<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Krishnamurti - Mindset Motivator &#187; Modeling</title>
	<atom:link href="http://mindsetmotivator.com/category/modeling/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mindsetmotivator.com</link>
	<description>to be a World Class Indonesian Motivator...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 08:39:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Thai-Quantum #6 NLP itu Ekonomis</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/08/25/thai-quantum-6-nlp-itu-ekonomis/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/08/25/thai-quantum-6-nlp-itu-ekonomis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 16:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=762</guid>
		<description><![CDATA[Apapun keadaan dan kejadian sekitar adalah sumber belajar, bahkan patung Monyet sekalipun. Usaha dan biaya yang sekecilnya, dapatkan hasil yang sebanyaknya, berlaku juga dalam capaian kualitas hidup. (Oleh Istoto Suharyoto) Pelajaran Dari Tiga Patung Monyet Saat mengingat seekor monyet, maka &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/08/25/thai-quantum-6-nlp-itu-ekonomis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><a href="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/08/Amphawa3.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-800" title="Pikiran itu Monyet" src="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/08/Amphawa3-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<ul>
<li style="text-align: center;"><strong><em>Apapun keadaan dan kejadian sekitar adalah sumber belajar, bahkan patung Monyet sekalipun.</em></strong></li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align: center;"><strong><em>Usaha dan biaya yang sekecilnya, dapatkan hasil yang sebanyaknya, berlaku juga dalam capaian kualitas hidup.</em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><strong>(Oleh Istoto Suharyoto)</strong><span id="more-762"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Pelajaran Dari Tiga Patung Monyet</strong></span></p>
<p>Saat mengingat seekor monyet, maka dapat saja pikiran kita ingat seekor binantang yang tidak bisa diam, selalu bergerak, melompat, berpindah tempat, atau bahan kalau toh sedang duduk, minimal tangannya selalu menggaruk bagian badannya, atau menjaili temannya.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Kesadaran manusia yang tersadar,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>akan menyadarkan dirinya untuk tetap sadar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Ada pelajaran menarik dalam kegiatan kali ini. Setelah turut melaksanakan Pindapatta tadi, semua peserta Thai-Quantum berkumpul di ruang tamu sang Wakil Kepala Bante Vihara itu.</p>
<p>Semua peserta duduk di lantai, di ruang tamu yang sebagian tempatnya penuh dengan barang dan alat upacara keagamaan, saling membincangkan bisik-bisik apa yang mereka dapatkan selama ikuti perjalanan tadi. Beberapa orang yang tidak berpuasa mulai menikmati minum kopi yang secara khusus dibuatkan oleh Bante tua yang datang pertama tadi.</p>
<p>Sesaat kemudian, datanglah sorang Bante paruh baya, dengan kacamata dan badan cukup tegap, dan ternyata beliau adalah Wakil Kepala Vihara. Setelah memberi salam dan saling sapa dengan diterjemahkan oleh Bante Budi, seorang peserta bertanya dan tertarik pada benda berupa patung di ruang tamu itu. Ukurannya tidak terlalu besar, sehingga tidak semua orang tertarik memperhatikannya.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Patung memang diukir untuk diam.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Karena dalam diam baru terlihat ukirannya.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Patung Monyet berukuran tinggi kira-kira 30cm itu, berjumlah 3 ekor. Yang menarik adalah posisi tangan ketiga monyet itu berada di tempat yang berbeda.</p>
<ol>
<li><em><strong>Monyet pertama meletakan kedua tangganya menutupi masing-masing kedua matanya.</strong></em></li>
<li><em><strong>Monyet ke dua meletakkan tangannya di masing-masing di kedua telinganya, dan&#8230;</strong></em></li>
<li><em><strong>Monyet ketiga meletakkan kedua tangannya menutupi mulutnya, mereka diletakkan berjejer. </strong></em></li>
</ol>
<p>Nah, bayangkan saja selintas pemandangannya tentulah jenaka, karena bagi orang jawa langsung teringat tokoh pewayangan Hanoman, Sugriwa atau Subali, tokoh pewayangan dalam kisah Ramayana, 3 monyet bersaudara yang memiliki karakter sangat berbeda itu.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Keistimewaan manusia adalah bisa jadi monyet.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Keistimewaan monyet adalah tidak bisa jadi manusia.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Tuhan memang suka main-main…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>Dari banyak perbincangan muncul berbagai hal yang menarik. Salah satu perbincangan menarik muncul saat ada pertanyaan seorang peserta, mengapa patung itu dipilih binatang monyet dan mengapa tangannya berposisi seperti itu. Sang Bante menjawab, katanya:</p>
<p><em>“Kita semua kan tahu, bahwa monyet kan binatang yang paling tidak bisa diam, ibarat manusia, pikirannya selalu keluar dari dirinya, berinteraksi dengan hal-hal di luar dirinya. </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Nah, menjadi istimewa manakala monyet melakukan aksi menutup mata, alias tidak melihat, menutup telinga sehingga tidak mendengar dan menutup mulut sehingga tidak bicara atau makan terus hahahaa….. Ini adalah simbol pengekangan diri”.</em></p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat seseorang bisa mengendalikan pikiran,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Melihat apa yang perlu dilihat.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Mendengar apa yang perlu didengar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Makan apa yang perlu dimakan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Hidupnyapun menjadi terkendali.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Menjadi manusia sempurna juga harus banyak masuk ke dalam dirinya dan jadikan dirinya sumber inspirasi. Kalau monyet saja bisa, apa yang menghambat kita bangsa manusia untuk melakukan kebaikan diri seperti itu?” Diakhiri dengan pertanyaan sang Bante mengakhiri penjelasan tentang patung monyet, dan semua peserta menganggukkan kepala tanda mengerti sambil mereka bergumam, ooo… kop pun ma, kaap.</p>
<p>Secara pribadi saya terhenyak. Tadi pagi sebelum berangkat, dipesan oleh Mas Krishna, untuk lakukan saja apa yang dilakukan Banthe dalam Pindapatta. Bahkan stop pikiran Anda untuk melakukan analisa, saya sudah berhasil melakukannya tadi sehingga saya mendapatkan state diri yang begitu membuat diri ini bersyukur. Nah sekarang dihadapkan pada 3 patung monyet ini, yang secara filosofis keterangannya disampaikan oleh Bante tadi. Bagi saya, segera muncul pengayaan frame (kerangka pikir) lain, saya hidup menggunakan panca indera sebagai alat sensor pengenalan dunia.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Manusia sering takut menutup mata,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>karena akan terlihat dirinya yang telanjang.</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<address style="text-align: center;"><strong>Manusia sering takut menutup telinga, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>karena suara jujur batinnya jadi terdengar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<address style="text-align: center;"><strong>Manusia sering takut menutup mulut, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>karena bau mulutnya jadi tercium sendiri.</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Menutup 3 panca indera, mata, telinga, dan mulut mewakili semua panca indera, sama dengan<strong><em> sikap</em></strong> sekaligus <strong><em>cara </em></strong>simbolik untuk membangun knowing-nothing state. Ya, benar… secara NLP saya melihat ini adalah sikap, cara dan teknik untuk membangun state belajar cepat yang luar biasa untuk mempelajari segala aspek kehidupan baik di dalam diri maupun di luar diri, Subhanaalahu…. Allahuakbar!</p>
<p>Kawan, dari patung itu, saya juga teringat pada pelajaran berupa kerangka pikir yang lain lagi. Dalam NLP dikenal salah satu prinsip komunikasi dengan menggunakan <em>“economic word-economic movement”</em>, berkomunikasi dengan menggunakan sesedikit mungkin kata dan sesedikit mungkin gerakan. Nah, bukankah ketiga patung monyet itu juga bisa saya persepsi demikian? Ya, betul… ketiga patung itu ingatkan saya untuk kurangi kata-kata dalam berbicara, selektiflah mendengar dan hati-hatilah merekam pemandangan dengan matamu.</p>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Komunikasi hanyalah untuk mencapai maksud,</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em> kualitasnya diukur bukan dari maksud baik </em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>namun dari respon yang didapat.</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>(Istoto Words)</em></strong><strong> </strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p>Nah untuk apa mengumbar <em>kata, intonasi dan gerakan tubuh</em> jika tidak mendukung pencapaian maksud. Oh monyet!</p>
<p>Komunikasi itu, ibarat bergumul dalam dunia ekonomi. Menggunakan sumberdaya sekecil-sedikitmungkin, dapatkan sebesar-banyakmungkin. Selama ini saya belajar mewujud ke arah seperti itu dalam pekerjaan pelatihan yang sayapandu atau keseharian saya, hasilnya menggembirakan, seperti Anda juga dapat demikian jika mau.<em>Efektif cepat dan efisien berhasil besar.</em></p>
<p><strong>Menjemput Rejeki Untuk Hari Ini Saja, </strong></p>
<p><strong>dengan Menemukan Tanpa Harus Mencari.</strong></p>
<p>Setelah diakhiri dengan persembahan, aksi menyumbang apa saja, saat itu sumbangan berupa uang dari masing-masing peserta, melakukan penghormatan dengan cara khusus untuk para Bante, kemudian rombongan pamit undur diri. Sebentar, pamit undur diri ini ternyata bukan pergi meninggalkan vihara, karena ternyata hanya pindah ruangan yang lebih besar, di mana sudah tersedia tikar yang digelar, dan semua peserta duduk melingkar. Sambil menanti kedatangan Bante Budi yang makan pagi (karena para Bante hanya mengenal makan pagi dan makan siang, setelah jam 12 siang tidak ada lagi makan berat, hanya minum saja), Mas Krishna memandu sharing pengalaman peserta, apa yang dirasa dan dipelajari dari ikuti kegiatan pindapatta pagi ini.</p>
<p><strong><em>Menemukan kedamaian jiwa, mendapatkan rasa syukur, mendekatkan diri pada sang pemberi rejeki, menemukan tanpa mencari…</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>dan banyak lagi kalimat meluncur dari peserta. Menemukan kedamaian jiwa didapatkan karena selama perjalanan, langkah demi langkah adalah meditasi perjalanan. Mendapatkan rasa syukur karena betapa besar kasih umat itu kepada bantenya, tentu selama ini semua orang disekitar kita atas perhatian mereka. Mendekatkan diri pada Sang Pemberi Rejeki, Sang Agung dan Sang Pemurah, karena sampai sekarang selalu saja ada rejeki bahkan berlebihan, para Bante hanya mengambil rejeki untuk hari itu saja.</p>
