<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Krishnamurti - Mindset Motivator &#187; For Therapist</title>
	<atom:link href="http://mindsetmotivator.com/category/for-therapist/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mindsetmotivator.com</link>
	<description>to be a World Class Indonesian Motivator...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 08:39:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Survive and Win In Thailand</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 04:28:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Business]]></category>
		<category><![CDATA[For Community]]></category>
		<category><![CDATA[For Employee]]></category>
		<category><![CDATA[For Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[For Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[For Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[For Therapist]]></category>
		<category><![CDATA[For Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Edan]]></category>
		<category><![CDATA[Self Healing]]></category>
		<category><![CDATA[Trauma / Phobia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=726</guid>
		<description><![CDATA[Siput memang tidak bersayap namun dia terus merayap… (Bidadari Words) Personal Evolution and Managing Risk Sebuah judul pelatihan yang sungguh membuat saya penasaran. Mengapa? Karena yang mengusungnya adalah salah satu begawan pencipta NLP (Neuro Linguistic Programming) yakni DR John Grinder, &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Siput memang tidak bersayap namun dia terus merayap…</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Bidadari Words)</strong></em></address>
<p><span id="more-726"></span></p>
<p><strong>Personal Evolution and Managing Risk</strong></p>
<p>Sebuah judul pelatihan yang sungguh membuat saya penasaran. Mengapa? Karena yang mengusungnya adalah salah satu begawan pencipta NLP (Neuro Linguistic Programming) yakni DR John Grinder, yang mana justru NLP menjadi terkenal karena jurus-jurus manjurnya yang sangat Revolusioner. Semua teknik NLP terkenal bisa menyelesaikan masalah dengan sangat cepat. Orang yang fobia, bisa sembuh hanya 5 menit. Wow, sangat paradox, sangat berlawanan.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Rasa penasaran sering kali</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>malah membuat kita jadi lebih kreatif</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>dan ingin terus bertumbuh…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Baiklah, dari pada saya sekedar bertanya-tanya, saya putuskan untuk kembali berangkat ke Melbourne, Australia, akhir Mei 2011 lalu, walau saya baru saja ikut kelas Modelling Skill di Sydney bulan Februari 2011. Sekalian saya mau “laporan” pada John Grinder tentang beberapa “PR” yang beliau berikan pada saya sekitar tahun 2006 di London, Inggris. Bersyukur, saya putuskan untuk kelas ini karena akhirnya saya memahami bahwa…</p>
<p><strong>Api Revolusi memang Besar, Namun Cepat Padam</strong></p>
<p>Ya, karena sesuatu yang mudah didapat, akan mudah juga dilupakan. NLP Klasik (saya sebut saja demikian) memang masih berfokuskan pada kecepatan, speed, luar biasa mencengangkan dan sebagainya. Tentu, baik dan sangat menarik. Namun, yang lebih penting lagi adalah setelah pelatihan selesai. Seseorang yang mendapatkan sertifikat Praktisi NLP atau Master Praktisi NLP, banyak sekali (bahkan sangat banyak) jadi orang yang seperti pendekar mahir berkata tapi kabur kalau berkelahi hi hi hi…</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Apa gunanya menjadi orang pandai </em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>jika hidupnya tidak berguna?</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em><br />
</em></strong></address>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Kira-kira demikianlah pertanyaan para Guru saya (pada saya tentunya he he). Lumayan banyak saya menangani klien “KEEP Smoking” walau sudah di-hipnoterapi “STOP Smoking” oleh terapis TOP. Dan, saya lanjutkan dengan “ngobrol-ngobrol” yang akhirnya membangun kesadarannya untuk berhenti merokok sampai artikel ini ditulis. Klien pertama saya, sudah lebih dari 6 tahun berhenti merokok setelah sesi terapi ngobrol dan tertawa-tawa ini he he… Salah satu kuncinya adalah ber-evolusi, terus berubah menjadi lebih baik walau sedikit demi sedikit. Terbangun kembali kesadaran untuk terus menjadi lebih sehat dan lebih sehat.</p>
