<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Krishnamurti - Mindset Motivator &#187; For Trainer</title>
	<atom:link href="http://mindsetmotivator.com/category/for-trainer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mindsetmotivator.com</link>
	<description>to be a World Class Indonesian Motivator...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 08:39:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>21 Tip biar Makin Kinclong Selama Puasa</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/08/11/21-tip-biar-makin-kinclong-selama-puasa/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/08/11/21-tip-biar-makin-kinclong-selama-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Aug 2011 11:41:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[For Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=736</guid>
		<description><![CDATA[Dengan segala kelebihan dan manfaat berpuasa, saya ingin sedikit berbagi teknik motivasi biar puasa kali ini Anda makin cantik, makin cakep, makin berbudi, makin bijaksana, makin kinclooong euuuy&#8230; 21 ide, tips, trik, guyon ataupun teknik di bawah ini juga ada &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/08/11/21-tip-biar-makin-kinclong-selama-puasa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dengan segala kelebihan dan manfaat berpuasa, saya ingin sedikit berbagi teknik motivasi biar puasa kali ini Anda makin cantik, makin cakep, makin berbudi, makin bijaksana, makin kinclooong euuuy&#8230;<span id="more-736"></span></p>
<p>21 ide, tips, trik, guyon ataupun teknik di bawah ini juga ada di akun twitter saya @AndaHebat sebagai bagian Kultwit rutin. Bacanya rileks aja, ngaco aja, boleh sembarang, boleh serius, boleh asal. Seenak Anda saja&#8230;</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>Tips NLP agar tetap dlm &#8220;High Performance State&#8221;      di bulan Puasa ini. </strong><strong>Semoga berhikmah – Krishnamurti. </strong>Itu kalimat      awal yang saya tulis di twitter saya, agar Anda bisa baca sesuai urutan      atau minimal tahu cerita mengapa ada ide-ide sederhana ini.</li>
<li><strong>Saat muncul kantuk, rubah posisi tubuh Anda dengan luruskan tulang      punggung &amp; leher, lalu buang nafas melalui mulut sebanyak2nya&#8230; </strong>Merubah posisi tubuh      (fisiologis) akan sangat membantu merubah emosi dalam diri. Itu kuncinya.      Jadi pastikan posisi tubuh Anda selalu dalam keadaan seperti di atas saat      Anda duduk bekerja.</li>
<li><strong>Terasa lapar saat jam makan? Tarik nafas &amp; sambil buang nafas,      sentuh perut katakan dalam hati: &#8220;Sabar yaaa&#8230; Tahan yaaa&#8230;&#8221; </strong>Ide sederhana ini dalam NLP      dikenal sebagai Unconscious Dialog, seperti bicara dengan diri sendiri. Semakin      sering dilakukan, maka perut Andapun semakin paham maksudnya.      Komunikasipun semakin lancar.</li>
<li><strong>Mata terasa gak nyaman? Dongakkan kepala ke atas, lihat      salah satu titik di langit2 beberapa saat sampai nyaman. Lanjut kerja deh… </strong>Ide ini sama seperti nomor 2 di atas yakni merubah posisi tubuh.      Sering-seringlah lakukan teknik ini agar menjadi sebuah kebiasaan yang      otomatis.</li>
<li><strong>Kepala pusing sebelah? Tutup salah 1      lubang hidung, tarik &amp; buang nafas. Tutup lubang hidung satunya,      ulangi sampai terasa enak. </strong>Ini      salah satu teknik sederhana yang sering saya lakukan sejak masih      bersekolah SMA. Saya      belajar dari mana, saya sendiri lupa. Namun, efektif sekali.</li>
<li><strong>Bila sempat keluar liur karena lihat makanan uenaaak. Ludahkan      liurnya dengan dihentak agar alam bawah sadar Anda sadar kalo sdg puasa. </strong>Merubah kebiasaan dengan cara      cepat ini, akan sangat membantu karena alam bawah sadar Anda jadi cepat      sadar.</li>
<li><strong>Bila sempat tercium aroma makanan yang membangkitkan selera makan,      tahan salah 1 lobang hidung, buang nafas 3x dengan dihentak! </strong>Idenya sama seperti teknik      nomor 6 di atas. Hanya untuk situasi yang berbeda saja.</li>
<li><strong>Sempat muncul kesel, sebel, dongkol?      Busungkan dada, tahan nafas selama mungkin, saat buang nafas katakan dlm      hati: &#8220;Sabaaar&#8221; 3x. </strong>Kuasai betul-betul teknik ini, bahkan      lakukan sebelum kejadian terjadi, Anda akan jadi orang yang sangat tenang      dalam mengatasi masalah kehidupan ini.</li>
<li><strong>Sempat terlihat kejadian yang tidak      senonoh? </strong><strong>Pejamkan mata, sambil buang nafas gantilah      gambar2 di pikiran Anda jadi hitam putih. </strong>Nah, merubah warna di memori akan merubah      rasa dalam diri pula. Mudah sekali, bukan?</li>
<li><strong>Pas kesal mau memaki, buka mulut      lebar2 tahan 30 menit pasti orang itu kabuuur ha ha&#8230; </strong>Ini ide untuk      mengacaukan pikiran Anda saja agar mudah diingat tekniknya ha ha ha…</li>
<li><strong>Jika ada yang memaki2 marah pd Anda, secepatnya      rubah perhatian Anda dg SANGAT FOKUS melihat bulu2 hidung org itu ha ha      ha&#8230; </strong>Mudah namun tidak mudah. Mengapa? Sering kali Anda sudah      terpancing sebelum memancing, bukan? Latih banget-banget deh teknik ini, Anda jadi luar biasa untuk      atasi situasi ini.</li>
<li><strong>Jika ada yang iri pada Anda, justru peluklah sayang org itu dengan      erat karena pasti gajinya lebih kecil dari Anda ha ha ha&#8230; </strong>Karena      gak ada penelitian orang kaya iri pada orang miskin he he&#8230; Jadi,      kasihanlah dengan orang yang iri hati, mereka sengsara sendiri. Yuk,      isirahat sejenak…</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ada teman kirim pesan di BBM saya demikian &amp; saya balas demikian juga:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Teman: &#8220;Kok, ada aja ide elo tiap harinya?&#8221;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Saya jawab: &#8220;Kan, niatnya berbagi. </strong><strong>Pasti muncul aja, kok!&#8221;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></address>
<p><strong> </strong></p>
<p>Seperti air yang berada di ember, jangan terus diisi bila airnya belum disiram ke tanaman. Bukankah Anda siram dulu, baru ember yang sudah kosong itu Anda isi air lagi, bukan? Demikianpun kehidupan ini, ternyata&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat ada niat utk berbagi,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>pasti ada saja yg bisa dibagikan&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Teknik berikut ini terdiri dari 4 langkah, jadi lakukan sesuai urutannya sbb:<strong> </strong></p>
<p><strong>13. Kalau Anda sempat marah di bulan puasa ini, maka kendalikan marah      Anda dg cara tarik nafas, lalu saat buang nafas.</strong></p>
<p><strong>14.</strong><strong> Saat buang nafas, pindahkan energi      marah Anda ke telapak tangan kanan, lalu kepalkan dg sangat kuat. Ulangi      bila perlu.</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>15. Terus kepalkan telapak kanan Anda      makin kuat &amp; makin kuat, sampai energi di dada jadi ringan. Nah, sekarang      ambil keputusan.</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>16. Keputusan utk ikhlas dg cara membuka      kepalkan tangan Anda perlahan2 sekali. Ijinkan energi marah itu kembali ke      alam semesta. Ijinkan&#8230;</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>17. Salah satu trik jitu setelah atasi      kemarahan adalah tidur nyenyak, walau hanya 10 menit karena tubuh Anda      abis kelelahan&#8230;</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>18. Bangun tidurnya, berdoa &amp; bersyukur karena Anda berhasil      mengelola energi marah tsb. Sekarang jadikan produktif. Berkaryalah      lebih baik</strong></p>
<p>Tambahan ide “gila” lain yang muncul saat membuat Kultwit awal bulan puasa ini adalah:<strong> </strong></p>
<p><strong>19. Tips jitu lainnya untuk atasi      kemarahan yang besar adalah bagi-bagi uang di dompet Anda ke fakir miskin      sampe ludes ha ha&#8230; Dijamin adem!</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>20. Kalo ngatasi org mau marah pd Anda, ini caranya. Pas sebelum dia      marah, Anda lari aja sekencang2nya he he. Pasti dia jadi ketawa!</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>21. Tip ini TOP BANGET. Saat marah mau      meledak, secepatnya ke toilet lalu kencing/BAB sebanyak2nya. Dijamin jadi      plong he he. Coba deh!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Mungkin saja ide-ide di atas belum pas untuk Anda, namun sebagai penulis yang ingin berbagi pada Anda, paling tidak bisa membuat Anda tersenyum-senyum saat membaca artikel di atas. Senang sekali saya, bila Anda berkenan membagikan juga ide-ide di ats untuk sanak saudara, teman, sahabat, musuh atau Boss Anda ha ha&#8230;</p>
<p>Jakarta, 11 Agustus 2011</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong>, yang hanya punya niat berbagi sesuatu untuk Anda yang sedang menjalankan ibadah puasa ini. Semoga berhikmah dan salam terus untuk Anda, para pembaca.</p>
<h3><strong>Jakarta: DUO Motivator Workshop</strong></h3>
<h3><strong><span style="text-decoration: underline;">Pada, Kamis-Jumat, 8-9 September 2011</span></strong>, kami akan mengadakan workshop “DUO Motivator” yang dipandu oleh saya, Krishnamurti &amp; Istoto seorang Motivator dari Jogja, yang juga seorang senior saya di organisasi kepemudaan.</h3>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Hari 1:</span></strong><strong> </strong>Latihan2 yang akan membantu Anda untuk membuang hambatan mental, ketakutan, trauma di masa kecil dan segala penghambat sukses Anda lainnya, sehingga Anda siap menjadi diri Anda apa adanya. Kira-kira outcome-nya adalah <strong>“Be the Best of Yourself”</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Hari 2:</span></strong> Latihan2 berupa Kemampuan Public Speaking, Melawak, Membuat ide Presentasi bisni “gila” sehingga dalam waktu 5 menitpun bisa membuat “Wah!!!” dan SKILL lainnya untuk melatih kemampuan Anda bicara di depan umum. Outcome hari ke 2 adalah <strong>&#8220;Andapun bisa kuasai apa yang kami kuasai sebagai Motivator&#8221;</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Metode Workshop:</span></strong> 90% latihan, 10% makan minum ha ha ha</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Tempat:</span></strong> Hotel Aston, Gading Serpong, Tangerang</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Biaya:</span></strong> Rp. 5 juta, namun untuk edisi perdana kali ini hanya <strong>Rp. 1.5 juta</strong> saja termasuk makan, minum dan Sertifikat yang ditandatangi 2 orang Motivator yakni Krishnamurti &amp; Istoto.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Daftar:</span></strong> Info selanjutnya menyusul, silakan daftar dulu via sms sy di 0816 1815 333 (termasuk bila diperlukan proposal untuk kantor Anda, biar dibayarin kantor gitu lho he he)</p>
<p>Salam terus, <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p> Viewed 10209 times by 2432 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/08/11/21-tip-biar-makin-kinclong-selama-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Survive and Win In Thailand</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 04:28:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Business]]></category>
		<category><![CDATA[For Community]]></category>
		<category><![CDATA[For Employee]]></category>
		<category><![CDATA[For Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[For Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[For Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[For Therapist]]></category>
		<category><![CDATA[For Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Edan]]></category>
		<category><![CDATA[Self Healing]]></category>
		<category><![CDATA[Trauma / Phobia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=726</guid>
