Pagi ini mandi bersihin belek, siang bersihin rumah biar rejeki melek, nanti malam makan-makan rayakan Imlek. Minum deh glek glek glek..(Status FB saya pada tgl 22 Januari 2012)
Lama sekali saya tidak merasakan suasana Imlek yang pernah saya alami saat masih kecil. Maka, Imlek kali ini ada keinginan untuk menggali kembali makna apa saja yang termuat, pesan apa yang tersirat, nilai apa yang terlihat agar masih bisa dihikmahkan dalam hidup moderen ini, dimana dupa hio sudah berganti dengan Aromatherapy Electric karena para Dewapun sudah Go Green hehehe…
Karena waktu yang sempit untuk duduk diam di depan laptop, maka beberapa bulan ini saya memulai kebiasaan baru yakni menulis via twitter, lalu saya kompilasi menjadi sebuah artikel di laptop. Sayapun mulai mengingat memori itu dan melakukannya kembali… Agenda ini di Twitter saya beri judul #NLP_Imlek
Buanglah yang sudah jelek-jelek
1. Kebiasaan yang masih teringat sangat kuat sehari sebelum perayaan Imlek adalah bersih-bersih di rumah. Membersihkan seluruh ruangan di rumah dengan menyapu agar yang kotor keluar, supaya yang bersih masuk ke rumah.
Suasana hati yang bersih seharusnya terwakili juga dengan rumah yang bersih. (Bidadari Words)
2. Membuang barang-barang yang rusak untuk digantikan dengan barang yang baru. Ingat, yang baru tidak berarti mahal. Untuk apa? Ternyata itu akan membangun sebuah sistem keyakinan untuk “Menyambut Hoki”. Hmmm ternyata Hoki perlu disambut dengan suasana yang bersih dan baru, sangat menarik, bukan?
3. Jadi, biasanya kami akan membuang piring gompel, gelas retak & alat makan yang rusak untuk diganti baru. Termasuk bagian-bagian rumah yang rusak diperbaiki, dinding retak disemen kembali, di cat baru. Semua bertujuan biar REJEKI yang datang jadi betah di tempat yang baik dan bersih.
4. Bak air disikat bersih agar semua lumut & kotoran pergi, sehingga siap menampung air baru (rejeki atau hoki) di bak yang bersih. Pesan yang sederhana, tetapi sangat baik sekali untuk terus dilakukan, bukan? Khusus tahun Naga ini, simbol air menjadi sangat penting karena diyakini tahun ini tahun Naga Air.
Rumah Hoki Rumah yang Wangi
Nah, setelah rumah terlihat bersih maka hal sangat penting lainnya untuk menyambut Sang Hoki adalah…
5. Membuat wangi rumah dengan membakar hio (yang sekarang walau tidak dalam suasana Imlek selalu kami lakukan dengan menggunakan wewangian elektrik, khususnya yang alami), yang sebetulnya hanya simbol agar HOKI atau REJEKI yang akan datang biarlah hanya yang baik, yang bagus, yang bersih, yang wangi…
6. REJEKI yang WANGI, bersih, halal mendapat tempat tertinggi dalam filsafat doa orang Tionghoa, sehingga KORUPTOR termasuk MANUSIA HINA.
Pesan Engkong saya yang sangat kuat teringat adalah Hidup ini jangan pernah meminta… Walau kamu sedang sengsara! (Krishnamurti Words)
7. Bila REJEKI WANGI belum datang, maka dianjurkan terus berdoa dengan HIO WANGI, menyalakan api dengan minyak yang banyak agar terus menyala. Lalu, KERJA LEBIH KERAS, bukan KORUPSI.
8. Yang menarik dalam membeli HIO WANGI untuk doa, harus pakai uang sendiri yang HALAL. Karena diyakini para Dewa akan marah besar bila pakai uang korupsi untuk membeli Hio. Hal ini, ikut membangun BELIEF SYSTEM dalam diri org Tionghoa bahwa untuk berhasil dalam hidup ini kuncinya KERJA KERAS bukan KORUPSI karena salah satu nilai yang tertanam dari sistem berdoa pakai HIO WANGI ini.
Yang saya ingat saat kecil:
Kamu boleh bakar HIO WANGI pakai uang hasil judi, tapi jangan pernah pakai uang hasil maling (KORUPSI) (Krishnamurti Words)
Catatan:
- Saya sangat membenci judi & dalam sistem keyakinan saya, Judi adalah haram.
- Korupsi di era Engkong saya berarti mencuri atau mengambil uang yang bukan hak-nya seperti uang orang lain, uang perusahaan, uang negara dsb.
Dalam sejarah Cina Kuno & Moderen, para KORUPTOR paling banyak dihukum mati, termasuk Hakim, Jaksa. Kata HALAL menjadi kata kunci yang penting dalam membeli HIO untuk berdoa pada para Dewa.
Sebuah sore di Jakarta, Kantin Gedung Citra Graha, 25 Januari 2012
Krishnamurti, yang sedang bermemori ria dengan falsafah yang ditanamkan oleh para leluhur, agar tidak sirna tertiup moderenisasi…
Viewed 4688 times by 1415 viewers
Dear Krishna
Ulasan yang singkat, padat berisisi.
MANTAP……..
Ulasan yang menarik sekali. Kita memang sebaiknya tetap mendengarkan apa kata orang tua.
ternyata klop dengan hukum sebab akibat: segala hal yang positif akan mengundang hal positif juga. menabur pikiran, hati, sikap dan tindakan positif akan berbuah keberuntungan, kedamaian dan kesejahteraan… luar biasa….
Makna Imlek begitu kaya.