Tip Praktis NLP#74 Bersyair ”Agar hati terus berbunga-bunga”

Hah, bakat membuat syair?

“Bagaimana sih cara Anda membuat syair? Kok, kayaknya mudah aja, padahal Anda kan Motivator. Anda pasti punya jiwa seni ya?”, demikian beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh beberapa pendengar Radio Sonora, beberapa pembaca buku Share The Key, juga beberapa anggota milis Bidadari Words.

Cukup susah juga menjawab pertanyaan teman-teman tersebut. Bakatkah? Berjiwa senikah? Hobikah? Saya juga tidak tahu he he… Namun, saya bisa berbagi pengalaman bagaimana proses saya membuat kalimat-kalimat indah (paling tidak menurut saya sih ha ha ha) seperti syair, puisi ataupun pantun. Nah, salah satu strateginya adalah…

Selesaikan secepat mungkin

Saat sebuah ide muncul dalam benak saya, maka akan saya lakukan sampai selesai. Itu saja tuh resepnya. Jangan ditunda, langsung ketik saja, langsung tulis saja, sampai terasa cukup atau dirasa selesai. Jangan dibaca-baca lagi, nanti malah sibuk merubah, bahkan malah bisa jadi kacau.

Berikut ada sebuah pengalaman bagaimana saya membuat syair, sajak, puisi atau apalah namanya karena saya juga tidak pernah memberikan tulisan ini sebuah nama, walau ada sebuah judul. Strategi lainnya…

Gak usah banyak mikir, jalan-jalan saja

Suatu hari, saya terbangun cukup pagi dari tidur, di sebuah tempat yang sangat sejuk yakni Nongko Jajar, Gunung Bromo, Jawa Timur. Lalu, saya mengikuti hati saya untuk berjalan-jalan menelusuri tempat sekitar dengan membawa kamera digital dan Black Berry Bold agar mudah saya mengetik, jika muncul sebuah ide.

Saya terus berjalan menikmati alam sekitar dan terus saja berjalan dan berjalan, sampai tiba-tiba saya tertegun melihat bunga kembang sepatu merah darah merekah indah, yang besarnya sekitar 1.5 kali dari yang biasa saya lihat selama ini.

Saya hanya mengamati dan menikmati, sungguh sangat indah. Saya mengambil beberapa gambar kembang tersebut dari berbagai posisi. Dan, tiba-tiba…

AHA! Muncul ide

Saya terkagum-kagum akan sebuah bunga kembang sepatu yang benang sarinya menghadap langsung ke sinar matahari pagi yang hangat. Ah, indah sekali. Sungguh sangat indah. Nah, saat perasaan kagum ini muncul, saya buka Black Berry, lalu saya biarkan hati ini menggerakkan jari-jari tangan untuk mengetik-ngetik semaunya saja, berikut ini hasilnya…

  1. 1. Berguru pada Benang Sari

    Benang sari menyambut terang
    Kuning merekah disapa pagi
    Seperti sangat gembira, sangat riang
    Walau hanya bergoyang pelanIndah yg indah, tak perlu bunyi
    Terus bergoyang tanpa suara
    Bahagia yang hanya bahagia
    Tak perlu pujian seperti manusia

    Bahagia ya bahagia saja
    Gembira ya gembira saja
    Senang ya senang saja
    Tidak perlu dimaknai

    Sungguh hidup ini sederhana
    Belajar dengan benang sari bunga
    Yang bersyukur adanya cahaya
    Indah terang dari Ilahi

    Terkagum Nongko Jajar, Gunung Bromo, 19 Agustus 2009

Krishnamurti – Mindset Motivator

Selesai syair yang pertama ini, saya terus membiarkan hati saya menggerakkan kaki untuk melangkah kemana kaki ini ingin melangkah dan bertemulah kami dengan sekumpulan bunga mawar berwarna kuning yang unik. Mengapa unik? Karena mekarnya bisa kompak rame-rame kayak sedang demo he he… Strategi lainnya adalah…

Menikmati… Hanya menikmati…

Saat ketemu sebuah keindahan, jangan biarkan pikiran Anda bekerja. Biarkan perasaan Anda, biarkan hati Anda yang bekerja, biarkan diri Anda menikmati dan menikmati apa yang ada di depan Anda saat itu.