<p>Menemukan tanpa mencari, karena para Bante itu hanya memandang jalan 3 meter lurus didepannya, tidak tengok kiri dan tengok kanan, di mana di sepanjang jalan itu ada orang yang bawa persembahan bahkan sangat eksotik, mereka jalan saja menemukan orang yang mendekati dan memberikan rejeki bagi masing-masing Bante yang ada di jalan pagi itu.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Seringkali manusia mencari tapi tidak menemukan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Namun, saat kesadaran manusia menjadi tersadar, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>ternyata tanpa mencari justru malah menemukan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Benar, setelah menapat paparan dari Bante Budi dan dari tanya jawab didapatkan keterangan, bahwa semua pemberian persembahan itu disatukan, para bante makan seperlunya dan hanya di makan yang diijinkan dimakan, selebihnya dikembalikan kepada masyarakat yang memerlukan. Hebatnya, masyarakat menerima makanan dari vihara dengan menganggap mendapatkan berkah, kira-kira seperti sebagian orang di Jogja saat ada pemberian sesuatu dari Karton atau oleh Sultan.</p>
<p>Menggunakan panca indera untuk mengenali dunia adalah cara untuk membangun persepsi dalam pikiran setelah melalui saringan atau filter dalam pikiran, mengungkapkannya juga didahului filter dan saringan untuk mendapatkan ungkapan yang terungkap.</p>
<p><strong><em>Sudahkah Anda mengendalikan ungkapan Anda secara tepat, bahkan sesedikit mungkin kata dan gerakan untuk mencapai maksud dalam komunikasi keseharian Anda?</em></strong></p>
<p>Sambil berpikir filter apa saja dalam pikiran Anda yang bisa bantu dapatkan ungkapan komunikasi paling tepat, tentu Anda penasaran untuk segera membaca ceritera berikutnya….</p>
<p>Salam Sukses</p>
<p>Denpasar, 25 Agustus 2011</p>
<p><strong>Istoto</strong> – Peserta Tertua Thai-Quantum</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>NB:</strong></span> Karena banyaknya permintaan, maka kami kembali mengadakan kelas “Thai Quantum TranceFormation” ke 2 yang akan diadakan sbb:</p>
<h1>Thailand Quantum TranceFormation 2</h1>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Ingat! Ini bukan Pelatihan NLP, namun TERAPAN NLP.</em></strong><em> Ya, memang materi terapannya mencakup NLP Practioner &amp; Master Practioner yang saya sarikan dari <strong>NLP ala Richard Bandler</strong>, maupun <strong>NLP ala John Grinder</strong>, karena memang saya pernah mengikuti pelatihan kedua orang pencipta NLP ini.</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Anda akan menguasai NLP ala Bandler dan ala Grinder  tanpa Anda tahu apa itu NLP…! Itu saya JAMIN! Karena saya sudah menerapkannya untuk hidup saya sendiri, di karir, di bisnis, di parenting, dalam pembuatan buku, sebagai Coach, sebagai Pelukis, sebagai Penyair, sebagai Penyiar Radio &amp; bersiap untuk acara TV.<strong> </strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><strong>“Kuasai Dunia dengan Menguasai Pikiran Anda…”</strong></p>
<ul>
<li><strong>Jumat-Selasa, 4-8 November 2011</strong>. Anda bisa lanjutkan untuk berada 1 atau 2 hari lagi di Thailand, tentunya dengan biaya sendiri he he…</li>
<li>Investasi Pelatihan mulai kelas kedua ini kami tetapkan <strong>hanya: Rp. 15 juta</strong>. Sudah termasuk biaya keseluruhan, seperti:
<ul>
<li>Tiket Pesawat Garuda-Bangkok PP</li>
<li>Akomodasi 4 (empat) malam selama pelatihan.</li>
<li>Transportasi (Kereta, Bus &amp; Mobil) selama pelatihan karena kita akan berpindah-pindah lokasi setiap harinya, mengikuti proses pelatihan.</li>
<li>Konsumsi &amp; Thai Dinner Party di akhir kelas.</li>
<li>Mata Uang Bath untuk <strong>“Real Game”</strong></li>
<li>Perlengkapan pelatihan.</li>
<li>Materi Pelatihan.</li>
<li>Termasuk: Kaos, Sarung khas Thailand, hadiah-hadiah dan sovenir.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Harga khusus Alumni:</strong> Quantum TranceFormation, Pinewood, Ciawi. Juga alumni Thai.</li>
<li>Untuk info lebih lanjut, spt cara pembayaran, kartue kredit, uang muka dsb, dapat hubungi Bu Naomi di HP 0816 134 8912</li>
<li><strong>Tempat sangat terbatas </strong>(karena harus sesuaikan dengan kapasitas Bus yang digunakan selama di Thailand), saya ingin mengajak teman2 dari Indonesia untuk mulai keluar dari kandang dan menjadi pemenang dimanapun Anda berada.</li>
<li>Sampai jumpa di Thailand…</li>
<li><strong>Mari kita kuasai dunia…</strong> Bersamaku, Krishnamurti</li>
<li>Follow me @AndaHebat</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Yang harus dibawa oleh peserta:</span></strong></p>
<ul>
<li>Hanya boleh gunakan ransel atau backpack sebanyak 1 buah</li>
<li>Passport yang masih berlaku</li>
<li>Video Kamera</li>
<li>Mp3 Player (alat rekam suara)</li>
<li>Sepatu olah raga</li>
<li>Obat-obatan pribadi</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Proses Pelatihan:</span></strong></p>
<ul>
<li>Peserta akan memunculkan potensi yang selama ini tersembunyi di dalam dirinya karena keadaan sekitar yang memerlukannya (baca artikel-artikel Mas Istoto di web ini).</li>
<li>Peserta akan menguasai Strategi Sukses di tempat asing, yang tidak dikenalnya, baik secara bahasa, teritori maupun budaya. Kok, bisa ya?</li>
<li>Saat seseorang sdh memiliki Strategi untuk Sukses di tempat asing, maka dengan mudah dia akan sukses di tempat sendiri.</li>
<li>Itulah alasan mengapa saya memilih Thailand sebagai tempat latihan sukses kali ini.</li>
<li>Saat Anda sudah memahami strategi yang dikuasai penemu NLP yakni John Grinder dengan:</li>
</ul>
<p><strong>“Prepare for Nothing, but Ready for Everything”</strong>, maka Anda bisa sukses dimanapun Anda berada, Anda bisa sukses dalam situasi ekonomi apapun. Ekonomi membaik, Anda bisa sukses. Ekonomi memburuk, Andapun bisa sukses dengan baik.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Peserta:</span></strong> Pengusaha, Wira Usaha, Pebisnis Asuransi, Pebisnis MLM, Anda yang mau punya usaha, Anda karyawan yang mau bermentalkan pengusaha dan siapapun yang mau jadi orang kaya he he… Juga, untuk Anda penakut yang hidupnya hanya jadi anak mami. Atau, Anda yang nekad mau keluar dari belenggu keterbatasan Anda selama ini…</p>
<p>Anda yang mau belajar NLP tapi males belajar NLP di kelas, cocok banget dengan metode “Experience Learning” NLP ini. Baca tulisan Mas Istoto di web ini, bagaimana kami menerapkan NLP dalam pelatihan Thai Quantum TranceFormation.</p>
<p><strong>“Anda akan menguasai NLP tanpa belajar NLP”</strong></p>
<p>Yuuuk, mari kita kuasai dunia…</p>
<p>Bersamaku, <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p>+62816 1815 333 – @AndaHebat</p>
<p> Viewed 15890 times by 3664 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/08/25/thai-quantum-6-nlp-itu-ekonomis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thai-Quantum #5 NLP itu Meyelaraskan</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/08/24/thai-quantum-5-nlp-itu-meyelaraskan/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/08/24/thai-quantum-5-nlp-itu-meyelaraskan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 06:34:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[Rejeki bukan dicari, tetapi dijemput Memberi dengan iklas sudah biasa, menerima dengan iklas.. baru luar biasa (Oleh Istoto Suharyoto) Pakaianmu tentukan state hidupmu keseharianmu. Mungkin Anda masih ingat, entah Anda sudah mengalami, hanya membaca dokumen atau cerita dari orang tua &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/08/24/thai-quantum-5-nlp-itu-meyelaraskan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Rejeki bukan dicari, tetapi dijemput</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Memberi dengan iklas sudah biasa,</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>menerima dengan iklas.. baru luar biasa</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>(Oleh Istoto Suharyoto)<span id="more-759"></span></em></strong><em> </em></address>
<p><strong>Pakaianmu tentukan state hidupmu keseharianmu.</strong></p>
<p>Mungkin Anda masih ingat, entah Anda sudah mengalami, hanya membaca dokumen atau cerita dari orang tua Anda, bahwa pada saat negara kita mengalami dampak krisis ekonomi global yang sangat parah beberapa tahun lalu ada orang yang punya ide <strong>“Memberikan tangan, menyumbang negara”</strong> Ya, idenya menyumbang uang atau emas. Benar, sudah ingat….  Dari mana sebenarnya datangnya ide seperti itu?</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat semua orang bersikap selalu berbagi, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>mana mungkin sebuah negara bisa bangkrut, bukan?</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Konon, ada sebuah negara di Asia Tenggara ini yang tidak pernah di jajah, karena pada saat zaman jajah-menjajah itu, kerajaannya sangat kuat sehingga Raja mereka justru bersahabat dengan Rajanya para penjajah. Dan salah satu negara seperti itu adalah Thailan yang memiliki budaya sangat kuat, dengan tradisi taat pada Raja.</p>
<p>Saat semua negara terkena dampak resesi ekonomi global, Raja Thai mengajak rakyatnya untuk menyumbang pada negara, dengan memberikan emas atau uang. Sumbangan itu supaya aman dijemput-ambil dan dikelola oleh para Bante (pendeta agama di Thailan), selain karena mereka tidak bakal mencurangi sumbangan rakyat itu, mereka memang sudah punya tradisi menjemput rejeki setiap hari ke rumah-rumah rakyat di sepanjang jalan yang ia lalui.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat sudah dipercaya, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>semua proses akan jadi cepat.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Tradisi para Bante ini disebut sebagai <strong>Pindapatta</strong>, atau dalam bahasa Inggris populer dengan istilah “<strong>Giving Hand”</strong> Nah dari sanalah ide “Menyumbang negara  di Indonesia” saat itu. Thailan segera bangkit dan pulih menjadi negara kuat. Mengapa di Indonesia tidak jalan? Karena tidak ada tradisi yang mendukung hal itu.</p>
<p>Nah, pagi itu, sebelum pukul 5.00 semua peserta sudah berkumpul di loby hotel. Ini beberapa waktu lalu di dalam sebuah grup diskusi di BBM saya ada yang bertanya, apakah kalau seseorang berpakaian tertentu itu akan membangkitkan perasaan tertentu dan membangun sikap tertentu.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Pakaian mewakili perasaan Anda.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Paling tidak saat itu saja&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></address>
<p><strong> </strong></p>
<p>Saat itu saya jawab, ya benar, dalam pikiran setiap orang ada persepsi dan makna terhadap banyak hal, termasuk pakaian. Bukankah memang dicitrakan begitu, ada Batman, Robin, Cat Women, dst yang sangat terkenal itu, eh di Indonesia juga banyak, pakaian adat dari berbaga daerah, bahkan wayang dan kethoprak. Setiap orang yang mengenakan pakaian seperti itu, maka dirinya segera mengidentifikasi perilaku tokoh yang pakaiannya ia kenakan, dan segeralah ia menjadi seperti tokoh itu.</p>