		<description><![CDATA[Siput memang tidak bersayap namun dia terus merayap… (Bidadari Words) Personal Evolution and Managing Risk Sebuah judul pelatihan yang sungguh membuat saya penasaran. Mengapa? Karena yang mengusungnya adalah salah satu begawan pencipta NLP (Neuro Linguistic Programming) yakni DR John Grinder, &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Siput memang tidak bersayap namun dia terus merayap…</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Bidadari Words)</strong></em></address>
<p><span id="more-726"></span></p>
<p><strong>Personal Evolution and Managing Risk</strong></p>
<p>Sebuah judul pelatihan yang sungguh membuat saya penasaran. Mengapa? Karena yang mengusungnya adalah salah satu begawan pencipta NLP (Neuro Linguistic Programming) yakni DR John Grinder, yang mana justru NLP menjadi terkenal karena jurus-jurus manjurnya yang sangat Revolusioner. Semua teknik NLP terkenal bisa menyelesaikan masalah dengan sangat cepat. Orang yang fobia, bisa sembuh hanya 5 menit. Wow, sangat paradox, sangat berlawanan.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Rasa penasaran sering kali</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>malah membuat kita jadi lebih kreatif</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>dan ingin terus bertumbuh…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Baiklah, dari pada saya sekedar bertanya-tanya, saya putuskan untuk kembali berangkat ke Melbourne, Australia, akhir Mei 2011 lalu, walau saya baru saja ikut kelas Modelling Skill di Sydney bulan Februari 2011. Sekalian saya mau “laporan” pada John Grinder tentang beberapa “PR” yang beliau berikan pada saya sekitar tahun 2006 di London, Inggris. Bersyukur, saya putuskan untuk kelas ini karena akhirnya saya memahami bahwa…</p>
<p><strong>Api Revolusi memang Besar, Namun Cepat Padam</strong></p>
<p>Ya, karena sesuatu yang mudah didapat, akan mudah juga dilupakan. NLP Klasik (saya sebut saja demikian) memang masih berfokuskan pada kecepatan, speed, luar biasa mencengangkan dan sebagainya. Tentu, baik dan sangat menarik. Namun, yang lebih penting lagi adalah setelah pelatihan selesai. Seseorang yang mendapatkan sertifikat Praktisi NLP atau Master Praktisi NLP, banyak sekali (bahkan sangat banyak) jadi orang yang seperti pendekar mahir berkata tapi kabur kalau berkelahi hi hi hi…</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Apa gunanya menjadi orang pandai </em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>jika hidupnya tidak berguna?</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em><br />
</em></strong></address>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Kira-kira demikianlah pertanyaan para Guru saya (pada saya tentunya he he). Lumayan banyak saya menangani klien “KEEP Smoking” walau sudah di-hipnoterapi “STOP Smoking” oleh terapis TOP. Dan, saya lanjutkan dengan “ngobrol-ngobrol” yang akhirnya membangun kesadarannya untuk berhenti merokok sampai artikel ini ditulis. Klien pertama saya, sudah lebih dari 6 tahun berhenti merokok setelah sesi terapi ngobrol dan tertawa-tawa ini he he… Salah satu kuncinya adalah ber-evolusi, terus berubah menjadi lebih baik walau sedikit demi sedikit. Terbangun kembali kesadaran untuk terus menjadi lebih sehat dan lebih sehat.</p>
<p>Baiklah, semua unek-unek di pikiran saya tadi akhirnya membuahkan sebuah ide pelatihan yang berbeda, yang menantang, yang akan dikenang lama, yang mengasyikan, yang menguras potensi, yang tujuannya adalah agar peserta ber…</p>
<p><strong>Revolusi dan Evolusi</strong></p>
<p>Peserta akan dilatih, artinya peserta harus menguasai sendiri “SKILL” terapi diri, teknik Self Healing, kemampuan menyembuhkan diri sendiri agar tidak tergantung pada kami sebagai Terapis, Pembimbing, Motivator atau apapun namanya. Apa yang disembuhkan? Hambatan-hambatan yang ada di dalam diri, terserah namanya apa. Bisa disebut luka batin, akar kepahitan, Core Pattern, Mental Block, dendam kesumat, memori negatif dan sebagainya. Inilah, yang saya maksud Revolusi diri dan itu mudah saja, banyak sekali teknik yang ingin saya bagikan ke para peserta, kuasai teknik-teknik yang mudah dan berguna untuk Anda.</p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Saat Anda bisa mengobati diri sendiri,</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>maka Anda akan jadi pribadi yang sangat mandiri.</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Krishnamurti Words)</strong></em></address>
<p>Setelah itu, ada tantangan dari alam, keadaan yang tidak dikenal yang akan membuat Anda memilih sikap untuk belajar dan menguasai (Mastering) kemampuan dengan sangat cepat. Apa rahasianya? Kuasai Modelling Skill yakni sebuah kemampuan untuk menguasai sebuah kemampuan orang lain yang hebat dengan sangat cepat dan saat itu juga. Pengalaman ini akan membuat Anda memahami dan terus bergerak, terus berevolusi menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik. Untuk membantu stimulus terbaik dari keperluan ini, maka saya putuskan untuk memilih tempat yang asing bagi kita semua yakni…</p>
<p><strong>Thailand</strong></p>
<p>Mengapa? Karena saya dan Anda para peserta tidak menguasai bahasa Thai, tempat yang asing, budaya yang asing, keadaan yang asing, seperti sebuah dunia yang aneh he he he&#8230; Namun, saat Anda sudah memiliki sikap:</p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>“Prepare for Nothing but Ready for Everything”</strong></em></p>
<p>Maka, potensi dalam diri Anda akan muncul dengan serta merta. Anda akan heran dengan kemampuan diri Anda sendiri dan ini diperlukan untuk strategi sukses Anda di masa depan. Sukses Anda bukanlah revolusi, namun sebuah evolusi. Sebuah proses panjang, walau tentu di awalnya ada Momentum yang harusnya berdentum besar. Momentum inilah yang ingin saya bagikan pada Anda pada pelatihan mendatang, pelatihan pertama saya di luar negeri yang saya sebut:</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Thai Quantum TranceFormation</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Bangkok, 12-16 Agustus 2011</strong></p>
<p>Saya akan bagikan semua kemampuan terbaik saya kepada Anda, baik cara saya untuk “Survive” di sebuah situasi yang tidak saya kenal, maupun strategi saya untuk “Win” dalam situasi yang sulit. Tentunya, saya berharap Anda menemukan potensi terbaik Anda selama pelatihan ini berlangsung dan bawa itu ke Indonesia untuk di-nyatakan berupa karya yang paling tidak monumental untuk Anda pribadi.</p>
<p><strong>Tantangan untuk Dikuasai</strong></p>
<p>Ada banyak rancangan tantangan yang sudah saya siapkan untuk Anda kuasai, bukan diatasi. Setelah dikuasai, maka Anda akan mudah menjadi situasi tersebut sebagai sarana untuk produktif.</p>
<p>Saya melakukan hal ini dengan mindset <strong>“Zero Capital Entrepreneur”</strong> dimanapun saya berada. Misal: saya berjualan kaos motivasi di Malaysia, saya berhasil mencari uang tambahan dengan menjadi tukang foto di Amerika, saya menjual apa yang bisa saya jual di Sydney, bahkan dengan uang seadanya saya berangkat ke Melbourne dan me-model seorang penjudi yang jago di Crown Casino dan hasilnya saya menang belasan juta dalam waktu singkat he he he&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Dalam kehidupan ini,</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Anda yang menguasai keadaaan</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>atau Anda yang dikuasai keadaaan&#8230;</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Krishnamurti Words)</strong></em></address>
<p>Bukan haram atau halalnya berjudi, yang ingin saya sampaikan adalah kuasai situasi yang Anda temui dimanapun, bukan situasinya yang menguasai Anda. Anda yang menguasainya&#8230;. Setelah Anda melatih diri Anda sendiri, ingat saya hanyalah pelayan Anda dalam pelatihan ini, maka setelah itu “Wrap-up” bungkus ulang semua proses tadi sehingg menjadi&#8230;</p>
<p><strong>Strategi Sukses Terbaik Anda</strong></p>
<p>Ya, Anda pulang dengan sebuah harapan baru bahwa Sukses itu mudah saja. Bukan karena ekonomi sedang membaik, bukan karena Bos yang hebat, bukan karena Anda bekerja di perusahaan yang besar, bukan karena keluarga Anda kaya, tetapi hanya sebuah SKILL, sebuah kemampuan menyesuaikan dan menguasai diri. Karena saat&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Anda bisa menguasai dunia</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>saat Anda bisa menguasai diri Anda&#8230;</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Bidadari Words)</strong></em></address>
<p>Nah, pertanyaan selanjutnya. Apakah Anda akan menjadi sukses dan hebat setelah  mengikuti pelatihan ini? Saya juga tidak tahu. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik yang bisa saya berikan pada kehidupan ini, khususnya Anda para peserta <strong>“Thai Quantum TranceFormation”</strong> kali ini. Untuk itu, saya coba menyiasatinya dengan memberikan bimbingan personal kepada setiap peserta sebanyak 2 kali, yang dilakukan sesuai waktu dan kebutuhan Anda.</p>
<p>Proyek pelatihan perdana ini adalah misi dan cita-cita saya untuk membangun dan membangkitkan manusia Indonesia untuk Go International. Semoga, diawali kelompok kecil ini, kelas perdana ini, kita dapat berbuat sesuatu yang berguna untuk kehidupan ini, khususnya di Indonesia.</p>
<p>Demikian sementara ini tentang misi saya akan: <span style="text-decoration: underline;"><em><strong>Thai Quantum TranceFormation</strong></em></span>. Untuk ikut bergabung sebagai peserta di kelas Perdana tanggal 12-16 Agustus 2011 ini, Anda dapat hub Bu Naomi di <strong>0816 134 8912 </strong>dan dapatkan diskon khusus hanya pada kelas kali ini.</p>
<p>Sampai jumpa di Thailand! &#8211; <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p><strong>NB:</strong></p>
<h1>Thai Quantum TranceFormation</h1>
<p><strong>“Kuasai Dunia dengan Menguasai Pikiran Anda…”<br />
</strong></p>
<ul>
<li>Jumat-Selasa, 12-16 Agustus      2011. Anda bisa lanjutkan untuk   berada 1 atau 2 hari lagi di Thailand,      tentunya dengan biaya   sendiri he he…</li>
<li>Investasi Pelatihan: Rp. 22 juta, untuk      kali ini <strong>hanya: Rp. 15  juta</strong>. Sudah termasuk biaya keseluruhan, seperti:
<ul>
<li>Tiket Pesawat Garuda-Bangkok PP</li>
<li>Akomodasi selama pelatihan</li>
<li>Konsumsi &amp; Dinner Party di akhir kelas</li>
<li>Mata Uang Bath untuk <strong>“Real Game”</strong></li>
<li>Perlengkapan pelatihan</li>
<li>Materi      Pelatihan</li>
<li>Termasuk: Kaos, Sarung khas Thailand, hadiah-hadiah dan sovenir.</li>
</ul>
</li>
<li>Bonus kelas Perdana ini: <strong>Personal Coaching </strong>sebanyak <strong>2 kali</strong> @ 2 jam setelah pelatihan, dilakukan di kota domisili Anda.</li>
<li>Harga khusus hanya berlaku      untuk Alumni: Quantum TranceFormation, Pinewood, Ciawi.</li>
<li>Untuk info lebih lanjut,      spt diskon khusus, cara pembayara, uang muka dsb, dapat hubungi Bu Naomi di HP 0816 134 8912</li>
<li>Tempat sangat terbatas, saya ingin      mengajak teman2 dari   Indonesia untuk mulai keluar dari kandang dan menjadi      pemenang   dimanapun Anda berada.</li>
<li>Sampai jumpa di Thailand…</li>
<li><strong>Mari kita kuasai      dunia…</strong> Bersamaku, Krishnamurti</li>
<li>Follow me @AndaHeba</li>
</ul>
<p><strong>Yang harus dibawa oleh peserta:</strong></p>
<ul>
<li>Hanya boleh gunakan ransel atau backpack sebanyak 1 buah</li>
<li>Passport yang masih berlaku</li>
<li>Video Kamera</li>
<li>Mp3 Player (alat rekam suara)</li>
<li>Sepatu olah raga</li>
<li>Obat-obatan pribadi</li>
</ul>
<p><strong>Tujuan Pelatihan:</strong></p>
<ul>
<li>Peserta akan memunculkan potensi yang selama ini tersembunyi di dalam dirinya karena keadaan sekitar yang memaksanya.</li>
<li>Peserta akan menguasai Strategi Sukses di tempat asing, yang tidak dikenalnya, baik secara bahasa, teritori maupun budaya.</li>
<li>Saat seseorang sdh memiliki Strategi untuk Sukses di tempat asing, maka dengan mudah dia akan sukses di tempat sendiri.</li>
<li>Itulah alasan mengapa saya memilih Thailand sebagai tempat latihan sukses kali ini.</li>
<li>Saat Anda sudah memahami strategi yang dikuasai penemu NLP yakni John Grinder dengan:<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong>“Prepare for Nothing, but Ready for Everything”</strong>,  maka Anda bisa sukses dimanapun Anda berada, Anda bisa sukses dalam  situasi ekonomi apapun. Ekonomi membaik, Anda bisa sukses. Ekonomi  memburuk, Andapun bisa sukses dengan baik.</p>
