<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Krishnamurti - Mindset Motivator &#187; For Business</title>
	<atom:link href="http://mindsetmotivator.com/category/for-business/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mindsetmotivator.com</link>
	<description>to be a World Class Indonesian Motivator...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 08:39:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Teknik Biar Gak Blo’on</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/08/01/teknik-biar-gak-blo%e2%80%99on/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/08/01/teknik-biar-gak-blo%e2%80%99on/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 17:31:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Business]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Edan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=730</guid>
		<description><![CDATA[Lupa atau Tidak Mau Mengingat? Sekarang ini banyak Koruptor yang bisa “tiba-tiba” terserang penyakit lupa he he&#8230; Mungkinkan orang bisa lupa akan sebuah kejadian yang memang secara sadar dia lakukan di masa lalu? Jawaban para pakar Hypnosis ternyata memori manusia &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/08/01/teknik-biar-gak-blo%e2%80%99on/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong>Lupa atau Tidak Mau Mengingat?<span id="more-730"></span></strong></p>
<p>Sekarang ini banyak Koruptor yang bisa “tiba-tiba” terserang penyakit lupa he he&#8230; Mungkinkan orang bisa lupa akan sebuah kejadian yang memang secara sadar dia lakukan di masa lalu? Jawaban para pakar Hypnosis ternyata memori manusia tidak bisa dihapus, artinya apa yang telah direkam oleh otak, ternyata tidak bisa dihapus. Apa yang Anda lihat Anda dengar, Anda rasakan di masa lalu, ternyata masih tersimpan di memori Anda. Artinya manusia tidak bisa lupa, manusia hanya belum tahu cara yang baik untuk meng-akses memori-memori tertentu di masa lalunya. Itu saja&#8230;</p>
<p><strong>Bahaya Suka Lupa</strong></p>
<p>Nah, bahayanya bila kita sengaja mau melupakan sebuah kejadian “jelek” di masa lalu. Apa yang terjadi? Salah-salah, kita malah jadi lupa juga mengapa kita berperilaku seperti sekarang ini. Khususnya, perilaku yang kontra produktif.</p>
<p>Sedangkan, untuk merubah perilaku buruk saat ini, selain dengan cara memaksa diri untuk melakukan perilaku baru, yang biasanya sulit sekali dilakukan, para ahli mengajurkan kita untuk mencari dan menemukan <strong>“Core Pattern”</strong> atau titik awal mengapa kita berkesimpulan demikian. Setelah ketemu “core pattern” diri ini, maka mudah sekali untuk menyimpulkan ulang, mendefinisikan pengalaman tersebut menjadi definisi baru atau mengganti nama file <strong>“Bad Memory”</strong> tersebut menjadi nama file <strong>“Good Memory”</strong>. Merubah kejadian bencana masa lalu, menjadi hikmah&#8230;</p>
<p>Nah, berikut ini cara atau teknik untuk: <strong>Meningkatkan Daya Ingat</strong> metode NLP ala &#8220;santai&#8221; Krishnamurti&#8230; (yang sudah saya posting sebagai bagian dari Kultwit saya di akun twitter <strong>@AndaHebat</strong> – silakan follow)</p>
<ol>
<li><strong>Sebelum      tidur, sambil tiduran, pejamkan mata, munculkan kembali apa yang telah Anda      lakukan sejak bangun tidur sampai saat ini&#8230; Boleh lakukan secara perlahan-lahan,      lebih rinci tentu lebih baik.</strong></li>
<li>Jika sudah      bisa memunculkan semua memori kegiatan hari ini, pilih saja satu kegiatan      untuk diputar ulang secara perlahan-lahan. Putarlah memori itu dengan      lebih berwarna, dengarkan kembali suara-suara yang ada, rasakan kembali      perasaan yang Anda alami saat itu.</li>
<li><strong>Memori      kegiatan tersebut juga bisa dilihat dari berbagai sisi, sudut, arah,      dijauhkan, didekatkan agar makin terekam dg kuat. Lakukan seenak yang mau      Anda lakukan. Mainkan semau Anda…</strong></li>
<li>Jika      Anda sudah terlatih mengakses memori kegiatan Anda hari ini, mulailah      latihan lebih lanjut dengan memunculkan kembali memori-memori yang sudah      terjadi 2 hari lalu, minggu lalu dan seterusnya.</li>
<li><strong>Yang      menarik adalah Anda bisa memberi nama memori masa lalu tsb sesuai      keinginan Anda, persis seperti memiliki satu keping DVD yang merekam  Film tertentu. Film kesayangan Anda      tentunya.</strong></li>
<li>Yang terpenting      dalam menyimpan file memori masa lalu tersebut, berikan tanda      &#8220;Start&#8221; dan &#8220;Finish&#8221; supaya Anda mudah men-downloadnya      kembali saat Anda perlukan untuk melatih kekuatan pikiran Anda atau      merasakan kembali apa yang telah Anda rasakan untuk mendapatkan sebuah      keadaaan nyaman, misalnya.</li>
<li><strong>Nah,      lucunya saat Anda ganti judul memori yang jelek menjadi memori hikmah,      hati Andapun jadi kembali gembira</strong></li>
<li>Nama      file memori &#8220;Semua laki2 buaya&#8221;, akan berubah feel-nya saat      diganti &#8220;tidak semua laki2 buaya&#8221; karen ada laki2 cecak, kadal      dsb he he</li>
<li><strong>Saat      semakin banyak memori negatif Anda dirubah jadi positif, maka Anda akan      semakin mudah mengakses memori awal-awal hidup Anda&#8230;</strong></li>
<li>Semakin Anda mudah mengakses      memori awal hidup Anda, maka semakin mudah pula Anda bisa mengetahui MISI      hidup Anda&#8230;</li>
<li><strong>Saat Anda tahu MISI hidup Anda      di dunia ini, maka arah hidup inipun menjadi lebih terarah. Hiduppun      jadi tenang&#8230;</strong></li>
<li>Salah satu manfaat Anda bisa      mengakses memori Anda adalah menemukan MISI hidup di dunia ini. Terus      latih diri Anda sampai mahir&#8230;</li>
</ol>
<p>Demikian sharing pengetahuan yang sederhana ini, semoga bisa berguna untuk Anda dalam melatih kekuatan pikiran Anda dalam meng-akses memori di masa lalu, agar dapat dijadikan pelajaran yang baik dalam melangkah ke masa depan.</p>
<p>Batam, 23 Juli 2011</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>NB:</strong> Sobat Pembaca, <strong> </strong>saya masih menyediakan DISKON khusus untuk 1 (satu) pembaca yang berminat mengikuti kelas pelatihan yang saya bimbing di Bangkok, Thailand, 12-16 Agustus 2011 mendatang, yang saya sebut: <strong>Thailand Quantum TranceFormation. </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Hubungi Bu Naomi di 0816 134 8912 untuk dapatkan Promo khusus ini. Info detailnya, klik: <a href="../2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/">http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/</a></p>
<p><strong>“Kuasai Dunia dengan Menguasai Pikiran Anda…”</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kelas selanjutnya setelah kelas di Thailand ini adalah:</p>
<p><strong>“MACAU Financial Risk Management”</strong>, 7-9 Oktober 2011.</p>
<p>Training ini berisiko kekalahan uang sungguhan di praktek lapangan di Casino2 Macau, namun bila Anda menang dgn menggunakan strategi yg akan Anda pelajari di kelas, maka biaya training ini jadi GRATIS bahkan berlebih. Menang atau Kalah ternyata ada dalam program di alam bawah sadar Anda. <em><strong>Buang program kalah tsb, install program menang &amp; sukses finansial dalam diri Anda.</strong></em></p>
<p>Ingat! Training ini bukan mengajarkan Anda berjudi karena itu haram, namun Casino di Macau (<strong><em>spt Money Wheel, Black Jack adalah permainan yg menang kalahnya bisa Anda kelola, tergantung outcome Anda saja</em></strong>) digunakan sebagai sarana latihan agar Anda menguasai dan memiliki kemampuan mengelola Sumber Daya Finansial (Financial Resources Management Skill), dengan sadar Outcome adalah <strong>LEARN TO WIN.</strong></p>
<p>Kunci kemenangan dalam training di Macau ini adalah <strong>“Kuasai di dalam Diri untuk Kuasai Keadaan di luar Diri”</strong></p>
<p>Sampai jumpa di Macau, <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p> Viewed 7922 times by 2285 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/08/01/teknik-biar-gak-blo%e2%80%99on/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Survive and Win In Thailand</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 04:28:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Business]]></category>
		<category><![CDATA[For Community]]></category>
		<category><![CDATA[For Employee]]></category>
		<category><![CDATA[For Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[For Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[For Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[For Therapist]]></category>
		<category><![CDATA[For Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Edan]]></category>
		<category><![CDATA[Self Healing]]></category>
		<category><![CDATA[Trauma / Phobia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=726</guid>
