<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Krishnamurti - Mindset Motivator &#187; For Parenting</title>
	<atom:link href="http://mindsetmotivator.com/category/for-parenting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mindsetmotivator.com</link>
	<description>to be a World Class Indonesian Motivator...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 08:39:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Survive and Win In Thailand</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 04:28:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Business]]></category>
		<category><![CDATA[For Community]]></category>
		<category><![CDATA[For Employee]]></category>
		<category><![CDATA[For Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[For Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[For Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[For Therapist]]></category>
		<category><![CDATA[For Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Edan]]></category>
		<category><![CDATA[Self Healing]]></category>
		<category><![CDATA[Trauma / Phobia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=726</guid>
		<description><![CDATA[Siput memang tidak bersayap namun dia terus merayap… (Bidadari Words) Personal Evolution and Managing Risk Sebuah judul pelatihan yang sungguh membuat saya penasaran. Mengapa? Karena yang mengusungnya adalah salah satu begawan pencipta NLP (Neuro Linguistic Programming) yakni DR John Grinder, &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Siput memang tidak bersayap namun dia terus merayap…</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Bidadari Words)</strong></em></address>
<p><span id="more-726"></span></p>
<p><strong>Personal Evolution and Managing Risk</strong></p>
<p>Sebuah judul pelatihan yang sungguh membuat saya penasaran. Mengapa? Karena yang mengusungnya adalah salah satu begawan pencipta NLP (Neuro Linguistic Programming) yakni DR John Grinder, yang mana justru NLP menjadi terkenal karena jurus-jurus manjurnya yang sangat Revolusioner. Semua teknik NLP terkenal bisa menyelesaikan masalah dengan sangat cepat. Orang yang fobia, bisa sembuh hanya 5 menit. Wow, sangat paradox, sangat berlawanan.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Rasa penasaran sering kali</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>malah membuat kita jadi lebih kreatif</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>dan ingin terus bertumbuh…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Baiklah, dari pada saya sekedar bertanya-tanya, saya putuskan untuk kembali berangkat ke Melbourne, Australia, akhir Mei 2011 lalu, walau saya baru saja ikut kelas Modelling Skill di Sydney bulan Februari 2011. Sekalian saya mau “laporan” pada John Grinder tentang beberapa “PR” yang beliau berikan pada saya sekitar tahun 2006 di London, Inggris. Bersyukur, saya putuskan untuk kelas ini karena akhirnya saya memahami bahwa…</p>
<p><strong>Api Revolusi memang Besar, Namun Cepat Padam</strong></p>
<p>Ya, karena sesuatu yang mudah didapat, akan mudah juga dilupakan. NLP Klasik (saya sebut saja demikian) memang masih berfokuskan pada kecepatan, speed, luar biasa mencengangkan dan sebagainya. Tentu, baik dan sangat menarik. Namun, yang lebih penting lagi adalah setelah pelatihan selesai. Seseorang yang mendapatkan sertifikat Praktisi NLP atau Master Praktisi NLP, banyak sekali (bahkan sangat banyak) jadi orang yang seperti pendekar mahir berkata tapi kabur kalau berkelahi hi hi hi…</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Apa gunanya menjadi orang pandai </em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>jika hidupnya tidak berguna?</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em><br />
</em></strong></address>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Kira-kira demikianlah pertanyaan para Guru saya (pada saya tentunya he he). Lumayan banyak saya menangani klien “KEEP Smoking” walau sudah di-hipnoterapi “STOP Smoking” oleh terapis TOP. Dan, saya lanjutkan dengan “ngobrol-ngobrol” yang akhirnya membangun kesadarannya untuk berhenti merokok sampai artikel ini ditulis. Klien pertama saya, sudah lebih dari 6 tahun berhenti merokok setelah sesi terapi ngobrol dan tertawa-tawa ini he he… Salah satu kuncinya adalah ber-evolusi, terus berubah menjadi lebih baik walau sedikit demi sedikit. Terbangun kembali kesadaran untuk terus menjadi lebih sehat dan lebih sehat.</p>
<p>Baiklah, semua unek-unek di pikiran saya tadi akhirnya membuahkan sebuah ide pelatihan yang berbeda, yang menantang, yang akan dikenang lama, yang mengasyikan, yang menguras potensi, yang tujuannya adalah agar peserta ber…</p>
<p><strong>Revolusi dan Evolusi</strong></p>
<p>Peserta akan dilatih, artinya peserta harus menguasai sendiri “SKILL” terapi diri, teknik Self Healing, kemampuan menyembuhkan diri sendiri agar tidak tergantung pada kami sebagai Terapis, Pembimbing, Motivator atau apapun namanya. Apa yang disembuhkan? Hambatan-hambatan yang ada di dalam diri, terserah namanya apa. Bisa disebut luka batin, akar kepahitan, Core Pattern, Mental Block, dendam kesumat, memori negatif dan sebagainya. Inilah, yang saya maksud Revolusi diri dan itu mudah saja, banyak sekali teknik yang ingin saya bagikan ke para peserta, kuasai teknik-teknik yang mudah dan berguna untuk Anda.</p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Saat Anda bisa mengobati diri sendiri,</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>maka Anda akan jadi pribadi yang sangat mandiri.</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Krishnamurti Words)</strong></em></address>
<p>Setelah itu, ada tantangan dari alam, keadaan yang tidak dikenal yang akan membuat Anda memilih sikap untuk belajar dan menguasai (Mastering) kemampuan dengan sangat cepat. Apa rahasianya? Kuasai Modelling Skill yakni sebuah kemampuan untuk menguasai sebuah kemampuan orang lain yang hebat dengan sangat cepat dan saat itu juga. Pengalaman ini akan membuat Anda memahami dan terus bergerak, terus berevolusi menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik. Untuk membantu stimulus terbaik dari keperluan ini, maka saya putuskan untuk memilih tempat yang asing bagi kita semua yakni…</p>
<p><strong>Thailand</strong></p>
<p>Mengapa? Karena saya dan Anda para peserta tidak menguasai bahasa Thai, tempat yang asing, budaya yang asing, keadaan yang asing, seperti sebuah dunia yang aneh he he he&#8230; Namun, saat Anda sudah memiliki sikap:</p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>“Prepare for Nothing but Ready for Everything”</strong></em></p>
<p>Maka, potensi dalam diri Anda akan muncul dengan serta merta. Anda akan heran dengan kemampuan diri Anda sendiri dan ini diperlukan untuk strategi sukses Anda di masa depan. Sukses Anda bukanlah revolusi, namun sebuah evolusi. Sebuah proses panjang, walau tentu di awalnya ada Momentum yang harusnya berdentum besar. Momentum inilah yang ingin saya bagikan pada Anda pada pelatihan mendatang, pelatihan pertama saya di luar negeri yang saya sebut:</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Thai Quantum TranceFormation</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Bangkok, 12-16 Agustus 2011</strong></p>
