Tip Praktis NLP#38 For Motivator: Pace Lead ANCHOR “ Dahsyat untuk Bicara Waktu Singkat ”

“Tantanganlah yang membuat otak mencari solusi kreatif”

Sebagai Motivator, tantangan yang paling sering ditawarkan kepada saya adalah waktu bicara yang sangat singkat untuk menyampaikan tujuan seminar motivasi yang sering kali daftarnya panjang. Kadang, seperti Mission Impossible. Dan, tentu tidak mungkin saya bilang tidak bisa. Toh, mindset yang tertanam dalam benak saya adalah Anything is POSSIBLE. Buat apa saya memilih profesi menjadi Motivator jika demikian he..he..

Salah satu tantangan yang paling seru adalah undangan bicara dalam waktu 10 menit, dari salah satu perusahaan yang sedang merayakan ulang tahunnya tahun 2007 lalu di Senayan, Jakarta. Tantangan tersebut sangat menarik, pertama banyak pembicara menolak tantangan ini. Hal kedua yang menarik saya adalah karena peserta yang hadir sekitar 6.000 orang. Sebuah kesempatan yang besar untuk saya berbagi, bukan? Demikian muncul dalam benak saya saat itu.Dimana ada Kemauan, Pasti ada Jalan.

Saya berpikir sangat keras untuk peluang bicara dalam waktu yang sungguh sangat singkat itu. Eh, tiba-tiba sebuah ide muncul, yakni menulis Puisi atau Prosa. Karena dengan demikian, saya bisa mengendalikan waktu bicara yang hanya 10 menit itu, bukan? Akhirnya, dengan persiapan sekitar 3 jam membuat “Skrip” puisi motivasi itu, jadilah ide yang saya bagikan dibawah ini. Ya, saya percaya persiapan adalah kunci penting untuk berhasil. Skrip “rahasia dapur” ini saya bagikan khusus untuk Anda yang berminat belajar terapan NLP dan menjadikannya sebagai salah satu referensi sebagai pembicara, trainer atau motivator.

Kunci Penting: Pacing, Leading dan Anchoring

Setahun lebih setelah acara itu, para peserta jika ketemu saya di jalanan atau di sebuah seminar, masih sangat ingat dengan ANCHOR yang dibuat saat seminar dengan kode bunyi anchor “Ehmmm…” Kunci dari membawakan skrip ini adalah Pacing, Leading dan Anchoring. Saya menyusun skrip ini secara langkah demi langkah, sehingga penguasaan intonasi suara, menunggu (baca mengelola) respon peserta dan men-ciptakan “timing” untuk anchoring menjadi sangatlah penting. Tentu jam terbang ikut membantu.

Kekuatan sebuah Anchoring sangat tergantung bagaimana cara Anda meng-anchor sesuatu. Keyakinan, tatapan mata, intonasi suara, bahasa tubuh dan bahkan niat tulus untuk berbagi, haruslah diracik jadi satu masakan yang utuh. Agak sulit menuliskan prosesnya, latihanlah yang akan membuat Anchor semakin baik dan sempurna, terutama dalam kecepatan.

Silahkan dikupas, dikunyah, jika perlu dibuang, dipetik atau apapun yang ingin Anda lakukan. Silahkan mengkaji, kapan saya melakukan PACING. Kapan saya melakukan LEADING, kapan saya melakukan ANCHORING. Tidak ada yang salah dan benar. Semua hanya seni saja.

Anda adalah Sang Motivator Idola

Berikut ini: Skrip puisi motivasi tersebut dan bacalah layaknya Anda sebagai Motivator. Libatkan perasaan dan keyakinan diri seperti kombinasi Bung Karno, WS Rendra dan Motivator favorit Anda.

Skrip dibawah ini, sebagaian adalah panduan dasar, jadi boleh Anda tambahkan penjelasan, jika dirasa perlu. Mari kita mulai. Bayangkan nama Anda dipanggil oleh MC untuk segera naik ke panggung dengan iringan musik yang meriah. Lalu, Anda naik ke panggung dengan tenang, mantap dan gagah. Setiba di panggung, Anda melihat ke seluruh ruangan, sampai makin hening. Dan, Anda mulai bicara berikut ini.

Hidup adalah Permainan”

(Bangun hubungan dulu dengan para peserta, baru mulai bicara) Karena judul puisi ini “Hidup adalah Permainan”, maka saya minta Anda untuk ikut bermain. Anda mau ikut bermain? (tunggu dulu respon peserta, sebelum dilanjutkan). Baik, jika demikian:

  • Cari partner berdua-berdua (tunggu dulu respon peserta. Tambahkan penjelasan jika perlu. Ini hanya skrip dasar saja)
  • Pilih Nama untuk Anda berdua: Siapa yang mau memilih “Waras” (boleh ditambah penjelasan) & siapa yang mau memilih “Gila” (tunggu respon peserta dulu)
  • Kita latihan komunikasi dulu:
    • Jika saya bertanya “Halo Waras & Gila”, maka Anda menjawab “Hai Hai”. (Kalibrasi segera)
    • Jika saya bertanya “Halo Waras”, maka hanya si Waras yang menjawab “Hai” (Kalibrasi segera)
  • Saat baca puisi nanti, kalo saya bertanya? Anda hanya perlu menjawab: EHM. Mari kita latihan dulu.
    • Hidup ini memang indah, betul?   (tunggu respon peserta menjawab “Ehm…”)
    • Baiklah, mari kita mulai…. (tarik nafas sebentar dan bersiap berkata lantang)
Saudaraku!
Hidup ini memang indah.                                                  Betul?
Namun, hidup ini sering mengandung misteri.             Betul?
Misteri yang sering kali sulit dipahami.
(Disini, saya tidak bertanya “Betul?” untuk meng-kalibrasi apakah peserta sudah ter-leading. Karena pasti peserta akan bersiap menjawab “Ehm…” he..he..)
Untuk mengerti misteri ini, saya ajak Anda semua bermain  Sut-sutan sebanyak 3 babak. 1 Babak 5 kali sut.. Anda sut saat hitungan angka 3.
Halo Waras & Gila! Are Your Ready? 1..2..3…
(ulangi 5x dan kendalikan suasana kelas)
Kita lanjutkan puisi kita…
Saudaraku!
Kadang, hidup seringkali seperti permainan.              Betul?
Kadang kita menang…                                                     Betul?
Kadang hidup kita seri, berjalan ditempat…                Betul?
Kadang kita kalah…
Untuk Anda yang kalah, saya bacakan sebuah Puisi Motivasi.
Saudaraku!

