<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Krishnamurti - Mindset Motivator &#187; For Kid</title>
	<atom:link href="http://mindsetmotivator.com/category/for-kid/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mindsetmotivator.com</link>
	<description>to be a World Class Indonesian Motivator...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 08:39:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#42 For Kid: Alihkan dulu “ 9 Ide Atasi Stres  Saat Ujian”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2008/07/09/tip-praktis-nlp42-for-kid-alihkan-dulu-%e2%80%9c-9-ide-atasi-stres-saat-ujian%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2008/07/09/tip-praktis-nlp42-for-kid-alihkan-dulu-%e2%80%9c-9-ide-atasi-stres-saat-ujian%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 00:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Kid]]></category>
		<category><![CDATA[Alihkan Dulu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Hai adik-adikku! Kamu pasti pernah deh mengalami “hang” atau seperti perasaan “tegang” saat ujian. Sehingga, walau kamu tahu jawaban dari salah satu soal yang mungkin sangat mudah, namun tiba-tiba jawabannya “hilang”, bukan? Gimana dong ngatasinya? Ini ada beberapa ide terapan &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2008/07/09/tip-praktis-nlp42-for-kid-alihkan-dulu-%e2%80%9c-9-ide-atasi-stres-saat-ujian%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p class="first-child" align="left"><em><span class="cap" title="H"><span>H</span></span>ai adik-adikku!</em></p>
<p><em>Kamu pasti pernah deh mengalami “hang” atau seperti perasaan “tegang” saat ujian. Sehingga, walau kamu tahu jawaban dari salah satu soal yang mungkin sangat mudah, namun tiba-tiba jawabannya “hilang”, bukan?</em></p>
<p><strong>Gimana dong ngatasinya?</strong><span id="more-137"></span></p>
<p>Ini ada beberapa ide terapan NLP ala kakak, saat ngalami “hang”. Pilih salah satu ide yang kamu rasa paling pas untuk kamu. Latihan dulu aja sampai mahir. Lalu, terapan dan lihat hasil ujian kamu. Kalo sudah makin mahir, pilih terapkan yang lainnya agar kamu punya beberapa teknik untuk atasi situasi ini.</p>
<p>1. Dalam <em><strong>1 tarikan nafas</strong></em>, dalam hati <strong><em>hitung angka 1  sampai angka tertinggi</em></strong> yang kamu bisa. Lalu, tahan nafas kamu sebentar, kemudian hitung mundur dari angka tertinggi tadi menuju angka 1, dalam 1 hembusan nafas juga. Ulangi beberapa kali, jika kamu rasa perlu.</p>
<p>2. Tekan atau <em><strong>pencet kelingkingmu </strong></em>sampai terasa sakit, pindahkan perhatian kamu ke rasa sakit kelingking itu, bayangkan stresnya pindah ke kelingking itu, lalu lepaskan pelan-pelan, sambil merasakan stres kamupun ikut lenyap.</p>
<p>3. Lihat ke luar jendela, lalu bayangkan ras stres yang ada di kepala kamu atau mungkin di dada kamu, pindah melayang ke tempat yang kamu ingin cantolkan. Bisa kamu <em><strong>cantolkan ke pucuk pohon</strong></em>, di daun pohon atau terbang  menyelinap di awan yang jauh tinggi sekali…</p>
<p>4. Tarif nafas gaya Opa Bandler, ini kakak dapat idenya saat ikut training terapan NLP di Orlando, Maret 2008 lalu, gini lho caranya: <em><strong>tarik nafas  cepat lewat mulut</strong></em>, lalu hembuskan lewat hidung. Lakukan beberapa kali  sampai terasa rileks…</p>
<p>5. Tarik nafas pelan-pelan banget, lalu tahan nafas selama yang kamu bisa, boleh tahan nafas di perut atau di dada, lalu buang nafas pelan-pelan juga, sambil berkata dalam hati: <em><strong>“Tenang, tenang, tenang…”</strong></em>. Boleh juga tambahkan nama kamu, seperti: “Tenang Krishna, tenang Krishna, tenang Krishna…” atau kata-kata lain yang kamu rasa cocok untuk kamu. Boleh diulang, jika perlu…</p>
<p>6. <em><strong>Dongakkan kepala</strong></em> kamu ke langit-langit, lalu lihat salah satu titik, pilih bebas aja… Hitung mundur dalam hati: “3..2..1..” atau boleh juga hitung lebih lama: “10..sampai 1..”</p>