<p>Benar saja, pagi itu semua peserta mengenakan pakaian khas Thai warna putih. Dan herannya, mereka semua keluar dari lift sudah meletakkan kedua tangannya di depan dada seperti meyembah… hahaha, yuk foto bareng… teriak seorang peserta, saat mereka beraksi, tangan mereka pun tetap ada di dada seperti itu dan bahkan dengan badan sedikit agak condong ke depan…. <strong>“NLP  memang menyelaraskan”</strong>, pikir saya…</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Keselarasan mendatangkan persamaan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Persamaan membuat kemudahan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Kemudahan membuat percepatan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Dengan 2 kendaraan minibus bermerek Toyota, cukup lux, yang kata Mr.Thano mobil-mobil ini buatan Indonesia (Nah lo… mana ada Indonesia Toyota model ini dengan kualitas sebagus begini…) semua peserta di bawa ke sebuah vihara Wat Bowon Monko pada pagi-pagi buta (jadi ingat film-film, hehehe seperti tahanan mau dipindah penjarakan).</p>
<p>Benar saja sesampai di sana, di sambut seorang Bante di halaman tempat tinggal para Bante, yang ternyata adalah seorang yang berasal dari Boyolali-Indonesia, Bante Budi yang sedang belajar Budhisme di tingkat pascasarjana, <strong>“Belajar langsung dari budaya terdekat dan aslinya”</strong> katanya.</p>
<p>Begitu fajar meremang hendak menyingsing, satu demi satu Bante keluar dengan pakaian khas coklatnya membawa semacam kendil dari tembaga atau besi di gendong di bagian depannya, berjalan keluar vihara. Peserta Thai-Quantum dengan pasangannya diminta untuk ikuti seorang Bante dan belajar dari apa yang dilakukan oleh Bante itu tanpa bicara.</p>
<p><strong>Selaraskan diri Jemput rejeki</strong></p>
<p>Awalnya terasa aneh berjalan tanpa alas kaki, tengak-tengok lihat kiri, lihat kanan di belakang seorang Bante yang jalan membisu dengan pandangan tak lebih dari 3 meter di depannya. Saya segera tersadar dan ingat, saya harus belajar. Maka dengan segera saya lakukan rapport (membangun kedekatan dalam komunikasi) fisiologis, ikuti irama langkahnya, ikuti posisi tubuhnya dan bahkan ikuti irama nafasnya, dan… Oh My God!!! Tidak lebih tiga menit saya lakukan itu, seluruh state (keadaan diri) tubuh saya serasa menjadi seorang Bante yang setiap pagi hari melakukan ritual ini. Perasaan pertama yang muncul adalah… <strong>“Bersyukur banged” bahwa selama ini saya hidup lancar dan sehat.</strong></p>
<p>Berikutnya, hmmmm seluruh bulu roma saya berdiri….. betapa sederhananya hidup ini, berjalan menjemput rejeki. Ya, benar. Bante yang saya ikuti ini sedang melakukan ritual Pindapatta, menjemput makanan mereka hari itu persembahan (giving hand) dari masyarakat sekitar.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Jangan sia-siakan makanan yang diterima,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>karena itu pemberian dari orang lain… </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Banthe Budi dari Boyolali)</strong></address>
<blockquote><address style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></address>
</blockquote>
<address style="text-align: center;"><strong>Bersungguh2lah pada pekerjaan Anda saat ini,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>karena itu pemberian dari alam semesta…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Seorang lelaki tua, membawa tas plastik berisi makanan dan buah, serta ubi rebus, sudah berdiri di pinggir jalan di depan rumah mereka, disampingnya seorang remaja putri. Saat bante lewat, mereka segera melepas alas kaki, membungkukan badan, bahkan anak remaja putri itu berlutut, menyerahkan makanan mereka tanpa memandang sang Bante, dan sesaat kemudian Bante mengucapkan kata-kata yang nampaknya mendoakan mereka sambil berterima kasih. Umat disekitar vihara ini sudah biasa memberi, dengan iklas… dan hebatnya para Bante menerima apapun pemberian mereka juga dengan iklas, luar biasa.</p>
<p>Demikian selanjutnya, seorang ibu dengan amplop yang nampaknya berisi uang, ada ibu-ibu lagi dengan sepotong roti coklat, terus begitu, setiap terjadi peristiwa itu, semakin rasakan betapa bersyukurnya kita ini, sambil bayangkan dan rasakan betapa bersyukurnya orang-orang yang telah berikan persembahan itu, terlebih lagi Bante muda yang saya ikuti ini, tentu sangat bersyukur dicintai umatnya.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat ada keikhlasan,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>yang memberi jadi menerima,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>yang menerima jadi memberi… </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Saat kadang kaki saya sesuaikan kembali karena konsentrasi <em>matching</em> terpecah pemandangan lain, tiba-tiba Bante berbalik arah, dan saya minta beberapa tas plastik yang sudah tergantung di beberapa jarinya, setelah berindah ke tangan saya yang kembali ke posisi dada, perjalanan dilanjutkan, berpapasan dengan banyak Bante lain yang diikuti dua orang teman berpakaian putih, ada saja keluarga yang menyerahkan persembahan kepada mereka, ada yang kendilnya sampai penuh, ada juga yang tetap terlihat kosong, namun pandangan mereka tidak berpindah dari jalan dan hanya 3 meter ke depan.</p>
<p>Tiba-tiba Bante yang saya ikuti membelok masuk gang kecil, dan ternyata di ujung gang buntu itu sudah ada 2 ibu yang menanti dengan persembahan mereka. Saya semakin kagum dengan peristiwa yang sedang saya lakukan ini, sadarkan saya betapa sederhanya hidup ini.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Memahami hanya bisa dilakukan saat melakukannya.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Sementara Anda sedang terus ikuti paparan saya ini, mungkin Anda bertanya-tanya, untuk apa sebenarnya kegiatan semacam ini dilakukan. Ya, jangankan Anda, sayapun mempertanyakan sebelumnya. Baru setelah akhirnya Bante kembali sampai ke rumah, dan menyerahkan semua yang diterimanya kepada pengurus Rumah Vihara, saya dipanggil seorang Bante lain yang lebih tua, suruh masuk sebuah ruang tamu yang didalamnya ada berbagai asesori keagamaan. Di sini saya dibuatkan minuman hangat semacam coffeemix khusus untuk saya dan teman saya Cik Yatie. Bante ini ternyata adalah Bante sepuh yang tadi diikuti oleh Rama Ari Wijaya peserta lain dengan pasangannya yang sudah berada di ruangan itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sambil menunggui dibuatkan minum, dan beberapa teman peserta lain juga berdatangan, kami memperbincangkan bagaimana pengalaman tadi, barulah saya memahami lebih dalam lagi apa makna kegiatan ini bagi para Bante dan buat saya.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Menyiapkan segelas kopi dengan ikhlas dan kesungguhan, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>sungguh membuat wangi kopi menjadi sangat harum…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Apa makna Pindapatta ini bagi para Bante, ikuti saja tulisan berikutnya, di sini saya mau sampaikan kepada Anda mengenai pelajaran apa yang saya dapatkan. Seperti pada tulisan sebelumnya, NLP adalah ilmu memodel, maka dengan serta merta saya memodel habis Bante yang saya ikuti dan saya dapatkan state nya, saya sangat bersyukur dapat mersakan ini semua.</p>
<p>Saya terbantu dengan kompetensi NLP (P-nya berarti Programmer) yang saya miliki, karena dengan serta merta saya dapat selaras dengan atmosfere, energi, situasi dan keadaan pagi itu di sebuah vihara dan lingkungan umatnya, NLP itu menyelaraskan.</p>
<p>Lebih dari itu, saya jadi menemukan sebuah keindahan kesadaran baru, rejeki tidak dicari, tetapi dijemput…, lebih jelasnya bagaimana …. Siap-siap baca tulisan berikutnya ya…</p>
<p>Salam selalu sehat dan semakin sukses</p>
<p>Jogjakarta, 23 Agustus 2011</p>
<p><strong>Istoto</strong> – Peserta Tertua Thai-Quantum</p>
<p>NB: Tulisan di atas adalah murni tulisan Mas Istoto, bagian “Bidadari Words” atau “Krishnamurti Words” juga “Ha ha ha Words” tambahan dari saya. Mas Istoto adalah salah seorang Motivator yang akan bersama Anda dalam Workshop: <strong>“Quantum TranceMotivator” </strong><strong>yang akan diselenggarakan pada:</strong></p>
<h3><strong><span style="text-decoration: underline;">Kamis-Jumat, 8-9 September 2011</span></strong></h3>
<h3>Kami akan mengadakan workshop “Quantum TranceMotivator” yang dipandu oleh saya, Krishnamurti &amp; Istoto seorang Motivator dari Jogja, yang juga seorang senior saya di organisasi kepemudaan.</h3>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Hari 1:</span></strong><strong> </strong>Latihan2 yang akan membantu Anda untuk membuang hambatan mental, ketakutan, trauma di masa kecil dan segala penghambat sukses Anda lainnya, sehingga Anda siap menjadi diri Anda apa adanya. Kira-kira outcome-nya adalah <strong>“Be the Best of Yourself”</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Hari 2:</span></strong> Latihan2 berupa Kemampuan Public Speaking, Melawak, Membuat ide Presentasi bisnis “gila” sehingga dalam waktu 5 menitpun bisa membuat “Wah!!!” dan SKILL lainnya untuk melatih kemampuan Anda bicara di depan umum. Outcome hari ke 2 adalah <strong>“Andapun bisa kuasai apa yang kami kuasai sebagai Motivator”</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Metode Workshop:</span></strong> 90% latihan, 10% makan minum ha ha ha</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Tempat:</span></strong> Hotel Aston, Gading Serpong, Tangerang</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Biaya:</span></strong> Rp. 5 juta, namun untuk edisi perdana kali ini hanya <strong>Rp. 1.5 juta</strong> saja termasuk makan, minum dan Sertifikat yang ditandatangi 2 orang Motivator yakni Krishnamurti &amp; Istoto.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Daftar:</span></strong> Info selanjutnya menyusul, silakan daftar dulu via sms sy di 0816 1815 333 (termasuk bila diperlukan proposal untuk kantor Anda, biar dibayarin kantor gitu lho he he)</p>
<p>Salam terus, <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p> Viewed 13446 times by 3330 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/08/24/thai-quantum-5-nlp-itu-meyelaraskan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thai-Quantum #4 NLP itu Mempermudah</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/08/22/thai-quantum-4-nlp-itu-mempermudah/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/08/22/thai-quantum-4-nlp-itu-mempermudah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 12:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=754</guid>
		<description><![CDATA[Kalau orang lain menjadi pusing, saya justru bersyukur banyak urusan, artinya banyak pelajaran dan kemajuan saya dapatkan. (Oleh Istoto Suharyoto) Dalam hidup, berkegiatan untuk kemajuan. Dalam Pikiran, berhenti justru untuk kemajuan. Setelah seharian menempuh perjalanan udara 3 jam ditambah berbagai &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/08/22/thai-quantum-4-nlp-itu-mempermudah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong><em>Kalau orang lain menjadi pusing, saya justru bersyukur banyak urusan, artinya banyak pelajaran dan kemajuan saya dapatkan.</em></strong></p>
<p><strong><em>(Oleh Istoto Suharyoto)</em></strong><span id="more-754"></span></p>
<p><strong>Dalam hidup, berkegiatan untuk kemajuan. </strong></p>