		<description><![CDATA[Siput memang tidak bersayap namun dia terus merayap… (Bidadari Words) Personal Evolution and Managing Risk Sebuah judul pelatihan yang sungguh membuat saya penasaran. Mengapa? Karena yang mengusungnya adalah salah satu begawan pencipta NLP (Neuro Linguistic Programming) yakni DR John Grinder, &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Siput memang tidak bersayap namun dia terus merayap…</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Bidadari Words)</strong></em></address>
<p><span id="more-726"></span></p>
<p><strong>Personal Evolution and Managing Risk</strong></p>
<p>Sebuah judul pelatihan yang sungguh membuat saya penasaran. Mengapa? Karena yang mengusungnya adalah salah satu begawan pencipta NLP (Neuro Linguistic Programming) yakni DR John Grinder, yang mana justru NLP menjadi terkenal karena jurus-jurus manjurnya yang sangat Revolusioner. Semua teknik NLP terkenal bisa menyelesaikan masalah dengan sangat cepat. Orang yang fobia, bisa sembuh hanya 5 menit. Wow, sangat paradox, sangat berlawanan.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Rasa penasaran sering kali</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>malah membuat kita jadi lebih kreatif</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>dan ingin terus bertumbuh…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Baiklah, dari pada saya sekedar bertanya-tanya, saya putuskan untuk kembali berangkat ke Melbourne, Australia, akhir Mei 2011 lalu, walau saya baru saja ikut kelas Modelling Skill di Sydney bulan Februari 2011. Sekalian saya mau “laporan” pada John Grinder tentang beberapa “PR” yang beliau berikan pada saya sekitar tahun 2006 di London, Inggris. Bersyukur, saya putuskan untuk kelas ini karena akhirnya saya memahami bahwa…</p>
<p><strong>Api Revolusi memang Besar, Namun Cepat Padam</strong></p>
<p>Ya, karena sesuatu yang mudah didapat, akan mudah juga dilupakan. NLP Klasik (saya sebut saja demikian) memang masih berfokuskan pada kecepatan, speed, luar biasa mencengangkan dan sebagainya. Tentu, baik dan sangat menarik. Namun, yang lebih penting lagi adalah setelah pelatihan selesai. Seseorang yang mendapatkan sertifikat Praktisi NLP atau Master Praktisi NLP, banyak sekali (bahkan sangat banyak) jadi orang yang seperti pendekar mahir berkata tapi kabur kalau berkelahi hi hi hi…</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Apa gunanya menjadi orang pandai </em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>jika hidupnya tidak berguna?</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em><br />
</em></strong></address>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Kira-kira demikianlah pertanyaan para Guru saya (pada saya tentunya he he). Lumayan banyak saya menangani klien “KEEP Smoking” walau sudah di-hipnoterapi “STOP Smoking” oleh terapis TOP. Dan, saya lanjutkan dengan “ngobrol-ngobrol” yang akhirnya membangun kesadarannya untuk berhenti merokok sampai artikel ini ditulis. Klien pertama saya, sudah lebih dari 6 tahun berhenti merokok setelah sesi terapi ngobrol dan tertawa-tawa ini he he… Salah satu kuncinya adalah ber-evolusi, terus berubah menjadi lebih baik walau sedikit demi sedikit. Terbangun kembali kesadaran untuk terus menjadi lebih sehat dan lebih sehat.</p>
<p>Baiklah, semua unek-unek di pikiran saya tadi akhirnya membuahkan sebuah ide pelatihan yang berbeda, yang menantang, yang akan dikenang lama, yang mengasyikan, yang menguras potensi, yang tujuannya adalah agar peserta ber…</p>
<p><strong>Revolusi dan Evolusi</strong></p>
<p>Peserta akan dilatih, artinya peserta harus menguasai sendiri “SKILL” terapi diri, teknik Self Healing, kemampuan menyembuhkan diri sendiri agar tidak tergantung pada kami sebagai Terapis, Pembimbing, Motivator atau apapun namanya. Apa yang disembuhkan? Hambatan-hambatan yang ada di dalam diri, terserah namanya apa. Bisa disebut luka batin, akar kepahitan, Core Pattern, Mental Block, dendam kesumat, memori negatif dan sebagainya. Inilah, yang saya maksud Revolusi diri dan itu mudah saja, banyak sekali teknik yang ingin saya bagikan ke para peserta, kuasai teknik-teknik yang mudah dan berguna untuk Anda.</p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Saat Anda bisa mengobati diri sendiri,</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>maka Anda akan jadi pribadi yang sangat mandiri.</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Krishnamurti Words)</strong></em></address>
<p>Setelah itu, ada tantangan dari alam, keadaan yang tidak dikenal yang akan membuat Anda memilih sikap untuk belajar dan menguasai (Mastering) kemampuan dengan sangat cepat. Apa rahasianya? Kuasai Modelling Skill yakni sebuah kemampuan untuk menguasai sebuah kemampuan orang lain yang hebat dengan sangat cepat dan saat itu juga. Pengalaman ini akan membuat Anda memahami dan terus bergerak, terus berevolusi menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik. Untuk membantu stimulus terbaik dari keperluan ini, maka saya putuskan untuk memilih tempat yang asing bagi kita semua yakni…</p>
<p><strong>Thailand</strong></p>
<p>Mengapa? Karena saya dan Anda para peserta tidak menguasai bahasa Thai, tempat yang asing, budaya yang asing, keadaan yang asing, seperti sebuah dunia yang aneh he he he&#8230; Namun, saat Anda sudah memiliki sikap:</p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>“Prepare for Nothing but Ready for Everything”</strong></em></p>
<p>Maka, potensi dalam diri Anda akan muncul dengan serta merta. Anda akan heran dengan kemampuan diri Anda sendiri dan ini diperlukan untuk strategi sukses Anda di masa depan. Sukses Anda bukanlah revolusi, namun sebuah evolusi. Sebuah proses panjang, walau tentu di awalnya ada Momentum yang harusnya berdentum besar. Momentum inilah yang ingin saya bagikan pada Anda pada pelatihan mendatang, pelatihan pertama saya di luar negeri yang saya sebut:</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Thai Quantum TranceFormation</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Bangkok, 12-16 Agustus 2011</strong></p>
<p>Saya akan bagikan semua kemampuan terbaik saya kepada Anda, baik cara saya untuk “Survive” di sebuah situasi yang tidak saya kenal, maupun strategi saya untuk “Win” dalam situasi yang sulit. Tentunya, saya berharap Anda menemukan potensi terbaik Anda selama pelatihan ini berlangsung dan bawa itu ke Indonesia untuk di-nyatakan berupa karya yang paling tidak monumental untuk Anda pribadi.</p>
<p><strong>Tantangan untuk Dikuasai</strong></p>
<p>Ada banyak rancangan tantangan yang sudah saya siapkan untuk Anda kuasai, bukan diatasi. Setelah dikuasai, maka Anda akan mudah menjadi situasi tersebut sebagai sarana untuk produktif.</p>
<p>Saya melakukan hal ini dengan mindset <strong>“Zero Capital Entrepreneur”</strong> dimanapun saya berada. Misal: saya berjualan kaos motivasi di Malaysia, saya berhasil mencari uang tambahan dengan menjadi tukang foto di Amerika, saya menjual apa yang bisa saya jual di Sydney, bahkan dengan uang seadanya saya berangkat ke Melbourne dan me-model seorang penjudi yang jago di Crown Casino dan hasilnya saya menang belasan juta dalam waktu singkat he he he&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Dalam kehidupan ini,</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Anda yang menguasai keadaaan</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>atau Anda yang dikuasai keadaaan&#8230;</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Krishnamurti Words)</strong></em></address>
<p>Bukan haram atau halalnya berjudi, yang ingin saya sampaikan adalah kuasai situasi yang Anda temui dimanapun, bukan situasinya yang menguasai Anda. Anda yang menguasainya&#8230;. Setelah Anda melatih diri Anda sendiri, ingat saya hanyalah pelayan Anda dalam pelatihan ini, maka setelah itu “Wrap-up” bungkus ulang semua proses tadi sehingg menjadi&#8230;</p>
<p><strong>Strategi Sukses Terbaik Anda</strong></p>
<p>Ya, Anda pulang dengan sebuah harapan baru bahwa Sukses itu mudah saja. Bukan karena ekonomi sedang membaik, bukan karena Bos yang hebat, bukan karena Anda bekerja di perusahaan yang besar, bukan karena keluarga Anda kaya, tetapi hanya sebuah SKILL, sebuah kemampuan menyesuaikan dan menguasai diri. Karena saat&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Anda bisa menguasai dunia</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>saat Anda bisa menguasai diri Anda&#8230;</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Bidadari Words)</strong></em></address>
<p>Nah, pertanyaan selanjutnya. Apakah Anda akan menjadi sukses dan hebat setelah  mengikuti pelatihan ini? Saya juga tidak tahu. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik yang bisa saya berikan pada kehidupan ini, khususnya Anda para peserta <strong>“Thai Quantum TranceFormation”</strong> kali ini. Untuk itu, saya coba menyiasatinya dengan memberikan bimbingan personal kepada setiap peserta sebanyak 2 kali, yang dilakukan sesuai waktu dan kebutuhan Anda.</p>