<p>7. Dongakkan kepala kamu ke langit-langit, lalu <em><strong>buang nafas seperti  kamu meniup lilin</strong></em>. Ulangi, kapanpun kamu inginkan…</p>
<p>8. Dengan wajah tetap menghadap ke depan, <em><strong>gerakan bola mata  kamu</strong></em> demikian:</p>
<p>- katakan dalam hati: “Atas” dan gerakan mata kamu ke atas.</p>
<p>- katakan dalam hati: “Kanan” dan gerakan mata kamu ke kanan.</p>
<p>- katakan dalam hati: “Bawah” dan gerakan mata kamu ke bawah.</p>
<p>- katakan dalam hati: “Kiri” dan gerakan mata kamu ke kiri.</p>
<p>- Ulangi beberapa kali, misalnya 5 putaran. Boleh dibuat putaran yang  terbalik: atas, kiri, bawah, kanan…</p>
<p>Lakukan beberapa kali, lalu pilih soal yang sudah kamu temukan jawabannya, ulangi lagi cara diatas, kapanpun kamu perlu. Teknik ini hasil dari penelitian Opa Grinder yang kakak aplikasikan untuk kondisi-kondisi tertentu…</p>
<p>9. Bayangkan diri <em><strong>kamu melayang keluar dari kelas</strong></em> tempat ujian, kembali ke rumah atau tempat dimana kamu belajar, buka kembali semua memori saat itu. Cari informasi yang dibutuhkan, lalu kembali bayangkan ke kelas untuk melanjutkan ujian. Baik sekali melakukan teknik 1 sampai 8 dulu, sebelum mencoba yang ke 9 ini.</p>
<p>Nah, setelah kamu merasa tenang, lanjutkan mengerjakan soal ujian yang kamu anggap paling mudah. Ingat, strategi sukses mengerjakan ujian adalah <em><strong>pilih  yang mudah dulu</strong></em>. Bukan sesuai urutan 1, 2, 3 dan selanjutnya.</p>
<p>Dan, yang paling penting setelah kamu menguasai teknik-teknik mengatasi stres ini, kamu harus tetap belajar yang terbaik dan berikan yang terbaik untuk diri kamu sendiri dan tentunya, buatlah bangga orang tuamu…</p>
<p>Dalam kehidupan ini, semua orang perlu ujian. Karena<em><strong> hanya dengan  ujian, kita bisa naik kelas</strong></em>. Bayangkan kalau tidak ada ujian, kan hidup  jadi nggak seru, dong!</p>
<p>Selamat menikmati ujian! Makin pintar ya…</p>
<p>Kak Krishna</p>
<p> Viewed 3714 times by 1170 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2008/07/09/tip-praktis-nlp42-for-kid-alihkan-dulu-%e2%80%9c-9-ide-atasi-stres-saat-ujian%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#41 For Kid: Tiup Lilin “ Puuuh…! Rasa Kesalmupun Padam ”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2008/07/03/tip-praktis-nlp41-for-kid-tiup-lilin-%e2%80%9c-puuuh%e2%80%a6-rasa-kesalmupun-padam-%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2008/07/03/tip-praktis-nlp41-for-kid-tiup-lilin-%e2%80%9c-puuuh%e2%80%a6-rasa-kesalmupun-padam-%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 00:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Kid]]></category>
		<category><![CDATA[Tiup Lilin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Halo adik-adik! Sekali ini kakak mau berbagi teknik terapan NLP yang sudah kakak uji coba, sehingga sederhana dan sangat mudah dilakukan oleh kamu, walau kamu masih anak-anak. Sungguh baik deh, bila kamu bisa kuasai teknik-teknik terapan NLP ini di usia &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2008/07/03/tip-praktis-nlp41-for-kid-tiup-lilin-%e2%80%9c-puuuh%e2%80%a6-rasa-kesalmupun-padam-%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p class="first-child"><em><span class="cap" title="H"><span>H</span></span>alo adik-adik!</em></p>
<p><em>Sekali ini kakak mau berbagi teknik terapan NLP yang sudah kakak uji coba, sehingga sederhana dan sangat mudah dilakukan oleh kamu, walau kamu masih anak-anak. </em></p>
<p><em>Sungguh baik deh, bila kamu bisa kuasai teknik-teknik terapan NLP ini di usia kamu yang masih sangat muda. Karena kamu akan cepat jadi anak “jagoan” (baca: efektif) dalam hidupmu. </em><span id="more-135"></span></p>
<p><em>Berikut salah satu teknik mengatasi rasa kesal dalam diri kamu. Met eksplorasi ya…</em></p>
<p><strong>Untuk Apa teknik ini?</strong></p>