<p><strong>Peserta:</strong> Pengusaha, Wira Usaha, Pebisnis Asuransi, Pebisnis MLM, Anda yang mau  punya usaha, Anda karyawan yang mau bermentalkan pengusaha dan siapapun  yang mau jadi orang kaya he he… Juga, untuk Anda penakut yang hidupnya  hanya jadi anak mami. Atau, Anda yang nekad mau keluar dari belenggu  keterbatasan Anda selama ini…</p>
<p>Yuuuk, mari kita kuasai dunia…</p>
<p>Bersamaku, <strong>Krishnamurti</strong> – 0816 1815 333 – @AndaHebat</p>
<p> Viewed 20890 times by 3678 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang Jahil Nyontek Pake Kondom</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/01/28/orang-jahil-nyontek-pake-kondom/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/01/28/orang-jahil-nyontek-pake-kondom/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2011 09:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[For Trainer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=525</guid>
		<description><![CDATA[Perhatian! Perhatian! Bila Anda sering muntah, mual, jijikan dan sejenisnya, mohon jangan baca artikel ini. Jika masih memaksa, maka tanggung jawab ada di tangan Anda yooo he he… Orang jahil, biasanya kreatif he he… Orang jahil, biasanya cerdik he he… &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/01/28/orang-jahil-nyontek-pake-kondom/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong>Perhatian! Perhatian!</strong></p>
<p>Bila Anda sering muntah, mual, jijikan dan sejenisnya, mohon jangan baca artikel ini. Jika masih memaksa, maka tanggung jawab ada di tangan Anda yooo he he…<img title="More..." src="../wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-525"></span></p>
<address><strong>Orang jahil, biasanya kreatif he he… </strong></address>
<address>Orang jahil, biasanya cerdik he he…</address>
<address>Orang jahil, biasanya banyak ide he he…</address>
<address>Orang jahil, biasanya kalo nyontek pasti aman he he…</address>
<address>Gak percaya? Ini rahasianya…</p>
</address>
<p>Ssst&#8230; Jangan bilang-bilang yaaa&#8230;</p>
<p><strong>Jadilah Edan he he… </strong></p>
<address> </address>
<p><em>(Catatan: Bacanya pelan-pelan saja yooo he he…)</em></p>
<p>Pasti Anda belum pernah membayangkan deh di atas kepala Anda, si jahil meletakkan buah <strong>APEL</strong> warna hijau, yang sudah busuk, baunya asem, ada uletnya keluar dari apel dan cairan ulet itu meleleh kena rambut Anda he he…</p>
<p>Pernahkah Anda membayangkan di mata Anda, memakai kacamata dari <strong>GARPU BERKARAT</strong> yang memasangnya dengan cara ditusuk dari mata kiri, terus ditusuk lebih dalam sampai tembus sampai mata kanan he he…</p>
<p>Nah, sekarang mari kita latihan lagi. Memang gak enak sih membayangkan <strong>BOLA PINGPONG</strong> berwarna oranye, dimasukkan perlahan-lahan ke lubang hidung Anda he he… Tapi, hebatnya dengan terus menerus dipaksa masuk ke lubang hidung, eeeh muat muat juga. Sehingga, sekarang ke dua lubang hidung Anda terisi penuh dengan bola pingpong berwarna oranye seperti bendera seragam pasukan sepak bola Belanda he he&#8230;</p>
<p>Lanjuuut? Yakin, mau lanjut? Baiklak kalok begituk… Ide jahilnya gini. Bayangkan buka mulut, lalu tarik lidah Anda panjang-panjang. Eh, gak tahunya di ujung lidah tiba-tiba nongol seekor <strong>KAMBING DOMBA</strong> dari Arab, yang tiba-tiba mules perutnya dan berak di ujung lidah Anda, sehingga mulut Anda penuh dengan kotoran domba he he…</p>
<p>Masih tahan dengan jijik? Oke, lanjuuut yooo he he… Sekarang, di telinga Anda pasangkan sebuah anting-anting dari sebuah <strong>BH warna PINK</strong> yang kereeen, tapi memang bau pesing karena baru terjatuh dari jemuran, masuk ke comberan yang airnya kayak sungai Ciliwung yang hitam legam, kebetulan di atasnya ada yang sedang kencing di sungai itu he he…</p>
<p>Ueeek… Ampun deh yooo he he… Biar makin cakep, sekarang di leher Anda pasang kalung yang terbuat dari <strong>PETE</strong> dengan kombinasi jengkol. Biar makin sip, oleskan sambel terasi ke seluruh leher seperti mengoleskan balsem he he…</p>
<p>Hu hu hu… Sekarang buka baju Anda, waduh!!! Ternyata pentil buah dada Anda copot!!! Dari dalam pentil itu, seperti Gunung Merapi meletus dan muncul <strong>SUPERMAN</strong> yang nongkrong dengan gagahnya di dada Anda he he…</p>
<p>Wah, makin edan ya? Coba lihat deh udel Anda. Pernahkah membayangkan udel Anda membesar, membesar dan makin membesar sehingga Anda melahirkan seekor <strong>BEBEK</strong> dan sebuah sepeda <strong>MOTOR</strong> he he… Astaga, ternyata di udel Anda tertempel sebuah MOTOR BEBEK he he…</p>
<p>Sedikit nakal aaah. Lihat ke jempol kaki, ada bungkus apa ya? Warna kuning? Kayak plastik tipis, tetapi lembut. Halus rasanya. Oaaala… ternyata di jempol kaki Anda bengkak cantengan, makanya dibungkus dengan sebuah <strong>KONDOM</strong> rasa PISANG, makanya berwarna kuning tipis he he…</p>
<p>Buang nafas dulu, buang nafas dulu… Sekarang rasakan deh di telapak tangan Anda. Kok, ada yang garuk-garuk. Anda lihat. Hmmm… ternyata seekor <strong>TIKUS GOT</strong> yang gendut, sudah semaput hampir mati, minta tolong kepada Anda agar nanti dia dikuburkan di tanah kuburan keluarga dan mohon didoakan dengan benar he he…</p>
<p><strong>Makin Ngawur, Makin Mudah Diiingat</strong></p>
<p>Cukup ah, sebelum jadi lebih edan he he… Itulah kuncinya. Sebuah imajinasi yang harus sangat liar agar menimbulkan perasaan yang gak enak, nyebelin, ngawur, ngaco dsb, dsb dan sebagainya. Makin liar, makin ngaco, makin ngawur, makin gak masuk akal, maka akan makin mudah juga diingat….</p>
<p>Sekarang… Langsung jawab pertanyaan di bawah ini:</p>
<p>1. Di kepala Anda, ada buah apa?</p>
<p>2. Di mata Anda, ada alat makan apa?</p>
<p>3. Di hidung Anda, ada bola apa?</p>
<p>4. Di mulut Anda, ada binatang apa?</p>
<p>5. Di telinga Anda, ada pakai dalam apa?</p>
<p>6. Di leher Anda, ada sayur apa?</p>
<p>7. Di dada Anda, ada siapa?</p>
<p>8. Di udel Anda, ada benda apa?</p>
<p>9. Di jempol kaki Anda, ada pengaman apa?</p>
<p>10. Di tangan Anda, ada binatang kotor apa?</p>
<p>Sadarkah Anda bahwa Anda sudah menghafal 10 benda tanpa mencatat sama sekali? Bahkan, Anda boleh ditanya bolak balik tidak berurutan, Anda akan menjawabnya dengan cepat. Karena semua benda tersebut sudah tertempel dengan erat di 10 lokasi tubuh Anda. Mau 20 buah? Silakan tambah lokasinya saja dan beri nomor. Itu saja kuncinya.</p>
<p><strong>Membuat Contekan Aman</strong></p>
<p>Nah, setelah ini tempelkan contekan-contekan Anda di 10 benda tersebut, boleh di dalam benda itu atau ditambah-tambah, terserah saja. Kuncinya sengawur mungkin. Berikan warna yang aneh, tambahkan bunyi, buat lebih ngaco dan sejenisnya. Maka, rumus yang sulitpun menjadi mudah saja untuk diingat.</p>
<p>Nah, sekarang Anda percaya kan bahwa jahil itu belum tentu jelek? Selama jahil bisa digunakan untuk kreatifitas, maka hasilnya akan berguna…</p>
<p>Silakan terus menjadi jahil yang produtif yooo he he… Oh ya, sekarang Anda saudah tahu kan mengapa orang jahil kalo mau nyontek, pake kondom dulu ha ha ha&#8230;</p>
<p>Batam, 24 Januari 2011</p>
<p><strong>Krishnamurti,</strong> yang katanya masuk Pemimpin kelompok Motivator jahil he he…</p>
<p>NB:</p>
<p>Bagi Pemilik Buku <strong>“Damaikan Setan dan Malaikat dalam Pikiranmu”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Tema: <strong>“Kuasai Pikiran Anda, sebelum Menguasai Kehidupan ini”</strong></p>
<p><strong>JAKARTA:</strong> Sabtu, 29 Jan’11 Pkl. 09:00-17:00 Gd Yustinus, lt. 14, Univ. Atmajaya, Kampus Semanggi, Jakarta.</p>
<p><strong>BANDUNG:</strong> Minggu, 30 Januari 2011 Pkl 09:00-17:00 Gd Pasca Sarjana Unpar, Jln. Merdeka 30, Bandung.</p>
<p><strong>Syarat hadir sebagai Tiket Masuk:</strong></p>
<p>Cukup bawa buku “Damaikan Setan dan Malaikat dalam Pikiranmu” untuk di-cap saat masuk ke ruangan pelatihan.</p>
<p>Satu buku untuk satu orang. Buku juga dijual di tempat acara. Sampai jumpa di pelatihan ini yooo…</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong></p>
<p>Oh ya, gimana komentar Anda setelah baca artikel ini? Menghafal jadi lebih mudah kan? Tuliskan komentar Anda di kolom bawah ini yooo he he&#8230;</p>
<p> Viewed 16390 times by 4769 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/01/28/orang-jahil-nyontek-pake-kondom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berselancar  “Kiat Sukses di Atas Ombak Perubahan”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2010/09/28/berseluncur-%e2%80%9ckiat-sukses-di-atas-ombak-perubahan%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2010/09/28/berseluncur-%e2%80%9ckiat-sukses-di-atas-ombak-perubahan%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2010 13:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Business]]></category>
		<category><![CDATA[For Employee]]></category>
		<category><![CDATA[For Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[For Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini adalah Materi saat saya bareng Bpk. Hermawan Kartajaya menjadi Pembicara di Seminar “Business Transportation Opportunities &#38; Challenges in CAFTA Era”, Sangri-La Hotel, Surabaya, 20 Juli 2010. Juga materi bahasan siaran Motivasi Pagi di Radio Sonora 92.0 FM, Jakarta, &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2010/09/28/berseluncur-%e2%80%9ckiat-sukses-di-atas-ombak-perubahan%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><em><span id="more-282"></span>Artikel ini adalah Materi saat saya bareng Bpk. Hermawan Kartajaya menjadi Pembicara di Seminar “Business Transportation Opportunities &amp; Challenges in CAFTA Era”, Sangri-La Hotel, Surabaya, 20 Juli 2010.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Juga materi bahasan siaran Motivasi Pagi di Radio Sonora 92.0 FM, Jakarta, 27 September 2010 jam 07:00-08:00</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tidak ada yang abadi di dunia ini, kecuali perubahan itu sendiri.</strong></p>
<p>Kalimat ini memang mudah untuk diucapkan, namun tidak mudah untuk dipahami dan dilakoni (baca: <em>dilaksanakan</em>). Mengapa demikian? Karena, saya sendiri masih bingung memaknainya. Apa yang maksudnya ya? Seperti kalimat filsafat yang tidak menjawab pertanyaan hidup ini, tapi malah bertanya pada yang bertanya he he…</p>
<p>Wong saya nanya kok, malah ditanya? Kira-kira demikian yang muncul dalam benak saya. Mungkin, maksudnya demikian. Ikutilah kisah…</p>
<p><strong>Si Tukang Es Balok</strong></p>
<p>Seorang tukang es menaruh belanjaannya yakni sebongkah es balok di sebuah ember plastik warna hijau. Karena kelupaan, selama 1 jam kemudian terik matahari melelehkan es balok tersebut menjadi seember air es yang dingin. Air es itu kemudian dimasukan ke sebuah teko dan dimasak di atas kompor yang menggunakan tabung gas “melon” 3 kg. Karena katanya “palsu”, tabung gas melon 3 kg tersebut meledak dan terjadilah kebakaran.</p>
<p>Semua air es lenyap menjadi uap dan melayang naik ke langit. Sebelum tiba di langit, uap-uap tadi tertahan di hawa dingin dan menjadi awan. Awan-awan bersatu dan berkoborasi untuk protes kepada pembuat tabung gas 3 kg. Tapi malah keberatan dan jadi air yang berat, terpaksalah butir-butir air tersebut jatuh ke bumi lagi. Ditampung oleh tukang es kembali di sebuah ember dan didinginkan menjadi es balok he he…</p>
<p>Hmmm… Mungkin ini yang dimaksud dengan perubahan. Es tukang balok itu terus berubah-ubah. Karena terus-menerus terjadi, mungkin ini yang disebut abadi itu.</p>
<p><strong>Ada</strong><strong> tidak sih yang Abadi?</strong></p>
<p>Demikian saya bertanya pada rumput yang bergoyang. “Ada dong”, jawabnya. “Apa itu?”, lanjut saya. “Lha, kalo buah apel sudah mateng di pohon, maka jatuhnya pasti ke bumi. Bukan ke awan”, sahutnya. Saya berdiam diri sejenak: “Beneeer juga ya… Pinter nih si rumput”</p>
<p>Apel adalah alam, rumput adalah alam, gunung adalah alam. Mungkin, maksud rumput tersebut adalah Hukum Alam, karena si apel itu mengingatkan kita akan penemuan tentang Hukum Gravitasi. Bener juga yaaa… Mau sampai kiamatpun (yang katanya tahun 2012 he he), apel tetap jatuhnya ke bumi.</p>