<p>Proyek pelatihan perdana ini adalah misi dan cita-cita saya untuk membangun dan membangkitkan manusia Indonesia untuk Go International. Semoga, diawali kelompok kecil ini, kelas perdana ini, kita dapat berbuat sesuatu yang berguna untuk kehidupan ini, khususnya di Indonesia.</p>
<p>Demikian sementara ini tentang misi saya akan: <span style="text-decoration: underline;"><em><strong>Thai Quantum TranceFormation</strong></em></span>. Untuk ikut bergabung sebagai peserta di kelas Perdana tanggal 12-16 Agustus 2011 ini, Anda dapat hub Bu Naomi di <strong>0816 134 8912 </strong>dan dapatkan diskon khusus hanya pada kelas kali ini.</p>
<p>Sampai jumpa di Thailand! &#8211; <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p><strong>NB:</strong></p>
<h1>Thai Quantum TranceFormation</h1>
<p><strong>“Kuasai Dunia dengan Menguasai Pikiran Anda…”<br />
</strong></p>
<ul>
<li>Jumat-Selasa, 12-16 Agustus      2011. Anda bisa lanjutkan untuk   berada 1 atau 2 hari lagi di Thailand,      tentunya dengan biaya   sendiri he he…</li>
<li>Investasi Pelatihan: Rp. 22 juta, untuk      kali ini <strong>hanya: Rp. 15  juta</strong>. Sudah termasuk biaya keseluruhan, seperti:
<ul>
<li>Tiket Pesawat Garuda-Bangkok PP</li>
<li>Akomodasi selama pelatihan</li>
<li>Konsumsi &amp; Dinner Party di akhir kelas</li>
<li>Mata Uang Bath untuk <strong>“Real Game”</strong></li>
<li>Perlengkapan pelatihan</li>
<li>Materi      Pelatihan</li>
<li>Termasuk: Kaos, Sarung khas Thailand, hadiah-hadiah dan sovenir.</li>
</ul>
</li>
<li>Bonus kelas Perdana ini: <strong>Personal Coaching </strong>sebanyak <strong>2 kali</strong> @ 2 jam setelah pelatihan, dilakukan di kota domisili Anda.</li>
<li>Harga khusus hanya berlaku      untuk Alumni: Quantum TranceFormation, Pinewood, Ciawi.</li>
<li>Untuk info lebih lanjut,      spt diskon khusus, cara pembayara, uang muka dsb, dapat hubungi Bu Naomi di HP 0816 134 8912</li>
<li>Tempat sangat terbatas, saya ingin      mengajak teman2 dari   Indonesia untuk mulai keluar dari kandang dan menjadi      pemenang   dimanapun Anda berada.</li>
<li>Sampai jumpa di Thailand…</li>
<li><strong>Mari kita kuasai      dunia…</strong> Bersamaku, Krishnamurti</li>
<li>Follow me @AndaHeba</li>
</ul>
<p><strong>Yang harus dibawa oleh peserta:</strong></p>
<ul>
<li>Hanya boleh gunakan ransel atau backpack sebanyak 1 buah</li>
<li>Passport yang masih berlaku</li>
<li>Video Kamera</li>
<li>Mp3 Player (alat rekam suara)</li>
<li>Sepatu olah raga</li>
<li>Obat-obatan pribadi</li>
</ul>
<p><strong>Tujuan Pelatihan:</strong></p>
<ul>
<li>Peserta akan memunculkan potensi yang selama ini tersembunyi di dalam dirinya karena keadaan sekitar yang memaksanya.</li>
<li>Peserta akan menguasai Strategi Sukses di tempat asing, yang tidak dikenalnya, baik secara bahasa, teritori maupun budaya.</li>
<li>Saat seseorang sdh memiliki Strategi untuk Sukses di tempat asing, maka dengan mudah dia akan sukses di tempat sendiri.</li>
<li>Itulah alasan mengapa saya memilih Thailand sebagai tempat latihan sukses kali ini.</li>
<li>Saat Anda sudah memahami strategi yang dikuasai penemu NLP yakni John Grinder dengan:<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong>“Prepare for Nothing, but Ready for Everything”</strong>,  maka Anda bisa sukses dimanapun Anda berada, Anda bisa sukses dalam  situasi ekonomi apapun. Ekonomi membaik, Anda bisa sukses. Ekonomi  memburuk, Andapun bisa sukses dengan baik.</p>
<p><strong>Peserta:</strong> Pengusaha, Wira Usaha, Pebisnis Asuransi, Pebisnis MLM, Anda yang mau  punya usaha, Anda karyawan yang mau bermentalkan pengusaha dan siapapun  yang mau jadi orang kaya he he… Juga, untuk Anda penakut yang hidupnya  hanya jadi anak mami. Atau, Anda yang nekad mau keluar dari belenggu  keterbatasan Anda selama ini…</p>
<p>Yuuuk, mari kita kuasai dunia…</p>
<p>Bersamaku, <strong>Krishnamurti</strong> – 0816 1815 333 – @AndaHebat</p>
<p> Viewed 20892 times by 3678 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lumayan Royalti Bukuku Rp 77 Juta</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/03/02/lumayan-royalti-bukuku-rp-77-juta/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/03/02/lumayan-royalti-bukuku-rp-77-juta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 11:29:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=573</guid>
		<description><![CDATA[Nasehat “Berikan yang Terbaik Sebanyak-banyaknya adalah Kunci Sukses Sebuah Bisnis”, mungkin bukan sebuah nasehat yang bisa diterima oleh banyak pebisnis khususnya mereka yang berprofesi pedagang. Namun, buat saya hal ini sungguh nasehat yang hebat karena ada pesan spiritualitas disana, bukan? &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/03/02/lumayan-royalti-bukuku-rp-77-juta/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p>Nasehat <strong>“Berikan yang Terbaik Sebanyak-banyaknya adalah Kunci Sukses Sebuah Bisnis”</strong>, mungkin bukan sebuah nasehat yang bisa diterima oleh banyak pebisnis khususnya mereka yang berprofesi pedagang.<span id="more-573"></span> Namun, buat saya hal ini sungguh nasehat yang hebat karena ada pesan spiritualitas disana, bukan? Entah kenapa, saya sangat percaya bahwa:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Bila pelanggan menerima manfaat berlebih-lebih</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>dari nilai uang yang dikeluarkannya untuk sebuah produk, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>maka produk tersebut menjadi tidak ternilai lagi.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Mungkin, keyakinan ini mulai terbukti. Mungkin saja, paling tidak menurut keyakinan saya. Karena saya masih terkaget-kaget sebagai akibat adanya…</p>
<p><strong>Uang Kaget Rp. 77 Juta he he he…</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sekarang ini bila kita jalan-jalan di sebuah toko buku, cukup banyak ditemukan buku ber-stempel-kan “Best Seller” dengan tumpukan buku yang masih lumayan tinggi he he&#8230; Apakah benar Best Seller atau tidak, tentunya si penerbit dan penulislah yang tahu. Nah, salah satu ukuran penting dari Best Seller-nya sebuah buku adalah jumlah uang royalti untuk penulisnya.</p>
<p>Terkejut juga saya, bercampur senang <em>banget</em> rasanya saat menerima royalti 2 buku saya yakni yang pertama berjudul “Share the Key” dan buku terbaru saya yang baru saja resmi di-launching pada Sabtu, 26 Februari 2011 di Penerbit Kanisius, Jogja, yang berjudul “Damaikan Setan dan Malaikat dalam Pikiranmu” yang sudah naik cetak 3 kali, sehingga sudah boleh pakai cap “Best Seller”.</p>
<p>Buat <em>penulis</em> seperti saya, yang sumber income utamanya adalah sebagai pembicara, tentu royalti buku yang saya terima hari itu, bukanlah sebuah jumlah yang besar sekali. Namun, sangat menggembirakan karena seperti dapat apresiasi dari para pembaca sekalian. Artinya, buku-buku saya digemari, disukai, mungkin <em>disebelin</em> juga oleh pembaca ha ha ha… Makanya, hari itu saya menerima Rp. 77 Juta uang royalti untuk ke 2 buku tersebut. Amiiin…</p>
<p>Namun, buat saya:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>“Uang bukanlah ukuran sukses.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Namun, untuk mengukur sukses </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>gunakanlah uang sebagai alat ukur”</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Disela-sela acara pelatihan dan peluncuran buku ke 3, buku terbaru saya yang terdiri dari 2 buku yang di-satu-kan, ada beberapa pertanyaan dari para peserta, juga dari wartawan tentang strategi saya dalam memasarkan buku-buku yang saya tulis, khususnya buku ke 2 yang saya siapkan betul-betul sebelum masuk ke pasar karena belajar dari “merayapnya” buku pertama di toko-toko buku he he…</p>
<p>Dasar berpikir saya sederhana saja yakni bagaimana saya bisa memberikan yang terbarik sebanyak-banyaknya untuk pembaca. Ada 2 kata kunci: Terbaik dan Banyak. Jadi, bukan sembarangan dan tidak berkualitas. Harus yang terbaik dan sebanyak-banyaknya, seperti tanpa limit. Berikut ini beberapa ide yang saya lakukan untuk buku saya yang ke 2.</p>
<p><strong>Cover Buku</strong></p>
<p>Walau harus mengeluarkan kocek sebesar Rp. 25 juta untuk sebuah cover buku ke 2 yakni “Damaikan Setan dan Malaikat dalam Pikiranmu”, namun saya puas sekali dengan hasilnya yang dijepret oleh King Foto, Jakarta. Perlu 2 jam pemotretan hanya untuk mendapatkan sebuah foto. Buang waktukah? Betul sih, tapi ini kan untuk jangka panjang. Pekerjaannya hanya sekali saja, namun produksinya bisa untuk beribu-ribu kali.</p>