<p>Saya akan bagikan semua kemampuan terbaik saya kepada Anda, baik cara saya untuk “Survive” di sebuah situasi yang tidak saya kenal, maupun strategi saya untuk “Win” dalam situasi yang sulit. Tentunya, saya berharap Anda menemukan potensi terbaik Anda selama pelatihan ini berlangsung dan bawa itu ke Indonesia untuk di-nyatakan berupa karya yang paling tidak monumental untuk Anda pribadi.</p>
<p><strong>Tantangan untuk Dikuasai</strong></p>
<p>Ada banyak rancangan tantangan yang sudah saya siapkan untuk Anda kuasai, bukan diatasi. Setelah dikuasai, maka Anda akan mudah menjadi situasi tersebut sebagai sarana untuk produktif.</p>
<p>Saya melakukan hal ini dengan mindset <strong>“Zero Capital Entrepreneur”</strong> dimanapun saya berada. Misal: saya berjualan kaos motivasi di Malaysia, saya berhasil mencari uang tambahan dengan menjadi tukang foto di Amerika, saya menjual apa yang bisa saya jual di Sydney, bahkan dengan uang seadanya saya berangkat ke Melbourne dan me-model seorang penjudi yang jago di Crown Casino dan hasilnya saya menang belasan juta dalam waktu singkat he he he&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Dalam kehidupan ini,</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Anda yang menguasai keadaaan</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>atau Anda yang dikuasai keadaaan&#8230;</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Krishnamurti Words)</strong></em></address>
<p>Bukan haram atau halalnya berjudi, yang ingin saya sampaikan adalah kuasai situasi yang Anda temui dimanapun, bukan situasinya yang menguasai Anda. Anda yang menguasainya&#8230;. Setelah Anda melatih diri Anda sendiri, ingat saya hanyalah pelayan Anda dalam pelatihan ini, maka setelah itu “Wrap-up” bungkus ulang semua proses tadi sehingg menjadi&#8230;</p>
<p><strong>Strategi Sukses Terbaik Anda</strong></p>
<p>Ya, Anda pulang dengan sebuah harapan baru bahwa Sukses itu mudah saja. Bukan karena ekonomi sedang membaik, bukan karena Bos yang hebat, bukan karena Anda bekerja di perusahaan yang besar, bukan karena keluarga Anda kaya, tetapi hanya sebuah SKILL, sebuah kemampuan menyesuaikan dan menguasai diri. Karena saat&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Anda bisa menguasai dunia</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>saat Anda bisa menguasai diri Anda&#8230;</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Bidadari Words)</strong></em></address>
<p>Nah, pertanyaan selanjutnya. Apakah Anda akan menjadi sukses dan hebat setelah  mengikuti pelatihan ini? Saya juga tidak tahu. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik yang bisa saya berikan pada kehidupan ini, khususnya Anda para peserta <strong>“Thai Quantum TranceFormation”</strong> kali ini. Untuk itu, saya coba menyiasatinya dengan memberikan bimbingan personal kepada setiap peserta sebanyak 2 kali, yang dilakukan sesuai waktu dan kebutuhan Anda.</p>
<p>Proyek pelatihan perdana ini adalah misi dan cita-cita saya untuk membangun dan membangkitkan manusia Indonesia untuk Go International. Semoga, diawali kelompok kecil ini, kelas perdana ini, kita dapat berbuat sesuatu yang berguna untuk kehidupan ini, khususnya di Indonesia.</p>
<p>Demikian sementara ini tentang misi saya akan: <span style="text-decoration: underline;"><em><strong>Thai Quantum TranceFormation</strong></em></span>. Untuk ikut bergabung sebagai peserta di kelas Perdana tanggal 12-16 Agustus 2011 ini, Anda dapat hub Bu Naomi di <strong>0816 134 8912 </strong>dan dapatkan diskon khusus hanya pada kelas kali ini.</p>
<p>Sampai jumpa di Thailand! &#8211; <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p><strong>NB:</strong></p>
<h1>Thai Quantum TranceFormation</h1>
<p><strong>“Kuasai Dunia dengan Menguasai Pikiran Anda…”<br />
</strong></p>
<ul>
<li>Jumat-Selasa, 12-16 Agustus      2011. Anda bisa lanjutkan untuk   berada 1 atau 2 hari lagi di Thailand,      tentunya dengan biaya   sendiri he he…</li>
<li>Investasi Pelatihan: Rp. 22 juta, untuk      kali ini <strong>hanya: Rp. 15  juta</strong>. Sudah termasuk biaya keseluruhan, seperti:
<ul>
<li>Tiket Pesawat Garuda-Bangkok PP</li>
<li>Akomodasi selama pelatihan</li>
<li>Konsumsi &amp; Dinner Party di akhir kelas</li>
<li>Mata Uang Bath untuk <strong>“Real Game”</strong></li>
<li>Perlengkapan pelatihan</li>
<li>Materi      Pelatihan</li>
<li>Termasuk: Kaos, Sarung khas Thailand, hadiah-hadiah dan sovenir.</li>
</ul>
</li>
<li>Bonus kelas Perdana ini: <strong>Personal Coaching </strong>sebanyak <strong>2 kali</strong> @ 2 jam setelah pelatihan, dilakukan di kota domisili Anda.</li>
<li>Harga khusus hanya berlaku      untuk Alumni: Quantum TranceFormation, Pinewood, Ciawi.</li>
<li>Untuk info lebih lanjut,      spt diskon khusus, cara pembayara, uang muka dsb, dapat hubungi Bu Naomi di HP 0816 134 8912</li>
<li>Tempat sangat terbatas, saya ingin      mengajak teman2 dari   Indonesia untuk mulai keluar dari kandang dan menjadi      pemenang   dimanapun Anda berada.</li>
<li>Sampai jumpa di Thailand…</li>
<li><strong>Mari kita kuasai      dunia…</strong> Bersamaku, Krishnamurti</li>
<li>Follow me @AndaHeba</li>
</ul>
<p><strong>Yang harus dibawa oleh peserta:</strong></p>
<ul>
<li>Hanya boleh gunakan ransel atau backpack sebanyak 1 buah</li>
<li>Passport yang masih berlaku</li>
<li>Video Kamera</li>
<li>Mp3 Player (alat rekam suara)</li>
<li>Sepatu olah raga</li>
<li>Obat-obatan pribadi</li>
</ul>
<p><strong>Tujuan Pelatihan:</strong></p>
<ul>
<li>Peserta akan memunculkan potensi yang selama ini tersembunyi di dalam dirinya karena keadaan sekitar yang memaksanya.</li>
<li>Peserta akan menguasai Strategi Sukses di tempat asing, yang tidak dikenalnya, baik secara bahasa, teritori maupun budaya.</li>
<li>Saat seseorang sdh memiliki Strategi untuk Sukses di tempat asing, maka dengan mudah dia akan sukses di tempat sendiri.</li>
<li>Itulah alasan mengapa saya memilih Thailand sebagai tempat latihan sukses kali ini.</li>
<li>Saat Anda sudah memahami strategi yang dikuasai penemu NLP yakni John Grinder dengan:<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong>“Prepare for Nothing, but Ready for Everything”</strong>,  maka Anda bisa sukses dimanapun Anda berada, Anda bisa sukses dalam  situasi ekonomi apapun. Ekonomi membaik, Anda bisa sukses. Ekonomi  memburuk, Andapun bisa sukses dengan baik.</p>
<p><strong>Peserta:</strong> Pengusaha, Wira Usaha, Pebisnis Asuransi, Pebisnis MLM, Anda yang mau  punya usaha, Anda karyawan yang mau bermentalkan pengusaha dan siapapun  yang mau jadi orang kaya he he… Juga, untuk Anda penakut yang hidupnya  hanya jadi anak mami. Atau, Anda yang nekad mau keluar dari belenggu  keterbatasan Anda selama ini…</p>
<p>Yuuuk, mari kita kuasai dunia…</p>
<p>Bersamaku, <strong>Krishnamurti</strong> – 0816 1815 333 – @AndaHebat</p>
<p> Viewed 20898 times by 3678 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Latihlah Anak Jadi Monyet Cerdik</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/04/07/latihlah-anak-jadi-monyet-cerdik/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/04/07/latihlah-anak-jadi-monyet-cerdik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 01:32:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[“Kok, monyet kurus jelek ini mahal buangeeet?” Tanya seorang pembeli kepada penjaga toko Pet Shop yang langsung dilanjutkan dengan kalimat: “Sedangkan monyet yang lebih besar itu harganya hanya Rp. 100.000,- saja padahal lancar mengetik. Malahan, monyet disebelahnya lagi lebih murah &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/04/07/latihlah-anak-jadi-monyet-cerdik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p style="text-align: center;"><strong>“Kok,</strong><strong> monyet kurus jelek ini mahal buangeeet?”</strong> <span id="more-615"></span></p>