<p>Setuju jika demikian, yang abadi di dunia ini selain perubahan adalah hukum-hukum alam. Ada hukum grativasi, ada hukum sebab-akibat, ada hukum tarik menarik, ada hukum waktu atau yang sering juga disebut hukum proses dan hukum-hukum lainnya.</p>
<p><strong>Apa lagi ya yang abadi itu?</strong></p>
<p>Saya yakin pasti ada yang abadi selain perubahan itu sendiri dan hukum alam. Saya tidak tahu istilahnya. Kira-kira demikian contohnya:</p>
<p>-         Ada kemauan, ada jalan.</p>
<p>-         Jika tekun, tenunan pasti selesai di rajut.</p>
<p>-         Siapa yang menabur, dia yang menuai.</p>
<p>Nah, masih banyak lagi pernyataan yang demikian ini, yang ternyata tidak pernah lekang dimakan jaman, walau umur bumi sudah beribu tahun. Kita sebut saja Prinsip-prinsip.</p>
<p>Pertanyaan dalam benak saya selanjutnya adalah jika perubahan itu abadi, tidak bisa ditawar lagi, karena setiap saat dunia ini berubah. Maka,…</p>
<p><strong>Siapa yang bertahan di alam perubahan?</strong></p>
<p>Banyak sekali contoh, banyak sekali penelitian akan hal ini, siapa yang dapat bertahan dalam perubahan ini? Setelah bertahan, siapa yang menang dalam perubahan tersebut? Apakah mereka…</p>
<p><strong>Yang Besar, Yang Bertahan?</strong></p>
<p>Ternyata tidak juga, banyak sekali contoh perusahaan raksasa yang tumbang di abad terakhir ini.</p>
<p><strong>Yang Kuatkah, Yang Bertahan?</strong></p>
<p>Ah, tidak juga. Banyak kisah dan cerita tentang Kerajaan yang kuat, pemerintahan yang kuat, yang berakhir dengan menjadi hanya kisah dan cerita. Bahkan kadang hanya 2 episode sinetron saja, sudah tamat.</p>
<p><strong>Yang Cepatkah, Yang Bertahan?</strong></p>
<p>Kereta api Jakarta bandung yang melaju sangat cepat di era koboi, sehingga sulit dikejar oleh kuda hitampun, menjadi hiasan museum setelah dibangun jalan tol Cipularang.</p>
<p>Tetapi ada juga contoh kisah nyata ikan laut yang terjebak di muara, akhirnya malah menjadi ikan air tawar. Nah, ini baik sekali untuk diteluri dan dipelajari mengapa bisa demikian? Singkat cerita, ternyata ikan tersebut mampun menyesuaikan diri. Mampu beradaptasi, istilahnya. Jika demikian, bolehlah kita simpulkan.</p>
<p><strong>Yang Adaptif, Yang Bertahan…</strong></p>
<p>Alam mengajarkan bahwa makhluk hidup atau mereka yang bisa bertahan hidup dalam perubahan di alam ini adalah mereka yang bisa menyesuaikan dirinya dalam perubahan tersebut.</p>
<p>Ternyata tubuh orang yang dapat bertahan pada panas yang tinggi, juga mampu bertahan di suhu yang sangat dingin. Namun, orang yang tidak tahan panas, maka diapun tidak tahan dingin.</p>
<p>Orang negro bisa bertahan dengan baik di gunung es. Orang Eropa sangat menyukai Afrika Selatan. Tapi, orang tropis tidak terlalu bisa bertahan lama hidup di Afrika, maupun di Swiss. Kira-kira demikian, metaforanya.</p>
<p>Baiklah, jika demikian mari kita belajar bagaimana menghadapi alam perubahan saat ini. Suka atau tidak, setelah kita membaca tulisan di atas, dimana perubahan itu abadi, tidak bisa dirubah lagi, maka tahap awal baik juga untuk…</p>
<p><strong>1. Menyadari atau Awareness</strong></p>
<p>Bahwa karena dunia ini terus berubah setiap detiknya, alam tidak mungkin konstan dan terus berubah, karena memang itulah hukum perubahan, maka saya hanya perlu menyadarinya saja. Sadari bahwa kita hidup di alam perubahan. Kita duduk di kursi yang bisa usang. Kita makan nasi yang bisa habis. Kita bernafas di oksigen yang terus menipis. Kita tinggal di kota yang panasnya terus meningkat. Kita hidup di sebuah negara yang “membingungkan” he he…</p>
<p>Dengan menyadari perubahan itu sendiri, maka akan sangat membantu kita untuk masuk ke tahapan berikutnya…</p>
<p><strong>2. Menerima atau Acceptance</strong></p>
<p>Ya, sudah terima saja. Buat apa demo ke Tuhan, mengapa aku dilahirkan di keluarga yang miskin. Tidak perlu takut, karena ada hukum perubahan. Yang miskin bisa berubah menjadi kaya, kok! Yang kayapun, sadari. Akibat hukum perubahan, bila salah jalan, maka kekayaanpun bisa menjadi ludes dan Anda masuk ke dalam kategori keluarga miskin. Maka, Anda akan mendapat BLT (Bantuan Tunai Langsung) dari pemerintah kita  sebagai warga miskin, walau Anda pernah kaya he he…</p>
<p>Bila kita belum menerima perubahan ini, maka kita akan terus tejebak dalam penolakan, kemarahan, diskusi “mengapa demikian” dan semuanya membuat kita tetap diam di tempat, bahkan mundur ke belakang.</p>
<p>Memang, hidup ini sederhana.Hanya dengan menyadari dan menerima situasi ini, barulah kita akan sangat mudah untuk membuat…</p>
<p><strong>3. Strategi untuk Berubah dengan Cepat</strong></p>
<p>Banyak para ahli, seperti pencipta NLP Engkong Bandler dan Mbah Grinder yang mempelajari ilmu-ilmu “dukun” (karena hanya dukun yang bisa membantu manusia berubah dengan sangat cepat he he) agar manusia bisa melakukan perubahan diri ini dengan sangat cepat. Istilah akselerasi. Percepatan. Berubah dengan sangat cepat, tentunya untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan itu sendiri. Sehingga kita bisa tetap sukses dalam perubahan itu.</p>
<p>Kuasai metode, teknik, cara yang ampuh, jitu dan teruji untuk melakukan perubahan diri ini agar menjadi pribadi yang adaptif. Banyak sekali tekniknya, pelajari dan cari metode yang pas untuk Anda.</p>
<p>Merubah diri jauh lebih baik, dari pada merubah keadaan. Karena lebih kecil dan lebih fokus, sehingga mudah untuk dilaksanakan.</p>
<p><strong>4. Fokus pada perubahan yang bisa dikendalikan diri</strong></p>
<p>Banyak orang menghabiskan waktu untuk berdiskusi dan berdebat akan sesuatu perubahan yang di luar kendali dirinya. Seperti kebijakan dunia (kebijakan yang diambil oleh negara-negara besar di dunia), kebijakan pemerintah, juga bencana alam. Sungguh, sangat menghabiskan energi pikiran ini. Karena hasil diskusi dan perdebatan, tidaklah berbuah apapun, kecuali menghabiskan kopi dan rokok di warung tegal Mbok Ayu.</p>
<p>Namun, ada pepatah yang indah berbunyi demikian: Jika kita tidak bisa melawan ombak, maka berseluncurlah di atas ombak.</p>
<p>Artinya, jika sebuah perubahan yang di luar kendali kita, maka janganlah buang waktu untuk berdiskusi dan berdebat dengan teman akan perubahan tersebut, namun sadari, terima dan cari strategi yang baik dan tepat untuk menghadapi perubahan itu.</p>
<p>Berpikir dan mencari tahu bagaimana sikap kita terhadap sebuah perubahan, akan menghasilkan sebuah solusi yang kreatif tanpa perlu mengomel. Responpun akan menjadi lebih enak. Otakpun menjadi lebih kreatif, hiduppun menjadi awet muda he he… (katanya sih)</p>
<p>Menggunakan strategi Master Minding untuk mengatasi perubahan (lihat buku saya yang pertama “Share the Key” tentang bahasan lebih rinci tentang Master Minding), akan di dapat ide-ide kreatif baru yang mungkin lebih menguntungkan, dari pada menyalahkan pihak yang menyebabkan terjadinya sebuah perubahan. Kumpulkan teman-teman dari berbagi bidang ilmu dan minta masukan beberapa ide bagaimana bisa makin sukses di ombak perubahan ini.</p>
<p><strong>Terapkan saja</strong></p>
<p>Pilih beberapa ide yang unik dan menarik untuk diterapkan, pilih yang sederhana saja namun efektif. Semakin sederhana, semakin mudah untuk diterapkan secepat mungkin. Karena kecepatan menjadi penting.</p>
<p>Lupakan dulu salah atau benar, karena sering kali kita mengevaluasai sesuatu yang belum dilakukan. Ini jelas keliru. Lakukan dulu, terapkan saja, jalankan ide baru tersebut, baru evaluasi kemudian hari. Evaluasi dilakukan setelah tahap penerapan.</p>
<p><strong>Nikmati Perubahan</strong></p>
<p>Salah satu tip penting dalam menghadapi perubahan adalah menikmatinya, bukan memusuhinya. Dengan menikmati perubahan, sel tubuh akan lebih hidup. Semangatpun akan meningkat. Hiduppun menjadi lebih hidup. Saat strategi di atas, kita terapkan maka perubahanpun menjadi bagian dari hidup kita. Tidak lagi terpisahkan. Semua menjadi satu. Sesuatu yang terus berubah. Karena…</p>
<address><strong>Perubahan itu indah.</strong></address>
<address><strong> </strong></address>
<address>Perubahan seringkali menyakitkan.</address>
<address>Namun membangkitkan.</address>
<address>Perubahan membuat sulit tidur.</address>
<address>Namun anehnya badan lebih sehat.</address>
<address> </address>
<address>Perubahan kadang membuat marah.</address>
<address>Namun matapun menjadi melek.</address>
<address> </address>
<address>Perubahan memang bisa merubah nasib.</address>
<address>Dan, membuat lebih banyak orang kaya.</address>
<address> </address>
<address>Yakinlah, perubahan pasti diciptakan Tuhan.</address>
<address>Agar manusia sadar bahwa Tuhan itu memang ada.</address>
<address> </address>
<address>Jadi, saat ombak datang menggulung.</address>
<address>Saat ombak menjadi gelombang besar.</address>
<address>Dari pada melawan dan ditelan ombak.</address>
<address>Lebih baik kita berseluncur di atas ombak…</address>
<address> </address>
<address>Salam ombak perubahan…</address>
<address> </address>
<p>Pontianak, 10 Juli 2010</p>
<p>Krishnamurti, Mindset Motivator</p>
<p>NB:</p>
<p>Bagi yang ingin terus mendapatkan info up-date kegiatan pelatihan saya, juga ingin rutin mendapatkan kalimat-kalimat Motivasi, silakan kirim email kosong ke: <a href="mailto:BidadariWords-Subscribe@YahooGroups.Com">BidadariWords-Subscribe@YahooGroups.Com</a></p>
<p>Untuk Bidadari Words di BB, silakan ADD ke PIN: 22777cf2</p>
<p> Viewed 20400 times by 5401 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2010/09/28/berseluncur-%e2%80%9ckiat-sukses-di-atas-ombak-perubahan%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#33: Patahkan Pensil “ Terapi Membuang Emosi Negatif ”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2008/05/01/tip-praktis-nlp33-patahkan-pensil-%e2%80%9c-terapi-membuang-emosi-negatif-%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2008/05/01/tip-praktis-nlp33-patahkan-pensil-%e2%80%9c-terapi-membuang-emosi-negatif-%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 00:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Patahkan Pensil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[“Ah, simulasi itu mestinya bisa lebih bermanfaat, dari sekedar mengatasi rasa takut atau membangun keyakinan diri bahwa apapun bisa” demikian komentar suara dalam diri saya saat melihat teman trainer di Malaysia melakukan simulasi mematahkan pensil ke teman trainer lainnya. Menurut &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2008/05/01/tip-praktis-nlp33-patahkan-pensil-%e2%80%9c-terapi-membuang-emosi-negatif-%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong><em>“Ah, simulasi itu mestinya bisa lebih bermanfaat, dari sekedar mengatasi rasa takut atau membangun keyakinan diri bahwa apapun bisa”</em></strong> demikian komentar suara dalam diri saya saat melihat teman trainer di Malaysia melakukan simulasi mematahkan pensil ke teman trainer lainnya.</p>
<p class="first-child"><span class="cap" title="M"><span>M</span></span>enurut saya, terlalu sederhana simulasi kekuatan pikiran manusia hanya dengan mematahkan sepotong pensil kayu yang tentu pastilah sangat rapuh, bukan?<span id="more-119"></span></p>
<p>Namun, jujur ingin saya sampaikan bahwa mematahkan pensil dengan satu jari telunjuk, sungguh sangatlah menarik. Hanya bagaimana memanfaatkannya tidak hanya sekedar motivasi yang bisa bersifat sementara, tapi bagaimana memanfaatkan lebih dari itu? Pasti ada manfaat lain.</p>
<p><strong>Bertanya pada Unconsious yang sangat kreatif</strong></p>
<p>Kebiasaan saya jika ingin mencari suatu ide baru, saya selalu minta bantuan Unconscious saya untuk mencari ide baru. Sejak SMP saya sering menggunakan kalimat kurang lebih seperti berikut: <em>“Krishna, berikan ide baru atau manfaat lain dari simulasi tersebut?”</em> Setelah itu, let go and let God!</p>
<p>Saya menyebut Unconscious saya dengan nama: <em>“Si Krishna”</em>, nanti saya bagikan pengalaman bagaimana saya berkomunikasi dengan Unsconicious saya, sederhana dan mudah sekali, kok!</p>