<p><strong>Dalam Pikiran, berhenti justru untuk kemajuan.</strong></p>
<p>Setelah seharian menempuh perjalanan udara 3 jam ditambah berbagai aktifitas menantang di belantara manusia yang asing dengan budaya berbeda, saat itu pukul 22 diakhiri sesi malam.</p>
<p>Manakala  dalam sesi terakhir  tadi menyadari, bahwa belajar bersama seharusnya hasilkan pelajaran belipat lebih cepat dan dapat lebih banyak, maka saatnya untuk mengakuisisi semua pelajaran sehari tiba. Ya, saatnya istirahat malam, dengan istirahatkan pikiran dan tubuh menjadi aktifitas yang sama oleh semua orang, tidur. Yang membedakan adalah, apa yang dilakukan orang sebelum tidur dan seberapa kualitas tidur didapatkan dalam istirahat nanti.</p>
<p>Belajar bersama itu lebih cepat dan dapat lebih banyak artinya, jika belajar sendiri target 20 kosa kata, mendengar apa yang disampaikan peserta lain tentu cara paling mudah belajar bukan? Ya, dengan cara itu didapatkan berlipat jumlah, dan dalam kemajuan tentu kemajuan pesat saja  yang didapat.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Ada saatnya lari cepat. Ada saatnya jalan cepat.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Ada saatnya jalan biasa. Ada saatnya diam di tempat. </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Ada saatnya duduk di jalan. Semua ada saatnya&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;">
</address>
<p style="text-align: left;">Kemajuan pembelajaran itu semua di simpan dalam persepsi pikiran setelah melalui penyimpangan makna sesuai pengalaman diri, penghapusan karena tidak dianggap penting, dan generalisasi biar dibuat mudah, itu adalah proses lumrah dilakukan oleh semua orang tanpa sadar.  Sementara Anda mulai biasakan diri lakukan visualisasi sebelum istirahat tidur, saya jelaskan bagaimana caranya  untuk tingkatkan kualitas belajar.</p>
<p><strong>Tingkatkan kualitas belajar dan istirahat setiap hari, </strong></p>
<p><strong>Tingkatkan kualitas hidup Anda.</strong></p>
<p>Pada saat sudah di kamar, sudah bersihkan diri, sudah nyaman berbaring atau Anda juga boleh tetap duduk, mulai niatkan rasa nyaman dan rileks dalam seluruh tubuh Anda.</p>
<ul>
<li>Tarik nafas dalam dan buang, lakukan beberapa kali, dan setiap tarikkan nafas itu bayangkan dan rasakan menghirup kesegaran dan penuhi seluruh tubuh dengan hawa kesegaran yang mengambil segala ketidaknyaman dalam seluruh tubuh.</li>
<li>Kemudian saat membuang nafas, bayangkan dan rasakan bagaimana segala ketidaknyamanan itu hembuskan  bersama nafas Anda, terbuang keluar tubuh, dan yang tinggal hanyalah kenyamanan.</li>
</ul>
<p>Sesaat kemudian dapatkan tambahan rasa damai, dan mulailah berwisata dalam hidup Anda selama seharian tadi.</p>
<ul>
<li>Bayangkan apa saja yang anda lakukan, temukan manfaat dan segala pelajarannya, jadikan berwarna indah dan letakkan dalam suatu tempat di pikiran Anda, ya betul, begitu terus sampai semua peristiwa pengalaman hari itu Anda jelajahi dan alami ulang dalam pikiran.</li>
</ul>
<address style="text-align: left;"><strong>Hening membuat bening. Bening membuat jernih.</strong></address>
<address style="text-align: left;"><strong>Saat jernih terlihat jelas liuk tari ikan di dasar kolam.</strong></address>
<address style="text-align: left;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<address style="text-align: left;">
</address>
<p>Hebatnya pikiran Anda, ia menjadi terbuka dan memberi makna pengalaman itu semua dalam pikiran Anda, dan otomatis semua itu menjadi penting buat Anda. Lebih hebat lagi, seperti mimpi dapat meringkas waktu tahunan menjadi hanya beberapa menit, maka peristiwa visualisasi tadi dapat Anda lakukan kurang dari 5 menit. Hebatkan.. Lebih dari itu, ternyata sangat itu semua dapat dilakukan dengan mudahkan buat diri anda banyak belajar.</p>
<p>Ya, saat itu semua terjadi dan selesai anda lakukan, berterimakasihlah dalam doa Anda pada sang pencipta, dan ijinkan pikiran dan tubuh Anda istirahat, rebahkan tubuh Anda,  atau lanjutkan diri Anda untuk niatkan tidur dengan nyenyak, dapatkan kualitas istirahat Anda paling sempurna.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Dalam diam, merajutpun jadi cepat.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Tersambunglah benang dari ujung ke ujung.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Menjadi kain putih yang indah dan lembut.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;">
</address>
<p>Saat terbangun, maka segeralah isi kesadaran pertama pikiran Anda dengan penuh rasa syukur yang tinggi, bahwa Anda bisa bangun, bisa buka mata, bisa melihat, bisa bernafas, jantung Anda masih berdegup, bisa gerakkan seluruh tubuh dengan nyaman, dan dapat istirahat nyaman semalaman.</p>
<p>Selain rasa syukur, isi pula pikiran Anda dengan rencana kebaikan apa yang hendak Anda lakukan hari itu&#8230;. Nah, bayangkan semua orang yang Anda cintai dan kasihi bersama Anda dalam segala aktifitas hidup Anda, bayangkan Anda diberi kemudahan cara apapun kebaikan itu Anda lakukan dan keberlimpahan rejeki apa saja Anda terima seharian itu. Niscaya Anda dapatkan kemujuran setiap hari sahaja.</p>
<p>O iya, kemujuran hidup itu hanya didapat jika kita bisa bersyukur dalam segala kemujuran kecil yang kita dapat setiap saat dan setiap waktu. Demikian juga, kualitas hidup Anda juga ditentukan seberapa berkualitas Anda jalani segala anugerah waktu hidup Anda, iyakan?</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Menabung uang mendapat uang.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Menabung cinta mendapat cinta.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Menabung syukur mendapat segalanya.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;">
</address>
<p>Menggunakan pikiran secara terprogram, artinya Anda sedang memprogram pikiran, dan dengan demikian Anda sedang memPraktekkan NLP, sehingga sekarang Anda makin sadari, NLP itu mempermudah.</p>
<p>Benar saja, saat bangun pagi saya dan Pak Listyo, roomate saya di malam pertama ini, sama-sama merasakan nikmanya kamar dan nyenyaknya istirahat, bangun dalam keadaan sangat nyaman, setelah mandi lalu kenakan pakaian khas Thai warna putih-putih, bentuknya sangat unik dan tradisional dan ini dikenakan karena pagi ini setiap peserta harus melakukan ritual dan mengenakan pakaian khusus ini sehingga Anda tentu penasaran kegiatan apa yang bakal menjadi pelajaran pertama hari kedua Thai-Quantum ini&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Mutih bermakna bersih. Mutih bermakna baru.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Mutih bermakna kembali. Mutih bermakna suci.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Bersih-bersih agar siap kembali menuju suci&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;">
</address>
<p>Salam selalu sehat dan makin sukses</p>
<p><em>Dalam keadaan berdesakan dengan penumpang bus umum ekonomi &#8220;Santoso&#8221; Jurusan Jogja-Semarang, pagi Subuh 22 Agustus 2011</em></p>
<p><strong>Istoto </strong>- Peserta Tertua Thai-Quantum</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>NB:</strong></span> Tulisan di atas adalah murni tulisan Mas Istoto, bagian “Bidadari Words” atau “Krishnamurti Words” juga “Ha ha ha Words” tambahan dari saya. Mas Istoto adalah salah seorang Motivator yang akan bersama Anda dalam Workshop: <strong>“Quantum TranceMotivator” </strong><strong>yang akan diselenggarakan pada:</strong></p>
<h3><strong><span style="text-decoration: underline;">Kamis-Jumat, 8-9 September 2011</span></strong></h3>
<h3>Kami akan mengadakan workshop “Quantum TranceMotivator” yang dipandu oleh saya, Krishnamurti &amp; Istoto seorang Motivator dari Jogja, yang juga seorang senior saya di organisasi kepemudaan.</h3>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Hari 1:</span> </strong>Latihan2 yang akan membantu Anda untuk membuang hambatan mental, ketakutan, trauma di masa kecil dan segala penghambat sukses Anda lainnya, sehingga Anda siap menjadi diri Anda apa adanya. Kira-kira outcome-nya adalah <strong>“Be the Best of Yourself”</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Hari 2:</span></strong> Latihan2 berupa Kemampuan Public Speaking, Melawak, Membuat ide Presentasi bisnis “gila” sehingga dalam waktu 5 menitpun bisa membuat “Wah!!!” dan SKILL lainnya untuk melatih kemampuan Anda bicara di depan umum. Outcome hari ke 2 adalah <strong>“Andapun bisa kuasai apa yang kami kuasai sebagai Motivator”</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Metode Workshop:</span></strong> 90% latihan, 10% makan minum ha ha ha</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Tempat:</span></strong> Hotel Aston, Gading Serpong, Tangerang</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Biaya:</span></strong> Rp. 5 juta, namun untuk edisi perdana kali ini hanya <strong>Rp. 1.5 juta</strong> saja termasuk makan, minum dan Sertifikat yang ditandatangi 2 orang Motivator yakni Krishnamurti &amp; Istoto.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Daftar:</span></strong> Info selanjutnya menyusul, silakan daftar dulu via sms sy di 0816 1815 333 (termasuk bila diperlukan proposal untuk kantor Anda, biar dibayarin kantor gitu lho he he)</p>
<p>Salam terus, <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p> Viewed 13546 times by 3270 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/08/22/thai-quantum-4-nlp-itu-mempermudah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thai-Quantum #1 NLP adalah SIKAP</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/08/19/thai-quantum-1-nlp-adalah-sikap/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/08/19/thai-quantum-1-nlp-adalah-sikap/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 12:08:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=741</guid>
		<description><![CDATA[Kalau Arah sudah ditetapkan, cara pasti ditemukan. Belajar NLP bahkan tanpa menyinggung dan menggunakan kata NLP sama sekali….. Amazing!!! (Oleh Istoto Suharyoto) Pengantar “Wah mahal banged…..”, begitu mungkin pikir banyak orang saat membaca, mendengar atau merasakan bagaimana publikasi mengenai Thai-Quantum &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/08/19/thai-quantum-1-nlp-adalah-sikap/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Kalau Arah sudah ditetapkan, cara pasti ditemukan.</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Belajar NLP bahkan tanpa menyinggung </em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>dan menggunakan kata NLP sama sekali….. </em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Amazing!!!</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>(Oleh Istoto Suharyoto)<br />
</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em><span id="more-741"></span></em></strong></address>
<p><strong>Pengantar</strong></p>
<p>“Wah mahal banged…..”, begitu mungkin pikir banyak orang saat membaca, mendengar atau merasakan bagaimana publikasi mengenai Thai-Quantum Tranceformation oleh Krishnamurti Mindset Motivator.  Ya, benar, hal seperti itu juga pernah saya alami, ketika dulu saya berkehendak ikuti kelas NLP Practitioner, biayanya sangat tinggi… tak terjangkau… Itu adalah pikiran saya, saat saya belum mengenal NLP, seperti Anda, yang masih bergumul menemukan cara mudah sukses dalam hidup Anda.</p>