<p>Saya merelakan King Foto untuk mengecat muka saya dengan cat tembok warna putih, menunggu sampai kering lalu difoto. Mengapa mata saya terpejam seperti yang terlihat di-cover buku? Bukan karena saya mau terpejam, tetapi karena lengket oleh cat tembok yang mengeras, sehingga tidak bisa dibuka ha ha ha…</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Jangan menilai isi buku dari covernya.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Namun, sebelum membaca isi di dalam buku</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>harus ada cover depannya dahulu.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Mengapa harus sampai demikian? Saya sudah men-survei para pembaca bahwa visual atau tampilan cover buku, sangat menentukan keputusan seseorang melihat sebuah buku, sebelum melihat isinya dan membelinya. Jadi, tampilan depan buku sangat-sangat penting untuk seorang pembaca dalam mengambil keputusan. Hmmm… sungguh masukan yang sangat berharga buat saya.</p>
<p><strong>Isi buku </strong></p>
<p>Saya perlu 2 tahun untuk menulis buku ke 2 saya ini. Saya riset, saya uji coba via telpon, tatap muka, maupun di acara yang saya pandu “Terapi Musik” di Radio Sonora <em>(maaf, saya sudah tidak siaran lagi sejak September 2010 lalu)</em> sebelum saya yakin untuk dituliskan. Agar para pembaca nanti bisa juga melakukannya.</p>
<p>Kapan waktu saya menulis? Kapan saja saat ada waktu luang dan semangat saya juga sedang dalam keadaan enak. Bisa di pesawat terbang, bisa saat menunggu di bandara, bisa saat terbangun pagi-pagi hari dan dapat “aha”, bisa saat di mobil dalam perjalanan pulang ke rumah, menggunakan Black Berry kecil yang perlu telaten untuk mengetiknya. Namun, semangat saya untuk berbagi jauh lebih kuat dibandingkan kelemahan alat bantu teknologi.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Pepatah lama untuk menjadi sukses</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>yang masih tetap up-to-date</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>untuk dilakukan saat ini adalah</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Sedikit-sedikit, lama-lama jadi bukit…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p style="text-align: center;">
<p>Saya paling anti tulisan yang “copy-paste”. Saya pasti “buang” (maksudnya saya berikan ke orang lain) semua buku yang dalamnya ada berisikan tulisan hasil “copy-paste”, walau saya dapat gratis dan ditandatangani langsung oleh penulisnya ha ha ha…</p>
<p>Jadi,walau perlu waktu lama dan pengorbanan untuk menulis sebuah buku, maka hal itu akan saya lakukan sendiri. Semuanya hanya diperlukan ketekunan saja. Saya tulis sendiri semua yang ada di buku saya, sedikit demi sedikit…</p>
<p>Buat saya, sangatlah penting sebuah orisinalitas sebuah karya, walau hanya tulisan yang sederhana, dibandingkan sebuah karya besar yang sebetulnya mengambil dari sana-sini. Memotong dari kiri-kanan, mencuplik dari halaman demi halaman.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Pohon plastik memang indah dan cantik.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Namun, pohon itu tidak pernah bisa besar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p style="text-align: center;">
<p><strong>Tandatangan</strong></p>
<p>Hal sederhana dan kecil lainnya yang saya persiapkan untuk para pembaca adalah halaman untuk saya tandatangani yang diawali kalimat pengantarnya dahulu berupa syair atau puisi, sehingga saat bertemu saya tinggal menandatangani bagian kosong tanda tangan saja. Ini hanya hal kecil, namun saya persiapkan betul-betul agar pembaca bisa menjadi sangat dekat sama penulisnya.</p>
<p>Buat saya hal kecil ini sangatlah penting. Harga buku Rp. 75 ribu tanpa tanda tangan, akan berbeda nilainya dengan sebuah buku Rp. 75 ribu yang ada tanda tangan penulisnya. Kalau ada waktu, biasanya saya luangkan untuk menulis beberapa kalimat motivasi sebagai penyemangat pembaca. Biasanya, saya menulis apa saja yang saya rasa pas untuk pembaca yang minta tanda tangan saat itu, agar pembaca merasakan adanya hubungan personal dengan penulisnya.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Hubungan personal sangatlah penting</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>karena itu bersifat personal.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Just between you and me…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Beberapa pengalaman saya, beberapa pembaca sangatlah mengingat tulisan pendek motivasi di halaman tersebut sampai beberapa tahun kemudian. Beberapa pembaca hidupnya menjadi berubah jadi lebih baik, justru bukan karena buku saya, namun karena tulisan motivasi sebanyak 2-3 kata tersebut. Hmmm… masukan yang sangat berharga buat saya sebagai penulis, bukan?</p>
<p><strong>Foto-foto</strong></p>
<p>Hal sederhana lainnya yang saya siapkan untuk para pembaca adalah kesempatan atau peluang berfoto dengan penulis buku. Jaman sudah masuk era narsis, mengapa harus dihindari? Justru, harusnya diikuti.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Kita boleh mengikuti arus</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>untuk mempercepat perahu mencapai tujuan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Namun, jangan pernah terbawa arus </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>karena perahu dapat terhempas pecah…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Seandainya dengan berfoto bersama penulis, akan membuat pembaca menjadi bersemangat untuk membaca dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik, maka berfoto dapat merupakan salah satu sarana beramal…</p>
<p><strong>SMS dan BBM Motivasi</strong></p>
<p>Sesibuk-sibuknya saya sebagai pembicara, namun tetap saya sempatkan untuk mengirimkan kalimat-kalimat motivasi ke siapa saja yang ada dalam handphone saya. Sayangnya, maaf sekali dalam sebulan terakhir ini BB saya ngambek total, entah kenapa semua data untuk BBM dan nomor HP lenyap terhapus tanpa ampun. Sedih? Ya, juga sih karena ada ribuan data. Tapi sekali lagi, buat saya…</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Yang hilang hanyalah data,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>bukanlah persaudaraan kita,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>juga bukan cinta kita…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>Kadang, saya hanya mengutip satu-dua kalimat yang ada dibuku-buku saya. Hanya unutk mengingatkan dan mungkin dapat menguatkan semangat para pembaca buku saya. Kapan saya melakukannya? Disaat-saat waktu yang kurang produktif, seperti sedang macet di jalan atau sedang membuang “sesuatu” di toilet he he…</p>
<p><strong>Milis Bidadari Words</strong></p>
<p>Selain itu, masih ada lagi yang ingin saya berikan yakni sebuah milis khusus kalimat-kalimat motivasi dan info-info yang berhubungan dengan pelatihan pelayanan gratis untuk pembaca atau info lainnya. Pembaca hanya cukup mendaftar dengan mengirimkan email kosong ke milis ini yaitu: <a href="mailto:BidadariWords-Subscribe@YahooGroups.com">BidadariWords-Subscribe@YahooGroups.com</a> maka secara rutin akan menerima kalimat-kalimat motivasi yang bisa menyemangati, kadang lucu, bahkan kadang ngawur he he he…</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Berbagi walau hanya sebuah kata,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Jika dilakukan dengan tulus ikhlas,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>dapat merubah hidup bagi yang membacanya.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Masih ada ide lain yang merupakan cita-cita saya selama ini, yakni berupa:</p>
<p><strong>One Day Free Training</strong></p>
<p>Ya, sebuah pelatihan gratis untuk para pembaca buku saya, khususnya buku ke 2 saya. Rugikah? Tergantung cara melihatnya saja. Bisa dianggap rugi, bisa dianggap untung. Semua tergantung misi, niat dan tujuan hidup kita sendiri saja. Buat saya, ini adalah cita-ciata agar makin banyak irang yang bisa memiliki kesempatan belajar guna menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik.</p>
<p>Banyak cara untuk menjalankan sebuah niat baik. Seperti mencari sponsor untuk membiaya tempat seminar, makan siang, rehat kopi dan sebagainya. Akhirnya, cita-cita ini terwujud walau hanya bisa dibeberapa kota saja, yang sudah selesai penyelenggaraannya yakni: Jakarta, Bandung, Jogjakarta dan segera di Palembang hari Minggu, 13 Maret 2011 mendatang. Dan, rencana selanjutnya adalah kota Surabaya (terus update infonya di website ini yooo)</p>
<p>Seminar ini memberikan materi, latihan, makan siang gratis, dapat rehat kopi, dapat kawan, dapat pengalaman baru dsb, dsb dan sebagainya. Bahagia sekali rasanya hati ini. Sudah sekitar 1.000 pembaca hadir di 3 kota tersebut di atas.</p>