<p>Dapatlah ide berikut ini, lalu saya mulai ber-eksperimen dalam berbagai kesempatan. Mungkin setelah 3-4 tahun, sudah ribuan peserta yang saya uji untuk melakukan terapi sederhana dan “cukup” bermanfaat ini.</p>
<p><strong>Berikut ini tekniknya:</strong></p>
<ol>
<li>Terapi ini harus dilakukan berdua. AA sebagai Terapis dan BB sebagai Klien. Lalu berganti peran.</li>
<li> Pertama, AA dengan menggunakan kedua belah telapak tangan, genggam erat di kedua sisi ujung pensil kayu dengan posisi telapak tangan menghadap keatas.</li>
<li>AA atur posisi genggaman di kedua ujung pensil, agar ada tempat yang cukup leluasa bagi BB untuk memukul pensil tersebut. Jarak yang lebar ini membuat pensil lebih mudah dipatahkan, karena tujuan kita adalah terapi bukan melatih kekuatan.</li>
<li>Setelah AA siap, sekarang AA membantu BB untuk proses “men-download” memory lama yang perasaannya mau dibuang, caranya sebagai berikut dan tentu saja bisa Anda rubah sesuai kebutuhan dan situasi si BB:
<ol>
<li>AA memandu BB dengan suara yang pelan saja, katakan: <em>“Pikirkan sebuah pengalaman yang mungkin pernah membuat Anda kecewa, sedih, marah, sakit hati (dan sebagainya), dihina orang, disepelekan orang, direndahkan orang atau pengalaman lainnya yang membuat perasaan Anda kacau balau..”</em> (boleh diganti yang lain, lebih spesifik, tentu lebih baik)</li>
<li>Setelah kira-kira memory tersebut ter-download, AA dapat melanjutkan panduannya dengan: <em>“Sekarang, rasakan kembali perasaan yang tidak nyaman itu, rasakan… rasakan… Gandakan perasaan tersebut.., keluarkan…, lepaskan…, keluarkan…, lepaskan…”</em> (boleh diulang-ulang, sampai terlihat cukup emosional)</li>
</ol>
</li>
<li>Lalu, keluarkan atau pindahkan “emosi negatif” dari memory lama tersebut:
<ol>
<li>AA bantu BB mengepalkan tangan kanannya dengan posisi telunjuk jari menunjuk. Karena BB akan mematahkan pensil kayu tadi hanya dengan satu jari telunjuk kanan (kalo kidal ya jari telunjuk kiri).</li>
<li>AA meng-kalibrasi bahasa tubuh si BB, jika AA merasa perasaan yang tidak nyaman tersebut sudah muncul, lanjutkan dengan: <em>“Sekarang, pindahkan, pindahkan seluruh dan pindahkan seluruh, seluruuuh perasaan yang tidak nyaman yang saat ini ada dalam diri Anda, ke ujung jari kanan Anda. Pindahkan semuanya…” </em>Anda boleh mengatakan kalimat ini dengan suara lembut perlahan, atau sangat keras, ikuti saja feeling Anda.</li>
<li>AA boleh mengganti kalimat diatas dengan ide lain atau menambahkan kalimat lain, misalnya: <em>“Anda bisa memindahkan seluruh perasaan tidak nyaman dalam diri Anda ke ujung jari telunjuk kanan Anda, saat Anda membuang nafas yang panjaaang…”</em></li>
</ol>
</li>
<li>Sekarang bagian pelepasan emosi. Setelah AA merasa bahwa si BB sudah sangat atau cukup emosional, minta BB untuk:
<ol>
<li>Mengepal tangan kanan sekeras mungkin, dengan posisi jari telunjuk kanan tetap menjulur ke depan.</li>
<li>Lalu, mengangkat tangan kanan setinggi mungkin…</li>
<li>Pandu BB dengan kalimat (pilih yang dirasa pas):
<ol>
<li><em>“Satuuu!!! Duaaa!!! Tigaaa!!!”</em></li>
<li><em>“Siaaap!!! Hajaaar!!!”</em></li>
<li><em>“BISAAA!!! BISAAA!!! GOOO!!!”</em></li>
<li><em>“Tarik nafas, tahaaan…, GOOO!!!”</em></li>
<li><em>Atau kalimat semangat lainnya…</em></li>
<li><em>Atau ajak BB untuk teriak sama-sama…</em></li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
<li>BB dengan emosional memukul pensil kayu yang digenggam oleh AA, sekuat mungkin… dan patahlah (semoga sih he..he..) si pensil kayu. Beban emosi negatif yang tersimpan selama inipun, ikut patah dan sirna…</li>
<li>AA memandu BB untuk tarik nafas yang dalam dan dilanjutkan dengan rasa syukur atau rasa ikhlas, seperti: Ikhlaaas, ikhlaaas dan ikhlaaas…</li>
</ol>
<p><strong>Manfaat lain dari simulasi ini:</strong></p>
<ol>
<li>Tentulah motivasi atau keyakinan diri bahwa kita bisa melakukan apapun jika kita percaya atau yakin.</li>
<li>Melatih kekuatan imajinasi, jika kita membayangkan bahwa pensil itu tidak ada, atau membayangkan pensil tersebut sangat rapuh dan jari telunjuk tangan kita adalah besi baja, atau ide lainnya.</li>
<li>Mengalahkan rasa takut, walau masih ada hal lain yang harus digali lebih dalam untuk mengatasi sumber rasa takut.</li>
<li>Beberapa pengalaman, saya mendapatkan bahwa kasus trauma yang menimbulkan perasaan emosi negatif yang berlebihan, dapat sembuh dengan baik. Namun, apakah teknik terapi ini bisa pas untuk trauma apapun, tentu masih memerlukan kajian lebih dalam.</li>
</ol>
<p><strong>Harapan saya untuk pembaca</strong></p>
<p>Semoga teknik terapi yang sederhana ini, dapat berguna untuk siapa saja yang membaca artikel ini. Setelah itu tolong (banget) bagikan teknik ini ke siapapun yang (mungkin) memerlukan, agar makin banyak orang yang bisa melepaskan emosi negatif yang sering kali “ngumpet” dalam diri kita.</p>
<p>Sehingga main banyak pula orang yang makin tenang, makin damai dan (semoga) makin bahagia dalam mengarungi lautan kehidupan ini, yang kadang memang tidaklah pasti.</p>
<p><strong><em>Ketenangan Menciptakan Kemenangan…</em></strong></p>
<p>Krishnamurti</p>
<p> Viewed 3874 times by 1162 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2008/05/01/tip-praktis-nlp33-patahkan-pensil-%e2%80%9c-terapi-membuang-emosi-negatif-%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#31: Suara Perooot “ Me-Leading Cepat Ribuan Peserta Seminar Motivasi ”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2008/04/21/tip-praktis-nlp31-suara-perooot-%e2%80%9c-me-leading-cepat-ribuan-peserta-seminar-motivasi-%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2008/04/21/tip-praktis-nlp31-suara-perooot-%e2%80%9c-me-leading-cepat-ribuan-peserta-seminar-motivasi-%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 00:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Perooot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Saat DR Richard Bandler melatih kami di pelatihan NLP “Persuasion Engineering” Orlando, Amerika, akhir Februari, 2008 lalu untuk mengucapkan bunyi “Ah” dengan getaran di leher, lalu dengan getaran di dada dan terakhir dengan getaran suara di perut, tiba-tiba pikiran saya &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2008/04/21/tip-praktis-nlp31-suara-perooot-%e2%80%9c-me-leading-cepat-ribuan-peserta-seminar-motivasi-%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><span class="cap" title="S"><span>S</span></span>aat DR Richard Bandler melatih kami di pelatihan NLP <strong>“Persuasion Engineering”</strong> Orlando, Amerika, akhir Februari, 2008 lalu untuk mengucapkan bunyi “Ah” dengan getaran di leher, lalu dengan getaran di dada dan terakhir dengan getaran suara di perut, tiba-tiba pikiran saya menerawang kembali saat masa SMA sekitar tahun 80an.</span><span id="more-115"></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Dimasa itu saya sering kumpul dengan teman-teman untuk berlatih drama, baca puisi dan kegiatan seni lainnya di Taman Ismail Marzuki atau yang dikenal dengan nama TIM, yang kebetulan cukup dekat dengan lokasi rumah awal perjuangan hidup kami sekeluarga membangun harapan baru di Jakarta yakni di Jalan Kimia Ujung.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Salah satu kemampuan yang penting dalam berlatih drama adalah berbicara dengan menggunakan suara perut agar dialog verbal memberikan rasa kuat. Memiliki power istilahnya. Tanpa saya sadari latihan drama waktu itu yang kadang membosankan, ternyata sekarang sangat mendukung kemampuan berbicara saya sebagai Motivator. Khususnya, dalam me-leading peserta seminar secara sangat cepat. </span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Kecepatan me-leading menjadi sangat penting, karena pihak perusahaan yang mengundang kami para Motivator, umumnya (hampir 90%) menyediakan waktu untuk sesi motivasi sekitar 1 atau 2 jam saja, bahkan saya cukup sering diundang untuk waktu bicara sekitar 45 menit. Jadi kami para Motivator perlu memiliki kemampuan ekstra dan kejelian agar pesan yang ingin disampaikan tetap “masuk” ke benak peserta dalam waktu yang sangat singkat tadi. Dan, perlu teknik-teknik tertentu agar peserta bisa berubah mindset-nya dalam waktu yang pendek.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Menurut DR Richard Bandler kunci perubahan dalam NLP harus dilakukan dengan sangat <strong>CEPAT</strong>. Karena otak belajar dengan sangat cepat. Lalu, buatlah sangat <strong>SEDERHANA</strong> agar perubahan menjadi mudah untuk dilakukan dan suasana haruslah <strong>FUN</strong> atau menyenangkan. Cepat, Sederhana dan Fun…</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Saya sangat bersyukur bisa mengenal ilmu NLP yang sangat kaya teknik untuk hal tersebut, bahkan beberapa teknik khusus yang saya dapatkan langsung dari DR John Grinder saat belajar “Essential Training Skill” di London, Maret tahun 2006 lalu, sungguhlah sangat membantu untuk me-leading peserta dalam jumlah yang sangat besar.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Saya berlatih sangat keras menerapkan teknik ini dan saat ada kesempatan bicara di depan 6.000 orang pada tahun 2007 lalu, saya sendiri kaget dengan hasilnya. Seluruh peserta bisa saya ajak untuk diam hening, tertawa terbahak-bahak dan berteriak keras, walau saya bicara dengan suara yang perlahan saja. Untuk kemampuan ini, saya sangat berterima kasih pada DR John Grinder.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><strong>Apa sih rahasianya?</strong></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Tidak ada yang spesial, hanya perlu latihan yang ketat dan disiplin saja. Salah satu latihan yang masih rutin saya lakukan sampai saat ini adalah Olah Suara atau Olah Vokal, khususnya Suara Perut dalam bahasa Palembang kami menyebut kata perut menjadi Perot he..he..</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><strong>Apa lagi rahasianya?</strong></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Tentu, kemampuan memilih kata dan menyusun kalimat dengan baik dalam waktu yang cepat, sangatlah membantu. Kemampuan ini disebut kecerdasan linguistik. Cukup mudah saya menguasai hal ini, karena sejak kecil saya senang puisi, prosa bahkan gurindam 12 khas wong Sumatera. Anda perlu latihan untuk menyukai hal ini, tidak perlu belajar sampai keluar negeri, cukup gali dari budaya kita sendiri saja. Bangsa Indonesia sangat kaya akan hal ini. </span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Contoh: <em>Tahimpit nak di ate, takuruang nak di lua. Tanya saudara kita dari Minang untuk memahaminya.</em></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Contoh lain: <em>Sopo sing tekun, meski bakhal tekan, senajan kudhu nganggo teken. Tanyalah kepada saudara kita dari Jawa untuk memahaminya.</em></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Banyak contoh lainnya yang saya gali dari budaya lokal setempat, budaya kampoeng yang sangat kaya dan indah. Janganlah menyerah, tetap melaju, kalau terpaksa, ya sudah, manumpang biduak ka hilie…he..he..</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><strong>Hambatan huruf “R”</strong></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Nah, ini rahasia terakhir. Ini adalah sebuah mindset saja. Mindset menerima diri Anda apa adanya, sykuri apa yang Anda miliki di dalam diri. Sederhana bukan? Saya adalah seorang pemalu, saya sangat benci untuk bicara di depan kelas, khususnya saat di SMA. Mengapa? Karena saya tidak bisa mengucapkan kata atau kalimat yang ada unsur “R”. Apa penyebabnya? Persisnya, saya juga tidak tahu. Namun, yang saya tahu adalah umumnya kami yang terlahir di Palembang, terbiasa untuk “menyimpan” bunyi “R” di dalam mulut saat bicara. Persis seperti orang Perancis bicara. Hanya bedanya orang Perancis tidak makan pempek he..he.. Jadi “R” kami lebih kacau ha..ha..</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Cukup lama saya mengatasi kendala terbesar dalam diri saya ini, sampai saya menerimanya dengan ikhlas. Malahan, sekarang menjadi ciri khas saya. “Motivator yang dak pacak ngomong “R” itu nah” demikian celoteh teman-teman he..he.. Malah jadi gampang dikenal dan makin mahal lagi yo bayarannyo, katonyo. Ai, wong kito galo he..he..