<p style="text-align: center;">Tanya seorang pembeli kepada penjaga toko Pet Shop yang langsung dilanjutkan dengan kalimat:</p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>“Sedangkan monyet yang lebih besar itu harganya hanya Rp. 100.000,- saja padahal lancar mengetik. Malahan, monyet disebelahnya lagi lebih murah tuh. Bisa nyanyi lagi…”</strong></em></p>
<p style="text-align: center;">Si penjaga toko menjawab:</p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>“Mengapa ke dua monyet ini lebih murah harganya, dibanding dengan monyet kurus jelek itu, yang harganya mencapai Rp. 1 juta,- walau tidak bisa mengetik dan menyanyi. </strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Karena hanya monyet yang kurus ini, yang bisa menyuruh ke dua monyet lainnya itu, untuk mengetik dan menyanyi….&#8221;</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em>“Oooh, gitu…”</em> gumam si calon pembeli, sambil melanjutkan: <em>“Pantesan mahaaal….”</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ha ha ha&#8230; Itulah Leader</strong></p>
<address>Seorang leader mungkin saja tidak bisa mengetik.</address>
<address>Seorang leader mungkin saja tidak bisa menembak jitu.</address>
<address>Seorang leader mungkin saja tidak bisa menghafal dengan baik.</address>
<address>Seorang leader mungkin saja tidak bisa dan tidak tahu NLP, Hypnosis dan sebagainya…</address>
<address> </address>
<p>Namun&#8230;</p>
<p>Seorang leader bisa dan pandai “menyuruh”, mengajak (influence), mempengaruhi, menggerakkan atau “mengapusi” (membohongi) orang lain untuk melakukan sesuatu. Baik disadari ataupun tidak disadari orang lain saat melakukan ajakannya. Lupakan sejenak, leader yg baik atau leader yg buruk, karena bukan itu konteks dari tulisan ini.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Orang yang bisa memimpin oranglah,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>yang akan memimpin masa depan dan dunia…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p style="text-align: left;">Seorang leader sangat mahir mem-pacing (menyamakan diri) untuk me-leading (memimpin) orang lain untuk melakukan apa yang diinginkannya, baik karena tujuan mereka sama, ataupun hanya untuk kepentingan leader tersebut. Pertanyaan berikutnya, mana yang harus kita pilih untuk mendidik anak-anak kita?</p>
<p><strong>Jadi orang CERDAS atau CERDIK?</strong></p>
<p>Melatih anak-anak menjadi cerdas itu sangatlah mudah. Apalagi dengan teknik-teknik NLP, sungguh sangat banyak strategi untuk mencetak anak-anak cerdas. Misalnya teknik cara mengingat, bisa diajarkan dalam 5-10 menit saja.</p>
<p>Teknik cara menghafal, bahkan saya sering mengajarkan anak-anak sekolah cara “menyontek” yang aman ha ha ha… Tentunya bukan dengan “kepekaan”, tapi dengan menghafal buku secara imajiner. Dan, saat ujian, mereka hanya perlu membuka buku di halaman tertentu yang sesuai dengan jawaban dari soal, persis seperti membuka buku, namun secara imajiner. Seakan-akan ada buku di depannya. Asyik, bukan? Idenya sederhana, dari memodel MIND MAP-nya Bapak Tony Buzan yang saya kembangkan sendiri. Nah…</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Apakah ada di dunia ini manusia bodoh?</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Apakah ada di dunia ini manusia malas?</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Lebih banyak manusia bodoh atau manusia malas?</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></address>
<p>Ya, banyak sekali teknik untuk melatih anak menjadi cerdas, namun melatih anak menjadi cerdik, tentu tidak mungkin dengan membaca buku. Gimana caranya? Aneh banget, ada anak cerdik karena membaca buku he he he… Untuk ide atau inspirasi, okelah dengan cara membaca buku. Namun, untuk situasi dan kehidupan nyata, sebaiknya anak tersebut…</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Dilatih dengan Tantangan</strong></p>
<p>Ya, ditantang agar otaknya mendapat stimulus, rangsangan, sehingga otak mereka akan terus aktif merespon, membuat respon baru, memilih respon, mencari ide baru, mencari solusi baru dan sebagainya. Nah, bagaimana membuat tantangan? Mudah sekali… berikut ini beberapa ide.</p>
<p><strong>1. Tantangan yang Menekan</strong></p>
<p>Misalnya melakukan atau mengerjakan sebuah kegiatan yang dibatasi oleh waktu yang sempit. Buat tantangannya dari waktu yang lebih longgar dulu, lalu terus tingkatkan tekanannya ke waktu yang sangat ketat. Amati responnya, bagaimana si anak merespon saat tertekan, saat stres, apakah dia bisa tetap tenang, apakah dia menyerah, apakah dia memiliki daya tahan baik saat ditekan?</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Tekanan memang tidak enak, memang berat,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Namun dapat menguatkan otot pundak…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p>Bentuk kegiatan, bisa olah raga, permainan atau yang lainnya. Belajar di keramaian, saat dia belajar, Anda putar musik yang keras dan sebagainya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2. Tantangan yang Membosankan</strong></p>
<p>Rancanglah secara sengaja sebuah situasi yang menimbulkan kebosanan, kebingungan, gak tahu mesti ngapain, lalu amati apa yang dilakukan si anak saat mengalami hal tersebut. Ada idenya? Bagaimana responnya dengan situasi yang monoton?</p>
<p><strong>3. Tantangan yang Mengacaukan</strong></p>
<p>Ciptakan tantangan-tantangan yang mengacaukan sebuah situasi, misalnya saat main internet, listrik dipadamkan, apa responnya? Kalau si anak teriak-teriak minta dinyalakan listrik, Anda pergi saja keluar rumah 10 menit atau lebih. Amati bagaimana responnya?</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Situasi kacau memang tidak nyaman,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Namun dapat memunculkan ide strategi baru.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p style="text-align: left;">Jika tidur selalu menggunakan AC, sekali-sekali dimatikan (dirusak secara sengaja) dan amati apa responnya? Masih banyak sekali ide lainnya, silahkan Anda kembangkan sendiri. Yang paling penting adalah Anda yakin bahwa…</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Anak manusia tuh Canggih, tauk!</strong></p>
<p>Ingat, mindset dasarnya adalah si anak bisa dilatih untuk menyikapi, mengatasi situasi apapun. Karena anak manusia sangatlah adaptif. Semakin si anak fleksibel dalam sebuah situasi yang berubah-rubah, maka si anak dapat dikatakan sebagai anak cerdik.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Anak manusia yang terlatih mengatasi situasi,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>yang akan menguasai kehidupan ini…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p>Teruslah latih anak-anak kita dengan memberikan tantangan-tantangan yang melingkupi aspek-aspek: Penglihatan (Visual). Pendengaran (Audiotori), Perasaan (kinestetik: indra peraba), Penciuman dan Pengecapan. Berikan tantangan seperti mereka bermain GAME yang levelnya terus meningkat, dari mudah ke sulit, bahkan sangat sulit.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Tingkat kesulitan itu seperti ujian.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Makin sulit ujian yang bisa dilewati seorang anak,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Maka makin tangguh pula diri anak tersebut…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p style="text-align: center;">