<p style="text-align: left;">Sudah banyak orang mengenal saya sebagai seorang pembicara publik, baik untuk inhouse maupun kelas publik, tentu Anda berpikir, ya… mudah bagi Anda memutuskan, karena tentu banyak uang dan cukup jika hanya untuk itu….. Itu juga benar, benar dalam persepsi Anda. Yang belum benar adalah, saat mana segala pendapatan saya saya curahkan untuk bisnis baru saya, dan tanpa pikir… bahkan baru tersadar kalau sudah habis, di sini letaknya NLP dalam diri saya bekerja. Saat ditawari oleh Program Director untuk Thai-Quantum ini, saya langsung jawab “Ya… siap”…. Singkat cerita, saya punya 2-3 solusi untuk akhirnya bisa join dan ikut kegiatan ini, bahkan dengan keputusan terbaik… terimakasih sebesarnya buat penyelenggara.</p>
<address style="text-align: center;"> </address>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat niat sudah kuat, pintupun terkuak</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></address>
<p>Singkat cerita, saat sudah berkumpul di Bandara Soeta, Jumat pagi pukul 07.00,tanggal 12 Agustus 2011, beberapa peserta sudah berkumpul, peserta datang satu persatu, seorang anak muda datang memperkenalkan diri “Perkenalkan, saya Dani dari Semarang”…. Biasa saja dalam perkenalan itu. Mengenalnya lebih lanjut, jadilah peran NLP pada diri saya juga terjadi padanya. Ia mendaftar terakhir, dengan nekad menggunakan uang orang tua, dan akhirnya juga dapat jalan terbaik, tentu Dani juga berterimakasih pada penyelenggara, begitukan Mas Dani…. Aamiin….</p>
<p>Mungkin sekarang Anda bertanya-tanya, apa-apaan sebenarnya yang sedang saya tulis di atas… Ya, benar… setiap orang yang tidak memahami NLP dan atau orang yang belajar NLP hanya sebagai <em>pengetahuan</em>, maka <em>NLP does not work in his life</em>. NLP adalah sikap, buatlah outcome, dan putuskan …. Nah, supaya mudah pahami hal ini ikuti cerita berikut ini….</p>
<p><strong>Sepanjang jalan Svarnabhumi-Bangkok  Palace</strong></p>
<p>Alkisah, mendaratlah pesawat di bandara megah kebanggaan rakyat Thailan, Svarnabhumi. Tidak semua peserta pernah ke luar negeri, sehingga proses imigrasi menjadi pelajaran berharga. Mengantri berbaris-baris di konter imigrasi kedatangan adalah penadangan yang biasa, yang luar biasa adalah… begitu selesai semua peserta mengurus imigrasi masing-masing, satu perintah dimaklumatkan “Peserta berkumpul di pintu kedatangan 1B.” Nah, lo…. Keluasan bangunan adalah tantangan pertama menemukan pintu 1B itu.</p>
<p style="text-align: left;">Sementara Anda berpikir ah,… kan hanya satu lingkungan bandara saja, ya benar… maka dengan begitu peserta dapat berkumpul di tempat yang ditentukan, namun sudah terasa tantangan mulai muncul dalam setiap diri peserta, hal apa lagi setelah ini. Tanpa banyak hal karena semua peserta adalah “backpacker style”, peserta berkumpul.</p>
<address style="text-align: center;"><strong><em>“Dimanapun Anda berada,</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>yang Anda perlukan hanyalah peta…..”</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>(Istoto Words)</em></strong><strong> </strong></address>
<p>beberapa peserta belum mengerti, apa maksud dari kalimat ini, atau kalau mengerti toh secara harafiah. Sementara peserta sedang menerima peta, saya sudah <em>trance</em>, ya benar apapun yang Anda perlukan hanyalah “peta”, hanyalah persepsi, yang kemudian kaitkan dengan tubuh dan buatlah <em>keputusan sebuah tindakan</em> yang harus dilakukan mencapai tujuan hari ini, apa kali ini tujuan yang harus diwujudkan….</p>
<address style="text-align: center;"> </address>
<address style="text-align: center;"><strong>Mana mungkin Anda bingung di jalan,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Jika Anda punya peta dan tahu ada dimana?</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>“Setiap orang berpasangan berdua-dua, terutama dengan yang belum saling kenal…. Dan setiap orang silakan menerima 100 bath (mata uang Thailan), uang ini gunakan menempuh perjalanan ke penginapan bernama Bangkok Palace sebelum jam 15.00, dan sekaligus biaya makan siang bagi yang tidak berpuasa….” Bagi beberapa peserta ini adalah perintah. Bagi saya ini adalah sugesti. Pertama, saya disugesti sebuah tujuan atau <em>outcome</em>, yaitu sebuah tempat penginapan di pedalaman Kota Bagkok, bernama <em>Bangkok Palace</em>. Dan semua peserta harus mencapai tempat itu sebelum jam 15.00, berdua-dua, dengan uang 100 bath, dengan handicap <em>tidak tahu seberapa jauh dan tidak tahu berapa kebutuhan ongkos perjalanan dan harga makanan sekali makan</em>, tentu bagi mereka yang memiliki <em>meta program: away</em> atau menghindar dari resiko sudah berpikir, kalau salah perhitungan bakal nggak makan nich.</p>
<p>Saat semua peserta sedang trance menyusul trance saya yang makin dalam, saya ajak pasangan jalan saya, Cik Yatie, melihat peta dan langsung sambil jalan saja temukan lokasi tujuan dan ternyata dekat jalur rail way, sambil amati peta, langkah pertama dalah mencari lokasi di mana stasiun berada di bandara ini. Mengamati tanda dan menemukan kemana harus menuju, kami menuruni jalan turun semacam tangga untuk kursi roda menurun dan menurun lagi, maju dan membelok, akhirnya ditemukan lokasi loket penjualan karcis, semua tulisan tanda bertulisan Thai dan ada orang mengantri kami ikut saja mengantri… apa lacur antrian itu adalah untuk tiket kereta jarak jauh.</p>
<address style="text-align: center;"> </address>
<address style="text-align: center;"><strong>Ha ha ha malu bertanya,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>lama di antrian.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Pelajaran pertama di dapat, mengandaikan (mind-reading) bisa dapat kebenaran, namun juga bisa keliru-kan hahaha…. Terlihat dua remaja peserta Thai Quantum, memanggil dan menunjukkan bahwa pembelian tiket kita di konter semacam ATM…. Benar, setelah memasukkan uang 100 bath, memijit stasiun tujuan, seorang penumpang harus membayar 40 bath, dan dapatlah bulatan merah semacam koin untuk masuk ke jalur kereta.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Ha ha ha sering kali ketidaktahuan</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>justru membuat jadi mudah tahu&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Saat kereta datang, banyak orang masuk, peserta Thai-Quantum berbaur dengan masyarakat internasional dalam kereta itu. Ada yang duduk dan ada yang berdiri, saya berdiri bersama Dani, anak muda dari semarang itu sambil melanjutkan cerita perkenalan dan bagaimana bisa ikut pelatihan ini. Mas Krishna datang membawa kamera dan mengabadikan berbagai <em>pose trance</em> semua peserta yang aneh-aneh… eh menemukan seorang kribo kelabang ala Mbah Surip berkaca mata gelapdan ia menyapa, “Dari Indonesia?” dan mas Krishna menjawab , “Ya benar… Anda siapa”, dijawabnya sangat ramah, “Saya Johnson, saya lama bermain untuk Persita.” Dan mas Krishna pun menjawab, saya oran Tanggerang, pengemar Persita… (hahaha gaya rapport seorang master…). Diakhiri dengan pemberian kaos “Kamu Bisa”, mas Krishna turun di stasiun Makassan…. Sementara saya berpikir, seharusnya masih stasiun satu lagi…. Teman-teman berpikir itu jebakan… buat saya, saya punya tujuan, stasiun berikutnya….</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Ha ha ha belum tentu seseorang yang dianggap baik itu,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>jalannya pasti benar&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Begitu turun dari kereta tidaklah langsung menginjak bhumi Bangkok, masih di ketinggian lantai 4 statisun itu. Memasukkan koin merah ke tempatnya, supaya terbukalah jalan ke luar, dan setelah bertanya dengan bahasa tarsan pada seorang satpam, ditunjukkan dari sana dapat mengintip di mana billboard Bangkok Palace, kami memutusan jalan kaki ke sana.</p>
<p>Sementara kaki berpacu menapaki jalan Makassan yang bersih itu, terik matahari sore di Bangkok sangat menyengat, dan pikiran sudah sampai di lobby hotel itu, dan diterima di sebuah ruangan penerimaan tamu rombongan…. Leganya… mencapai tujuan, mewujudkan cita-cita, dan sukses seringkali selalu melupakan hambatan, perasaan apapun yang sudah dilewati… pernahkan ada petinju yang mukanya hancur dan ia menang KO kemudian ia mengeluhkan sakit mukanya? Hebatnya pikiran kita….. dan hebatnya sebuah Out-come dalam hidup kita.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Belajarlah dari pengalaman.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Jangan belajar dari kesalahan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Karena hanya akan terus membuat kesalahan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>Saat Anda baca tulisan di atas, tanpa sadar Anda telah temukan cara kami capai tujuan, iya kan… Begitulah, NLP adalah sikap, sikap untuk penasaran hargai setiap hal yang kita lakukan di sepanjang waktu hidup kita, putuskan dan buatlah <em>out-come</em>, hanya untuk temukan cara tepat mewujudkan <em>out-come</em> kita masing-masing. Bayangkan jika sikap dan cara itu berhasil wujudkan <em>out-come</em> atau cita-cita, dan cara itu kemudian kita model dalam diri kita sendiri, di modivikasi, dioptimalkan dan gunakan untuk raih dan wujudkan setiap outcome hidup kita…. Luar biasa bersyukurnya hidup ini dengan anugerah hidup, jiwa, raga dan dipikiran yang luar biasa….. tentu anda juga bersyukur kan…..</p>
<p>Jogjakarta, 19 Agustus 2011</p>
<p><strong>Istoto</strong>, Peserta tertua Thai-Qantum Batch 1</p>
<p>NB: Tulisan di atas adalah murni tulisan Mas Istoto, bagian “Bidadari Words” atau “Krishnamurti Words” juga “Ha ha ha Words” tambahan dari saya. Mas Istoto adalah salah seorang Motivator yang akan menemani saya dalam Workshop: <strong>“Quantum TranceMotivator”</strong>, yang tadinya kami beri nama “<strong>DUO Motivator Workshop”</strong></p>
<h3><strong><span style="text-decoration: underline;">Pada, Kamis-Jumat, 8-9 September 2011</span></strong></h3>
<h3>Kami akan mengadakan workshop “Quantum TranceMotivator” yang dipandu oleh saya, Krishnamurti &amp; Istoto seorang Motivator dari Jogja, yang juga seorang senior saya di organisasi kepemudaan.</h3>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Hari 1:</span> </strong>Latihan2 yang akan membantu Anda untuk membuang hambatan mental, ketakutan, trauma di masa kecil dan segala penghambat sukses Anda lainnya, sehingga Anda siap menjadi diri Anda apa adanya. Kira-kira outcome-nya adalah <strong>“Be the Best of Yourself”</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Hari 2:</span></strong> Latihan2 berupa Kemampuan Public Speaking, Melawak, Membuat ide Presentasi bisnis “gila” sehingga dalam waktu 5 menitpun bisa membuat “Wah!!!” dan SKILL lainnya untuk melatih kemampuan Anda bicara di depan umum. Outcome hari ke 2 adalah <strong>“Andapun bisa kuasai apa yang kami kuasai sebagai Motivator”</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Metode Workshop:</span></strong> 90% latihan, 10% makan minum ha ha ha</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Tempat:</span></strong> Hotel Aston, Gading Serpong, Tangerang</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Biaya:</span></strong> Rp. 5 juta, namun untuk edisi perdana kali ini hanya <strong>Rp. 1.5 juta</strong> saja termasuk makan, minum dan Sertifikat yang ditandatangi 2 orang Motivator yakni Krishnamurti &amp; Istoto.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Daftar:</span></strong> Info selanjutnya menyusul, silakan daftar dulu via sms sy di 0816 1815 333 (termasuk bila diperlukan proposal untuk kantor Anda, biar dibayarin kantor gitu lho he he)</p>