<p>Baiklah, semua unek-unek di pikiran saya tadi akhirnya membuahkan sebuah ide pelatihan yang berbeda, yang menantang, yang akan dikenang lama, yang mengasyikan, yang menguras potensi, yang tujuannya adalah agar peserta ber…</p>
<p><strong>Revolusi dan Evolusi</strong></p>
<p>Peserta akan dilatih, artinya peserta harus menguasai sendiri “SKILL” terapi diri, teknik Self Healing, kemampuan menyembuhkan diri sendiri agar tidak tergantung pada kami sebagai Terapis, Pembimbing, Motivator atau apapun namanya. Apa yang disembuhkan? Hambatan-hambatan yang ada di dalam diri, terserah namanya apa. Bisa disebut luka batin, akar kepahitan, Core Pattern, Mental Block, dendam kesumat, memori negatif dan sebagainya. Inilah, yang saya maksud Revolusi diri dan itu mudah saja, banyak sekali teknik yang ingin saya bagikan ke para peserta, kuasai teknik-teknik yang mudah dan berguna untuk Anda.</p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Saat Anda bisa mengobati diri sendiri,</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>maka Anda akan jadi pribadi yang sangat mandiri.</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Krishnamurti Words)</strong></em></address>
<p>Setelah itu, ada tantangan dari alam, keadaan yang tidak dikenal yang akan membuat Anda memilih sikap untuk belajar dan menguasai (Mastering) kemampuan dengan sangat cepat. Apa rahasianya? Kuasai Modelling Skill yakni sebuah kemampuan untuk menguasai sebuah kemampuan orang lain yang hebat dengan sangat cepat dan saat itu juga. Pengalaman ini akan membuat Anda memahami dan terus bergerak, terus berevolusi menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik. Untuk membantu stimulus terbaik dari keperluan ini, maka saya putuskan untuk memilih tempat yang asing bagi kita semua yakni…</p>
<p><strong>Thailand</strong></p>
<p>Mengapa? Karena saya dan Anda para peserta tidak menguasai bahasa Thai, tempat yang asing, budaya yang asing, keadaan yang asing, seperti sebuah dunia yang aneh he he he&#8230; Namun, saat Anda sudah memiliki sikap:</p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>“Prepare for Nothing but Ready for Everything”</strong></em></p>
<p>Maka, potensi dalam diri Anda akan muncul dengan serta merta. Anda akan heran dengan kemampuan diri Anda sendiri dan ini diperlukan untuk strategi sukses Anda di masa depan. Sukses Anda bukanlah revolusi, namun sebuah evolusi. Sebuah proses panjang, walau tentu di awalnya ada Momentum yang harusnya berdentum besar. Momentum inilah yang ingin saya bagikan pada Anda pada pelatihan mendatang, pelatihan pertama saya di luar negeri yang saya sebut:</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Thai Quantum TranceFormation</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Bangkok, 12-16 Agustus 2011</strong></p>
<p>Saya akan bagikan semua kemampuan terbaik saya kepada Anda, baik cara saya untuk “Survive” di sebuah situasi yang tidak saya kenal, maupun strategi saya untuk “Win” dalam situasi yang sulit. Tentunya, saya berharap Anda menemukan potensi terbaik Anda selama pelatihan ini berlangsung dan bawa itu ke Indonesia untuk di-nyatakan berupa karya yang paling tidak monumental untuk Anda pribadi.</p>
<p><strong>Tantangan untuk Dikuasai</strong></p>
<p>Ada banyak rancangan tantangan yang sudah saya siapkan untuk Anda kuasai, bukan diatasi. Setelah dikuasai, maka Anda akan mudah menjadi situasi tersebut sebagai sarana untuk produktif.</p>
<p>Saya melakukan hal ini dengan mindset <strong>“Zero Capital Entrepreneur”</strong> dimanapun saya berada. Misal: saya berjualan kaos motivasi di Malaysia, saya berhasil mencari uang tambahan dengan menjadi tukang foto di Amerika, saya menjual apa yang bisa saya jual di Sydney, bahkan dengan uang seadanya saya berangkat ke Melbourne dan me-model seorang penjudi yang jago di Crown Casino dan hasilnya saya menang belasan juta dalam waktu singkat he he he&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Dalam kehidupan ini,</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Anda yang menguasai keadaaan</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>atau Anda yang dikuasai keadaaan&#8230;</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Krishnamurti Words)</strong></em></address>