<p>Lalu, apa kunci sukses dari sebuah tantangan?</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Curiousity: Kunci Sukses Tantangan </strong></p>
<p>Betul-betul, Anda harus kreatif, jeli, pintar untuk membangunkan dulu rasa ingin tahu si Anak. Curiousity. Semakin besar rasa ingin tahu si anak, bisa dibangun, semakin baik hasilnya. Dan, curiousity-lah yang menjadi dasar penemuan NLP di dunia ini. Ya, karena ada rasa ingin tahu yang sangat besar dari DR Bandler dan DR Grinder.</p>
<p><strong>Cinta adalah Kunci Terpenting!</strong></p>
<p>Amati betul, bagaimana situasi emosi si anak saat itu, sebelum tantangan diberikan. Jangan sampai salah strategi. Si Anak sedang sakit, sedang down, Anda teriak-teriak. Hasilnya bisa baik, bisa juga buruk. Juga, ada baiknya Andapun menguasai teknik-teknik untuk recovery mental, jika terjadi sesuatu yang membuat anak tersebut kaget banget atau shock he he he…</p>
<p>Yang mana cara yang paling tepat? Cara yang paling baik? Cara yang paling benar?</p>
<p>Tidak tahu, yakini saja selama Anda memang secara sengaja merancang dan ingin melatih anak Anda dengan NIAT TULUS, dengan CINTA, dengan SAYANG, yakinlah hasinya akan BAIK juga. Yakinlah TUHAN akan merestui NIAT TULUS Anda terhadap manusia kecil titipanNYA ini.  Teknik dan Cara akan menyusul dengan sendirinya. Gak usah terlalu dipikirin…</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Selama Anda mendidik anak dengan cinta,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>walau ada cara yang salah,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>tetap akan jadi berbuah indah…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p style="text-align: left;">Demikian catatan ringan ini, yang saya sarikan selama setahun terakhir keliling Indonesia bersama Shahnaz Haque, Prof Arief dan teman-teman Psikolog, juga para Ahli Gizi untuk berbagi kepada para orang tua dalam mendidik anak mereka menjadi ANAK TANGGUH!</p>
<p><em>Catatan Penulis: Artikel ini awalnya dibuat di Jakarta, 18 Maret 2009 jam 01:45 menulis karena ada misi yang terbangkitkan… Dan, hari ini di Tangerang, 7 April 2011 dirapikan dan ditambah biar lebih lengkap dan lebih indah.</em></p>
<p><strong>Krishnamurti</strong> yang sedang melatih anak-anak sendiri menjadi anak monyet yang cerdik he he he&#8230;</p>
<p><em><strong>NB: Karena banyak permintaan, kembali diadakan&#8230;</strong></em></p>
<h2><strong>Jakarta NLP Modelling Workshop</strong></h2>
<p>Minggu, 17 April 2011 &#8211; Pukul: 09:00-17:00</p>
<p>Hotel Oasis Amir, Senen, Jakarta</p>
<p>Investasi Umum: Rp. 900.000,- termasuk 2x rehat kopi, makan siang, suvenir motivasi.</p>
<p>Khusus peserta IHS (Indonesia Hypnosis Summit), dapat diskon Rp. 300.000,-</p>
<p>Informasi dan pendaftaran, dapat hubungi 0816 1815 333</p>
<p>Sampai jumpa&#8230;</p>
<p> Viewed 13324 times by 3799 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/04/07/latihlah-anak-jadi-monyet-cerdik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berselancar  “Kiat Sukses di Atas Ombak Perubahan”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2010/09/28/berseluncur-%e2%80%9ckiat-sukses-di-atas-ombak-perubahan%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2010/09/28/berseluncur-%e2%80%9ckiat-sukses-di-atas-ombak-perubahan%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2010 13:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Business]]></category>
		<category><![CDATA[For Employee]]></category>
		<category><![CDATA[For Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[For Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini adalah Materi saat saya bareng Bpk. Hermawan Kartajaya menjadi Pembicara di Seminar “Business Transportation Opportunities &#38; Challenges in CAFTA Era”, Sangri-La Hotel, Surabaya, 20 Juli 2010. Juga materi bahasan siaran Motivasi Pagi di Radio Sonora 92.0 FM, Jakarta, &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2010/09/28/berseluncur-%e2%80%9ckiat-sukses-di-atas-ombak-perubahan%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><em><span id="more-282"></span>Artikel ini adalah Materi saat saya bareng Bpk. Hermawan Kartajaya menjadi Pembicara di Seminar “Business Transportation Opportunities &amp; Challenges in CAFTA Era”, Sangri-La Hotel, Surabaya, 20 Juli 2010.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Juga materi bahasan siaran Motivasi Pagi di Radio Sonora 92.0 FM, Jakarta, 27 September 2010 jam 07:00-08:00</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tidak ada yang abadi di dunia ini, kecuali perubahan itu sendiri.</strong></p>
<p>Kalimat ini memang mudah untuk diucapkan, namun tidak mudah untuk dipahami dan dilakoni (baca: <em>dilaksanakan</em>). Mengapa demikian? Karena, saya sendiri masih bingung memaknainya. Apa yang maksudnya ya? Seperti kalimat filsafat yang tidak menjawab pertanyaan hidup ini, tapi malah bertanya pada yang bertanya he he…</p>
<p>Wong saya nanya kok, malah ditanya? Kira-kira demikian yang muncul dalam benak saya. Mungkin, maksudnya demikian. Ikutilah kisah…</p>
<p><strong>Si Tukang Es Balok</strong></p>
<p>Seorang tukang es menaruh belanjaannya yakni sebongkah es balok di sebuah ember plastik warna hijau. Karena kelupaan, selama 1 jam kemudian terik matahari melelehkan es balok tersebut menjadi seember air es yang dingin. Air es itu kemudian dimasukan ke sebuah teko dan dimasak di atas kompor yang menggunakan tabung gas “melon” 3 kg. Karena katanya “palsu”, tabung gas melon 3 kg tersebut meledak dan terjadilah kebakaran.</p>
<p>Semua air es lenyap menjadi uap dan melayang naik ke langit. Sebelum tiba di langit, uap-uap tadi tertahan di hawa dingin dan menjadi awan. Awan-awan bersatu dan berkoborasi untuk protes kepada pembuat tabung gas 3 kg. Tapi malah keberatan dan jadi air yang berat, terpaksalah butir-butir air tersebut jatuh ke bumi lagi. Ditampung oleh tukang es kembali di sebuah ember dan didinginkan menjadi es balok he he…</p>
<p>Hmmm… Mungkin ini yang dimaksud dengan perubahan. Es tukang balok itu terus berubah-ubah. Karena terus-menerus terjadi, mungkin ini yang disebut abadi itu.</p>
<p><strong>Ada</strong><strong> tidak sih yang Abadi?</strong></p>
<p>Demikian saya bertanya pada rumput yang bergoyang. “Ada dong”, jawabnya. “Apa itu?”, lanjut saya. “Lha, kalo buah apel sudah mateng di pohon, maka jatuhnya pasti ke bumi. Bukan ke awan”, sahutnya. Saya berdiam diri sejenak: “Beneeer juga ya… Pinter nih si rumput”</p>
<p>Apel adalah alam, rumput adalah alam, gunung adalah alam. Mungkin, maksud rumput tersebut adalah Hukum Alam, karena si apel itu mengingatkan kita akan penemuan tentang Hukum Gravitasi. Bener juga yaaa… Mau sampai kiamatpun (yang katanya tahun 2012 he he), apel tetap jatuhnya ke bumi.</p>
<p>Setuju jika demikian, yang abadi di dunia ini selain perubahan adalah hukum-hukum alam. Ada hukum grativasi, ada hukum sebab-akibat, ada hukum tarik menarik, ada hukum waktu atau yang sering juga disebut hukum proses dan hukum-hukum lainnya.</p>