Dari hasil menikmati itu, muncullah kekaguman lainnya yang saya tuangkan sebagai cerita hikmah berikut ini:

  1. 2. Mawat Empat

    Satu tangkai bermuncul empat
    Satu warna berkumpul-kumpul
    Layaknya satu keluarga
    Ada dewasa, ada si bungsuBersama pula tertawa pagi
    Menebarkan kuning guna mewarnai
    Kuning yang sudah diberi Dia yang Maha
    Tidak memilih, hanya menerima

    Memberi indah, itulah misinya
    Melengkapi warna, itulah tujuannya
    Dinamai kuning, bukanlah keinginannya
    Tidak kuning, tidak mawar, hanya makna

    Hanya bunga indah milik si Pemcipta
    Memberi senyum lembut dari Dia
    Agar dunia belajar padanya
    Bahwa bahagia ada di dalam bunga

    Ada dimana-mana
    Sangat dekat
    Tidak perlu dicari
    Cukup dinikmati
    Cukup disyukuri
    Cukup disentuh…

    Trance bengong di Nongko Jajar, Bromo, 19 Agustus 2009

Krishnamurti – Mindset Motivator

Selesailah syair yang kedua dalam waktu yang cukup singkat. Mengapa singkat? Karena nggak mikir hi hi hi… Jadi, hasilnya bisa seperti di atas itu. Coba kalo saat itu saya mikir, mungkin hasilnya jadi skripsi he he… Ada strategi lain yang juga cukup sering saya lakukan, yakni saat hati sedang memetik hikmah, sehingga ada perasaan yang…

Reflektif

Setelah menikmati karya alam semesta dimanapun ditemui, saya sempatkan diri barang sejenak untuk reflektif, menghadap sejenak ke DIA yang Akbar, yang Maha, yang Besar, yang Agung.

Waktu itu, setelah menulis dua buah syair. Saya duduk di rumput kadang saya bersila, kadang saya bersimpuh, sambil menatap sinar matahari pagi yang hangat, di udara pagi Gunung Bromo yang sangat dingin. Saya bertanya kedalam diri, kira-kira apa yang kehendak DIA menghantar saya ke tempat ini? Apa ya? Mungkin ini…

  1. 3. Sempatkan aku untuk berbagi

    Engkau sungguh Maha Besar
    Hanya cahaya hangat yang Kau beri
    Di pagi hening sejuk berbunyi jangkrik
    Agar aku berdiam sejenak mendengarMuPesan alam pesan yang indah
    Perlu hati untuk memahaminya
    Mudah sekali, namun sulit
    Karena bicara tapi sunyi
    Karena warna-warni tapi kuning
    Karena sejuk tapi hangat
    Karena terang tapi gelap

    Berdiam diri itulah pesannya
    Agar aku tetap rendahkan hati
    Untuk memahami pesanNya
    Agar hijau makin hijau

    Aku hanya bisa bersyukur
    Hanya bersyukur
    Aku bisa bicara pada Mu
    Berdua bermesaraan bercahaya
    Tertawa dan tersenyum
    Sungguh Engkau Maha Akbar

    Ijinkan aku, anakmu ini
    Melayani lebih luas lagi
    Berbagi lebih banyak lagi
    Melangkah lebih jauh lagi

