menunggu dengan sabaaar. Observasi apa yang terjadi dengan keramik? Mungkin pecahannya menarik perhatian Anda? Mungkin pecahan lampunya, jika yang pecah adalah lampunya.
Kebiasaan setiap orang berbeda-beda, ada yang saat bervisualisasi lebih nyaman pejamkan mata, ada juga yang tetap buka mata. Pilih saja yang mana dirasa lebih pas. Bisa juga alihkan fokus pandangan ke sesuatu yang jauh di depan Anda, sambil membayangkan jempol dan telunjuk Anda sedang memegang sebuah benda yang berat. Silahkan ber-eksperimen.
Manfaat lain setelah latihan mengasah kepekaan rasa ini adalah saat Anda bersalaman dengan orang lain. Ada rasa (bisa dibaca sebagai vibrasi, getaran ataupun energi) yang lebih “besar” dibandingkan sebelum latihan.
Apa manfaat salaman dengan “rasa yang BESAR” ini?
Tentu bisa macam-macam. Bisa untuk kebaikan, seperti perhatian yang sungguh-sungguh dari seorang Customer Service pada pelanggannya, rasa hormat dari seorang pimpinan ke anggota team ataupun sentuhan untuk menterapi atau berbagi semangat. Nah, namanya ilmu, tentu netral-netral saja. Niat penggunanyalah yang membedakan, apakah mau dimanfaatkan untuk kebaikan atau juga bisa dimanfaatkan untuk ke hal yang kurang baik. Seperti apa, tuh? Tidak perlu saya jelaskan disini. Anda sendirilah yang harus bertanggung jawab atas penggunaan pengetahuan ini.
Ide Manfaat # 2: Membangun Keyakinan
Fokuskan perhatian Anda ke keramik dan terus bangun keyakinan dalam diri bahwa keramik tersebut akan pecah 3, pecah 4 atau bentuk pecah tertentu. Setelah dalam diri terasa makin yakin, jatuhkan bohlam pijarnya ke keramik. Coba beberapa kali, amati hasilnya. Setelah itu boleh coba cara “gila” yang lain, misalnya bohlamnya dilempar ke arah keramik. Silahkan ber-eksperimen.
Ide Manfaat # 3: Anchoring ke Goal atau Cita-cita
1. Tuliskan, gambarkan Outcome, Goal, cita-cita atau apapun namanya di atas keramik yang akan dipecahkan. Setelah selesai, atur posisi keramik seperti panduan diatas. Jangan lupa tandatangani keramik ini.
2. Lalu, bayangkan, imajinasikan, dengarkan dan rasakan bahwa apa yang Anda ingin wujudkan sudah tergambar dengan jelas dalam benak Anda.
3. Terus rasakan sampai terasa betul bahwa impian Anda sudah tercapai. Boleh gunakan teknik Self Hypnosis. Nikmati sejenak…
4. Saat itulah, jatuhkan bohlam ke atas keramik yang bertuliskan impian Anda. Rasakan perubahan rasa dalam diri Anda setelah menyaksikan keramik gambar impian Anda tercerai-berai. Katakan dalam hati atau boleh berteriak: “Yes, I Can Achive It!” atau kalimat motivasi lainnya sesuai perasaan Anda saat itu. Rekam baik-baik momen ini sebagai “jangkar” pengingat di masa mendatang jika diperlukan kembali.
Baik juga keramik yang bergambar impian Anda di bingkai dengan posisi sedikit renggang agar bagian yang pecah dapat terlihat sebagai “jangkar” pengingat. Tempatkan keramik berbingkai tersebut di tempat yang mudah terlihat untuk Anda sebagai alat bantu agar Anda terus fokus dan mengejar impian tersebut.
Khusus artikel kali ini, saya hanya ingin berbagi satu kata kunci yakni “Silahkan ber-eksperimen”… Gali hikmah dari dan untuk diri Anda sendiri, siapa tahu Anda menemukan sisi hikmah lain dari simulasi ini. Setelah itu bagikan ke orang lain. Berbuatlah sesuatu untuk bangsa ini, walau mungkin sangat kecil dan tidak berarti…
Krishnamurti
NB: Oh ya, senang sekali jika Anda boleh membagikan pengalaman Anda setelah Anda berlatih dengan simulasi ini pada bagian komentar yang telah disediakan biar makna atau hikmah yang kita dapatkan makin beragam.
Viewed 3897 times by 1223 viewers