<p><strong>Apa lagi ya yang abadi itu?</strong></p>
<p>Saya yakin pasti ada yang abadi selain perubahan itu sendiri dan hukum alam. Saya tidak tahu istilahnya. Kira-kira demikian contohnya:</p>
<p>-         Ada kemauan, ada jalan.</p>
<p>-         Jika tekun, tenunan pasti selesai di rajut.</p>
<p>-         Siapa yang menabur, dia yang menuai.</p>
<p>Nah, masih banyak lagi pernyataan yang demikian ini, yang ternyata tidak pernah lekang dimakan jaman, walau umur bumi sudah beribu tahun. Kita sebut saja Prinsip-prinsip.</p>
<p>Pertanyaan dalam benak saya selanjutnya adalah jika perubahan itu abadi, tidak bisa ditawar lagi, karena setiap saat dunia ini berubah. Maka,…</p>
<p><strong>Siapa yang bertahan di alam perubahan?</strong></p>
<p>Banyak sekali contoh, banyak sekali penelitian akan hal ini, siapa yang dapat bertahan dalam perubahan ini? Setelah bertahan, siapa yang menang dalam perubahan tersebut? Apakah mereka…</p>
<p><strong>Yang Besar, Yang Bertahan?</strong></p>
<p>Ternyata tidak juga, banyak sekali contoh perusahaan raksasa yang tumbang di abad terakhir ini.</p>
<p><strong>Yang Kuatkah, Yang Bertahan?</strong></p>
<p>Ah, tidak juga. Banyak kisah dan cerita tentang Kerajaan yang kuat, pemerintahan yang kuat, yang berakhir dengan menjadi hanya kisah dan cerita. Bahkan kadang hanya 2 episode sinetron saja, sudah tamat.</p>
<p><strong>Yang Cepatkah, Yang Bertahan?</strong></p>
<p>Kereta api Jakarta bandung yang melaju sangat cepat di era koboi, sehingga sulit dikejar oleh kuda hitampun, menjadi hiasan museum setelah dibangun jalan tol Cipularang.</p>
<p>Tetapi ada juga contoh kisah nyata ikan laut yang terjebak di muara, akhirnya malah menjadi ikan air tawar. Nah, ini baik sekali untuk diteluri dan dipelajari mengapa bisa demikian? Singkat cerita, ternyata ikan tersebut mampun menyesuaikan diri. Mampu beradaptasi, istilahnya. Jika demikian, bolehlah kita simpulkan.</p>
<p><strong>Yang Adaptif, Yang Bertahan…</strong></p>
<p>Alam mengajarkan bahwa makhluk hidup atau mereka yang bisa bertahan hidup dalam perubahan di alam ini adalah mereka yang bisa menyesuaikan dirinya dalam perubahan tersebut.</p>
<p>Ternyata tubuh orang yang dapat bertahan pada panas yang tinggi, juga mampu bertahan di suhu yang sangat dingin. Namun, orang yang tidak tahan panas, maka diapun tidak tahan dingin.</p>
<p>Orang negro bisa bertahan dengan baik di gunung es. Orang Eropa sangat menyukai Afrika Selatan. Tapi, orang tropis tidak terlalu bisa bertahan lama hidup di Afrika, maupun di Swiss. Kira-kira demikian, metaforanya.</p>
<p>Baiklah, jika demikian mari kita belajar bagaimana menghadapi alam perubahan saat ini. Suka atau tidak, setelah kita membaca tulisan di atas, dimana perubahan itu abadi, tidak bisa dirubah lagi, maka tahap awal baik juga untuk…</p>
<p><strong>1. Menyadari atau Awareness</strong></p>
<p>Bahwa karena dunia ini terus berubah setiap detiknya, alam tidak mungkin konstan dan terus berubah, karena memang itulah hukum perubahan, maka saya hanya perlu menyadarinya saja. Sadari bahwa kita hidup di alam perubahan. Kita duduk di kursi yang bisa usang. Kita makan nasi yang bisa habis. Kita bernafas di oksigen yang terus menipis. Kita tinggal di kota yang panasnya terus meningkat. Kita hidup di sebuah negara yang “membingungkan” he he…</p>
<p>Dengan menyadari perubahan itu sendiri, maka akan sangat membantu kita untuk masuk ke tahapan berikutnya…</p>
<p><strong>2. Menerima atau Acceptance</strong></p>
<p>Ya, sudah terima saja. Buat apa demo ke Tuhan, mengapa aku dilahirkan di keluarga yang miskin. Tidak perlu takut, karena ada hukum perubahan. Yang miskin bisa berubah menjadi kaya, kok! Yang kayapun, sadari. Akibat hukum perubahan, bila salah jalan, maka kekayaanpun bisa menjadi ludes dan Anda masuk ke dalam kategori keluarga miskin. Maka, Anda akan mendapat BLT (Bantuan Tunai Langsung) dari pemerintah kita  sebagai warga miskin, walau Anda pernah kaya he he…</p>
<p>Bila kita belum menerima perubahan ini, maka kita akan terus tejebak dalam penolakan, kemarahan, diskusi “mengapa demikian” dan semuanya membuat kita tetap diam di tempat, bahkan mundur ke belakang.</p>
<p>Memang, hidup ini sederhana.Hanya dengan menyadari dan menerima situasi ini, barulah kita akan sangat mudah untuk membuat…</p>
<p><strong>3. Strategi untuk Berubah dengan Cepat</strong></p>
<p>Banyak para ahli, seperti pencipta NLP Engkong Bandler dan Mbah Grinder yang mempelajari ilmu-ilmu “dukun” (karena hanya dukun yang bisa membantu manusia berubah dengan sangat cepat he he) agar manusia bisa melakukan perubahan diri ini dengan sangat cepat. Istilah akselerasi. Percepatan. Berubah dengan sangat cepat, tentunya untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan itu sendiri. Sehingga kita bisa tetap sukses dalam perubahan itu.</p>
<p>Kuasai metode, teknik, cara yang ampuh, jitu dan teruji untuk melakukan perubahan diri ini agar menjadi pribadi yang adaptif. Banyak sekali tekniknya, pelajari dan cari metode yang pas untuk Anda.</p>
<p>Merubah diri jauh lebih baik, dari pada merubah keadaan. Karena lebih kecil dan lebih fokus, sehingga mudah untuk dilaksanakan.</p>
<p><strong>4. Fokus pada perubahan yang bisa dikendalikan diri</strong></p>
<p>Banyak orang menghabiskan waktu untuk berdiskusi dan berdebat akan sesuatu perubahan yang di luar kendali dirinya. Seperti kebijakan dunia (kebijakan yang diambil oleh negara-negara besar di dunia), kebijakan pemerintah, juga bencana alam. Sungguh, sangat menghabiskan energi pikiran ini. Karena hasil diskusi dan perdebatan, tidaklah berbuah apapun, kecuali menghabiskan kopi dan rokok di warung tegal Mbok Ayu.</p>
<p>Namun, ada pepatah yang indah berbunyi demikian: Jika kita tidak bisa melawan ombak, maka berseluncurlah di atas ombak.</p>
<p>Artinya, jika sebuah perubahan yang di luar kendali kita, maka janganlah buang waktu untuk berdiskusi dan berdebat dengan teman akan perubahan tersebut, namun sadari, terima dan cari strategi yang baik dan tepat untuk menghadapi perubahan itu.</p>
<p>Berpikir dan mencari tahu bagaimana sikap kita terhadap sebuah perubahan, akan menghasilkan sebuah solusi yang kreatif tanpa perlu mengomel. Responpun akan menjadi lebih enak. Otakpun menjadi lebih kreatif, hiduppun menjadi awet muda he he… (katanya sih)</p>
<p>Menggunakan strategi Master Minding untuk mengatasi perubahan (lihat buku saya yang pertama “Share the Key” tentang bahasan lebih rinci tentang Master Minding), akan di dapat ide-ide kreatif baru yang mungkin lebih menguntungkan, dari pada menyalahkan pihak yang menyebabkan terjadinya sebuah perubahan. Kumpulkan teman-teman dari berbagi bidang ilmu dan minta masukan beberapa ide bagaimana bisa makin sukses di ombak perubahan ini.</p>
<p><strong>Terapkan saja</strong></p>
<p>Pilih beberapa ide yang unik dan menarik untuk diterapkan, pilih yang sederhana saja namun efektif. Semakin sederhana, semakin mudah untuk diterapkan secepat mungkin. Karena kecepatan menjadi penting.</p>
<p>Lupakan dulu salah atau benar, karena sering kali kita mengevaluasai sesuatu yang belum dilakukan. Ini jelas keliru. Lakukan dulu, terapkan saja, jalankan ide baru tersebut, baru evaluasi kemudian hari. Evaluasi dilakukan setelah tahap penerapan.</p>
<p><strong>Nikmati Perubahan</strong></p>