<p>Sekali kunci sukses buku ke 2 saya hanyalah berawal dari kalimat dibawah ini:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Teruslah berbagi apa saja yang bisa dibagikan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Walau hanya hal kecil dan sederhana.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Apa ide berikutnya yang akan muncul untuk para pembaca buku saya? Tidak tahu, namun yang pasti adalah:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat kita niat berbagi,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Maka akan ada saja yang dibagikan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Demikian rahasia yang saya rahasiakan agar rahasia ini tidak lagi menjadi rahasia ha ha ha…. Kunci itu: <strong>Berikan yang Terbaik Sebanyak-banyaknya adalah Kunci Sukses Sebuah Bisnis.</strong></p>
<p>Jogjakarta, 26 Februari 2011</p>
<p>Salam hangatku karena masih hangat terima royalti buku Rp. 77 juta ha ha ha… Sukses selalu untuk Anda semua… &#8211; <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>NB: </em></strong></p>
<ol>
<li><strong><em>Oiii      wong Plembang, sampai ketemu di Plembang yooo. Jangan lupo bawake Pempek      Tunu di tempat acara kagek yooo…</em></strong></li>
<li><strong><em> &#8212;<br />
</em></strong></li>
<li><strong>Info buku terbaru saya yang baru saja      di luncurkan, klik: http://mindsetmotivator.com/buku-terbaru/</strong></li>
</ol>
<p><em> </em></p>
<p> Viewed 14351 times by 4303 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/03/02/lumayan-royalti-bukuku-rp-77-juta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaya Raya hanyalah akibat saja&#8230;</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2010/11/29/kaya-raya-hanyalah-akibat-saja/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2010/11/29/kaya-raya-hanyalah-akibat-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 03:38:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[Agama ya agama, Bisnis ya Bisnis… Demikian kalimat yang sering saya dengar dari para pengusaha, baik saat saya masih menjadi karyawan ataupun setelah saya menjadi Motivator yang seringkali berjumpa dengan berbagai kalangan pengusaha, termasuk konglomerat. Agama dan bisnis seperti air &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2010/11/29/kaya-raya-hanyalah-akibat-saja/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong>Agama ya agama, Bisnis ya Bisnis…</strong></p>
<p>Demikian kalimat yang sering saya dengar dari para pengusaha, baik saat saya masih menjadi karyawan ataupun setelah saya menjadi Motivator yang seringkali berjumpa dengan berbagai kalangan pengusaha, termasuk konglomerat.<span id="more-450"></span></p>
<p>Agama dan bisnis seperti air dan minyak yang tidak bisa disatukan. Benarkah demikian?</p>
<p>Mindset yang menyetujui bahwa kalau kejujuran hanyalah untuk agama, tapi dalam bisnis tidak bisa diterapkan. Bahkan, masih sangat banyak pengusaha yang meyakini bisnisnya bisa bangkrut bila dijalankan dengan jujur &#8220;banget&#8221;. Disisi lain, si pengusaha hidupnya ingin sangat beragama, ironis bukan he he&#8230;</p>
<p>Pertanyaannya sekarang adalah apakah agama dan bisnis bisa disatukan? Bisakah nilai-nilai yang indah dalam agama dijalankan dalam bisnis? Kalau bisa, bagaimana melakukannya? Bagaimana menyatukannya? Mari saya mulai dengan sebuah kisah nyata yang saya alami sendiri…</p>
<p><strong>Sebuah Contoh Kecil Kepedulian Sosial</strong></p>
<p>Saya memiliki seorang Engkong yang luar biasa. Walau dia seorang asli suku Hokian  kelahiran Tiongkok, yang tidak bisa berbahasa Indonesia sama sekali, namun memiliki jiwa nasionalisme yang mengagumkan.</p>
<p>Dia seorang pedagang beras di pasar Cinde, 16 Ilir, Palembang. Disela waktunya, saya menyaksikan dia beberapa kali (saat itu sekitar tahun 1970an, saya masih seorang anak-anak) membuat dan membangunkan sebuah warung untuk temannya, salah satunya adalah seorang tukang Pos, yang hanya memiliki sebuah rumah sederhana dan motor Honda berwarna oranye.</p>
<p>Engkong saya sendiri yang menggergaji dan memotong kayu, memaku dan pekerjaan lainnya seperti layaknya seorang tukang kayu, sampai terbentuk sebuah warung kelontong yang tentunya kecil dan sederhana saja, seperti warung rokok di  pinggir jalan, hanya ini berada di depan rumah.</p>
<p>Saya tidak pernah memahami apa maksud Engkong saya melakukan hal ini. Namun setelah berpuluh tahun kemudian, saya baru memahami apa yang disebut dengan istilah Social Entrepreneur, yang ternyata <em>Mindset</em>-nya sudah melekat dalam jiwa saya sejak kecil. Saya yakin semua itu berawal saat  menyaksikan Engkong membangunkan sebuah warung kecil untuk temannya. Dia sudah berjiwa sosial pada jamannya.</p>
<p>Bisnis-bisnis saya selanjutnya, sangatlah kental berwarna sosial. Di benak saya, saat mau membangun sebuah ide bisnis, selalu muncul dahulu sebuah pertanyaan:</p>
<p><strong>Bagaimana bisnis ini bisa berguna untuk orang banyak?</strong></p>
<p>Mudahkah memiliki Mindset sebagai seorang Social Entrepreneur? Apakah harus dengan mindset seperti ini, barulah bisnis kita bisa sukses? Tentu saja tidak. Namun, sejarah menunjukkan bahwa bisnis-bisnis besar di dunia, karena pendirinya berjiwa sosial terhadap orang banyak, lingkungan, dunia dan kehidupan ini. Orang-orang yang sungguh berjiwa besar. Dan, ternyata mudah sekali untuk menerapkan…</p>
<p><strong>Nilai Agama dalam Bisnis</strong></p>
<p>Saya sangat yakin Engkong saya memahami hal ini, walau menurut umum, dia tidak punya agama. Karena biasanya, orang Tiongkok dianggapnya tidak beragama, padahal setelah Engkong saya wafat, saya menelusuri jalan hidupnya, dia seorang yang “cukup” religius di jamannya. Karena ternyata dia punya seorang Guru Agama di Kelenteng 10 Ulu, Palembang. Tidak banyak orang yang punya teman dialog, seorang Guru Agama, bukan?</p>
<p>Baiklah, nilai agama apa yang bisa diterapkan dalam bisnis? Contoh mudah adalah sikap kejujuran. Berikan apa yang menjadi hak Kaisar. Bayar pajak dengan benar karena ini adalah hak pemerintah dan sebagainya. Hal-hal kecil ini sudah merupakan contoh bagaimana menerapkan nilai agama dalam bisnis, bukan? Dan, sebenarnya juga…<strong> </strong></p>
<p><strong>Berbisnis adalah beragama</strong></p>
<p>Karena saat kita berbisnis, kita melakukan inter aksi yang saling mendukung dan membutuhkan satu sama lain. Katakan sebuah ide bisnis menjual nasi bungkus murah dan sehat, untuk membantu para pengendara sepeda motor yang pergi pagi subuh menuju ke kantor. Karena istri di rumah tidak sempat masak, maka si suami makan pagi jam 7an di dekat kantornya.</p>
<p>Bukankah dengan menjual nasi bungkus murah dan sehat, Anda sedang beramal? Dan, amal adalah merupakan terapan dari agama. Pembeli nasi bungkus jadi kenyang, sehat dan murah, sehingga uang yang dihemat bisa dibelikan boneka lucu untuk putri tercinta di rumah. Dan, Anda juga dapat untung, karena volume penjualan yang banyak. Dengan Anda makin besar untungnya, amal Andapun meningkat, karena makin banyak orang yang terbantukan karena sebuah ide nasi bungkus murah dan sehat…</p>
<p><strong>Berbisnis adalah peluang membangun manusia</strong></p>
<p>Menurut saya berbisnis, apapun bentuknya, sebenarnya kita membangun manusia. Bisnis hanyalah sarana saja. Alat untuk mencapai sebuah tujuan yang tentunya tujuan mulia, yang bisa berguna untuk orang banyak, syukur-syukur berguna untuk kehidupan ini.</p>
<p>Saat kita mempunyai team kerja (karyawan), rekan kerja, partner usaha, sekelompok manusia yang terus maju, terus bertumbuh, maka otomatis bisnis kitapun ikut bertumbuh. Jadi, jika demikian. Bisnis kita bertumbuh karena manusianya, bukan ide bisnisnya. Nah, jika demikian, mengapa kita tidak berpikir untuk memindahkan fokus kita? Bukan lagi pada ide bisnisnya, tapi pada peluang untuk membangun manusianya. Karena, berawal dari situlah bisnis kita akan terus membesar dan membesar&#8230;</p>
<p><strong>Kaya Raya hanyalah akibat saja.</strong></p>
<p>Saya sangat yakin saat sumber daya manusia kita meningkat dan terus menjadi lebih baik, bisnis-bisnispun akan meningkat lebih baik. Bahwa akhirnya si pebisnis yang berfokuskan pada membangun manusia tersebut, menjadi kaya raya, itu hanyalah akibat saja. Hanya sebuah kosekuensi dari sebuah bibit baik yang ditanam di masa lalu. Hiduppun menjadi lebih tenang dan damai, karena harta kaya raya yang dipercayakan olehNya untuk dikelola, sudah dijalankan dengan benar sesuai ajaranNya&#8230;</p>
<p>Bisnis yang membangun manusia artinya membangun masa depan Indonesia yang lebih cerah. Dan, membuat Indonesia lebih baik.</p>
<p>Sebagai orang Tiongkok, Engkong saya meninggalkan wasiat motivasi:</p>
<h3><strong><em>“Jangan tinggal di negeri ini, </em></strong></h3>
<h3><strong><em>jika kita tidak mau berkorban untuk negeri ini”</em></strong></h3>
<p>Teruslah membangun manusia Indonesia, teruslah membangun bisnis, teruslah berkarya yang terbaik, agar kehidupan menjadi lebih baik…</p>
<p>Jakarta, !2 November 2010</p>
<p>NB:</p>
<h3><span style="text-decoration: underline;"><strong>GRATIS PELATIHAN SATU HARI</strong></span></h3>