<p>Salam terus, <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p> Viewed 9150 times by 2259 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/08/19/thai-quantum-1-nlp-adalah-sikap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>21 Tip biar Makin Kinclong Selama Puasa</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/08/11/21-tip-biar-makin-kinclong-selama-puasa/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/08/11/21-tip-biar-makin-kinclong-selama-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Aug 2011 11:41:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[For Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=736</guid>
		<description><![CDATA[Dengan segala kelebihan dan manfaat berpuasa, saya ingin sedikit berbagi teknik motivasi biar puasa kali ini Anda makin cantik, makin cakep, makin berbudi, makin bijaksana, makin kinclooong euuuy&#8230; 21 ide, tips, trik, guyon ataupun teknik di bawah ini juga ada &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/08/11/21-tip-biar-makin-kinclong-selama-puasa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dengan segala kelebihan dan manfaat berpuasa, saya ingin sedikit berbagi teknik motivasi biar puasa kali ini Anda makin cantik, makin cakep, makin berbudi, makin bijaksana, makin kinclooong euuuy&#8230;<span id="more-736"></span></p>
<p>21 ide, tips, trik, guyon ataupun teknik di bawah ini juga ada di akun twitter saya @AndaHebat sebagai bagian Kultwit rutin. Bacanya rileks aja, ngaco aja, boleh sembarang, boleh serius, boleh asal. Seenak Anda saja&#8230;</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>Tips NLP agar tetap dlm &#8220;High Performance State&#8221;      di bulan Puasa ini. </strong><strong>Semoga berhikmah – Krishnamurti. </strong>Itu kalimat      awal yang saya tulis di twitter saya, agar Anda bisa baca sesuai urutan      atau minimal tahu cerita mengapa ada ide-ide sederhana ini.</li>
<li><strong>Saat muncul kantuk, rubah posisi tubuh Anda dengan luruskan tulang      punggung &amp; leher, lalu buang nafas melalui mulut sebanyak2nya&#8230; </strong>Merubah posisi tubuh      (fisiologis) akan sangat membantu merubah emosi dalam diri. Itu kuncinya.      Jadi pastikan posisi tubuh Anda selalu dalam keadaan seperti di atas saat      Anda duduk bekerja.</li>
<li><strong>Terasa lapar saat jam makan? Tarik nafas &amp; sambil buang nafas,      sentuh perut katakan dalam hati: &#8220;Sabar yaaa&#8230; Tahan yaaa&#8230;&#8221; </strong>Ide sederhana ini dalam NLP      dikenal sebagai Unconscious Dialog, seperti bicara dengan diri sendiri. Semakin      sering dilakukan, maka perut Andapun semakin paham maksudnya.      Komunikasipun semakin lancar.</li>
<li><strong>Mata terasa gak nyaman? Dongakkan kepala ke atas, lihat      salah satu titik di langit2 beberapa saat sampai nyaman. Lanjut kerja deh… </strong>Ide ini sama seperti nomor 2 di atas yakni merubah posisi tubuh.      Sering-seringlah lakukan teknik ini agar menjadi sebuah kebiasaan yang      otomatis.</li>
<li><strong>Kepala pusing sebelah? Tutup salah 1      lubang hidung, tarik &amp; buang nafas. Tutup lubang hidung satunya,      ulangi sampai terasa enak. </strong>Ini      salah satu teknik sederhana yang sering saya lakukan sejak masih      bersekolah SMA. Saya      belajar dari mana, saya sendiri lupa. Namun, efektif sekali.</li>
<li><strong>Bila sempat keluar liur karena lihat makanan uenaaak. Ludahkan      liurnya dengan dihentak agar alam bawah sadar Anda sadar kalo sdg puasa. </strong>Merubah kebiasaan dengan cara      cepat ini, akan sangat membantu karena alam bawah sadar Anda jadi cepat      sadar.</li>
<li><strong>Bila sempat tercium aroma makanan yang membangkitkan selera makan,      tahan salah 1 lobang hidung, buang nafas 3x dengan dihentak! </strong>Idenya sama seperti teknik      nomor 6 di atas. Hanya untuk situasi yang berbeda saja.</li>
<li><strong>Sempat muncul kesel, sebel, dongkol?      Busungkan dada, tahan nafas selama mungkin, saat buang nafas katakan dlm      hati: &#8220;Sabaaar&#8221; 3x. </strong>Kuasai betul-betul teknik ini, bahkan      lakukan sebelum kejadian terjadi, Anda akan jadi orang yang sangat tenang      dalam mengatasi masalah kehidupan ini.</li>
<li><strong>Sempat terlihat kejadian yang tidak      senonoh? </strong><strong>Pejamkan mata, sambil buang nafas gantilah      gambar2 di pikiran Anda jadi hitam putih. </strong>Nah, merubah warna di memori akan merubah      rasa dalam diri pula. Mudah sekali, bukan?</li>
<li><strong>Pas kesal mau memaki, buka mulut      lebar2 tahan 30 menit pasti orang itu kabuuur ha ha&#8230; </strong>Ini ide untuk      mengacaukan pikiran Anda saja agar mudah diingat tekniknya ha ha ha…</li>
<li><strong>Jika ada yang memaki2 marah pd Anda, secepatnya      rubah perhatian Anda dg SANGAT FOKUS melihat bulu2 hidung org itu ha ha      ha&#8230; </strong>Mudah namun tidak mudah. Mengapa? Sering kali Anda sudah      terpancing sebelum memancing, bukan? Latih banget-banget deh teknik ini, Anda jadi luar biasa untuk      atasi situasi ini.</li>
<li><strong>Jika ada yang iri pada Anda, justru peluklah sayang org itu dengan      erat karena pasti gajinya lebih kecil dari Anda ha ha ha&#8230; </strong>Karena      gak ada penelitian orang kaya iri pada orang miskin he he&#8230; Jadi,      kasihanlah dengan orang yang iri hati, mereka sengsara sendiri. Yuk,      isirahat sejenak…</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ada teman kirim pesan di BBM saya demikian &amp; saya balas demikian juga:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Teman: &#8220;Kok, ada aja ide elo tiap harinya?&#8221;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Saya jawab: &#8220;Kan, niatnya berbagi. </strong><strong>Pasti muncul aja, kok!&#8221;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></address>
<p><strong> </strong></p>
<p>Seperti air yang berada di ember, jangan terus diisi bila airnya belum disiram ke tanaman. Bukankah Anda siram dulu, baru ember yang sudah kosong itu Anda isi air lagi, bukan? Demikianpun kehidupan ini, ternyata&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat ada niat utk berbagi,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>pasti ada saja yg bisa dibagikan&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Teknik berikut ini terdiri dari 4 langkah, jadi lakukan sesuai urutannya sbb:<strong> </strong></p>
<p><strong>13. Kalau Anda sempat marah di bulan puasa ini, maka kendalikan marah      Anda dg cara tarik nafas, lalu saat buang nafas.</strong></p>
<p><strong>14.</strong><strong> Saat buang nafas, pindahkan energi      marah Anda ke telapak tangan kanan, lalu kepalkan dg sangat kuat. Ulangi      bila perlu.</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>15. Terus kepalkan telapak kanan Anda      makin kuat &amp; makin kuat, sampai energi di dada jadi ringan. Nah, sekarang      ambil keputusan.</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>16. Keputusan utk ikhlas dg cara membuka      kepalkan tangan Anda perlahan2 sekali. Ijinkan energi marah itu kembali ke      alam semesta. Ijinkan&#8230;</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>17. Salah satu trik jitu setelah atasi      kemarahan adalah tidur nyenyak, walau hanya 10 menit karena tubuh Anda      abis kelelahan&#8230;</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>18. Bangun tidurnya, berdoa &amp; bersyukur karena Anda berhasil      mengelola energi marah tsb. Sekarang jadikan produktif. Berkaryalah      lebih baik</strong></p>
<p>Tambahan ide “gila” lain yang muncul saat membuat Kultwit awal bulan puasa ini adalah:<strong> </strong></p>
<p><strong>19. Tips jitu lainnya untuk atasi      kemarahan yang besar adalah bagi-bagi uang di dompet Anda ke fakir miskin      sampe ludes ha ha&#8230; Dijamin adem!</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>20. Kalo ngatasi org mau marah pd Anda, ini caranya. Pas sebelum dia      marah, Anda lari aja sekencang2nya he he. Pasti dia jadi ketawa!</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>21. Tip ini TOP BANGET. Saat marah mau      meledak, secepatnya ke toilet lalu kencing/BAB sebanyak2nya. Dijamin jadi      plong he he. Coba deh!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Mungkin saja ide-ide di atas belum pas untuk Anda, namun sebagai penulis yang ingin berbagi pada Anda, paling tidak bisa membuat Anda tersenyum-senyum saat membaca artikel di atas. Senang sekali saya, bila Anda berkenan membagikan juga ide-ide di ats untuk sanak saudara, teman, sahabat, musuh atau Boss Anda ha ha&#8230;</p>
<p>Jakarta, 11 Agustus 2011</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong>, yang hanya punya niat berbagi sesuatu untuk Anda yang sedang menjalankan ibadah puasa ini. Semoga berhikmah dan salam terus untuk Anda, para pembaca.</p>
<h3><strong>Jakarta: DUO Motivator Workshop</strong></h3>
<h3><strong><span style="text-decoration: underline;">Pada, Kamis-Jumat, 8-9 September 2011</span></strong>, kami akan mengadakan workshop “DUO Motivator” yang dipandu oleh saya, Krishnamurti &amp; Istoto seorang Motivator dari Jogja, yang juga seorang senior saya di organisasi kepemudaan.</h3>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Hari 1:</span></strong><strong> </strong>Latihan2 yang akan membantu Anda untuk membuang hambatan mental, ketakutan, trauma di masa kecil dan segala penghambat sukses Anda lainnya, sehingga Anda siap menjadi diri Anda apa adanya. Kira-kira outcome-nya adalah <strong>“Be the Best of Yourself”</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Hari 2:</span></strong> Latihan2 berupa Kemampuan Public Speaking, Melawak, Membuat ide Presentasi bisni “gila” sehingga dalam waktu 5 menitpun bisa membuat “Wah!!!” dan SKILL lainnya untuk melatih kemampuan Anda bicara di depan umum. Outcome hari ke 2 adalah <strong>&#8220;Andapun bisa kuasai apa yang kami kuasai sebagai Motivator&#8221;</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Metode Workshop:</span></strong> 90% latihan, 10% makan minum ha ha ha</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Tempat:</span></strong> Hotel Aston, Gading Serpong, Tangerang</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Biaya:</span></strong> Rp. 5 juta, namun untuk edisi perdana kali ini hanya <strong>Rp. 1.5 juta</strong> saja termasuk makan, minum dan Sertifikat yang ditandatangi 2 orang Motivator yakni Krishnamurti &amp; Istoto.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Daftar:</span></strong> Info selanjutnya menyusul, silakan daftar dulu via sms sy di 0816 1815 333 (termasuk bila diperlukan proposal untuk kantor Anda, biar dibayarin kantor gitu lho he he)</p>