<p>Salah satu tip penting dalam menghadapi perubahan adalah menikmatinya, bukan memusuhinya. Dengan menikmati perubahan, sel tubuh akan lebih hidup. Semangatpun akan meningkat. Hiduppun menjadi lebih hidup. Saat strategi di atas, kita terapkan maka perubahanpun menjadi bagian dari hidup kita. Tidak lagi terpisahkan. Semua menjadi satu. Sesuatu yang terus berubah. Karena…</p>
<address><strong>Perubahan itu indah.</strong></address>
<address><strong> </strong></address>
<address>Perubahan seringkali menyakitkan.</address>
<address>Namun membangkitkan.</address>
<address>Perubahan membuat sulit tidur.</address>
<address>Namun anehnya badan lebih sehat.</address>
<address> </address>
<address>Perubahan kadang membuat marah.</address>
<address>Namun matapun menjadi melek.</address>
<address> </address>
<address>Perubahan memang bisa merubah nasib.</address>
<address>Dan, membuat lebih banyak orang kaya.</address>
<address> </address>
<address>Yakinlah, perubahan pasti diciptakan Tuhan.</address>
<address>Agar manusia sadar bahwa Tuhan itu memang ada.</address>
<address> </address>
<address>Jadi, saat ombak datang menggulung.</address>
<address>Saat ombak menjadi gelombang besar.</address>
<address>Dari pada melawan dan ditelan ombak.</address>
<address>Lebih baik kita berseluncur di atas ombak…</address>
<address> </address>
<address>Salam ombak perubahan…</address>
<address> </address>
<p>Pontianak, 10 Juli 2010</p>
<p>Krishnamurti, Mindset Motivator</p>
<p>NB:</p>
<p>Bagi yang ingin terus mendapatkan info up-date kegiatan pelatihan saya, juga ingin rutin mendapatkan kalimat-kalimat Motivasi, silakan kirim email kosong ke: <a href="mailto:BidadariWords-Subscribe@YahooGroups.Com">BidadariWords-Subscribe@YahooGroups.Com</a></p>
<p>Untuk Bidadari Words di BB, silakan ADD ke PIN: 22777cf2</p>
<p> Viewed 20406 times by 5402 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2010/09/28/berseluncur-%e2%80%9ckiat-sukses-di-atas-ombak-perubahan%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#30 For Parenting: Tekanan “ Stimulasi Anak Pemanjat Gunung ”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2008/04/05/tip-praktis-nlp30-for-parenting-tekanan-%e2%80%9c-stimulasi-anak-pemanjat-gunung-%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2008/04/05/tip-praktis-nlp30-for-parenting-tekanan-%e2%80%9c-stimulasi-anak-pemanjat-gunung-%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 00:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Tekanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Adversity Quotient (AQ) adalah kecerdasan yang sangat diperlukan seorang anak manusia untuk mengatasi masalah atau kesulitan agar bisa berhasil dalam kehidupan ini, selain kemampuan lainnya seperti IQ, EQ atau SQ), demikian penelitian ahli Paul G. Stoltz, Ph.D. Stoltz menyampaikan hal &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2008/04/05/tip-praktis-nlp30-for-parenting-tekanan-%e2%80%9c-stimulasi-anak-pemanjat-gunung-%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><span class="cap" title="A"><span>A</span></span>dversity Quotient (AQ) adalah kecerdasan yang sangat diperlukan seorang anak manusia untuk mengatasi masalah atau kesulitan agar bisa berhasil dalam kehidupan ini, selain kemampuan lainnya seperti IQ, EQ atau SQ), demikian penelitian ahli Paul G. Stoltz, Ph.D.<span id="more-113"></span></p>
<p>Stoltz menyampaikan hal ini, karena ada orang yang OTAK ENCER (memiliki IQ di atas rata-rata), MULUT LEMEH (memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik), FRIENDLY juga penyesuaian dirinya baik, tapi kurang mampu menghadapi masalah-masalah yang menghadang. Pada akhirnya ia gagal mencapai apa yang menjadi tujuannya. Malah banyak yang jadi tukang gossip he..he..</p>
<p>Stoltz meneliti ada 3 tipe anak sehubungan dengan kemampuan mengatasi masalah tersebut, yang dia umpamakan seperti orang yang mendaki gunung.</p>
<ol>
<li><strong>Tipe QUITTERS</strong> (mereka yang berhenti dan menyerah)</li>
</ol>
<p>Adalah anak yang bila sedang mendaki gunung, akan memilih berada di tempat yang paling bawah. Pendaki gunung tipe ini:</p>
<p>-       Biasanya memilih tempat cukup di kaki gunung dan biasanya memilih dekat sungai dan banyak warung he..he..)</p>
<p>- Biasanya sibuk ber-foto ria dengan latar belakang gunung yang indah, tinggi dan lengkap karena gunungnya masih jauh he..he..</p>
<p>-       “Mana bisa motret gunung kalo di puncak gunung, bukan?” demikian celoteh canda mereka.</p>
<p>-       Biasanya berusaha menjauh dari permasalahan, rasa takut dan kuatir lebih kuat dari rasa keinginan bertindak (action).</p>
<p>-       Saat melihat atau menghadapi kesulitan, ia akan memilih mundur, dan tidak berani menghadapi permasalahan.</p>
<p>2. <strong>Tipe CAMPERS</strong> (mereka yang berkemah)</p>
<p>Adalah anak yang belum mencapai puncak gunung tapi sudah merasa puas dengan hasil yang telah dicapainya saat ini. Ia tak mau mendaki lebih tinggi karena risiko yang terlalu besar. Pendaki gunung tipe ini:</p>
<p>- Biasanya lebih menyiapkan diri untuk jalan aman kembali turun dari pada memikirkan bagaimana strategi naik ke puncang gunung.</p>
<p>- Biasanya mencari tempat yang cukup aman dan nyaman. “Ah, paling tidak aku bisa berkemah dengan selonjor kaki. Dari pada tidur dalam posisi jongkok di atas gunung” demikian imajinasi “aman” mereka.</p>
<p>-       Biasanya cepat puas atau selalu merasa cukup berada di posisi tengah.</p>
<p>-       “Tujuan aku camping kok, bukan mendaki puncak gunung. Ngapain juga nyusahin diri” demikian pembelaan diri mereka.</p>
<p>- Biasanya mengabaikan kemungkinan, peluang atau kesempatan baru yang bisa didapat, bila melangkah lebih tinggi dan lebih jauh.</p>
<p>3. Tipe <strong>CLIMBERS</strong> (mereka sang Pendaki Gunung sejati)</p>
<p>Adalah anak yang mempunyai tujuan, punya impian, punya target atau sasaran, atau paling tidak sudah punya sesuatu yang ingin diwujudkan. Dan, untuk merealisasikan ide itu, mereka memiliki kemauan dan mampu mengusahakan dengan ulet, tekun dan gigih. Mereka:</p>
<p>- Memiliki rasa ingin tahu atau rasa “Penasaran” yang besar. “Wah, pasti seru nih!” demikian kira-kira mindset dalam benak mereka.</p>
<p>- Memiliki rasa percaya diri yang besar. “Paling tidak, aku sudah usaha yang maksimal dan aku punya pengalaman baru (bukan kegagalan)”</p>
<p>- Memiliki keberanian menghadapi sesuatu yang baru. “Anything is POSSIBLE. Gimana bisa tahu, kalo nggak mencoba” tentu dalam konteks positip ya…</p>
<p>-       Memiliki disiplin yang tinggi. “Aku harus selesaikan apa yang telah aku mulai” demikian tekad dalam diri mereka.</p>
<p>-       Tipe inilah yang tergolong memiliki AQ yang baik.</p>
<p>Nah, apakah kecerdasan mengatasi masalah ini bisa dihasilkan tiba-tiba atau instant? Tentu saja jawabanya TIDAK. Harus ada PROSES yang dilalui. Harus ada LATIHAN dengan disiplin yang baik. Dan juga, harus ada UJIAN-nya. Kalau tidak, kita tidak pernah tahu kita berada di kelas berapa, bukan?</p>
<p>Apakah bisa dipercepat proses melatih AQ ini? Tentu, peluang mempercepat proses ini makin besar sejak ditemukannya NLP. Banyak sekali teknik-teknik NLP yang mendukung hal ini. Kebetulan, saya punya beberapa pengalaman tentang hal ini saat dipercaya membantu para atlet PASI Jatim pada PON di Palembang beberapa tahun lalu.</p>
<p>Baiklah berikut ini beberapa ide dan tip praktis NLP ala saya, yang semoga saja bisa berhikmah untuk Anda sebagai orang tua dalam melatih anak-anak Anda menjadi anak Tangguh atau lebih tangguh dari sebelumnya.</p>