<h3>Bagi pemilik buku terbaru saya &#8220;Damaikan Setan dan malaikat dalam Pikiranmu&#8221; yg akan diadakan di: Jakarta, Surabaya, Bandung, Jogja dan Palembang di awal tahun 2011 mendatang.</h3>
<h3>Info lebih rinci hub: TB Gramedia atau TogaMas di kota Anda. Sampai jumpa&#8230;</h3>
<p> Viewed 16227 times by 4735 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2010/11/29/kaya-raya-hanyalah-akibat-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berselancar  “Kiat Sukses di Atas Ombak Perubahan”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2010/09/28/berseluncur-%e2%80%9ckiat-sukses-di-atas-ombak-perubahan%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2010/09/28/berseluncur-%e2%80%9ckiat-sukses-di-atas-ombak-perubahan%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2010 13:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Business]]></category>
		<category><![CDATA[For Employee]]></category>
		<category><![CDATA[For Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[For Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini adalah Materi saat saya bareng Bpk. Hermawan Kartajaya menjadi Pembicara di Seminar “Business Transportation Opportunities &#38; Challenges in CAFTA Era”, Sangri-La Hotel, Surabaya, 20 Juli 2010. Juga materi bahasan siaran Motivasi Pagi di Radio Sonora 92.0 FM, Jakarta, &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2010/09/28/berseluncur-%e2%80%9ckiat-sukses-di-atas-ombak-perubahan%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><em><span id="more-282"></span>Artikel ini adalah Materi saat saya bareng Bpk. Hermawan Kartajaya menjadi Pembicara di Seminar “Business Transportation Opportunities &amp; Challenges in CAFTA Era”, Sangri-La Hotel, Surabaya, 20 Juli 2010.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Juga materi bahasan siaran Motivasi Pagi di Radio Sonora 92.0 FM, Jakarta, 27 September 2010 jam 07:00-08:00</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tidak ada yang abadi di dunia ini, kecuali perubahan itu sendiri.</strong></p>
<p>Kalimat ini memang mudah untuk diucapkan, namun tidak mudah untuk dipahami dan dilakoni (baca: <em>dilaksanakan</em>). Mengapa demikian? Karena, saya sendiri masih bingung memaknainya. Apa yang maksudnya ya? Seperti kalimat filsafat yang tidak menjawab pertanyaan hidup ini, tapi malah bertanya pada yang bertanya he he…</p>
<p>Wong saya nanya kok, malah ditanya? Kira-kira demikian yang muncul dalam benak saya. Mungkin, maksudnya demikian. Ikutilah kisah…</p>
<p><strong>Si Tukang Es Balok</strong></p>
<p>Seorang tukang es menaruh belanjaannya yakni sebongkah es balok di sebuah ember plastik warna hijau. Karena kelupaan, selama 1 jam kemudian terik matahari melelehkan es balok tersebut menjadi seember air es yang dingin. Air es itu kemudian dimasukan ke sebuah teko dan dimasak di atas kompor yang menggunakan tabung gas “melon” 3 kg. Karena katanya “palsu”, tabung gas melon 3 kg tersebut meledak dan terjadilah kebakaran.</p>
<p>Semua air es lenyap menjadi uap dan melayang naik ke langit. Sebelum tiba di langit, uap-uap tadi tertahan di hawa dingin dan menjadi awan. Awan-awan bersatu dan berkoborasi untuk protes kepada pembuat tabung gas 3 kg. Tapi malah keberatan dan jadi air yang berat, terpaksalah butir-butir air tersebut jatuh ke bumi lagi. Ditampung oleh tukang es kembali di sebuah ember dan didinginkan menjadi es balok he he…</p>
<p>Hmmm… Mungkin ini yang dimaksud dengan perubahan. Es tukang balok itu terus berubah-ubah. Karena terus-menerus terjadi, mungkin ini yang disebut abadi itu.</p>
<p><strong>Ada</strong><strong> tidak sih yang Abadi?</strong></p>
<p>Demikian saya bertanya pada rumput yang bergoyang. “Ada dong”, jawabnya. “Apa itu?”, lanjut saya. “Lha, kalo buah apel sudah mateng di pohon, maka jatuhnya pasti ke bumi. Bukan ke awan”, sahutnya. Saya berdiam diri sejenak: “Beneeer juga ya… Pinter nih si rumput”</p>
<p>Apel adalah alam, rumput adalah alam, gunung adalah alam. Mungkin, maksud rumput tersebut adalah Hukum Alam, karena si apel itu mengingatkan kita akan penemuan tentang Hukum Gravitasi. Bener juga yaaa… Mau sampai kiamatpun (yang katanya tahun 2012 he he), apel tetap jatuhnya ke bumi.</p>
<p>Setuju jika demikian, yang abadi di dunia ini selain perubahan adalah hukum-hukum alam. Ada hukum grativasi, ada hukum sebab-akibat, ada hukum tarik menarik, ada hukum waktu atau yang sering juga disebut hukum proses dan hukum-hukum lainnya.</p>
<p><strong>Apa lagi ya yang abadi itu?</strong></p>
<p>Saya yakin pasti ada yang abadi selain perubahan itu sendiri dan hukum alam. Saya tidak tahu istilahnya. Kira-kira demikian contohnya:</p>
<p>-         Ada kemauan, ada jalan.</p>
<p>-         Jika tekun, tenunan pasti selesai di rajut.</p>
<p>-         Siapa yang menabur, dia yang menuai.</p>
<p>Nah, masih banyak lagi pernyataan yang demikian ini, yang ternyata tidak pernah lekang dimakan jaman, walau umur bumi sudah beribu tahun. Kita sebut saja Prinsip-prinsip.</p>
<p>Pertanyaan dalam benak saya selanjutnya adalah jika perubahan itu abadi, tidak bisa ditawar lagi, karena setiap saat dunia ini berubah. Maka,…</p>
<p><strong>Siapa yang bertahan di alam perubahan?</strong></p>
<p>Banyak sekali contoh, banyak sekali penelitian akan hal ini, siapa yang dapat bertahan dalam perubahan ini? Setelah bertahan, siapa yang menang dalam perubahan tersebut? Apakah mereka…</p>
<p><strong>Yang Besar, Yang Bertahan?</strong></p>
<p>Ternyata tidak juga, banyak sekali contoh perusahaan raksasa yang tumbang di abad terakhir ini.</p>
<p><strong>Yang Kuatkah, Yang Bertahan?</strong></p>
<p>Ah, tidak juga. Banyak kisah dan cerita tentang Kerajaan yang kuat, pemerintahan yang kuat, yang berakhir dengan menjadi hanya kisah dan cerita. Bahkan kadang hanya 2 episode sinetron saja, sudah tamat.</p>
<p><strong>Yang Cepatkah, Yang Bertahan?</strong></p>
<p>Kereta api Jakarta bandung yang melaju sangat cepat di era koboi, sehingga sulit dikejar oleh kuda hitampun, menjadi hiasan museum setelah dibangun jalan tol Cipularang.</p>
<p>Tetapi ada juga contoh kisah nyata ikan laut yang terjebak di muara, akhirnya malah menjadi ikan air tawar. Nah, ini baik sekali untuk diteluri dan dipelajari mengapa bisa demikian? Singkat cerita, ternyata ikan tersebut mampun menyesuaikan diri. Mampu beradaptasi, istilahnya. Jika demikian, bolehlah kita simpulkan.</p>
<p><strong>Yang Adaptif, Yang Bertahan…</strong></p>
<p>Alam mengajarkan bahwa makhluk hidup atau mereka yang bisa bertahan hidup dalam perubahan di alam ini adalah mereka yang bisa menyesuaikan dirinya dalam perubahan tersebut.</p>
<p>Ternyata tubuh orang yang dapat bertahan pada panas yang tinggi, juga mampu bertahan di suhu yang sangat dingin. Namun, orang yang tidak tahan panas, maka diapun tidak tahan dingin.</p>
<p>Orang negro bisa bertahan dengan baik di gunung es. Orang Eropa sangat menyukai Afrika Selatan. Tapi, orang tropis tidak terlalu bisa bertahan lama hidup di Afrika, maupun di Swiss. Kira-kira demikian, metaforanya.</p>
<p>Baiklah, jika demikian mari kita belajar bagaimana menghadapi alam perubahan saat ini. Suka atau tidak, setelah kita membaca tulisan di atas, dimana perubahan itu abadi, tidak bisa dirubah lagi, maka tahap awal baik juga untuk…</p>
<p><strong>1. Menyadari atau Awareness</strong></p>
<p>Bahwa karena dunia ini terus berubah setiap detiknya, alam tidak mungkin konstan dan terus berubah, karena memang itulah hukum perubahan, maka saya hanya perlu menyadarinya saja. Sadari bahwa kita hidup di alam perubahan. Kita duduk di kursi yang bisa usang. Kita makan nasi yang bisa habis. Kita bernafas di oksigen yang terus menipis. Kita tinggal di kota yang panasnya terus meningkat. Kita hidup di sebuah negara yang “membingungkan” he he…</p>
<p>Dengan menyadari perubahan itu sendiri, maka akan sangat membantu kita untuk masuk ke tahapan berikutnya…</p>
<p><strong>2. Menerima atau Acceptance</strong></p>
<p>Ya, sudah terima saja. Buat apa demo ke Tuhan, mengapa aku dilahirkan di keluarga yang miskin. Tidak perlu takut, karena ada hukum perubahan. Yang miskin bisa berubah menjadi kaya, kok! Yang kayapun, sadari. Akibat hukum perubahan, bila salah jalan, maka kekayaanpun bisa menjadi ludes dan Anda masuk ke dalam kategori keluarga miskin. Maka, Anda akan mendapat BLT (Bantuan Tunai Langsung) dari pemerintah kita  sebagai warga miskin, walau Anda pernah kaya he he…</p>
<p>Bila kita belum menerima perubahan ini, maka kita akan terus tejebak dalam penolakan, kemarahan, diskusi “mengapa demikian” dan semuanya membuat kita tetap diam di tempat, bahkan mundur ke belakang.</p>
<p>Memang, hidup ini sederhana.Hanya dengan menyadari dan menerima situasi ini, barulah kita akan sangat mudah untuk membuat…</p>
<p><strong>3. Strategi untuk Berubah dengan Cepat</strong></p>