<p>Bukan haram atau halalnya berjudi, yang ingin saya sampaikan adalah kuasai situasi yang Anda temui dimanapun, bukan situasinya yang menguasai Anda. Anda yang menguasainya&#8230;. Setelah Anda melatih diri Anda sendiri, ingat saya hanyalah pelayan Anda dalam pelatihan ini, maka setelah itu “Wrap-up” bungkus ulang semua proses tadi sehingg menjadi&#8230;</p>
<p><strong>Strategi Sukses Terbaik Anda</strong></p>
<p>Ya, Anda pulang dengan sebuah harapan baru bahwa Sukses itu mudah saja. Bukan karena ekonomi sedang membaik, bukan karena Bos yang hebat, bukan karena Anda bekerja di perusahaan yang besar, bukan karena keluarga Anda kaya, tetapi hanya sebuah SKILL, sebuah kemampuan menyesuaikan dan menguasai diri. Karena saat&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Anda bisa menguasai dunia</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>saat Anda bisa menguasai diri Anda&#8230;</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Bidadari Words)</strong></em></address>
<p>Nah, pertanyaan selanjutnya. Apakah Anda akan menjadi sukses dan hebat setelah  mengikuti pelatihan ini? Saya juga tidak tahu. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik yang bisa saya berikan pada kehidupan ini, khususnya Anda para peserta <strong>“Thai Quantum TranceFormation”</strong> kali ini. Untuk itu, saya coba menyiasatinya dengan memberikan bimbingan personal kepada setiap peserta sebanyak 2 kali, yang dilakukan sesuai waktu dan kebutuhan Anda.</p>
<p>Proyek pelatihan perdana ini adalah misi dan cita-cita saya untuk membangun dan membangkitkan manusia Indonesia untuk Go International. Semoga, diawali kelompok kecil ini, kelas perdana ini, kita dapat berbuat sesuatu yang berguna untuk kehidupan ini, khususnya di Indonesia.</p>
<p>Demikian sementara ini tentang misi saya akan: <span style="text-decoration: underline;"><em><strong>Thai Quantum TranceFormation</strong></em></span>. Untuk ikut bergabung sebagai peserta di kelas Perdana tanggal 12-16 Agustus 2011 ini, Anda dapat hub Bu Naomi di <strong>0816 134 8912 </strong>dan dapatkan diskon khusus hanya pada kelas kali ini.</p>
<p>Sampai jumpa di Thailand! &#8211; <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p><strong>NB:</strong></p>
<h1>Thai Quantum TranceFormation</h1>
<p><strong>“Kuasai Dunia dengan Menguasai Pikiran Anda…”<br />
</strong></p>
<ul>
<li>Jumat-Selasa, 12-16 Agustus      2011. Anda bisa lanjutkan untuk   berada 1 atau 2 hari lagi di Thailand,      tentunya dengan biaya   sendiri he he…</li>
<li>Investasi Pelatihan: Rp. 22 juta, untuk      kali ini <strong>hanya: Rp. 15  juta</strong>. Sudah termasuk biaya keseluruhan, seperti:
<ul>
<li>Tiket Pesawat Garuda-Bangkok PP</li>
<li>Akomodasi selama pelatihan</li>
<li>Konsumsi &amp; Dinner Party di akhir kelas</li>
<li>Mata Uang Bath untuk <strong>“Real Game”</strong></li>
<li>Perlengkapan pelatihan</li>
<li>Materi      Pelatihan</li>
<li>Termasuk: Kaos, Sarung khas Thailand, hadiah-hadiah dan sovenir.</li>
</ul>
</li>
<li>Bonus kelas Perdana ini: <strong>Personal Coaching </strong>sebanyak <strong>2 kali</strong> @ 2 jam setelah pelatihan, dilakukan di kota domisili Anda.</li>
<li>Harga khusus hanya berlaku      untuk Alumni: Quantum TranceFormation, Pinewood, Ciawi.</li>
<li>Untuk info lebih lanjut,      spt diskon khusus, cara pembayara, uang muka dsb, dapat hubungi Bu Naomi di HP 0816 134 8912</li>
<li>Tempat sangat terbatas, saya ingin      mengajak teman2 dari   Indonesia untuk mulai keluar dari kandang dan menjadi      pemenang   dimanapun Anda berada.</li>
<li>Sampai jumpa di Thailand…</li>
<li><strong>Mari kita kuasai      dunia…</strong> Bersamaku, Krishnamurti</li>
<li>Follow me @AndaHeba</li>
</ul>
<p><strong>Yang harus dibawa oleh peserta:</strong></p>
<ul>
<li>Hanya boleh gunakan ransel atau backpack sebanyak 1 buah</li>
<li>Passport yang masih berlaku</li>
<li>Video Kamera</li>
<li>Mp3 Player (alat rekam suara)</li>
<li>Sepatu olah raga</li>
<li>Obat-obatan pribadi</li>
</ul>
<p><strong>Tujuan Pelatihan:</strong></p>