<p>Dasarnya sederhana saja karena Allah sudah memberikan kita alat bantu agar kita bisa lebih mudah mengeksplorasi dunia, maka gunakan saja alat bantu itu yakni alat indra kita: Mata, Telinga dan alat Perasa. Dalam NLP dikenal istilah V.A.K (Visual, Audiotori dan Kinestetik)</p>
<p>Artinya dalam menstimulasi atau melatih “mental” anak-anak untuk menjadi tangguh, usahakan dan libatkan ke 3 unsur tersebut agar dapat terekam dengan baik oleh mereka yang akan menjadi pengalamandi kehidupan mereka di masa mendatang.</p>
<p>Beberapa cara “Kampoeng” yang dianggap kuno tapi menurut NLP ala saya adalah NLP yang luar biasa, khususnya untuk menstimulasi anak-anak yakni:</p>
<p><strong>Dongeng</strong></p>
<p>Ah, mendongeng adalah metode yang luar biasa dampaknya. Masih tersimpan dengan sangat baik di otak saya, bagaimana Tante saya yang kami panggil “Engkim Luluk” mendongeng dengan mimik semangat di depan kami tiga bersaudara yang duduk kursi panjang beranda rumah, sore menjelang malam hari, sekitar tahun 1970an. Ehm, dongeng betapa cerdiknya Sang Kancil dalam menghadapi tantangan serigala. Ternyata Gambar Kancil terekam dengan sangat kuat di benak saya sampai saat ini, karena ternyata otak kita menyimpan GAMBAR KANCIL bukan huruf “K A N C I L” bukan?</p>
<p>Nah, mendongengkan sendiri pesan akhlak, pesan nilai-nilai atau pesan mental yang ingin Anda tanamkan kepada jiwa anak Anda, tentu sangatlah baik. Anad hanya perlu melatih diri untuk melibatkan seluruh indra Anda saat bercerita. Jadilah si Kancil dengan gerakan, suara dan rasa percaya diri yang besar karena cerdik.</p>
<p>Untuk dongeng monyet yang lincah, Anda tentu perlu belajar jadi monyet. Bukan? He..he.. Baik juga pergi ke Ubud Bali dan belajar dengan “saudara” tertua kita di Monkey Forest… kebetulan saya sedang berada disini saat menulis artikel ini dan memang sedang belajar dengan mereka he..he..</p>
<p><strong>Bermain</strong></p>
<p>Beberapa permainan “Kampoeng” menurut observasi saya, sungguhlah sangatlah efektif dalam melatih ketangguhan anak-anak. Misalnya:</p>
<p><strong>Permainan Lompat Karet</strong></p>
<p>Umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan. Selain melatih kelenturan fisik, juga melatih diri untuk tetap TENANG saat menghapi tekanan. Karena biasanya pihak yang mendapat giliran memutar karet akan mempercepat putarannya, jika pihak pelompat karet bisa terus mengatasi tingkat tantangan yang diberikan. Misal: batas dengkul, batas paha, batas pinggan, batas pundak, batas kepala dan batas kepala plus satu jengkal tangan atau disebut batas “MERDEKA!!!”</p>
<p><strong>Permainan Kelereng</strong></p>
<p>Dengan beberapa kombinasi tantangan atau tingkat kesulitan tertentu, membuat anak-anak harus meningkatkan kemampuannya, kalau tidak akan kalah. Nah, saat kalahpun ini adalah latihan yang baik untuk anak-anak dalam mengatasi rasa kalah. Memilih menyerah atau malahan makin giat berlatih?</p>
<p>Dalam pengalaman saya bermain kelereng saat masih kecil, sering kali kita berhadapan dengan situasi yang sulit untuk “menembak” kelereng yang dituju. Semakin terlatih, semakin mudah kita menghadapi situasi sulit tersebut. Saat bisa mengatasi situasi sulit itu, tersimpan rasa bangga dalam diri ini. “Yes, I CAN Do It!” bukan kelerengnya…</p>
<p>Nah, selanjutnya silahkan Anda kembangkan sendiri nilai-nilai atau sikap mental apa yang Anda ingin tanamkan ke anak-anak Anda, berikut ini beberapa ide saja yang semoga menjadi referensi hikmah.</p>
<p>Misal: kita ingin mengajarkan “<strong>KETEKUNAN</strong>”</p>
<p><strong>MERAJUT</strong>: Anda bisa mencontohkan (visual) bagaimana nikmatnya (rasa) membuat rajutan. Lamanya waktu proses pembuatan bisa menjadi pelajaran akan ketekunan, juga kesabaran.</p>
<p><strong>MEMBATIK</strong>: merupakan contoh yang luar biasa dan sangat mengagumkan akan makna ketekunan dan kesabaran. Selain manfaat untuk pelestarian budaya. Biaya pelatihan jadi murah, peralatanpun sekarang Anda bisa peroleh dengan mudah ditoko-toko batik di kota-kota besar Jawa Tengah.</p>
<p>Contoh menstimulasi: <strong>MENYERANG &amp; BERTAHAN</strong></p>
<p><strong>CATUR</strong> adalah pilihan yang baik dalam menstimulasi anak-anak untuk memiliki mental kapan harus menyerang, kapan harus bertahan. Karena ada giliran bermain menyerang dengan bidak putih dan bermain bertahan dengan bidak hitam. Permainan ini menjadi salah satu kegemaran saya sejak saya SD dan salah seorang teman yang berjasa untuk hal ini adalah teman SD saya bernama Parlin Hasibuan yang dengan telaten mengajarkan saya bermain catur sampai kami berpisah setamat SMP.</p>
<p>Contoh menstimulasi: <strong>KETANGGUHAN &amp; “PAIN TOLERANCE</strong>”</p>
<p><strong>OLAHRAGA</strong> adalah pilihan terbaik untuk melatih ketangguhan anak-anak, karena ada saat-saat mereka harus melawan rasa sakit dan ini sangat penting kekuatan mereka di masa depan, sehingga mereka akan memiliki toleransi yang tinggi terhadap rasa sakit yang mungkin saja semakin meningkat dengan tantangan yang lebih berat. Bukankah sebuah hal yang mustahil otot yang kekuatan angkat bebannya hanya 20 kg, bisa mengangkat beban yang beratnya 50 kg, bukan? Tentu, diperlukan otot dengan kekuatan angkat minimal 50 kg juga.</p>
<p><strong>RENANG</strong> dengan satu gaya yang monoton adalah sarana latihan mental yang baik, misal berenang dengan gaya dada selama 2 jam. Bukan renang dengan kecepatan. Atur saja, sesuai kebutuhan. Jika tekanan yang ingin Anda ciptakan, tentu lomba renang dengan kecepatan adalah pilihan stimulasi yang baik. Jika daya tahan, tentu lama waktu yang jadi pilihan.</p>
<p><strong>BERSEPEDA</strong> juga merupakan cara yang kreatif untuk menstimulasi anak-anak akan kemampuan toleransi mengatasi rasa sakit, khususnya perjalanan yang menantang seperti ke gunung atau mountain bike.</p>
<p><strong>MARATON</strong> adalah pilihan yang paling praktis dan murah tentunya, selain bisa dilakukan kapan saja, juga bisa kapan saja. Lama waktu (bukan kecepatan) adalah stimulasi yang sangat baik untuk daya tahan, khususnya ketangguhan dan membuat strategi di dalam diri untuk terus melangkah sampai tiba di tujuan.</p>
<p>Maraton berbeda dengan olah raga lain, karena dalam pengalaman saya sejak SD yang hamper setiap minggu pagi marathon dengan teman-teman, saya selalu berhasil mengatasi suara dalam diri saya (self talk) untuk menyerah. Saya selalu katakana: “Krishna terus, terus dan terus lari sampai FINISH. Paling pingsan, gak mungkin mati kok”</p>
<p>Ingat sobatku, berjuang menggapai impian tidak akan membuat Anda mati. Jikapun Anda mati, maka Anda akan mati dengan kemenangan.</p>
<p>Krishnamurti</p>
<p>NB:</p>
<p><em>Artikel ini saya buat sebagai makalah dalam seminar Dancow-Nakita bertemakan: “Kiat Tepat Mempersiapkan Anak “Tangguh” + Mengembangkan Kemampuan AQ (Adversity Quotient) bersama: Bpk Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd, Ibu Dra. Rienani Mahadi beserta Presenter yang sangat smart Mbak Shanaz Haque, di kota-kota: Balikpapan, Aceh, Batam, Manado, Semarang, Pekanbaru, Cirebon, Malang &amp; Denpasar dalam tahun 2008 ini.</em></p>