<p>Banyak para ahli, seperti pencipta NLP Engkong Bandler dan Mbah Grinder yang mempelajari ilmu-ilmu “dukun” (karena hanya dukun yang bisa membantu manusia berubah dengan sangat cepat he he) agar manusia bisa melakukan perubahan diri ini dengan sangat cepat. Istilah akselerasi. Percepatan. Berubah dengan sangat cepat, tentunya untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan itu sendiri. Sehingga kita bisa tetap sukses dalam perubahan itu.</p>
<p>Kuasai metode, teknik, cara yang ampuh, jitu dan teruji untuk melakukan perubahan diri ini agar menjadi pribadi yang adaptif. Banyak sekali tekniknya, pelajari dan cari metode yang pas untuk Anda.</p>
<p>Merubah diri jauh lebih baik, dari pada merubah keadaan. Karena lebih kecil dan lebih fokus, sehingga mudah untuk dilaksanakan.</p>
<p><strong>4. Fokus pada perubahan yang bisa dikendalikan diri</strong></p>
<p>Banyak orang menghabiskan waktu untuk berdiskusi dan berdebat akan sesuatu perubahan yang di luar kendali dirinya. Seperti kebijakan dunia (kebijakan yang diambil oleh negara-negara besar di dunia), kebijakan pemerintah, juga bencana alam. Sungguh, sangat menghabiskan energi pikiran ini. Karena hasil diskusi dan perdebatan, tidaklah berbuah apapun, kecuali menghabiskan kopi dan rokok di warung tegal Mbok Ayu.</p>
<p>Namun, ada pepatah yang indah berbunyi demikian: Jika kita tidak bisa melawan ombak, maka berseluncurlah di atas ombak.</p>
<p>Artinya, jika sebuah perubahan yang di luar kendali kita, maka janganlah buang waktu untuk berdiskusi dan berdebat dengan teman akan perubahan tersebut, namun sadari, terima dan cari strategi yang baik dan tepat untuk menghadapi perubahan itu.</p>
<p>Berpikir dan mencari tahu bagaimana sikap kita terhadap sebuah perubahan, akan menghasilkan sebuah solusi yang kreatif tanpa perlu mengomel. Responpun akan menjadi lebih enak. Otakpun menjadi lebih kreatif, hiduppun menjadi awet muda he he… (katanya sih)</p>
<p>Menggunakan strategi Master Minding untuk mengatasi perubahan (lihat buku saya yang pertama “Share the Key” tentang bahasan lebih rinci tentang Master Minding), akan di dapat ide-ide kreatif baru yang mungkin lebih menguntungkan, dari pada menyalahkan pihak yang menyebabkan terjadinya sebuah perubahan. Kumpulkan teman-teman dari berbagi bidang ilmu dan minta masukan beberapa ide bagaimana bisa makin sukses di ombak perubahan ini.</p>
<p><strong>Terapkan saja</strong></p>
<p>Pilih beberapa ide yang unik dan menarik untuk diterapkan, pilih yang sederhana saja namun efektif. Semakin sederhana, semakin mudah untuk diterapkan secepat mungkin. Karena kecepatan menjadi penting.</p>
<p>Lupakan dulu salah atau benar, karena sering kali kita mengevaluasai sesuatu yang belum dilakukan. Ini jelas keliru. Lakukan dulu, terapkan saja, jalankan ide baru tersebut, baru evaluasi kemudian hari. Evaluasi dilakukan setelah tahap penerapan.</p>
<p><strong>Nikmati Perubahan</strong></p>
<p>Salah satu tip penting dalam menghadapi perubahan adalah menikmatinya, bukan memusuhinya. Dengan menikmati perubahan, sel tubuh akan lebih hidup. Semangatpun akan meningkat. Hiduppun menjadi lebih hidup. Saat strategi di atas, kita terapkan maka perubahanpun menjadi bagian dari hidup kita. Tidak lagi terpisahkan. Semua menjadi satu. Sesuatu yang terus berubah. Karena…</p>
<address><strong>Perubahan itu indah.</strong></address>
<address><strong> </strong></address>
<address>Perubahan seringkali menyakitkan.</address>
<address>Namun membangkitkan.</address>
<address>Perubahan membuat sulit tidur.</address>
<address>Namun anehnya badan lebih sehat.</address>
<address> </address>
<address>Perubahan kadang membuat marah.</address>
<address>Namun matapun menjadi melek.</address>
<address> </address>
<address>Perubahan memang bisa merubah nasib.</address>
<address>Dan, membuat lebih banyak orang kaya.</address>
<address> </address>
<address>Yakinlah, perubahan pasti diciptakan Tuhan.</address>
<address>Agar manusia sadar bahwa Tuhan itu memang ada.</address>
<address> </address>
<address>Jadi, saat ombak datang menggulung.</address>
<address>Saat ombak menjadi gelombang besar.</address>
<address>Dari pada melawan dan ditelan ombak.</address>
<address>Lebih baik kita berseluncur di atas ombak…</address>
<address> </address>
<address>Salam ombak perubahan…</address>
<address> </address>
<p>Pontianak, 10 Juli 2010</p>
<p>Krishnamurti, Mindset Motivator</p>
<p>NB:</p>
<p>Bagi yang ingin terus mendapatkan info up-date kegiatan pelatihan saya, juga ingin rutin mendapatkan kalimat-kalimat Motivasi, silakan kirim email kosong ke: <a href="mailto:BidadariWords-Subscribe@YahooGroups.Com">BidadariWords-Subscribe@YahooGroups.Com</a></p>
<p>Untuk Bidadari Words di BB, silakan ADD ke PIN: 22777cf2</p>
<p> Viewed 20402 times by 5402 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2010/09/28/berseluncur-%e2%80%9ckiat-sukses-di-atas-ombak-perubahan%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#27 For Business: Berdakwah &#8211; Kunci Bangun Bisnis Training Jadi Milyaran -</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2007/12/09/tip-praktis-nlp27-for-business-berdakwah-kunci-bangun-bisnis-training-jadi-milyaran/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2007/12/09/tip-praktis-nlp27-for-business-berdakwah-kunci-bangun-bisnis-training-jadi-milyaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2007 00:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Business]]></category>
		<category><![CDATA[Berdakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[BERDAKWAH, PONDASI PALING KOKOH MEMBANGUN PIRAMID SUKSES Saat kembali hadir sebagai murid pelatihan IndoNLP-nya Pak Wiwoho akhir November 2007 lalu untuk NLP Certification Program, saya merasa sungguh sangat beruntung akan kesempatan indah ini. Ya, bisa kembali duduk “diam” di kursi &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2007/12/09/tip-praktis-nlp27-for-business-berdakwah-kunci-bangun-bisnis-training-jadi-milyaran/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p class="first-child" align="left"><strong><span class="cap" title="B"><span>B</span></span>ERDAKWAH, PONDASI PALING KOKOH MEMBANGUN PIRAMID SUKSES</strong></p>
<p align="left">Saat kembali hadir sebagai murid pelatihan IndoNLP-nya Pak Wiwoho akhir November 2007 lalu untuk NLP Certification Program, saya merasa sungguh sangat beruntung akan kesempatan indah ini. Ya, bisa kembali duduk “diam” di kursi peserta adalah suatu pengalaman yang menyenangkan. Khususnya untuk saya yang sudah cukup lumayan melanglang buana di Nusantara ini.<span id="more-102"></span></p>
<p align="left">Apakah tujuan saya Sertifikasi? Ah, jika hanya sertifikasi NLP agar “fee” saya lebih mahal, tentu saya lebih memilih membawa halaman muka majalah Intisari edisi Agustus 2007 yang memuat berita 3 Motivator Sukses Indonesia. Karena dampak pengakuan pasar tentu lebih kuat dibanding sehelai kertas Sertifikat NLP. Lokal lagi he..he… Juga, jika sertifikasi NLP yang saya cari, tentu saya akan ikut kelas NLP di Amerika atau kembali melanjutkan kelas NLP Trainer di Inggris. Selain karena saya memiliki uang untuk pergi kesana, juga berkelas international.</p>
<p align="left">Lalu, apa yang ingin saya dapatkan dari pelatihan IndoNLP? Buat saya, bukan sekedar teknik NLP yang dengan mudah bisa saya dapatkan dengan membaca dari buku atau internet, namun karena Pak Wiwoho mengajarkan kehidupan. Inilah yang saya butuhkan dan membuat saya sangat respect pada Pak Wi.</p>
<p align="left">Saya butuh retret ke dalam diri. Saya butuh mengalahkan dan berdamai dengan sang ego diri. Bukan sekedar mengusai teknik-teknik NLP yang jika lalai ekologi, malah berbalik memberi makan sang ego. Dan, yang penting adalah karena bisa kembali duduk di pangkuan sang Ibu yang 5 tahun lalu memberikan wejangan sangat berguna sebelum saya turun gunung sebagai Motivator. Tabik sujud saya untuk Guruku Pak Wiwoho…</p>
<p align="left">Sambil mendengarkan Pak Wi, saya selalu bersyukur atas keputusan saya 5 tahun lalu mengikuti pelatihan IndoNLP yang menjadi dasar yang sangat penting dalam saya membangun kompetensi diri sebagai pembicara, trainer atau sebutan umum Motivator. Di kelas, sering kali memori saya download lagi ke awal perjalanan karir saya memulai usaha pelatihan ini. tidak disangka saya telah melakukan pelatihan lebih dari 700 kelas, dengan peserta yang hadir sekitar 300.000 orang. Lelahkah? Nggak tuh. Kok bisa nggak lelah? Saya coba menggali ada apa di balik jawaban ini.</p>
<p align="left">Oh, saya ingat pesan pembimbing spiritual saya almarhum Pastor Martosudibyo SJ bahwa trainer tuh kayak Romo. Misinya ya berbagi saja… Nah, dalam bahasa awam saya selalu menggunakan kalimat ini yakni kegiatan Motivator adalah Berdakwah. Inilah yang saya jadikan pondasi dasar dalam membangun Piramid Sukses saya. Ya, BERDAKWAH. Artinya saya harus melayani siapapun, kemanapun dan saya tanamkan mindset berikutnya dalam benak saya bahwa:</p>