    Sempatkan aku untuk terus berbagi

    Terima kasih Bundaku…
    Doaku Kau sampaikan…

    Bersimpuh menatap cahaya pagi di Nongko Jajar, Bromo, 19 Agustus 2009

Krishnamurti – Mindset Motivator

Ya, begitulah proses pembuatan syair yang ketiga ini, cukup unik namun mudah, kan? Selanjutnya, saya selesai jemur pagi. Saya mandi dan sepertinya di dalam hati masih ada sesuatu yang belum terselesaikan. Apa ya? Kok, tubuh ini masih kedinginan. Karena memang suhu di Nongko Jajar sangat dingin. Aha, suhu yang sangat dingin ini memberikan ide, makna kedinginan dalam arti yang berbeda. Dan, jreeeng inilah syair berikutnya, syair ke empat dan syair terakhir…

  1. 4. Kunci sukses

    Tuhanlah pemilik kunci sukses kita
    Namun, tidak disimpan di Surga
    Kunci itu diletakkan dalam hati kita
    Di tempat yg terdekat dgn diri iniSungguh sangat dekat
    Hanya satu tarikan nafas
    Hanya satu pejaman mata
    Hanya satu kalimat doa

    Selama di Bumi, mengapa mencarinya ke Surga?
    Selesaikan pekerjaan bumi di bumi

    Berhentilah melangkah sejenak
    Berdiam diri mengetuk pintu hati
    Masuklah ke dalam sanubari
    Carilah kata misi hati
    Disitulah terpahat kata
    Untuk apa aku ada di bumi

    Bermainlah sejenak dg diri Anda
    Menumlah anggur bersama Jiwa Anda
    Tertawalah dengan sang batin
    Berkenalanlah lebih dekat

    Berpelukanlah…
    Berdekapanlah…
    Menyatulah…

    Agar aku menjadi aku

    Kedinginan di Nongko Jajar, Bromo, 19 Agustus 2009

Krishnamurti – Mindset Motivator

Demikian, sobat pembaca tentang kisah sepotong bagaimana saya membuat syair. Ada yang bilang Motivator juga manusia, makanya bisa romantis he he… Banyak kejadian lain yang prosesnya bisa berbeda, namun strateginya agak mirip-mirip. Semoga saja ide strategi ini dapat menjadi inspirasi Anda dalam membuat syair.

Karena menurut saya, bersyair dapat melatih hati untuk berkata-kata.

Sehingga hati bisa bicara.

Hati bisa ngomong.

Hati bisa dipahami.

Hati bisa dijelaskan.

Dan, saat hati berkata-kata, semua menjadi indah.

Kehidupanpun menjadi hidup.

Nongko Jajar, Gunung Bromo, 19 Agustus 2009

Krishnamurti yang berjanji kembali ke Gunung Bromo untuk motret terbitnya matahari dan menyeruput kopi kampung pahit panas…

Yang mau ikutan, monggo email ke: krishnamurti@indo.net.id kita berangkat dari Jakarta langsung ke Malang, naik mobil dari Bandara langsung ke Nongko Jajar, bermalam disana, jam 4 pagi naik ke Gunung Bromo. Jangan lupa bawa kamera yooo…

Viewed 3584 times by 1165 viewers

This entry was posted in Motivasi Diri and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to Tip Praktis NLP#74 Bersyair ”Agar hati terus berbunga-bunga”

  1. Chendra says:

    Luar Biasaaa….Sukses yahh Pak selain motivator ternyata punya bakat lain yang terpendam.. salut selain mengajarkan bagaimana kita menggali pentensi kita ternyata juga menggali potensi diri sendiri… :)

  2. ingridhuberdjuliawatiagusriwan says:

    ach…..kalau ke bromo aku ngak mau….

    aku mau ikut kalau di ajak nonton, jjejejejjejjjjejjejjejje aku lebih suka nonton atau liat laut…jejejjejjeje

  3. INGRID HUBER AGUSIRWAN says:

    for all info i stop all my poems for you

  4. Yanna says:

    syair yang indah, menyentuh dan hangat, seakan2 saya bisa merasakan dan berada disana melihat bunga warna kuning itu, dinginya pagi, basahnya embun dan hangatnya mentari pagi..hhmm.. thanks..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>