<p> Viewed 3580 times by 1151 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2008/04/05/tip-praktis-nlp30-for-parenting-tekanan-%e2%80%9c-stimulasi-anak-pemanjat-gunung-%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP #23 For Parenting: Gelayutan Monyet &#8211; Cara Mudah Melatih Anak Rewel Jadi Tegar -</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2007/10/30/tip-praktis-nlp-23-for-parenting-gelayutan-monyet-cara-mudah-melatih-anak-rewel-jadi-tegar/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2007/10/30/tip-praktis-nlp-23-for-parenting-gelayutan-monyet-cara-mudah-melatih-anak-rewel-jadi-tegar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 00:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Gelayutan Monyet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana mengatasi anak yang sering rewel? Demikian pertanyaan yang sering muncul saat saya bersama Shanaz Haque dan 2 pembicara lainnya, diundang untuk memberikan seminar setengah hari dengan harga sangat terjangkau sebagai bagian dari kegiatan pelayanan pada masyarakat yang didukung oleh &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2007/10/30/tip-praktis-nlp-23-for-parenting-gelayutan-monyet-cara-mudah-melatih-anak-rewel-jadi-tegar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p class="first-child"><span class="cap" title="B"><span>B</span></span>agaimana mengatasi anak yang sering rewel?</p>
<p>Demikian pertanyaan yang sering muncul saat saya bersama Shanaz Haque dan 2 pembicara lainnya, diundang untuk memberikan seminar setengah hari dengan harga sangat terjangkau sebagai bagian dari kegiatan pelayanan pada masyarakat yang didukung oleh Nakita tabloid Panduan Tumbuh Kembang Anak dan Dancow Parenting Center. Kebetulan saya &amp; Shanaz Haque wajib hadir di 11 kota-kota besar di Indonesia. Seminar dibawakan oleh 3 pembicara dan saya selalu kebagian sesi yang “santai” yakni sebagai pembicara ketiga yang berbagi tentang topik “Terapi Tawa &#8211; Menghadapi Anak Tanpa Amarah”<span id="more-93"></span></p>
<p>Sebagai pemandu seminar, Shanaz haruslah hadir dari pagi sampai siang (kacian deh elo, Naz! He..he..) sehingga dia tahu betul pertanyaan-pertanyaan peserta yang muncul sejak sesi pagi hari. Setelah itu barulah saya menjawab hal-hal tambahan mengenai Parenting versi NLP, tentunya versi NLP racikan saya yang kadang mungkin agak “ngawur”. Nah, salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam beberapa seminar adalah bagaimana mengatasi anak yang sering rewel? Rewel dalam arti yang seluas-luasnya seperti mudah nangis, cengeng, ngambek, “perasa”, jutek, kesal dan sebagainya. Arti kata anak disini adalah Balita.</p>
<p>Contoh ide 1 : “Cecak! Cecak! Cecak!”</p>
<p>Nah, ini cara tradisional yang ampuh sekali untuk membuat anak berhenti menangis. Karena saat orang tua si anak mendongakkan kepala dengan semangat berteriak: “Cecak! Cecak! Cecak!” dan jari telunjuk menunjuk ke arah cecak yang sedang menempel santai menikmati makan malam seekor nyamuk di langit-langit rumah, maka si anakpun akan ikut-ikutan mendongakkan kepala ke arah cecak yang ditunjuk dan tangispun mereda atau seringkali berhenti mendadak, bukan?</p>
<p>Kok bisa ya? Bagaimana prosesnya? Hasil penelitian di NLP mengatakan (menemukan) bahwa postur tubuh berdiri tegak dengan kepala mendongak ke atas akan membuat rongga dada dan rongga tenggorokan terbuka lebih luas. Dan, oksigenpun masuk lebih banyak. Coba lakukan tertawa ha ha ha. Nah, posisi tubuh seperti ini bukanlah “milik” posisi rasa menangis sehingga otomatis tubuh akan menyetop tangisan. Karena posisi menangis adalah posisi kepala menunduk ke bawah atau posisi “perasaan sedih”. Coba lakukan sedih hik hik hik. Demikian penjelasan gamblang dalam bahasa awam bukan bahasa teknis NLP he he he.</p>
<p>Contoh ide 2: Posisi Menggendong Anak</p>
<p>Setelah kita memahami posisi tubuh, sekarang kita bisa mulai latihan merubah cara menggendong agar si kecil tidak sering rewel. Cara terbaik adalah menggendong dimana posisi tubuh anak sama-sama kita menghadap ke depan (posisi nonton layar tancap), bukan posisi si anak menghadap ke dada kita (posisi mendekap). Posisi mendekap baik untuk mengajak atau membuat anak tidur atau merasa aman nyaman di pelukan kita. Namun, untuk mengatasi nangis atau rewel posisi “nonton layar tancap” adalah yang terbaik. Kalau si anak menangis, cukup tekan dari belakang dada dia ke depan dengan dada kita sampai tangis atau rewel mereda.</p>
<p>Contoh ide 3: Bergelayutan seperti Monyet</p>
<p>Nah, terus terang ide ini terinspirasi dari anak saya Bidadari saat dia bergelayutan seperti monyet di taman bermain sekolahannya TK Sanur sekitar minggu ke 4 bulan Oktober lalu. Kebetulan saya sangat dekat dengan Kepala Sekolah dan guru dia yakni Suster Ansi dan Ibu Melly karena kami sering berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang anak-anak. Bidadari sangat suka bermain di bagian gelayutan monyet dan sangat gembira. Sehingga walau terjatuh dan terluka kecil saat bermain di bagian lain, atau terjadi “perperangan ala anak-anak” di bagian lain membuat dia tetap tenang dan santai saja. Bidadari selalu kembali bergelayutan monyet yang kebetulan tidak terlalu favorit untuk anak-anak lain. Saya sangat gembira melihat anak saya seperti anak monyet, anak alam.</p>
<p>Saat menikmati si Bidadari jadi “monyet kecil” tiba-tiba “AHA” muncul lagi dalam pikiran kreatif saya, ini jawaban yang saya cari untuk mengatasi anak yang sering rewel. Saya langsung mencatat ide-ide yang muncul dan saya minta Bidadari terus main gelayutan monyet untuk saya observasi. Thanks ya Bidadari, kamu sungguh inspirasi untuk Papi. Semoga inspirasi kamu berguna untuk orang banyak sesuai namamu Bidadari (he..he.. mata saya bergelinang saat menulis bagian ini).</p>
<p>Dari ide gelayutan monyet tersebut, silahkan Anda para orang tua melanjutkannya di rumah, misalnya dengan mengatur dahan-dahan pohon di halaman rumah menjadi tempat gelayutan anak-anak Anda. Susun sedemikian rupa agar mereka dapat berpindah dari dahan ke dahan dengan jarak yang terjangkau untuk ukuran tangan mereka dan aman. Baik sekali dibuat lebih dari 5 pegangan dahan agar ada area main yang cukup luas.</p>
<p>Boleh juga Anda meniru seperti yang ada di taman bermain anak-anak TK. Untuk meminimalkan biaya, cukup gunakan pipa paralon yang kecil agar mudah dipegang oleh si “monyet kecil”. Bolah juga dibuat seperti pagar-pagar kecil, yang penting mudah untuk mereka bergelayutan seru.</p>
<p>Kalau mau dibuat di dalam rumah, kami sering anjurkan untuk gunakan tali plastik jemuran yang diselipkan kedalam pipa paralon, buat beberapa buah agar si “monyet kecil” tidak cepat bosan. Buat yang mudah sekali untuk dijangkau bergelayutan karena tujuan kita adalah membuat dan melatih posisi tubuh si “monyet kecil” menjadi segar dan sehat agar nantinya dapat menjadi pribadi yang tegar dan tangguh.</p>
<p>Tip tambahan lainnya:</p>
<p>Baik sekali para Ibu menyiapkan makanan setelah anak-anak bermain gelayutan monyet ini, karena rasa lapar akan muncul dengan sendirinya. Air liurpun akan terbit secara alami saat melihat nasi panas mengepul. Dan, makanpun menjadi pengalaman yang nikmat, bukan?</p>
<p>Selamat melatih si anak menjadi anak alam yang kuat, tegar dan tangguh yaitu anak monyet. Makin indah kalau ditambah dengan senyuman dan kata-kata lembut: “Halooo monyeeet…”</p>
<p>Krishnamurti</p>
<p> Viewed 3943 times by 1177 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2007/10/30/tip-praktis-nlp-23-for-parenting-gelayutan-monyet-cara-mudah-melatih-anak-rewel-jadi-tegar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