<ul>
<li>Peserta akan memunculkan potensi yang selama ini tersembunyi di dalam dirinya karena keadaan sekitar yang memaksanya.</li>
<li>Peserta akan menguasai Strategi Sukses di tempat asing, yang tidak dikenalnya, baik secara bahasa, teritori maupun budaya.</li>
<li>Saat seseorang sdh memiliki Strategi untuk Sukses di tempat asing, maka dengan mudah dia akan sukses di tempat sendiri.</li>
<li>Itulah alasan mengapa saya memilih Thailand sebagai tempat latihan sukses kali ini.</li>
<li>Saat Anda sudah memahami strategi yang dikuasai penemu NLP yakni John Grinder dengan:<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong>“Prepare for Nothing, but Ready for Everything”</strong>,  maka Anda bisa sukses dimanapun Anda berada, Anda bisa sukses dalam  situasi ekonomi apapun. Ekonomi membaik, Anda bisa sukses. Ekonomi  memburuk, Andapun bisa sukses dengan baik.</p>
<p><strong>Peserta:</strong> Pengusaha, Wira Usaha, Pebisnis Asuransi, Pebisnis MLM, Anda yang mau  punya usaha, Anda karyawan yang mau bermentalkan pengusaha dan siapapun  yang mau jadi orang kaya he he… Juga, untuk Anda penakut yang hidupnya  hanya jadi anak mami. Atau, Anda yang nekad mau keluar dari belenggu  keterbatasan Anda selama ini…</p>
<p>Yuuuk, mari kita kuasai dunia…</p>
<p>Bersamaku, <strong>Krishnamurti</strong> – 0816 1815 333 – @AndaHebat</p>
<p> Viewed 20900 times by 3678 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#32 For Therapist: Uncon To Uncon “ Terapi Jarak Jauh Via Telpon ”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2008/04/28/tip-praktis-nlp32-for-therapist-uncon-to-uncon-%e2%80%9c-terapi-jarak-jauh-via-telpon-%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2008/04/28/tip-praktis-nlp32-for-therapist-uncon-to-uncon-%e2%80%9c-terapi-jarak-jauh-via-telpon-%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 00:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Therapist]]></category>
		<category><![CDATA[Uncon To Uncon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Undangan Radio Sonora 92.0 FM Jakarta per Januari 2008 untuk menjadi Host di acara Senin jam 06-08 pagi, yang ide awalnya adalah menemani para pendengar yang walau sedang bermacet-ria di jalan, namun tetap bisa “stay tune” menambah khasanah dengan berbagai &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2008/04/28/tip-praktis-nlp32-for-therapist-uncon-to-uncon-%e2%80%9c-terapi-jarak-jauh-via-telpon-%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p class="first-child"><span class="cap" title="U"><span>U</span></span>ndangan Radio <strong>Sonora 92.0 FM </strong>Jakarta per Januari 2008 untuk menjadi Host di acara Senin jam 06-08 pagi, yang ide awalnya adalah menemani para pendengar yang walau sedang bermacet-ria di jalan, namun tetap bisa <em>“stay tune”</em> menambah khasanah dengan berbagai pengetahuan NLP yang bisa diterapkan secara praktis dan mudah.<span id="more-117"></span></p>
<p>Awalnya, acara “ON AIR” Radio ini saya beri judul “NGOPI Pagi bareng Krishnamurti”, namun karena kebutuhan dan situasi pasar yang makin seru, akhirnya nama acara ini per medio April berubah menjadi “<em>TERAPI Pagi bersama Krishnamurti</em>“. Kok terapi? Karena SMS yang masuk umumnya adalah pertanyaan masalah diri. Dalam NLP, hal ini sungguh sederhana dan mudah saja. Cukup gunakan teknik-teknik <em>Submodality, Reframing, Slyghter of Mouth</em> bereees he..he.. biasa deh urang eN eL Pi emang nakal… (Gimana ya mengeja slyghter? Lupa…)</p>
<p>Kebetulan saya punya banyak pengalaman terapi saat jadi relawan di Tsunami Aceh, terus praktek-praktek terapi para peserta pelatihan, pengalaman relawan saat Gempa Jogja, juga pengalaman terapi bersama teman-teman dokter medis. Ditambah pengetahuan terapi NLP yang dapat dari DR John Grinder, terakhir belajar <strong>“Design Human Engineering”</strong> di Orlando, Amerika, bersama DR Richard Bandler, juga belajar dari Terapis-terapis Nusantara yang mungkin “sedikit” aneh, akhirnya jadilah teknik-teknik terapi racikan ala Krishnamurti yang juga “aneh” he..he.. karena sederhana dan Andapun bisa melakukannya. Untuk itulah, saya ingin berbagi dengan Anda agar makin banyak yang bisa melakukannya. Khususnya teknik terapi jarak jauh via telpon.</p>