<p>Kan, kamu sering tuh ngalami perasaan yang kesal. Namanya juga anak-anak, ya kan? Perasaan kesal &#8211; galau, perasaan gak tahu apa’an, pokoknya gak enak aja. Selama ini paling kamu nangis atau teriak-teriak, kalo lagi ngalami perasaan yang kayak gitu tuh…</p>
<p>Repotnya, kekacauan perasaan kamu ikut bingungin Papa Mama, Bapak Ibu, Engkong Emak, Eyang, Oma Opa dan anggota keluarga lainnya. Biasanya mereka memeluk, menggendong dan membujuk kamu untuk tenang. Cukup membantu untuk redakan tangismu, bukan?</p>
<p><strong>Lalu, gimana ngatasin perasaan galaumu, kalo lagi sendirian?</strong></p>
<p>Nah, ini kakak punya ide sederhana. Teknik ini mudah banget kok. Kamu bisa lakukan sendiri. Ini <strong>Ide Pertama</strong> dari kakak:</p>
<p>1. Gembungkan mulutmu sebesar mungkin, tahan, lalu pindahkan (dengan cara membayangkan) seluruh perasaan kesal kamu ke dalam gembungan di mulutmu.</p>
<p>2. Setelah gembungan di mulut kamu terisi penuh oleh seluruh perasaan kesalmu, lalu lakukan dengan sangat cepat, dalam posisi mulut seperti meniup lilin ulang tahun yaitu membuang nafasmu sebanyak-banyaknya…</p>
<p>3. Tarik nafas yang perlahan, lalu bernafas seperti biasa, Ulangi langkah 1 dan 2, jika kamu rasa perlu.</p>
<p>Nah, itu salah satu idenya. <strong>Ide Kedua</strong> sama caranya seperti ide pertama, hanya bedanya adalah:</p>
<p>1. Ambil sebatang lilin dan nyalakan apinya. Letakan lilin di sebuah tempat dan kamu ambil jarak sekitar 1 m (boleh lebih jauh atau lebih dekat, terserah kamu aja) dari letak lilin.</p>
<p>2. Bayangkan seluruh gambaran dan perasaan kesal yang ada di benak kamu, bergerak keluar dari pikiranmu pindah ke nyala api lilin. Terus pindahkan sampai gambarannya menyatu dengan nyala lilin.</p>
<p>3. Setelah itu, tiup yang keras “Puuuh!” sampai nyala api lilin tersebut padam. Dan, rasa kesal kamupun ikut padam…</p>
<p>4. Tarik nafas yang perlahan, lalu bernafas seperti biasa, Ulangi langkah 1 dan 2, jika kamu rasa perlu.</p>
<p><strong>Setelah ini yang penting!</strong></p>
<p>Tarik nafas yang dalam dan perlahan, hembuskan dengan posisi mulut tetap seperti tiup lilin, sambil berkata dalam hati: <em>“Apapun yang terjadi padaku, aku tetap sayang pada Ibu…”</em> (gunakan sebutkan manja kamu untuk Ibu dan ayah, misalnya Bunda, Ibu. Mama. Mami atau sebutkan lainnya, juga untuk Ayahmu ya…)</p>
<p>Kamu juga dapat tambahkan kalimat ini: “<em>Karena tanpa Ayah dan Ibu, aku tidak akan ada di dunia ini”</em></p>
<p><strong>Hati-hati dengan Keyakinan yang bisa mengacaukan pikiranmu.</strong></p>
<p>Hindari kalimat yang bisa mengacaukan pikiran dan perasaanmu, seperti: <em>“Kan, aku tidak minta dilahirkan ke dunia ini? Bapa Ibu yang harus bertanggung jawab, dong!”</em></p>
<p>Memang betul dan sah-sah aja pertanyaan ini. Namun, yakin deh pasti ada rencana indah Allah karena menghadirkan kita di dunia ini. Jadi, belajarlah kamu mengambil tanggung jawab akan hidupmu sendiri. Karena dengan demikian, jiwamupun bertumbuh. Setuju?</p>
<p>Duh, kecil-kecil belajar filsafat, kayak orang tua aja he..he..</p>
<p><strong>Latih sampai Mahir</strong></p>
<p>Kalo kamu udah bisa ngelakuin cara ini, terus aja latihan. Ingat, yang namanya latihan pasti aja ada salahnya. Namanya juga latihan. Jadi, kuncinya apa? Lakuin aja terus sampai kamu mahir. Setelah itu?</p>
<p><strong>Ajarin Temanmu</strong></p>
<p>Ya, jangan lupa untuk berbagi pengalaman ini ke teman-temanmu. Lalu, ajari juga mereka cara ini. Karena dengan berbagi dan ngajarin, kamu akan makin pandai dan makin pandai. Selain itu juga, kamu melatih diri untuk peduli dengan kehidupan ini, mulailah dari hal yang kecil aja, ya? Dan,…</p>
<p><em><strong>Buatlah orang tua kamu bangga padamu!</strong></em></p>
<p>Salam sayang dari kakakmu,</p>
<p>Kak Krishna</p>
<p> Viewed 3568 times by 1182 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2008/07/03/tip-praktis-nlp41-for-kid-tiup-lilin-%e2%80%9c-puuuh%e2%80%a6-rasa-kesalmupun-padam-%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