</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><strong>Tip Praktis Latihan Olah Suara:</strong></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Baiklah, berikut ini rahasia yang harus dibuka dan dibagikan ke orang banyak karena sumber rahasia ini dari Tuhan juga sih, ngapain disimpan saja, ya kan?</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">1. Pilih huruf yang mau Anda ucapkan, paling baik adalah bunyi huruf hidup seperti: A, I, U, E atau O.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">2. Anda boleh kombinasikan huruf hidup tersebut dengan huruf mati lainnya, misal: Ehmmm, Aummm, Oiii… dan kombinasinya, misal: Aaaauuummm, Oooo…oi…oi…iii…iii…</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">3. Bunyikan huruf atau kata yang dipilih dengan getaran bunyi suara di leher, sentuh leher Anda dan bunyikan dengan panjaaang…</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">4. Lalu, ganti fokus perhatian Anda ke dada, bunyikan huruf atau kata yang dipilih tadi dengan getaran suara di dada, sentuh dada anda, bunyikan dengan panjaaang… dan rasakan getaran yang ada di dada.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">5. Terakhir, ganti fokus perhatian Anda ke bagian perut, bunyikan huruf atau kata yang dipilih tadi dengan getaran suara di perut, sentuh perut anda, bunyikan dengan panjaaang… dan rasakan getaran yang ada di peruuut… Sekali-sekali boleh juga latihan seperti orang menahan buang air besar (ngeden) dengan suara yang besar “Eeekkk…”, ini serius lho he..he.. Dalam budaya Tionghoa, teknik ini menyalurkan tenaga “Chi” ke bagian sentral tubuh kita.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">6. Latihan lain yang sering saya lakukan adalah teriak suara “A” atau “O” dengan suara sangat keras melebih kekuatan suara berteriak. Jadi seperti teriak sekeras-kerasnya. </span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Teknik ini sangat baik untuk melatih suara menjadi berat, juga baik sebagai terapi diri guna melepaskan rasa marah dalam diri Anda, jika ada. Lakukan beberapa kali latihan nomor 6 ini, dengan terus menaikkan tingkat atau intensitas kekerasan suara. Artinya teriaklah semakin keras dan semakin keras!!!</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Saat menulis artikel ini, saya baru saja selesai me-leading 500an peserta Seminar Motivasi untuk para Dokter, Bidan, Perawat dan pelayan kesehatan di Batam. Kami melakukan Group Therapy bersama-sama untuk melepaskan segala beban pikiran dengan cara:</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;"><em>Meneriakkan bunyi “A” dan “O” dengan sangat keras dan sepanjang mungkin, selama sekitar 10 menit dan dilanjutkan dengan Self Reflection.</em></span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Nah, latihan-latihan yang sering saya lakukan ini akhirnya membuahkan hasil yang sangat berguna untuk diri saya, bukan sebagai pemain drama seperti yang saya cita-citakan tetapi sebagai Motivator. Sehingga saya bisa dengan sangat cepat memindahkan berat suara saya kapan suara leher, suara dada dan kapan menggunakan suara perut. </span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Latihan dan teknik ini juga berguna untuk Anda yang berprofesi sebagai Pelatih, Leader, Penjual, Guru, Dosen, Penyiar Radio, Tele Marketing, Terapis, Dokter atau profesi apapun yang memerlukan kemantapan suara untuk meyakinkan diri sendiri maupun orang lain.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Dan, saat test suara di Orlando dengan alat tertentu (saya lupa namanya…), hasil bunyi suara saya, khususnya saat berbunyi dengan suara rendah, menghasilkan warna suara yang sangat berat, lurus dengan range yang sangat lebar. Tenang tapi lebar, ah saya bingung ngomongnya. Karena gambar yang muncul di layar alat tersebut seperti itu. Nanti kalau saya ketemu kalimat lain, saya edit deh bagian ini ya… </span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Thanks to DR Richard Bandle dan DR John Grinder, saya pribadi sungguh bangga dengan karya cipta NLP Anda berdua untuk kehidupan ini. Semoga ilmu NLP yang saya dapatkan dari Anda berdua dapat berguna untuk orang banyak dan bangsa Indonesia ini. </span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Dan, saya akan terus menggali dan menciptakan teknik-teknik NLP khas Indonesia, sebagaimana yang DR John Grinder harapkan saat menjawab pertanyaan saya, tentang proses terapi yang kami lakukan saat menjadi relawan di Tsunami Aceh tahun 2004 lalu.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Misi saya adalah membagikan ilmu NLP kelas dunia ini kepada masyarakat luas dengan harga yang terjangkau bahkan gratis, agar makin banyak orang yang bisa terbantukan hidupnya menjadi lebih baik, sebagaimana misi kedua pencipta NLP ini untuk misi kehidupan.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Oi, suaro perot kau tuh nah. Kebanyakan ngerop cuko he..he.. (tanya orang Plembang untuk artinya). Awak tu’ pacak, kalu galak. Galak Idak? Salam iwak belido yooo,</span></p>
<p><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Krishnamurti</span></p>
<p><strong><em><span style="font-family: Arial,sans-serif;">NB:</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Sebagaimana misi saya sejak awal karir sebagai Motivator, maka bagi Anda atau kelompok yang membutuhkan pelatihan saya yang bersifat sosial, silahkan hubungi melalui email krishnamurti@indo.net.id atau HP 08161815333 untuk mengatur waktu. </span></em></strong></p>
<p><strong><em><br />
</em></strong></p>
<p><strong><em><span style="font-family: Arial,sans-serif;">Kami hanya meng-charge Speaking Fee untuk perusahaan saja, yang tentunya mendapat keuntungan finansial dari sebuah pelatihan. Lalu, dana dari perusahaan yang menjadi klien kami, selanjutnya di-alokasikan untuk pelatihan yang bersifat sosial kepada masyarakat yang membutuhkan jasa kami.</span></em></strong></p>
<p> Viewed 3579 times by 1180 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2008/04/21/tip-praktis-nlp31-suara-perooot-%e2%80%9c-me-leading-cepat-ribuan-peserta-seminar-motivasi-%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP #24 For Trainer: Praaak &#8211; Bohlam Rapuhpun Bisa Pecahkan Keramik -</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2007/11/20/tip-praktis-nlp-24-for-trainer-praaak-bohlam-rapuhpun-bisa-pecahkan-keramik/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2007/11/20/tip-praktis-nlp-24-for-trainer-praaak-bohlam-rapuhpun-bisa-pecahkan-keramik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 00:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Praaak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[“Tenaaang… Fokuuus… Rasakan batu kali (baca: batu sungai) yang ada di ujung jari Anda semakin beraaat, semakin beraaat… Jika sudah terasa semakin beraaat, jatuhkan saja batu kali tersebut dengan penuh keyakinan…” Dan, bohlam pijar yang diyakini oleh peserta pelatihan sebagai &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2007/11/20/tip-praktis-nlp-24-for-trainer-praaak-bohlam-rapuhpun-bisa-pecahkan-keramik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p class="first-child"><span class="cap" title="“T"><span>“T</span></span>enaaang… Fokuuus… Rasakan batu kali (baca: batu sungai) yang ada di ujung jari Anda semakin beraaat, semakin beraaat… Jika sudah terasa semakin beraaat, jatuhkan saja batu kali tersebut dengan penuh keyakinan…”</p>
<p>Dan, bohlam pijar yang diyakini oleh peserta pelatihan sebagai batu kalipun terjun bebas menyentuh keramik dan “PRAAAK!!!” keramikpun remuk pecah berkeping-keping.<span id="more-96"></span></p>
<p>Simulasi ini sering kali dikaitkan dengan mistik, black magic atau kuasa gelap dsb (mungkin karena lampunya belum dinyalakan kali ya he..he..). Nah, saya adalah tipe orang yang tidak pernah percaya pada mistik. Menurut keyakinan saya, pasti semua hal yang terjadi di dunia ini pasti bisa dibuktikan secara ilmiah, hanya mungkin saja saat itu ilmu pengetahuan belum bisa mengungkapkannya. Misal: teknik diatas adalah teknik HIPNOSIS sederhana saja atau bisa juga menggunakan teknik olah rasa (baca: olah roso) yang dalam budaya Jawa dikenal sebagai teknik Sugesti Diri.</p>
<p>Simulasi bohlam pijar pecahkan keramik ini bukanlah penemuan saya pribadi. Saya melihat simulasi ini dari berbagai pelatihan, salah satunya pelatihan Alpha Power yang dibimbing oleh Mas Yan Nurindra, Trainer Hypnosis and Hypnotherapy kelas wahid di Indonesia yang saya hormati, info lebih lanjut tentang beliau dapat Anda lihat di www.yannurindra.com. Selain itu, saya juga pernah melihat dan mendapat penjelasan teknik memecahkan keramik dengan bohlam pijar dari berbagai pelatihan lainnya seperti pelatihan Olah Nafas, Tenaga Dalam, Penyaluran Energi, Hypnosis dsb dari berbagai organisasi di Indonesia. Karena saya senang sekali observasi, mulailah saya uji coba sendiri dengan cara atau teknik yang lebih sederhana untuk melengkapi simulasi pada pelatihan jika saya rasa perlu ditambahkan. Saya hanya tertarik menambahkan atau mencari makna lain saja yang semoga bisa berguna untuk peserta pelatihan.</p>
<p>Jadi sampai saat artikel ini ditulis, tidak ada yang tahu dan tidak ada yang meng-klaim siapa penemu awal dari simulasi ini. Maka, dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf jika ada pihak yang mungkin merasa dirugikan atau kurang nyaman dengan munculnya artikel ini. Sekali lagi saya tidaklah tertarik dengan teknik bohlam pecahkan keramik, namun sebagai praktisi NLP, saya lebih tertarik menggali hikmah lain dari simulasi tersebut untuk pengembangan diri pribadi masyarakat luas secara umum atau pribadi peserta pelatihan pada khususnya. Juga, semoga bisa menambah wawasan ide permainan para trainer, guru, pembimbing atau siapapun yang tertarik di bidang pelatihan, khususnya yang berada di daerah-daerah. Ya, siapa tahu bisa berguna… Itu saja.</p>
<p>Baiklah, kita siapkan dulu beberapa perlengkapan sederhana sebelum memulai simulasi ini yaitu:</p>
<p>1. Untuk pemula, cukup gunakan KERAMIK DINDING karena lebih rapuh dibanding keramik lantai. Jika Anda sudah terlatih dan keyakinan Anda makin meningkat, boleh mencoba keramik yang lebih keras seperti keramik lantai atau memecahkan 2 atau 3 tumpuk keramik dinding.</p>
<p>2. Lampu BOHLAM PIJAR ukuran 40 watts keatas, boleh merek apa saja walau memang merek tertentu agak lebih rapuh. Namun yang penting, sebagai trainer Anda haruslah mencoba dan mengoservasi beberapa merek. Untuk pemula, sebaiknya gunakan bohlam pijar yang bentuknya agak kecil (bukan yang ukuran 5 watt) karena agak keras dibandingkan ukuran biasa. Observasi saya menunjukkan jenis bohlam pijar dengan ukuran bulat 1 mm lebih kecil dari ukuran biasa, memang lebih keras dan lebih seru saat simulasi dilakukan.</p>
<p>3. DUS KOSONG seukuran dus supermi atau dus aqua sebagai penahan jika ada bohlam pijar yang pecah agar beling pecahannya tetap berada di dalam dus sehingga mudah dibersihkan dan tidak mengganggu tempat pelatihan berlangsung.</p>
<p>4. BATU KECIL atau benda kecil apapun sejumlah 3 buah.</p>
<p>5. Di dasar dus kosong, letakkan batu kecil formasi segitiga lalu letakkan keramik diatasnya. Atur keramik pada posisi seimbang dan simulasipun siap dimainkan.</p>
<p>Berikut ini cara memainkan simulasi ini dengan berbagi cara agar manfaat yang bisa dipetik bisa berbeda-beda sesuai keinginan. Nah, bagian inilah yang menjadi observasi NLP saya yakni mengoptimalkan simulasi sederhana ini untuk hasil yang berbeda-beda, mari kita lanjutkan:</p>
<p>Cara umum memainkan simulasi ini adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Pegang bagian besi bohlam menggunakan jempol dan telunjuk dengan perlahan dan lembut agar posisi bagian kaca bohlam menghadap ke bawah, persis seperti bohlam terpasang di langit-langit rumah. Hanya sekarang bohlam tersebut tergantung diantara jari jempol dan telunjuk kita.</p>
<p>2. Atur posisi bohlam yang dipegang, agar pas berada di atas keramik supaya jatuhnya tidak meleset. Latihanpun siap dimulai.</p>