<p><strong>Kita Semua Bisa Telepati</strong></p>
<p>Latar belakang pemikiran dari terapi jarak jauh ini adalah karena pada dasarnya, semua makhluk hidup bisa melakukan telepati. Hanya ada orang yang melatihnya, ada yang belum melatihnya, itu saja. Binatang berkomunikasi secara bawah sadar. Pesan yang dikirim dan diterima di Alam Bawa Sadar, bahasa kerennya disebutlah UNCONSCIOUS to UNCONSCIOUS Communication (biar kesannya ilmiah dikitlah he..he..).</p>
<p>Kita juga sebagai manusia pernah mengalami hal demikian, bukan?. Ada waktu tertentu, kita berpikir begini: <em>“Eh, gimana ya kabar teman lamaku si Polan? Kangen deh, terutama saat teringat tertawanya yang lepas sekali he..he…”.</em> Beberapa waktu kemudian, HP Anda berdering. Anda angkat dan tahu-tahu si Polan menelpon dan Anda berteriak: <em>“Hei, Polan! Aku sedang memikirkan kau! Eh, tiba-tiba kau menelponku. Gimana kabar kau!!!”</em> dan ngobrolpun berlanjut seruuu…</p>
<p><em><strong>Kalau Anda melatih teknik ini, tentu bisa menghemat pulsa HP Anda sampai 80%, bukan?</strong></em></p>
<p>Ini hal yang sering saya lakukan, sekali lagi cara terapi jarak jauh ini ala saya ya… bias pas, bisa juga nggak pas untuk Anda. Karena sering juga saya kombinasikan dengan teknik-teknik NLP lainnya, sangat tergantung situasi.</p>
<p>1. Biasanya saya <em>samakan dulu Nada Suara</em> dengan pihak klien. KERAS!!! ikut KERAS!!!, Perlahaaan ikut Perlahaaan, tenaaang… ikut tenaaang… Harus BUILDING RAPPORT, bukan?</p>
<p>2. Setelah itu, barulah mendengarkan (tepatnya menyimak) cerita pihak klien <em>apa yang dia rasakan, apa yang dia dengar, apa yang dia lihat</em>. Teknik VAK, bukan?</p>
<p><strong>Tip Menyimak yang Efektif:</strong></p>
<p>a. Saat menyimak via telpon, <em>posisi tubuh saya biasanya sama persis dengan posisi tubuh pihak klien</em>. Berdiri, ikut berdiri. Duduk santai, ikut duduk santai. Pegang telpon pake tangan kiri, sayapun mendengarkan di telinga kiri. Pokoknya sama persis deh…</p>
<p>b. <em>Fokuskan perhatian Anda di telinga</em> yang sedang mendengar suara pihak klien, rasakan betul-betul apa rasa yang muncul, amati kata-kata yang digunakan, perhatikan dan rasakan nada suara, desah nafas dan hal lainnya yang sangat AUDIOTORY. Benar-benar latihan Audiotory yang baik sekali, bukan?</p>
<p>3. Setelah PACING terjadi, barulah saya ajak pihak klien untuk me-LEADING apa yang dia inginkan. Leading dengan suara yang tenang dan mantap, gunakan SUARA PERUT.</p>
<p>Usahakan tempo suara, sepertiga lebih lambat dari suara normal Anda. Ingat, saya jarang memberikan solusi (kecuali situasi terapi yang mendesak), saya umumnya MENAWARKAN pilihan solusi dan pihak klien yang memutuskan.</p>
<p>4. Pilihan solusi yang saya tawarkan ke pihak klien umumnya adalah panduan dengan teknik SUBMODALITY.</p>
<p><em>Kemampuan tambahan yang perlu kita kuasai untuk teknik terapi jarak jauh ini:</em></p>
<p>a. Kalo perlu meng-ANCHOR, gunakan suara tertentu yang sama. Sebaiknya suara lucu atau bunyi tertentu yang hanya Anda bisa melakukannya. Karena akan dilakukan secara sama persis, nantinya jika diperlukan.</p>
<p>b. Kemampuan tambahan yang perlu kita kuasai untuk teknik terapi ini adalah kita gunakan kata-kata yang menghasilkan VISUAL untuk pihak di seberang sana yang mendengarkan dan melakukannya. Audio yang menghasilkan Visual. Bunyi yang menghasilkan Gambar.</p>
<p><strong>Kunci keberhasilan terapi ini?</strong></p>
<p>1. NIAT TULUS ingin menolong atau berbagi.<br />
2. Latihan, latihan dan latihan. Tidak lebih, tidak kurang…</p>
<p><strong>Apa kelebihan terapi ini?</strong></p>
<p>Mengapa saya sangat tertarik memilih terapi jarak jauh via telepon ini? Pertama, sangat menghemat waktu. Kedua, praktis karena tidak perlu ketemuan sehingga banyak orang yang bisa kita bantu. Ketiga, aman karena terhindar kemungkinan menyentuh atau respon yang bisa membuat bersentuhan fisik, karena bisa membuka peluang terjadinya hal-hal yang bisa melenceng. Jaga-jaga, gitu lho!</p>
<p>Demikian, semoga berguna. Sederhana, kan? Itulah NLP.</p>
<p>Krishnamurti<br />
NB:<br />
Mungkin tulisan ini belum terlalu lengkap karena saya sedang melahap waktu di Bandara Cengkareng menunggu pesawat ke Surabaya, jika ada tambahan, saya akan lengkapi ya…</p>