<p>Salam terus, <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p> Viewed 10207 times by 2432 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/08/11/21-tip-biar-makin-kinclong-selama-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Survive and Win In Thailand</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 04:28:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Business]]></category>
		<category><![CDATA[For Community]]></category>
		<category><![CDATA[For Employee]]></category>
		<category><![CDATA[For Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[For Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[For Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[For Therapist]]></category>
		<category><![CDATA[For Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Edan]]></category>
		<category><![CDATA[Self Healing]]></category>
		<category><![CDATA[Trauma / Phobia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=726</guid>
		<description><![CDATA[Siput memang tidak bersayap namun dia terus merayap… (Bidadari Words) Personal Evolution and Managing Risk Sebuah judul pelatihan yang sungguh membuat saya penasaran. Mengapa? Karena yang mengusungnya adalah salah satu begawan pencipta NLP (Neuro Linguistic Programming) yakni DR John Grinder, &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Siput memang tidak bersayap namun dia terus merayap…</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Bidadari Words)</strong></em></address>
<p><span id="more-726"></span></p>
<p><strong>Personal Evolution and Managing Risk</strong></p>
<p>Sebuah judul pelatihan yang sungguh membuat saya penasaran. Mengapa? Karena yang mengusungnya adalah salah satu begawan pencipta NLP (Neuro Linguistic Programming) yakni DR John Grinder, yang mana justru NLP menjadi terkenal karena jurus-jurus manjurnya yang sangat Revolusioner. Semua teknik NLP terkenal bisa menyelesaikan masalah dengan sangat cepat. Orang yang fobia, bisa sembuh hanya 5 menit. Wow, sangat paradox, sangat berlawanan.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Rasa penasaran sering kali</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>malah membuat kita jadi lebih kreatif</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>dan ingin terus bertumbuh…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Baiklah, dari pada saya sekedar bertanya-tanya, saya putuskan untuk kembali berangkat ke Melbourne, Australia, akhir Mei 2011 lalu, walau saya baru saja ikut kelas Modelling Skill di Sydney bulan Februari 2011. Sekalian saya mau “laporan” pada John Grinder tentang beberapa “PR” yang beliau berikan pada saya sekitar tahun 2006 di London, Inggris. Bersyukur, saya putuskan untuk kelas ini karena akhirnya saya memahami bahwa…</p>
<p><strong>Api Revolusi memang Besar, Namun Cepat Padam</strong></p>
<p>Ya, karena sesuatu yang mudah didapat, akan mudah juga dilupakan. NLP Klasik (saya sebut saja demikian) memang masih berfokuskan pada kecepatan, speed, luar biasa mencengangkan dan sebagainya. Tentu, baik dan sangat menarik. Namun, yang lebih penting lagi adalah setelah pelatihan selesai. Seseorang yang mendapatkan sertifikat Praktisi NLP atau Master Praktisi NLP, banyak sekali (bahkan sangat banyak) jadi orang yang seperti pendekar mahir berkata tapi kabur kalau berkelahi hi hi hi…</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Apa gunanya menjadi orang pandai </em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>jika hidupnya tidak berguna?</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em><br />
</em></strong></address>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Kira-kira demikianlah pertanyaan para Guru saya (pada saya tentunya he he). Lumayan banyak saya menangani klien “KEEP Smoking” walau sudah di-hipnoterapi “STOP Smoking” oleh terapis TOP. Dan, saya lanjutkan dengan “ngobrol-ngobrol” yang akhirnya membangun kesadarannya untuk berhenti merokok sampai artikel ini ditulis. Klien pertama saya, sudah lebih dari 6 tahun berhenti merokok setelah sesi terapi ngobrol dan tertawa-tawa ini he he… Salah satu kuncinya adalah ber-evolusi, terus berubah menjadi lebih baik walau sedikit demi sedikit. Terbangun kembali kesadaran untuk terus menjadi lebih sehat dan lebih sehat.</p>
<p>Baiklah, semua unek-unek di pikiran saya tadi akhirnya membuahkan sebuah ide pelatihan yang berbeda, yang menantang, yang akan dikenang lama, yang mengasyikan, yang menguras potensi, yang tujuannya adalah agar peserta ber…</p>
<p><strong>Revolusi dan Evolusi</strong></p>
<p>Peserta akan dilatih, artinya peserta harus menguasai sendiri “SKILL” terapi diri, teknik Self Healing, kemampuan menyembuhkan diri sendiri agar tidak tergantung pada kami sebagai Terapis, Pembimbing, Motivator atau apapun namanya. Apa yang disembuhkan? Hambatan-hambatan yang ada di dalam diri, terserah namanya apa. Bisa disebut luka batin, akar kepahitan, Core Pattern, Mental Block, dendam kesumat, memori negatif dan sebagainya. Inilah, yang saya maksud Revolusi diri dan itu mudah saja, banyak sekali teknik yang ingin saya bagikan ke para peserta, kuasai teknik-teknik yang mudah dan berguna untuk Anda.</p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Saat Anda bisa mengobati diri sendiri,</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>maka Anda akan jadi pribadi yang sangat mandiri.</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Krishnamurti Words)</strong></em></address>
<p>Setelah itu, ada tantangan dari alam, keadaan yang tidak dikenal yang akan membuat Anda memilih sikap untuk belajar dan menguasai (Mastering) kemampuan dengan sangat cepat. Apa rahasianya? Kuasai Modelling Skill yakni sebuah kemampuan untuk menguasai sebuah kemampuan orang lain yang hebat dengan sangat cepat dan saat itu juga. Pengalaman ini akan membuat Anda memahami dan terus bergerak, terus berevolusi menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik. Untuk membantu stimulus terbaik dari keperluan ini, maka saya putuskan untuk memilih tempat yang asing bagi kita semua yakni…</p>
<p><strong>Thailand</strong></p>
<p>Mengapa? Karena saya dan Anda para peserta tidak menguasai bahasa Thai, tempat yang asing, budaya yang asing, keadaan yang asing, seperti sebuah dunia yang aneh he he he&#8230; Namun, saat Anda sudah memiliki sikap:</p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>“Prepare for Nothing but Ready for Everything”</strong></em></p>
<p>Maka, potensi dalam diri Anda akan muncul dengan serta merta. Anda akan heran dengan kemampuan diri Anda sendiri dan ini diperlukan untuk strategi sukses Anda di masa depan. Sukses Anda bukanlah revolusi, namun sebuah evolusi. Sebuah proses panjang, walau tentu di awalnya ada Momentum yang harusnya berdentum besar. Momentum inilah yang ingin saya bagikan pada Anda pada pelatihan mendatang, pelatihan pertama saya di luar negeri yang saya sebut:</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Thai Quantum TranceFormation</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Bangkok, 12-16 Agustus 2011</strong></p>
<p>Saya akan bagikan semua kemampuan terbaik saya kepada Anda, baik cara saya untuk “Survive” di sebuah situasi yang tidak saya kenal, maupun strategi saya untuk “Win” dalam situasi yang sulit. Tentunya, saya berharap Anda menemukan potensi terbaik Anda selama pelatihan ini berlangsung dan bawa itu ke Indonesia untuk di-nyatakan berupa karya yang paling tidak monumental untuk Anda pribadi.</p>
<p><strong>Tantangan untuk Dikuasai</strong></p>
<p>Ada banyak rancangan tantangan yang sudah saya siapkan untuk Anda kuasai, bukan diatasi. Setelah dikuasai, maka Anda akan mudah menjadi situasi tersebut sebagai sarana untuk produktif.</p>
<p>Saya melakukan hal ini dengan mindset <strong>“Zero Capital Entrepreneur”</strong> dimanapun saya berada. Misal: saya berjualan kaos motivasi di Malaysia, saya berhasil mencari uang tambahan dengan menjadi tukang foto di Amerika, saya menjual apa yang bisa saya jual di Sydney, bahkan dengan uang seadanya saya berangkat ke Melbourne dan me-model seorang penjudi yang jago di Crown Casino dan hasilnya saya menang belasan juta dalam waktu singkat he he he&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Dalam kehidupan ini,</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Anda yang menguasai keadaaan</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>atau Anda yang dikuasai keadaaan&#8230;</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Krishnamurti Words)</strong></em></address>
<p>Bukan haram atau halalnya berjudi, yang ingin saya sampaikan adalah kuasai situasi yang Anda temui dimanapun, bukan situasinya yang menguasai Anda. Anda yang menguasainya&#8230;. Setelah Anda melatih diri Anda sendiri, ingat saya hanyalah pelayan Anda dalam pelatihan ini, maka setelah itu “Wrap-up” bungkus ulang semua proses tadi sehingg menjadi&#8230;</p>
<p><strong>Strategi Sukses Terbaik Anda</strong></p>
<p>Ya, Anda pulang dengan sebuah harapan baru bahwa Sukses itu mudah saja. Bukan karena ekonomi sedang membaik, bukan karena Bos yang hebat, bukan karena Anda bekerja di perusahaan yang besar, bukan karena keluarga Anda kaya, tetapi hanya sebuah SKILL, sebuah kemampuan menyesuaikan dan menguasai diri. Karena saat&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Anda bisa menguasai dunia</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>saat Anda bisa menguasai diri Anda&#8230;</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Bidadari Words)</strong></em></address>
<p>Nah, pertanyaan selanjutnya. Apakah Anda akan menjadi sukses dan hebat setelah  mengikuti pelatihan ini? Saya juga tidak tahu. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik yang bisa saya berikan pada kehidupan ini, khususnya Anda para peserta <strong>“Thai Quantum TranceFormation”</strong> kali ini. Untuk itu, saya coba menyiasatinya dengan memberikan bimbingan personal kepada setiap peserta sebanyak 2 kali, yang dilakukan sesuai waktu dan kebutuhan Anda.</p>
<p>Proyek pelatihan perdana ini adalah misi dan cita-cita saya untuk membangun dan membangkitkan manusia Indonesia untuk Go International. Semoga, diawali kelompok kecil ini, kelas perdana ini, kita dapat berbuat sesuatu yang berguna untuk kehidupan ini, khususnya di Indonesia.</p>
<p>Demikian sementara ini tentang misi saya akan: <span style="text-decoration: underline;"><em><strong>Thai Quantum TranceFormation</strong></em></span>. Untuk ikut bergabung sebagai peserta di kelas Perdana tanggal 12-16 Agustus 2011 ini, Anda dapat hub Bu Naomi di <strong>0816 134 8912 </strong>dan dapatkan diskon khusus hanya pada kelas kali ini.</p>
<p>Sampai jumpa di Thailand! &#8211; <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p><strong>NB:</strong></p>
<h1>Thai Quantum TranceFormation</h1>
<p><strong>“Kuasai Dunia dengan Menguasai Pikiran Anda…”<br />
</strong></p>
<ul>
<li>Jumat-Selasa, 12-16 Agustus      2011. Anda bisa lanjutkan untuk   berada 1 atau 2 hari lagi di Thailand,      tentunya dengan biaya   sendiri he he…</li>
<li>Investasi Pelatihan: Rp. 22 juta, untuk      kali ini <strong>hanya: Rp. 15  juta</strong>. Sudah termasuk biaya keseluruhan, seperti:
<ul>