<p>Ide Manfaat # 1: Mengasah Kepekaan Rasa</p>
<p>Untuk latihan ini, baik sekali jika posisi jarak tinggi bohlam dari keramik diatur secara bertahap, misal ketinggian 30 cm, lalu coba 50 cm, 1 meter atau boleh juga 1.5 meter. Silahkan saja Anda ber-eksperimen.</p>
<p>Untuk mendapatkan manfaat ini caranya adalah pindahkan perhatian Anda ke jempol dan telunjuk. Visualkan bahwa Anda sedang memegang sebuah benda yang berat, yang bisa memecahkan keramik. Bisa batu kali, batu bata, batang besi atau benda apa saja yang berat (asal jangan batu ginjal he..he..serem kali ya). Terus fokuskan imajinasi Anda pada benda tersebut sampai jempol dan telunjuk Anda merasakan bahwa benda yang Anda pegang semakin berat dan semakin berat. Setelah Anda bisa merasakan bahwa benda yang Anda pegang makin berat, maka jatuhkan saja benda yang beraaat tersebut ke atas keramik yang sudah menunggu dengan sabaaar. Observasi apa yang terjadi dengan keramik? Mungkin pecahannya menarik perhatian Anda? Mungkin pecahan lampunya, jika yang pecah adalah lampunya.</p>
<p>Kebiasaan setiap orang berbeda-beda, ada yang saat bervisualisasi lebih nyaman pejamkan mata, ada juga yang tetap buka mata. Pilih saja yang mana dirasa lebih pas. Bisa juga alihkan fokus pandangan ke sesuatu yang jauh di depan Anda, sambil membayangkan jempol dan telunjuk Anda sedang memegang sebuah benda yang berat. Silahkan ber-eksperimen.</p>
<p>Manfaat lain setelah latihan mengasah kepekaan rasa ini adalah saat Anda bersalaman dengan orang lain. Ada rasa (bisa dibaca sebagai vibrasi, getaran ataupun energi) yang lebih “besar” dibandingkan sebelum latihan.</p>
<p>Apa manfaat salaman dengan “rasa yang BESAR” ini?</p>
<p>Tentu bisa macam-macam. Bisa untuk kebaikan, seperti perhatian yang sungguh-sungguh dari seorang Customer Service pada pelanggannya, rasa hormat dari seorang pimpinan ke anggota team ataupun sentuhan untuk menterapi atau berbagi semangat. Nah, namanya ilmu, tentu netral-netral saja. Niat penggunanyalah yang membedakan, apakah mau dimanfaatkan untuk kebaikan atau juga bisa dimanfaatkan untuk ke hal yang kurang baik. Seperti apa, tuh? Tidak perlu saya jelaskan disini. Anda sendirilah yang harus bertanggung jawab atas penggunaan pengetahuan ini.</p>
<p>Ide Manfaat # 2: Membangun Keyakinan</p>
<p>Fokuskan perhatian Anda ke keramik dan terus bangun keyakinan dalam diri bahwa keramik tersebut akan pecah 3, pecah 4 atau bentuk pecah tertentu. Setelah dalam diri terasa makin yakin, jatuhkan bohlam pijarnya ke keramik. Coba beberapa kali, amati hasilnya. Setelah itu boleh coba cara “gila” yang lain, misalnya bohlamnya dilempar ke arah keramik. Silahkan ber-eksperimen.</p>
<p>Ide Manfaat # 3: Anchoring ke Goal atau Cita-cita</p>
<p>1. Tuliskan, gambarkan Outcome, Goal, cita-cita atau apapun namanya di atas keramik yang akan dipecahkan. Setelah selesai, atur posisi keramik seperti panduan diatas. Jangan lupa tandatangani keramik ini.</p>
<p>2. Lalu, bayangkan, imajinasikan, dengarkan dan rasakan bahwa apa yang Anda ingin wujudkan sudah tergambar dengan jelas dalam benak Anda.</p>
<p>3. Terus rasakan sampai terasa betul bahwa impian Anda sudah tercapai. Boleh gunakan teknik Self Hypnosis. Nikmati sejenak…</p>
<p>4. Saat itulah, jatuhkan bohlam ke atas keramik yang bertuliskan impian Anda. Rasakan perubahan rasa dalam diri Anda setelah menyaksikan keramik gambar impian Anda tercerai-berai. Katakan dalam hati atau boleh berteriak: “Yes, I Can Achive It!” atau kalimat motivasi lainnya sesuai perasaan Anda saat itu. Rekam baik-baik momen ini sebagai “jangkar” pengingat di masa mendatang jika diperlukan kembali.</p>
<p>Baik juga keramik yang bergambar impian Anda di bingkai dengan posisi sedikit renggang agar bagian yang pecah dapat terlihat sebagai “jangkar” pengingat. Tempatkan keramik berbingkai tersebut di tempat yang mudah terlihat untuk Anda sebagai alat bantu agar Anda terus fokus dan mengejar impian tersebut.</p>
<p>Khusus artikel kali ini, saya hanya ingin berbagi satu kata kunci yakni “Silahkan ber-eksperimen”… Gali hikmah dari dan untuk diri Anda sendiri, siapa tahu Anda menemukan sisi hikmah lain dari simulasi ini. Setelah itu bagikan ke orang lain. Berbuatlah sesuatu untuk bangsa ini, walau mungkin sangat kecil dan tidak berarti…</p>
<p>Krishnamurti</p>
<p>NB: Oh ya, senang sekali jika Anda boleh membagikan pengalaman Anda setelah Anda berlatih dengan simulasi ini pada bagian komentar yang telah disediakan biar makna atau hikmah yang kita dapatkan makin beragam.</p>
<p> Viewed 3895 times by 1223 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2007/11/20/tip-praktis-nlp-24-for-trainer-praaak-bohlam-rapuhpun-bisa-pecahkan-keramik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP #22 For Trainer: Corat-Coret &#8211; Cara Alami Unconscious Mengirimkan Sinyal Pesan -</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2007/09/28/tip-praktis-nlp-22-for-trainer-corat-coret-cara-alami-unconscious-mengirimkan-sinyal-pesan/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2007/09/28/tip-praktis-nlp-22-for-trainer-corat-coret-cara-alami-unconscious-mengirimkan-sinyal-pesan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Sep 2007 00:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Coret-coret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Setiap saya mengikuti pelatihan diluar negeri, baik NLP maupun lainnya seperti Trance Camp-nya Stephen Gilligan tahun 2006 lalu, umumnya mereka (baca: si bule he..he..) selalu menyediakan kertas-kertas karton kosong yang ditempel di dinding tempat pelatihan berlangsung. Awalnya saya bertanya bingung: &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2007/09/28/tip-praktis-nlp-22-for-trainer-corat-coret-cara-alami-unconscious-mengirimkan-sinyal-pesan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p class="first-child"><span class="cap" title="S"><span>S</span></span>etiap saya mengikuti pelatihan diluar negeri, baik NLP maupun lainnya seperti Trance Camp-nya Stephen Gilligan tahun 2006 lalu, umumnya mereka (baca: si bule he..he..) selalu menyediakan kertas-kertas karton kosong yang ditempel di dinding tempat pelatihan berlangsung. Awalnya saya bertanya bingung: “Buat apa ya?” walau sudah dijelaskan oleh pihak penyelenggara pelatihan, saya tetap saja bingung.<span id="more-90"></span></p>
<p>Tahu mengapa saya bingung? Gampang, karena kemampuan bahasa Inggris saya yang payah hi..hi.. Saya mah modalnya nekat aja kalo belajar ke luar negeri, walau bahasa Inggris-nya pas-pasan euy. Kan, ada bahasa monyet? Tapi, biarin deh bahasa Inggris saya payah, yang penting kan saya lulusan luar negeri, gayalah gitu! Makanya saya nggak pernah ambil ijazahnya, maluuu luu…lu… Kacau ya! Kadang heran, klien kok masih mau ngundang aja he..he.. bercanda nih, bercanda… Tetap ngundang ya…</p>
<p>Abis gimana? Kalo saya hanya lulus NLP lokal, bayarannya murah he..he.. Tapi, kalo lulusan luar negeri, fee pembicara jadi mahal, asyik kan? Ya, begitulah bangsa ini. Umumnya, kita lebih menghargai barang dari luar dibandingkan dari dalam negeri yang menurut pengalaman saya sangatlah luar biasa. Budaya-budaya daerah kita sungguhlah harta karun yang tidak ternilai, jika kita bisa menggalinya dengan benar. Banyak sekali ilmu NLP yang saya dapatkan saat menggali budaya-budaya daerah. Khususnya ilmu-ilmu terapi khas budaya Indonesia. Tapi ya sudahlah… Kita kembali ke laptop…</p>
<p>Nah, akhirnya setelah setengah hari pelatihan berlangsung saya baru tahu bahwa kertas karton kosong tadi untuk dicorat-coret, bahasa asingnya Graffitti ya??? Pokoknya boleh corat-coret apa saja sesuka hati dan warna-warni juga sesuka hati kita. Ehm, mulailah jahilnya saya muncul, maklum wong deso… Sayapun ikut-ikutan, kadang lebih gila dan aneh, bukan menurut gurunya, tapi menurut saya sendiri he..he.. Wah, setengah mati saya kagetnya, sore hari setelah pelatihan selesai, team trainer terlihat sering diskusi di depan corat-coret tersebut. Dalam hati saya pikir, akan dibacain nih besoknya. Lho, ternyata tidak tuh. Makin penasaranlah saya. Terus saja saya amati dan saya pelajari apa yang mereka lakukan. Sampai suatu saat saya tahu bahwa itu adalah salah satu sarana dalam berkomunikasi yakni Unconscious Signal.</p>
<p>Sesampai di Indonesia, mulailah saya tiru “pelajaran corat-coret” yang saya dapatkan tersebut ke kelas-kelas pelatihan yang saya lakukan. Setelah uji coba beberapa kelas pelatihan yang saya lakukan, barulah saya paham bahwa Corat-coret adalah salah satu cara alami bagaimana Unconscious peserta mengirimkan pesannya melalui sinyal-sinyal dalam hal ini adalah gambar yang berwarna-warni. Dengan demikian, jika saya mengerti maksud pesan tersebut, maka akan sangat membantu saya menyiapkan materi, ide baru ataupun tambahan penjelasan untuk materi pelatihan esok harinya tanpa banyak melakukan dialog kata-kata yang maknanya sangat terbatas ini.</p>
<p>Melalui media website: PortalNLP ini, saya hanyalah ingin berbagi bukanlah mengajari atau menggurui. Karena pasti banyak trainer yang sudah menggunakan cara ini, saya hanya ingin berbagi saja dari sisi lainnya yang mungkin bermanfaat sebagai pelengkap. Siapa tahu bisa menambah kasanah dan siapa tahu bisa juga berguna untuk orang lain. Kalaupun ada yang mengatakan: “Ah, ini kan biasa dan sederhana”. Ya, saya setuju karena memang benar hal ini biasa dan sederhana. Baiklah, berikut ini teknis persiapan, bahan-bahan yang diperlukan juga bagaimana memanfaat pesan Corat-coret ini.</p>
<p>Bahan yang diperlukan:</p>
<p>1. Kertas karton Manila ukuran setengah plano atau seukuran kertas flipchart, sejumlah berapa hari pelatihan yang Anda buat. Misalnya Anda membuat 3 hari pelatihan, berarti Anda siapkan 3 lembar kertas karton Manila.</p>
<p>2. Plakban kertas yang besar dibuat menyerupai plakban Double Tape agar dapat merekatkan sisi belakang karton dan dinding ruang tempat pelatihan. Sebaiknya hanya gunakan plakban kertas karena mudah menempel ke dinding jenis apapun dan aman saat dilepas kembali karena lem plakban kertas tidak merusak dinding.</p>
<p>3. Pensil krayon warna-warni dan meja kecil (jika perlu) untuk meletakkan krayon tersebut.</p>
<p>Tempat menempel karton Corat-coret:</p>
<p>Cari tempat yang cukup mudah dijangkau oleh peserta. Baik juga ditempat dekat pintu keluar masuk atau disamping kiri kanan dari peserta. Atau tempat yang menurut intuisi Anda adalah tempat yang tepat. Ikuti saja hati Anda.</p>
<p>Nah, yang menarik adalah bagaimana membaca Corat-coret ini dengan menggunakan bahasa Unconscious juga:</p>
<p>1. Masuk ke kondisi Hening, hanya hening saja. Gak usah mikir, gitu lho! Serius amat! He..he..</p>
<p>2. Lalu, serap saja secara visual tanpa bertanya apa maksud dari corat-coret tersebut. Amati rasa, dialog atau gambaran yang muncul dalam diri Anda, amati saja tanpa menilai apapun.</p>
<p>3. Setelah beberapa saat, endapkan dan biarkan Unconscious Anda yang memprosesnya dan mengartikannya dalam bahasa alam bawah sadar Anda sendiri.</p>
<p>4. Umumnya dari pengalaman saya selama ini, ada saja situasi seperti “POP UP” atau “AHA” atau gaya Melayu “OOOH” ini maksudnya. Sungguh sangat seru…</p>
<p>Bagaimana memanfaatkan Corat-coret ini?</p>
<p>Setelah kelas selesai pada sore atau malam hari, berdolah sejenak dan setelah itu baru tanyakan saja ke Unconscious Anda dengan dialog hormat dalam hati: “Apa maksud pesan dari peserta hari ini dan mohon bantuan untuk menyiapkan bahan pelatihan yang diperlukan oleh peserta untuk esok hari”. Tidak perlu menunggu jawaban seperti kita ngobrol he..he… biarkan dan endapkan saja prosesnya. Percayalah, besok paginya, mungkin siangnya atau kapan saja Anda akan mendapat ide atau masukan apa yang sebaiknya Anda lakukan untuk hari itu atau saat itu. Unconscious Anda, Alam Bawah Sadar Anda, Hati Anda, Qolbu Anda, Diri Anda atau apapun namanya, tahu kok yang terbaik untuk Anda. Karena yang tahu apa yang terbaik untuk Anda adalah Diri Anda Sendiri, bukan?</p>