<p> Viewed 3510 times by 1110 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2008/04/28/tip-praktis-nlp32-for-therapist-uncon-to-uncon-%e2%80%9c-terapi-jarak-jauh-via-telpon-%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#28 For Therapist: INTENT &#8211; Energi DAHSYAT Saat Lakukan Terapi</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2007/12/18/tip-praktis-nlp28-for-therapist-intent-energi-dahsyat-saat-lakukan-terapi/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2007/12/18/tip-praktis-nlp28-for-therapist-intent-energi-dahsyat-saat-lakukan-terapi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 00:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Therapist]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Dahsyat]]></category>
		<category><![CDATA[Intent]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[“Berikan Hatimu, maka Engkau akan Temukan Jawabannya” Inilah mantra “suci” yang sangat saya yakini sebagai makna kata “INTENT” dalam melakukan terapi. Kalimat indah ini meluncur begitu saja (kayak gak dipikir deh) dari Uskup Sinaga OFM saat kami jadi relawan bencana &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2007/12/18/tip-praktis-nlp28-for-therapist-intent-energi-dahsyat-saat-lakukan-terapi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p class="first-child"><em><strong><span class="cap" title="“B"><span>“B</span></span>erikan Hatimu, maka Engkau akan Temukan Jawabannya”</strong></em></p>
<p>Inilah mantra “suci” yang sangat saya yakini sebagai makna kata “INTENT” dalam melakukan terapi. Kalimat indah ini meluncur begitu saja (kayak gak dipikir deh) dari Uskup Sinaga OFM saat kami jadi relawan bencana Tsunami Aceh akhir tahun 2004 lalu. Kata “INTENT” sendiri saya dapatkan sebagai PR dari NLP Master Trainer Bp DR Stefanus saat saya mengikuti kelas Basic Principle NLP awal tahun 2004.<span id="more-105"></span></p>
<p>Saya terus menggali dan meresapi kalimat ini ke dalam diri saya, dengan terus berkarya melakukan pelayanan terapi kemana saja, khususnya pada orang yang kurang mampu. Saya memilih untuk tidak memungut bayaran dalam kegiatan terapi karena keyakinan saya inilah misi bukan tempat cari uang. Untuk membiayai kegiatan pelayanan terapi ini, secara komersial saya memberikan pelatihan Mindset ke perusahaan-perusahaan. Semacam strategi ekonomi subsidi silanglah, toh uang tidak bisa membeli surga, bukan?</p>
<p>Kalimat di atas ter-ngiang kuat lagi saat melakukan sesi terapi pada seorang teman di Jogja. Karena niat yang kuat dari dalam dirinya untuk sembuhlah, dengan menjemput saya setelah selesai dari Seminar Parenting bareng Shanaz Haque di pagi hari dan Seminar Go Double “Teknik Cepat dan Teruji Menjadi Milyarder” di Solo Sabtu, 15 Desember 2007 lalu, yang mendorong saya untuk melakukan sesi terapi ini walau badan cukup lelah.</p>
<p>Kami ber-empat mencari lokasi yang cukup nyaman untuk sesi terapi ini. Sambil menunggu makanan, klien saya bernama Bu Di (bukan nama sebenarnya) mulai bercerita sakit yang dialaminya, tahun ini dia sampai masuk ke rumah sakit. Kesimpulannya sakit yang dia alami adalah sakit psikosomatislah… Sakit yang bersumber dari pikirannya sendiri. Tertekan, bingung, stres dkk-nya yang intinya adalah konflik batin.</p>
<p><strong>Bukan Mengapa, Namun Bagaimana.</strong></p>
<p>Dari sisi NLP,  saya tidaklah tertarik penyebabnya, tapi sayai lebih tertarik apa yang dirasakan saat ini dan apa maunya. Begitu kira-kira bahasa NLP preman-nya he..he..</p>
<p>Bu Di pun mulai menyampaikan apa yang dirasakannya, seperti rasa sakit di bagian badan tertentu. Dengan sedikit menggunakan teknik Time Line Therapy dan Unconscious Signal, saya mulai mengajak Bu Di untuk mencari apa simbol dari pesan Unconscious dia melalui rasa sakit di bagian tertentu tesebut. Karena dia adalah salah satu “korban” konspirasi kejadian kasus penyalahgunaan hipnosis untuk asusila tahun lalu, maka saya membuat garis waktu: sebelum kejadian, saat kejadian dan paska kejadian. Ini salah satu kemudahan teknik terapi garis waktu.</p>
<p>Wah, cukup kaget dengan hasilnya, ternyata sakit tersebut mewakili orang tertentu dan pernyataan yang disampaikannya. Sesi terapi ini baik untuk klien dan juga untuk saya sendiri sebagai masukan informasi, karena kebetulan saya tahu siapa-siapa yang disebutkan dari simbol rasa sakit tersebut. Thank God untuk semua ini…</p>