(baca dengan tekanan suara sangat keras, kadang cepat, kadang kombinasi pelan menurun, namun tidak perlu menunggu respon bunyi “Ehm…” cukup kalibrasi gerak saja, karena Anchor sudah masuk)

Allah tidak pernah berjanji
Langit selalu berwarna cerah                                         Betul?
Allah tidak pernah berjanji
Matahari selalu bersinar terang                                     Betul?
Allah tidak pernah berjanji
Cuaca selalu bersahabat mesra                                      Betul?
(Baca dengan tempo cepat & nada tinggi, boleh dilakukan)
Namun,
saat badai menerpa
Saat terik lelah mendera
Saat asa menjauh sirna,
(Baca dengan perlahan namun nada suara yang keras)
Allah berjanji akan selalu setia
Menyertai bersama                                                           Betul?
Allah berjanji akan selalu setia
Bersama-sama melewati perih derita                            Betul?
Allah berjanji akan selalu setia
Bersama-sama mencapai makna bahagia                    Betul?
Kita lanjut ke babak ke 2
Halo Waras & Gila? Are Your Ready? 1..2..3…
(ulangi 5x dan kendalikan suasana kelas)
Saudaraku!
Lihat, mereka yang kalah di babak 1
Merekalah yang paling bersemangat di babak 2             Betul?
Mengapa?
Harapan…, harapan…
Harapanlah yang membuat manusia terus bergerak & melangkah
Melangkah maju ke depan.
Seandainya bangsa Indonesia memiliki semangat seperti Anda yang kalah di babak 1 tadi, saya yakin bangsa ini akan tetap bergerak maju…
(baca kalimat-kalimat berikut dengan sangat cepat)
Saudaraku!

Kita bisa kehilangan harta.

Kita bisa kehilangan benda.
Kita bisa kehilangan keluarga.
Namun janganlah pernah,
(melambat dan makin melambat)
Jangan dan janganlah pernah,
Kita kehilangan keyakinan.
Keyakinan bahwa pasti ada hari esok.                            Betul?
Hari esok yang pasti lebih cerah.                                     Betul?
Kita lanjut ke babak terakhir
Halo Waras & Gila? Are Your Ready? 1..2..3…
(ulangi 5x dan kendalikan suasana kelas)
Saudaraku!
Karena hidup hanyalah permainan pikiran.
Kita punya pilihan!!!                                                          Betul?!!!
Saat-saat kalah, kita bisa memilih!!!
Memilih berhenti bermain & menyerah…                       Betul?
Atau memilih terus bermain sampai kita menang!!!     Betul?!!!
Siapa yang kalah terus dalam 3 babak permainan ini?
Kita akan lakukan sut yg terakhir, hanya sekali sut.
Halo Waras & Gila?
Are Your Ready? Satuuu…. Duaaa… Ti…ga!!!
(saat ini “state” peserta sudah naik tinggi, siap untuk anchor berikutnya, seperti tekad untuk terus berjuang sampai titik darah terakhir)
Saudaraku!
Pada hari ini saya canangkan misi saya untuk bangsa ini.
(nada lantang, tenang dan mantap. Suara Perut sangat membantu)
Siapapun boleh menjegal pribadi saya.
Siapapun boleh menjegal diri saya,
Namun jangan pernah dan janganlah pernah.
Menjegal misi saya untuk bangsa Indonesia ini.
Misi yg sudah menjadi doa saya sejak kecil.
Menjadi orang yg berguna untuk bangsa ini.
(nada lantang dan keras)
Karena itu artinya perang.
Ya, perang!
Sekali saya canangkan perang.
Maka akan saya selesaikan.
(nada pelan namun mantap. Gunakan suara perut yang berat)
Walau nyawa saya adalah bayarannya.
Saya lebih memilih meninggal sebagai orang yang berguna.
(tempo lebih perlahan, mata melihat menyapu ke seluruh peserta dengan tegas)
Dari pada meninggal sebagai orang yang hina.
(kalibrasi respon bahasa tubuh peserta, saat hening ucapkan salam perpisahan)

Tabik sujud saya untuk Anda semua!

Krishnamurti – Mindset Motivator
Jakarta, 1 Maret 2007

Viewed 4504 times by 1458 viewers

This entry was posted in For Motivator and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Tip Praktis NLP#38 For Motivator: Pace Lead ANCHOR “ Dahsyat untuk Bicara Waktu Singkat ”

  1. eko says:

    alhamdulillah.. . . . . luar biasa Pak, benar” menginspirasi . . . .
    wassalam.

  2. interesting….dan sangat bermanfaat serta menginspirasi pak….matur nuwun pak krisna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>