<p align="left"><strong>QUANTITY CREATE QUALITY</strong></p>
<p align="left">Sayapun mulai bergerak kemanapun tanpa arah untuk selalu berbagi, berbagi dan berbagi pengetahuan yang saya miliki kemana saja, kapan saja dan ke siapa saja. Saya menawarkan pelatihan saya kemanapun, ke siapapun. Saya pernah diundang untuk melatih orang buta, hasilnya seru karena saya tertantang untuk menemukan ide baru, bukan?. Saya pernah memberikan pelatihan untuk anak-anak jalanan, sunguh sebuah ujian yang luar biasa. Karena diperlukan jiwa ekstra sabar dan ketulusan HATI. Namun, jawaban yang saya peroleh untuk keberhasilan pelatihannya justru pada HATI itu. Sekarang ini misi dari uang yang saya dapatkan dari bisnis ini adalah untuk membuat pelatihan kepada kaum tertinggal yang memerlukan.</p>
<p align="left">Karena terus berkarya, layaknya sebuah belati yang terus digunakan dan diasah, maka si…</p>
<p align="left"><strong>BELATI MENJADI MAKIN TAJAM</strong></p>
<p align="left">Sungguh kerja yang sangat, sangat keras selama 5 tahun ini. Saat malam hari, trainer-trainer lain sudah istirahat, saya seringkali masih memberikan pelatihan khususnya Group Therapy yang mengambil momen malam hari. Saya tidak pernah memilih kelas, apapun saya layani. Dibayar atau tidak dibayar, sudah tidak saya pikirkan lagi. Banyak komentar bahwa saya tidak SMART, buat saya terserah saja karena misi saya sebagai Motivator adalah BERDAKWAH. Masak dalam berdakwah, kita memilih peserta yang datang? Sombong amat! Prinsip saya: Peserta boleh bayar berapapun, namun peserta harus mendapat pengetahuan yang sama dari saya sebagai trainer mereka saat itu.</p>
<p align="left">Walaupun fokus saya berbagi, berbagi dan berbagi, namun tetap dalam koridor berbagi yang terbaik, jangan asal berbagi. Dan, karena mindset dasar saya bahwa motivator adalah berdakwah, maka saya bukanlah penganut menjual pelatihan dengan teknik Preview. Buat saya…</p>
<p align="left"><strong>NO PREVIEW, GIVE EXCELLENT</strong></p>
<p align="left">Tidak ada yang keliru menjual pelatihan dengan teknik preview atau dalam bahasa ibu-ibu melatih anaknya makan dengan cara icip-icip. Jika respon anaknya suka dengan rasa makanan tersebut, barulah disuapkan. Buat saya tidak ada preview seminar. Berikan saja yang terbaik kepada yang hadir, sebaik-baiknya.yang bisa diberikan, bahkan sebanyak-banyaknya. Karena belum tentu ada kesempatan lagi…</p>
<p align="left">Pak Leo Chandra pemilik Columbia Cash &amp; Credit Company pernah bertanya pada saya: “Mengapa Krishna mau menceritakan semua pengetahuan kepada kami, padahal kami belum kontrak membuat pelatihan untuk perusahaan ini”. Saya diam sebentar dan menjawab ringan: “Di benak saya tidak terpikir bahwa apakah proyek pelatihan ini jadi dilaksanakan atau batal. Yang penting saya berbagi saja yang terbaik pada saat ini. Kalo jadi ya syukur. Kalo tidak jadi, ya semoga ilmu yang saya bagikan ini bisa berguna…”</p>
<p align="left">Saya pernah diberikan kesempatan oleh beliau untuk bicara di hadapan 5.000 karyawannya dalam waktu 10 menit. Anda tahu waktu yang saya persiapkan untuk momen 10 menit tersebut? Semalaman. Hasilnya? Setiap orang yang hadir saat itu, jika bertemu saya mereka ter-anchor sapaan: “Ehmmm…” sebuah kata kunci yang terus mereka ingat dari saya. Tanya mereka apa itu? He..he..</p>
<p align="left">Seorang sahabat EO dari Surabaya yakni Ibu Eva pernah minta saya mengisi sesi preview sekitar 2 jam di organisasi sosial yang dipimpinnya. Waktu yang dipilih adalah malam hari sebelum saya memberikan seminar besar bersama James Gwee. Saya menolak memberikan seminar preview. Saya katakan bahwa saya akan memberikan materi yang berbeda dengan materi seminar esok harinya. Walaupun untuk organisasi sosial, mereka haruslah mendapatkan yang terbaik dari saya, bukan icip-icip untuk promo seminar esok harinya. Demikian prinsip saya dan hal inilah yang membuat hubungan bisnis kami terjalin erat, tidak hanya dengan Ibu Eva tapi dengan siapapun yang punya misi sama dengan kami.</p>
<p align="left">Dengan mindset untuk memberikan hanya yang terbaik saat itu dalam setiap kesempatan, saya makin lama makin kaya pengalaman (kaya uang setelahnya ya he..he..) dan hal ini membuat…</p>
<p align="left"><strong>ENERGI KOMPETENSI DIRI MAKIN BESAR</strong></p>
<p align="left">Seperti saat awal karir saya 5 tahun lalu, Pak Wi mengatakan kepada kami: “Tidak ada murid yang bodoh, yang ada adalah guru yang tidak bisa mengajar” Kalimat ini sungguh tertanam sangat kuat dalam benak saya. Karena sekarang sudah tahu ilmu mengenai “The Secret” kekuatan otak manusia yakni ilmu NLP, ilmu modelling. Jika saya kuasai sungguh-sungguh, maka saya bisa membantu orang banyak dengan SANGAT CEPAT dan dalam JUMLAH BESAR. Begitu kira-kira pemikiran dalam benak saya saat itu.</p>
<p align="left">Melatih orang buta, oke juga. melatih anak-anak TK, gak masalah. Melatih anak SMP, anak SMA, Mahasiswa, Custoerm Service, UKM, Fakir Miskin, Pemulung bahkan saya pernah melatih seekor monyet di Ubud Banyaklah jumlah kelas dengan peserta dari berbagi macam kalangan, seperti melatih anak-anak TK, SD, SMP, SMU, Mahasiswa, Guru-guru sekolah, Dosen, Karyawan, Orang Buta, Executive, bahkan melatih seekor monyet di Ubud, Bali, walau hanya sebentar, menghasilkan kekayaan pengalaman yang sangat beragam. Semua ini membuat energi kompetensi dalam diri saya terus makin membesar dan membesar. Inilah jawaban mengapa saya tidak pernah lelah dalam menjalankan kegiatan sebagai Motivator ini. Terbukti sudah bahwa Quality Create Quality. Bahkan, akhirnya malah selain Quality, energi kompetensi diri terbangun makin besar dan makin besar…</p>
<p align="left">Karena belati pelatih sudah menjadi sangat tajam,apapun bisa dipotong, bisa dibelah, bisa ditebang, bahkan bisa diterbangkan kemanapun diinginkan, juga pelatihnya makin canggih, maka…</p>
<p align="left"><strong>SERTIFIKAT MENJADI TIDAK LAGI PENTING</strong></p>
<p align="left">Paling tidak buat bisnis training saya. Pasar akan menilai karya saya, bukan lagi sertifikat saya. Pengalaman selama 5 tahun ini mengatakan bahwa pasar melihat karya nyata yang dicetak di lapangan adalah setifikat yang sudah teruji dibanding sertifikat yang dicetak diatas sehelai kertas. Sertifikat karya nyata lebih mahal nilainya.</p>
<p align="left">Kita belajar dari kehidupan bahwa ijasah sekolahan tidaklah menjadi jaminan kebehasilan kita di kehidupan ini, ironis sekali jika kita sebagai trainer justru melabelkan diri dengan berbagai titel di depan dan di belakang nama kita yang memberikan kesan bahwa AKU ADALAH ORANG PINTAR, padahal sekarang untuk menjadi orang pintar sangatlah murah. Anda hanya perlu minum TOLAK ANGIN saja, maka Anda sudah mendapat gelar ORANG PINTAR.</p>
<p align="left">Untuk itulah, semua sertifikat yang saya peroleh selalu saya hanyutkan ke laut, untuk dipersembahkan lagi kepada sang pemilik dunia. Aku hanyalah alatMu. Sertifikat hanyalah membuatku berbeban berat dan sering sekali terpeleset menjadi sombong. Jika Engkau masih mempercayaiku, maka aku percaya bahwa Engkaulah yang akan menjadi sertifikatku… Sederhana saja, bukan? Buatku yang terpenting adalah…</p>
<p align="left"><strong>MISI BUKANLAH KOMISI</strong></p>
<p align="left">Karena dengan menjalankan misi, saya percaya akan berbuah komisi. Dan, terbukti dengan hasil nyata hanya dalam 3 tahun membangun bisnis training ini, saya berani mengatakan bahwa apa yang menjadi kunci dalam membangun bisnis training menjadi milyaran adalah BERDAKWAH. Dan, saya akan meneruskan perjalanan ini dengan mindset yang sama. Sebagai penutup artikel ini, saya ingin berbagi sepotong perjalanan hidup yang saya beri judul <strong>“MISIMU AKAN MENGUJIMU”</strong></p>
<p align="left"><em>Kadang saat refleksi diri akan kehidupan.</em></p>
<p align="left"><em>Diriku bertanya pada hatiku…</em></p>
<p align="left"><em>Mengapa jalanku seperti ini?</em></p>
<p align="left"><em>Haruskah kutempuh jalan ini?</em></p>
<p align="left"><em>Betulkah jalanku ini?</em></p>
<p align="left"><em>Inikah jalan Mu?</em></p>
<p align="left"><em>Sering aku mendapatkan senyuman.</em></p>
<p align="left"><em>Sang Khalik hanya tersenyum lembut.</em></p>
<p align="left"><em>Misimulah yang akan mengujimu…</em></p>
<p align="left"><em>Aku menyadari akan doa misiku,</em></p>
<p align="left"><em>Sebuah doa yang aku ucapkan sejak kecil.</em></p>
<p align="left"><em>Ingin menjadi berguna untuk bangsa ini.</em></p>
<p align="left"><em>Misi besar, ujianpun pastilah besar.</em></p>
<p align="left">Refleksi Tengah Malam, M1 Maret 2007.</p>
<p align="left">Krishnamurti &#8211; Mindset Motivator si Pendakwah</p>
<p> Viewed 4710 times by 1786 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2007/12/09/tip-praktis-nlp27-for-business-berdakwah-kunci-bangun-bisnis-training-jadi-milyaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