<p>Lalu, apa maumu Bu Di? Yaaa…, saya mau bebas dari semua sakit perasaan yang menyiksa saya setahun ini. Ah, kasihan sekali. Sungguh tega, orang-orang yang me-mapping Bu Di yang masih muda ini. Orang-orang yang saya kenal sebagai orang yang memiliki kemampuan terapi melakukan pe-MAKSA-an “mapping” yang bukanlah fakta, tepatnya FITNAH. Misalnya ada kalimat yang disampaikan: “Kamu sangat mirip dengan Bu Dwiningsih, saya HARUS membantu kamu agar tidak menjadi seperti dia…” Buset deh, emang siapa elo? Apa urusan elo? Emang elo, Tuhan? Duh, sungguh sombong sekali…. Namun, biarlah karena siapa yang menabur angin, dia akan menuai badai…</p>
<p><strong>Baiknya Tidak Menterapi Jika Tidak Diminta</strong></p>
<p>Untuk Anda para Therapis, apapun latar belakang ilmu terapi Anda baik Hypnotherapist atau yang lainnya. Baik sekali kita memegang pesan etika yang disampaikan Terapis kelas dunia dari Karang Asem, Ubud, Bali yakni Bpk Tjokorda Gede Rai yang menjadi model dari Peter Wrycza, agar “Kita tidak melakukan terapi jika tidak diminta”. Kasus penyalahgunaan hipnosis untuk asusila adalah contoh dari pemaksaan MAP yang bukanlah FAKTA. Hypnosis bisa saja digunakan secara keliru, misal menggiring klien ke arah orgasme sebelum percabulan, disitulah bahayanya. Repotnya lagi kegiatan hypnosis 90% adalah non verbal, jadi sulit pembuktiannya secara verbal.</p>
<p>Kembali ke Bu Di yang menurutnya hampir juga menjadi korban penyalahgunaan hipnosis untuk asusila dari oknum yang sama, dengan teknik Submodality saya anjurkan dia memindahkan seluruh rasa sakit yang ada di bagian tertentu dalam dirinya, dipindahkan ke tempat yang dia inginkan. Kebetulan di depan kami ada nasi yang belum dimakan, rokok dan kopi. Jadi semua rasa sakit dipindahkan satu per satu ke tempat-tempat tadi. Ya, teknik utilisasi dari Milton Erikson. Apapun bisa jadi alat bantu termasuk nasi putih, rokok dan kopi di meja makan he..he..</p>
<p>Setelah selesai terapi, Bu Di mulai merasa lemas dan badannya mengajak istirahat. Esok paginya saya kembali ke Jakarta dan Bu Di SMS bahwa tidurnya sangat nyenyak. Setelah hari ke 4, Bu Di terus menginformasikan bahwa dia makin tenang, dan hari ini saya tergerak untuk menulis tentang kejadian ini.</p>
<p><em>Berikut ini kira-kira urutan proses saat saya melakukan terapi:</em></p>
<p><em>1. Saya amati dulu dari dalam diri saya apakah ada NIAT yang KUAT dan TULUS untuk membantu orang yang minta terapi pada saya. Jika belum ada, maka saya akan menolak sesi terapi ini.</em></p>
<p><em>2. Saya lihat, dengar dan rasakan (sensory acuity) apa yang disampaikan klien di depan saya. Sebagai entry point saya banyak meniru teknik Peter Wrycza dalam “membaca” simbol-simbol yang ada di klien, seperti pakaian, jam tangan, kalung atau apapun yang menurut intuisi saya bahwa ini adalah sebuah pesan bawah sadar dari klien. Kalibrasi beberapa hal untuk memastikan saja “pesan-pesan” bawah sadar tersebut.</em></p>
<p><em>3. Lalu, saya akan “utility” apapun yang ada di depan saya dengan menggunakan kekuatan “rasa” yang sangat fokus (trance) untuk melakukan Anchor, Submodalitas atau teknik lainnya seperti Swish Technique, Change Belief Technique, Chaining Anchors Technique atau teknik apa sajalah yang seringnya saya lupa apa namanya. Kadang sesuatu yang mungkin kurang masuk akal. Seperti kasus Bu Di memindahkan (dis-asosiasi) orang yang “bercokol” di dadanya ke nasi putih di hadapannya.</em></p>
<p><em>4. Saya anjurkan untuk Future Pacing, hanya untuk memastikan agar klien siap menyikapi hal yang sama, yang mungkin saja terjadi di masa depan. Sesi terapipun selesai. Setelah itu, saya akan cek beberapa kali dalam periode waktu ke depan. Karena ada waktu yang diperlukan untuk penyelarasan diri.</em></p>
<p>Dari semua urutan kegiatan di atas, menurut pengalaman saya selama ini, hal terpenting adalah bagian nomor 1 yakni sikap INTENT, NIAT TULUS atau apapun namanya. Jika sangat mendesak dan sangat INTENT, saya bisa saja menyembuhkan phobia atau trauma hanya 5-10 menit, bahkan pernah hanya 2-3 menit. Namun jika belum INTENT bisa jadi tidak bisa sembuh-sembuh, saya malah ikut sakit he..he..</p>