<p>Catatan: Jangan juga menganggap Corat-coret sebagai satu-satunya fakta kebenaran, ini adalah salah satu feedback (umpan balik) saja dari para peserta pelatihan dalam bahasa sinyal atau dalam bahasa awam dikenal dengan istilah “pesan terselubung”. Umpan balik lainnya yang dapat Anda pelajari juga adalah pakaian yang dikenakan peserta, cara duduk, cara merespon atau apa saja karena informasi bahasa tubuh sangatlah berguna dan berpengaruh sangat besar dalam berkomunikasi yakni 55%.</p>
<p>Terakhir, jangan lupa untuk mendokumentasikan semua lembar Corat-coret ini. Boleh dengan menyimpan semua lembaran yang ada atau saya biasanya menawarkan peserta untuk membawa pulang lembar yang diinginkan dan saya dokmentasikan dengan memotret menggunakan kamera digital untuk disimpan sebagai file JPG di komputer atau CD.</p>
<p>Selamat menikmati berbicara dengan bahasa sinyal Unconscious…</p>
<p>Krishnamurti</p>
<p> Viewed 3415 times by 1121 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2007/09/28/tip-praktis-nlp-22-for-trainer-corat-coret-cara-alami-unconscious-mengirimkan-sinyal-pesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#21 For Trainer: FOKUS &#8211; Bola Pingpong Terbang ke Gelas Aqua dan GOOOL</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2007/09/26/tip-praktis-nlp21-for-trainer-fokus-bola-pingpong-terbang-ke-gelas-aqua-dan-goool/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2007/09/26/tip-praktis-nlp21-for-trainer-fokus-bola-pingpong-terbang-ke-gelas-aqua-dan-goool/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2007 00:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Fokus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Experiential Learning Saat saya menghadiri sebuah pelatihan, saya sangatlah bosan jika si pembicara hanya menyampaikan pesannya secara verbal. Saya gak mudeng-mudeng, teman saya bilang kamu bolot he..he.. Tapi, begitu ada simulasi, permainan, bergerak secara fisik, maka sayapun menjadi sangat tertarik. &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2007/09/26/tip-praktis-nlp21-for-trainer-fokus-bola-pingpong-terbang-ke-gelas-aqua-dan-goool/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p class="first-child"><strong><span class="cap" title="E"><span>E</span></span>xperiential Learning</strong></p>
<p><em>Saat saya menghadiri sebuah pelatihan, saya sangatlah bosan jika si pembicara hanya menyampaikan pesannya secara verbal. Saya gak mudeng-mudeng, teman saya bilang kamu bolot he..he.. Tapi, begitu ada simulasi, permainan, bergerak secara fisik, maka sayapun menjadi sangat tertarik. Maklum saya sangat kinestetik.</em></p>
<p>Sejak saya memutuskan menjadi trainer publik bulan Juli 2002 lalu, saya selalu menyampaikan pesan pelatihan melalui permainan, simulasi, contoh, drama, bernyanyi dan sebagainya. Pokoknya seperti bermain (karena saya senangnya bermain dan tidak capek jelaskan teori he..he.. Bosan tauk, baik pesertanya maupun trainernya). Eh, tidak disangka ternyata peserta umumnya sangat senang dengan cara bermain ini dan proses belajarpun menjadi mudah karena sederhana dan menyenangkan. <em>Tanganpun jadi ringan untuk memetik buah-buah makna pelatihan.</em><span id="more-88"></span></p>
<p>Saya belumlah terlalu paham dampak simulasi atau permainan dalam pelatihan, sampai suatu saat saya hadir di training New Code NLP di Kuala Lumpur tahun 2005 yang dibimbing oleh DR John Grinder, Co-Creator NLP. Pada pelatihan tersebut, Grinder banyak menyampaikan pesannya melalui Game. Setelah mencoba dan melatih beberapa game, saya bingung. Karena sepertinya terjadi suatu transformasi dalam diri saya, tapi saya tidak tahu. Setelah beberapa waktu, saya barulah paham bahwa manfaat sebuah permainan dalam sebuah pelatihan dapat membuat peserta merasakan perubahan diri. Sungguh luar biasa dampaknya.</p>
<p><strong>No Copy Right, It”s Your Right to Copy My Ide.</strong></p>
<p>Nah, khusus artikel yang berjudul “Tip Praktis NLP For Trainer” saya akan bagikan beberapa permainan yang saya temukan sendiri hasil dari observasi kehidupan sehari-hari. Permainan ini boleh Anda gunakan secara gratis dan bebas hak cipta untuk keperluan pelatihan Anda tanpa perlu membayar royalti dan sebagainya. <strong>No Copy Right, It”s Your Right to Copy My Idea</strong>.</p>
<p>Karena sering kali, saya sendiri mendapatkan ide ini secara tiba-tiba saja, saya yakin ide-ide “AHA” ini dari Hikmat Allah. Dan, karena Allah memberikannya secara cuma-cuma, rasanya naif sekali kalau hanya saya simpan sendiri saja atau saya jual untuk mendapatkan royalty. Saya takut sekali kalo saya jual ide tersebut dan Allah marah, sehingga Allah menyetop mengirimkan ide Nya kepada saya he..he..Maka, baiknya ide ini juga disebarluaskan secara cuma-cuma agar banyak orang yang bisa merasakan manfaatnya walau mungkin sangat sederhana. Anda cukup menyebutkan ke peserta pelatihan Anda bahwa permainan ini sumbernya dari Krishnamurti dengan alamat website: www.PortalNLP.com dan sudah diijinkan untuk dibagikan ke siapa saja, termasuk ke peserta.</p>
<p><strong>Melengkapi, bukanlah Bersaing.</strong></p>
<p>Seorang teman bertanya: <em>“Kamu nggak takut membagikan ilmu yang kamu miliki secara gratis dan meluas di website? Kan, sekarang ini persaingan kian ketat di dunia training”</em>. Saya malah balik bertanya: <em>“Mengapa harus takut? Sederhana saja alasan saya, pertama saya tidak pernah melihat teman-teman sesama trainer sebagai saingan, saya hanya punya niat untuk melengkapi apa yang belum ada. Yang kedua, berbagilah mumpung Allah masih memberikan kita kesempatan untuk berbagi. Karena kita tidak tahu kapan kita dipanggil dan setelah itu kita tidak punya kesempatan lagi untuk berbagi, bukan?”</em> Eh, maaf sebenarnya kita masih bisa berbagi sih saat meninggal nanti, yaitu berbagi organ tubuh kalau organ tubuh kita sehat dan baik he..he.. Kalo penyakitan? Itu mah, mindahin penyakit…kit.. kit…kit…</p>
<p>Juga, pengalaman hidup saya selama ini, semakin banyak saya berbagi ide, maka semakin banyak saja ide-ide baru datang menghampir saya, entah dari mana saja. Jadi, kalau begitu: “Mengapa harus takut berbagi, saudaraku?” Ada juga yang kembali bertanya: “Tetapi, kan ada saja orang yang jahat pada kita?” Saya hanya menjawab: “Biarkan saja. Toh, sudah dibuat oleh Allah hukum alamnya yakni siapa yang menabur, maka dialah juga yang menuai. Hidup ini sederhana, bukan?”</p>
<p><strong>Menjelaskan &amp; Merasakan Kata FOKUS</strong></p>
<p>Baiklah, berawal dari 5 bulan lalu, saya mencari ilham untuk menjelaskan kata FOKUS, sebuah kata yang sangat penting untuk menjadi berhasil dalam hidup ini, sebuah kata yang mudah dikatakan dan juga sederhana untuk dijelaskan, namun sungguh sulit mengajak peserta merasakannya. Outcome (tujuan) saya waktu itu adalah melalui permainan FOKUS ini peserta bisa merasakan sendiri perubahan energi dalam dirinya sebelum bermain dan setelah bermain, sehingga diharapkan peserta akan menjadi berubah setelah mengikuti pelatihan ini. Ide lainnya adalah agar pesertapun bisa melakukannya di rumah atau mengajarkannya kepada orang lain seperti bawahannya, termasuk anak-anak dirumah.</p>
<p>Outcome ini membuat saya cukup lama berdiam diri, bermeditasi, berkeliling masuk keluar kampung dan akhirnya tiba-tiba “AHA” muncullah sebuah ide sederhana yang bisa dimainkan oleh setiap peserta pelatihan yakni melempar bola pingpong ke gelas aqua yang kosong. Sejak itu, saya selalu membawakan permainan ini di kelas-kelas pelatihan saya baik untuk menjelaskan makna kata FOKUS atau hanya untuk memindahkan STATE dari kondisi yang mungkin mulai adem ayem ke kondisi yang segar kembali dengan berbagai aplikasi lainnya, terserah kebutuhan saja. Baiklah, saya akan bagikan permainan yang sederhana dan sangat bermakna tersebut kepada khalayak umum, khususnya Anda yang ber-profesi sebagai Trainer, Guru, Dosen, Pembimbing atau profesi apapun.</p>
<p>Perlengkapan yang diperlukan untuk setiap peserta:</p>
<p>1. Gelas plastik Aqua yang kosong.</p>
<p>2. Bola pingpong atau cukup kertas yang diremas-remas sampai membentuk bulatan sebesar bola pingpong. Baik sekali jika gunakan bola pingpong yang berwarna oranye dibanding warna putih karena memudahkan mata untuk melihatnya.</p>
<p>Cara bermain:</p>
<p>1. Peserta diminta memilih pasangan sebagai teman latihan.</p>
<p>2. Setiap peserta mendapat 1 gelas plastik Aqua yang kosong dan 1 buah bola pingpong.</p>
<p>3. Peserta A diminta memegang gelas plastik Aqua pada posisi menghadap B, boleh dibuat posisi miring 45 derajat.</p>
<p>4. Peserta B mengambil ancang-ancang jarak bisa dimulai 1 meter, lalu dibuat menjauh 2 meter, 3 meter sampai misalnya 10 meter dari peserta A. Atur saja jarak lemparnya sesuai kebutuhan pelatihan, karena peserta akan merasakan manfaat yang berbeda-beda dan biarkan peserta yang menyimpulkan manfaat yang bisa mereka petik.</p>
<p>5. Dengan konsentrasi penuh dan terfokus pada tujuan, peserta B melemparkan bola pingpong ke gelas plastik Aqua yang dipegang oleh peserta B. Lakukan berkali-kali sampai mahir.</p>
<p>6. Lakukan permainan ini secara bergantian.</p>
<p>7. Baik sekali anjuran peserta untuk berteriak “GOOOL” sekeras mungkin, saat bola pingpong masuk ke dalam gelas Aqua. Karena kelas akan sangat ramai dengan teriakan berhasil “Goool” atau teriakan “Aaah!!!” karena bola pingpong hampir saja masuk ke dalam gelas Aqua. Sungguh suasana kelas yang sangat hidup.</p>
<p>Manfaat permainan ini:</p>
<p><strong>1. Fokus</strong></p>
<p>Peserta akan mengalami sendiri perasaan pentingnya fokus sebagai kunci mencapai kesuksesan. Karena semakin kita fokus pada impian kita, semakin cepat pula kita mencapai apa yang kita inginkan. Alam bawah sadar peserta akan menangkap pesan ini dengan sangat baik, tanpa perlu disimpulkan oleh trainer. Ingat, kata-kata sangatlah terbatas dan pengaruh kata-kata dalam berkomunikasi hanyalah 7% saja, sebaiknya sebagai trainer kita hanya memberikan kata kunci saja. Biarkan peserta yang menyimpulkan dalam bahasa mereka sendiri.</p>
<p><strong>2. Pindah State (Pindah Kondisi)</strong></p>
<p>Setelah latihan untuk fokus, permainan ini sering saya ulang saat peserta mulai diserang rasa kantuk, sehingga setelah 5-10 menit latihan, keadaan fisik dan emosi peserta kembali segar dan siap melanjutkan pelatihan. Khusus kelas pelatihan untuk terapi, saya membagikan pengalaman bagaimana memfokuskan energi ke tangan kanan, lalu memindahkan energi tersebut ke bagian tubuh klien kita yang sakit tanpa perlu menyentuh langsung ke bagian yang sakit tersebut.</p>
<p>Untuk manfaat “Rasa Perhatian” yang tulus, misalnya untuk Customer Service, perbedaan rasa akan terasa sekali di tangan kanan (tangan yang dipakai untuk melempar bola pingpong) sebelum bermain dan setelah bermain, saya biasanya meminta peserta melakukan salaman ke beberapa peserta sebelum bermain dan merasakan perbedaannya setelah peserta bermain. Ada perbedaan rasa yang cukup signifikan.</p>
<p>Tentu akan banyak lagi manfaat dan pengoptimalan permainan ini, silahkan Anda gali dan maknai sendiri sesuai tujuan pelatihan yang akan Anda berikan. Misalnya: Visualkan dulu impian peserta dan masukan gambar impiannya secara imajiner ke dalam gelas Aqua tersebut, lalu fokuskan pikirkan telah mencapainya, setelah itu lempar bola pingpong menuju ke impiannya tersebut dan minta peserta tersebut berbagi apa perasaanya saat bola pingpong tersebut masuk ke dalam gelas Aqua tersebut. Juga apa rasanya saat gagal?</p>
<p>Kesan dan manfaat lain yang bisa Anda dapatkan atau temukan dari permainan ini selain dari yang saya tuliskan di artikel ini, kalau Anda berkenan mohon dibagikan di kolom komentar atau boleh langsung email saya di: krishnamurti@indo.net.id. Selamat bermain dan having FUN yaaa!</p>
<p>Krishnamurti</p>
<p><em>NB: Oh ya, jika permainan ini dapat memberikan manfaat untuk Anda, tolong bagikan permainan ini juga kepada saudara-saudara trainer, Guru, pembimbing atau saudara kita lainnya, khususnya para trainer yang baru mulai merintis usaha sebagai trainer muda.</em></p>
<p> Viewed 3933 times by 1175 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2007/09/26/tip-praktis-nlp21-for-trainer-fokus-bola-pingpong-terbang-ke-gelas-aqua-dan-goool/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