<p>Baiklah, satu hal yang ingin saya bagikan untuk para sahabat Terapis apapun latar belakang ilmu pengetahuan Anda, guna menghindari kembali terjadinya terapis yang malahan berakhir kekeliruan bahkan percabulan, sunguh bijak sekali jika kita memiliki mindset berikut:</p>
<p><strong>Redefinisi Kata Menolong</strong></p>
<p>Mari kita definisi ulang makna kata “Menolong”. Menolong menurut makna kita, belum tentu sama dengan makna menolong menurut klien. Bijak sekali perkataan Bpk Tjokorda Gde Rai agar janganlah pernah menterapi orang, jika orang itu tidak minta diterapi. Kasus penyalahgunaan hipnosis untuk asusila berawal dari penawaran yang bersifat “memaksa” untuk menolong klien yang ternyata ada udang di balik batu. Wah, sungguh panjang trauma akibat kejadian ini. Salah arti kata menolong, bisa berakibat fatal baik untuk kita sebagai terapis, juga untuk klien yang kita terapi.</p>
<p><strong>Redefinisi Kata Niat</strong></p>
<p>Kata “Niat”pun baik sekali kita kaji ulang lagi, apakah benar-benar NIAT TULUS atau ada udang di balik rempeyek? Niat akan menimbulkan perasaan. Nah, rasa inilah yang akan berpindah ke klien saat kita menterapi. Kalo rasa energi penyembuhan yang berpindah untuk terapi, ya tentu baik. Nah, kalo yang berpindah adalah rasa Nafsu Seks, kan repot? Saya menemukan kalimat dari seorang terapis “Niat saya baik kok mau menolong dia, mau menyelamatkan dia”. Namun, masalahnya apakah si klien punya niat minta tolong pada kita sebagai terapis?</p>
<p><strong>Every Hypnosis is Self Hypnosis</strong></p>
<p>Kalimat ini sering dijadikan tameng oleh teman-teman terapis saya bahwa apapun yang dilakukannya pastilah seijin klien. Pernyaataan ini sungguh seperti melempar tanggung jawab. Mengapa tidak kita rubah maknanya. Karena “Ervery Hypnosis is Self Hypnosis” maka saya harus berhati-hati menggunakan hypnosis, karena jika klien sudah sangat percaya pada kita, maka jika kta salah mengarahkan, salah induksi, salah sugesti, hasilnya tentu bisa sangat parah untuk klien… Jadilah pribadi yang bertanggung jawab.</p>
<p><strong>Pisau Bedah yang sangat tajam</strong></p>
<p>Nah, bagi kita yang menggunakan ilmu Hipnosis sebagai sarana terapi, baik sekali untuk mengingat pesan dari Mbah kita bahwa Hipnosis layaknya sebuah pisau, namun bukan pisau biasa. Hipnosis adalah pisau bedah, pisau bedah yang sangat tajam sehingga bisa sangat berguna, juga bisa sangat berbahaya. Hati-hatilah menggunakannya dan bertanggungjawablah akan dampaknya.</p>
<p>Hypnosis adalah ilmu yang indah dan sangat berguna, jika digunakan untuk kebaikan. Namun layaknya sebuah pisau yang sangat tajam, diapun bisa berbalik jika salah digunakan. Bisa menusuk diri sendiri dan menusuk orang lain…</p>
<p>Terakhir, saat sang hati memahami makna kalimat: <strong><em>“Berikan Hatimu, maka Engkau akan Temukan Jawabannya”</em></strong>, maka kemampuan dan kekuatan dalam diri Andapun akan muncul dengan sendirinya. Terima kasih banget-banget Uskup Sinaga, OFM. Pesan yang sederhana, namun memiliki kekuatan yang luar biasa.</p>
<p>Dari Krishnamurti, anakmu.</p>
<p>NB:</p>
<p><em>Mohon maaf, bagian Mindset diatas bukanlah untuk menggurui, saya hanya ingin berbagi pengalaman dan perasaan saja, agar kejadian penyalahgunaan ilmu hipnosis/hypnotherapy oleh oknum tertentu untuk tindakan asusila kepada kliennya, tidak terulang lagi. </em></p>
<p><em>Sayapun hanyalah seorang manusia yang banyak salah, banyak keliru, banyak kotoran, dan banyak lagi yang lainnya. Untuk itu, ada baiknya kita saling mengingatkan agar tidak terpeleset lagi ke hal yang sama, yang kadang berawal dari sebuah ambisi dan ego diri.</em></p>
<p><em>Karena sebagai terapis, kita tahu betul umumnya setelah terapi selesai akan muncul keyakinan dari klien bahwa kitalah yang menyembuhkannya, kitalah yang hebat, padahal sebenarnya keputusan dan keyakinan diri mereka sendirlah yang menyembuhkan mereka. Bukan kita sebagai terapis. Kita hanyalah alat, kita hanyalah sarana saja. Allah yang punya kuasa. Mohon ampun Gusti…mohon ampun…</em></p>
<p> Viewed 4133 times by 1253 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2007/12/18/tip-praktis-nlp28-for-therapist-intent-energi-dahsyat-saat-lakukan-terapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