<li>Tiket Pesawat Garuda-Bangkok PP</li>
<li>Akomodasi selama pelatihan</li>
<li>Konsumsi &amp; Dinner Party di akhir kelas</li>
<li>Mata Uang Bath untuk <strong>“Real Game”</strong></li>
<li>Perlengkapan pelatihan</li>
<li>Materi      Pelatihan</li>
<li>Termasuk: Kaos, Sarung khas Thailand, hadiah-hadiah dan sovenir.</li>
</ul>
</li>
<li>Bonus kelas Perdana ini: <strong>Personal Coaching </strong>sebanyak <strong>2 kali</strong> @ 2 jam setelah pelatihan, dilakukan di kota domisili Anda.</li>
<li>Harga khusus hanya berlaku      untuk Alumni: Quantum TranceFormation, Pinewood, Ciawi.</li>
<li>Untuk info lebih lanjut,      spt diskon khusus, cara pembayara, uang muka dsb, dapat hubungi Bu Naomi di HP 0816 134 8912</li>
<li>Tempat sangat terbatas, saya ingin      mengajak teman2 dari   Indonesia untuk mulai keluar dari kandang dan menjadi      pemenang   dimanapun Anda berada.</li>
<li>Sampai jumpa di Thailand…</li>
<li><strong>Mari kita kuasai      dunia…</strong> Bersamaku, Krishnamurti</li>
<li>Follow me @AndaHeba</li>
</ul>
<p><strong>Yang harus dibawa oleh peserta:</strong></p>
<ul>
<li>Hanya boleh gunakan ransel atau backpack sebanyak 1 buah</li>
<li>Passport yang masih berlaku</li>
<li>Video Kamera</li>
<li>Mp3 Player (alat rekam suara)</li>
<li>Sepatu olah raga</li>
<li>Obat-obatan pribadi</li>
</ul>
<p><strong>Tujuan Pelatihan:</strong></p>
<ul>
<li>Peserta akan memunculkan potensi yang selama ini tersembunyi di dalam dirinya karena keadaan sekitar yang memaksanya.</li>
<li>Peserta akan menguasai Strategi Sukses di tempat asing, yang tidak dikenalnya, baik secara bahasa, teritori maupun budaya.</li>
<li>Saat seseorang sdh memiliki Strategi untuk Sukses di tempat asing, maka dengan mudah dia akan sukses di tempat sendiri.</li>
<li>Itulah alasan mengapa saya memilih Thailand sebagai tempat latihan sukses kali ini.</li>
<li>Saat Anda sudah memahami strategi yang dikuasai penemu NLP yakni John Grinder dengan:<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong>“Prepare for Nothing, but Ready for Everything”</strong>,  maka Anda bisa sukses dimanapun Anda berada, Anda bisa sukses dalam  situasi ekonomi apapun. Ekonomi membaik, Anda bisa sukses. Ekonomi  memburuk, Andapun bisa sukses dengan baik.</p>
<p><strong>Peserta:</strong> Pengusaha, Wira Usaha, Pebisnis Asuransi, Pebisnis MLM, Anda yang mau  punya usaha, Anda karyawan yang mau bermentalkan pengusaha dan siapapun  yang mau jadi orang kaya he he… Juga, untuk Anda penakut yang hidupnya  hanya jadi anak mami. Atau, Anda yang nekad mau keluar dari belenggu  keterbatasan Anda selama ini…</p>
<p>Yuuuk, mari kita kuasai dunia…</p>
<p>Bersamaku, <strong>Krishnamurti</strong> – 0816 1815 333 – @AndaHebat</p>
<p> Viewed 20884 times by 3678 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uang Hanyalah Permainan Angka saja…</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/03/08/uang-hanyalah-permainan-angka-saja%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/03/08/uang-hanyalah-permainan-angka-saja%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 04:15:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Modeling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[Rp 42 Juta Royalti Buku untuk Sedekah “Mas, gak sayang semua royalti bukunya untuk disumbangkan?”, uji tanya seorang peserta pelatihan, yang sepertinya seru melihat angka sebesar Rp. 42 juta, hasil royalti buku yang pertama saya yang berjudul “Share the Key” &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/03/08/uang-hanyalah-permainan-angka-saja%e2%80%a6/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong>Rp 42 Juta Royalti Buku untuk Sedekah</strong></p>
<p>“Mas, gak sayang semua royalti bukunya untuk disumbangkan?”, uji tanya seorang peserta pelatihan, yang sepertinya seru melihat angka sebesar Rp. 42 juta, hasil royalti buku yang pertama saya yang berjudul “Share the Key”<span id="more-576"></span></p>
<p>Saya hanya tertawa pendek: “Ha ha ha… Kan, sudah diniati sejak awal Mas”. Mungkin, teman ini bingung mengapa saya begitu ngotot mempromosikan, bahkan sampai sekarang terus menjual buku pertama saya tersebut, padahal hasilnya berupa royalti tidak saya nikmati karena sejak awal sudah saya putuskan untuk disumbangkan.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Orang bahagia belum tentu karena banyak uang.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Namun, banyak uang dapat membuat banyak orang bahagia.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p>Memang pertanyaan tersebut masuk akal, sih. Tetapi, si penanya tersebut belum memahami bagaimana cara kerja sebuah “Tabungan sedekah”. Ya, saya sebut saja tabungan sedekah. Mengapa demikian? Begini logikanya. Tabungan di bantal, mudah dicuri. Tabungan di bank, juga bisa dibobol, tabungan di dunia bisa banget lenyap karena banyak ngengat he he he… Tapi tabungan sedekah tidak bisa hilang, tidak bisa dicuri, tidak bisa dibobol, tetapi bisa dikonversi. Nanti saya lanjutkan, saya pindah cerita sejenak…</p>
<p><strong>Mercy AMG 6.3 Rp. 1.7 Miliar</strong></p>
<p>Selasa, 1 Maret 2011 lalu, sambil menemani bangga karena melihat anak saya Bidadari memilih jadi Polisi di Kid Zania, Pacific Place, Sudirman, Jakarta, saya turun ke lantai dasar di pusat perbelanjaan tersebut untuk mencari sesuatu. Sambil muter-muter bingung, eh malah ketemu pameran mobil mewah. Ada Jaguar, ada Mercy Sport.</p>
<p>“Hmmm… seru juga nih kalo bisa test-drive”, pikir saya.</p>
<p>Sambil gotong ransel Puma di pundak, saya mengamati mesin mobil Mercy Sport yang dipasang mesin AMG dengan kekuatan 6.300 CC. Sebuah kekuatan yang sangat besar, karena hanya perlu tidak sampai 10 detik untuk mencapai kecepatan 100 km/jam. Sayapun masuk ke dalam mobil, merasakan nyamannya duduk di kursi yang didesain sedemikian rupa, sehingga kita merasa aman karena “terkunci”, harum mobil barupun merasuk dalam tulang sumsum. Saya nyalakan mobilnya dan menginjak gas dengan kejut agar menimbulkan efek dentum yang menggelegar. Ha ha ha.. saking gelegarnya bunyi mesin Mercy AMG 6.3 itu, saya sampai diperingati salesman yang jaga.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Bagaimana bisa berhasil dalam hidup ini,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>bila mencoba saja kita tidak berani?</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong> (Krishnamurti Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p>Singkat cerita, dari sekian banyak “orang kaya” yang melihat mobil mahal ini, hanya saya yang menarik perhatian para penjualnya, walau saya sedang pakai sepatu adidas, celana jeans dan backpacker-an di pundak he he…</p>
<p>Diskusipun sampai ke rencana untuk “bank loan” agar saya bisa memiliki mobil ini. Hmmm… makin membangkitkan adrenalin saya untuk segera mencoba mobil Mercy Sport AMG 6.3 yang hanya ada satu buah saja di Indonesia ini, dikebut di jalanan.</p>
<p>Setelah selesai “test-drive”, saya diam sejenak. Kok, sekarang bisa ya saya tenang saja mencoba menikmati mobil mewah ini? Walau harganya Rp. 1.7 Miliar. Bahkan, saya canangkan untuk saya beli. Gila kali ya? He he he…</p>
<address style="text-align: center;"><strong>A: Buat apa mencoba kalo tidak bisa dibeli?</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>B: Saya kan hanya mencoba, bukan mau membeli.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>C: Coba dulu ah, siapa tahu jadi beli.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Mindset Anda menentukan Hasil dalam hidup Anda.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p style="text-align: center;">
<p>Apa yang berbeda dengan diri saya ini? 5 tahun lalu, paling saya hanya lihat sebentar karena ada “Mental Block” bahwa mobil itu tidak mungkin saya bisa beli. Namun, hari itu 5 tahun kemudian, saya dengan tenangnya masuk ke dalam mobil, melihat mesin mobil, mencoba mobilnya dan minta kalkulasi cara untuk mendapatkan mobil mewah ini. Walau, belum tentu saya beli mobil ini. Karena saya sudah punya Mercy, saya pikir lebih baik saya beli jenis mobil yang lain. Hmmm… saya tahu jawabannya sekarang. Ternyata…</p>
<p><strong>Ilmu Modelling Saya Berhasil</strong></p>
<p>Ya, saya pernah beberapa kali berjumpa dengan Bapak Stanley Atmaja, Presiden Direktur Adira Finance yang terkenal sangat sukses. Saya berdiskusi, ngobrol, bicara dan mewawancarai beliau. Tanpa saya sadari, saya memodel beliau. Saya memodel strategi beliau dalam mengambil keputusan. Sekarang, strategi itu sudah menjadi “skill” atau kompetensi dalam diri saya, tanpa saya sadari. Itulah manfaat ilmu modelling yang nantinya menjadi esensi dasar menciptakan ilmu NLP yang sangat terkenal itu.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Cara belajar yang paling baik adalah</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>dengan menerapkannya.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p>Membaca dua cerita di atas, sepertinya cerita paradoks, bukan? Bertentangan, berlawanan, aneh karena satu tentang sedekah, satunya tentang kemewahan. Satu tentang setan, satu lagi tentang malaikat. Satu tentang spiritual, satu lagi tentang duniawi.</p>
<p>Tetapi, begitulah saya saat ini. Saya bisa menikmati hidup dalam situasi apapun. Saya bahagia karena saya bahagia. Itu saja. Tidak perlu penyebab apapun agar saya bahagia. Saya tidak perlu uang banyak agar saya bahagia. Tetapi, saya perlu alat bantu uang yang banyak untuk membantu orang lain menjadi bahagia. Bingung, kan he he he… Rasain… Buat saya…</p>
<p><strong>Uang Hanyalah Permainan Angka Semata</strong></p>
<p>Uang hanyalah permainan pikiran. Sebuah Mercy dianggap mahal oleh orang yang tidak punya uang, namun untuk orang beruang (sejenis monyet besar ha ha ha) Mercy C200 itu murah saja, namun untuk seorang Pertapa Mercy itu tidak ada harganya, bahkan tidak berguna untuk dia. Mengapa? Karena dia bertapa di goa sebuah hutan, yang berada di puncak gunung Himalaya ha ha ha…</p>
<p>Uang hanyalah angka semata bagi anak Anda yang di jaman sekarang, yang sudah tidak perlu berat-berat membawa recehan Rp. 1.000,- sebanyak 50 buah untuk bermain komedi putar, namun hanya membawa satu kartu yang berisikan Rp. 50.000,- yang siap digesek di tempat main, dimanapun dia ingin main.</p>
<p>Jadi, pertanyaannya <strong>“Bagaimana Anda mempersepsikan uang?&#8221;</strong> Salah persepi, salah nasib lho. Prinsip saya mudah saja. Orang boleh saja jadi kaya. Orang boleh saja jadi sukses. Orang boleh saja menjadi hebat. Yang terpenting adalah jangan terikat oleh kekayaan, kesuksesan ataupun kehebatan itu, karena akan menjadi berhala kembali.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Uang hanyalah alat bantu yang sangat membantu.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Jika yang dibantu bisa menjadikannya pembantu.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong> </strong></address>
<p style="text-align: left;">Uang hanyalah permainan angka. Bila disetujui sebagai angka kecil, maka Anda akan merasa angka tersebut jadi keciiil… Bila disetujui sebagai angka besar, maka Anda akan merasa angka tersebut jadi besaaar… Namun, bila Anda tidak menyetujui kecil atau besar, karena itu hanyalah angka-angka saja, maka perasaan Anda menjadi netral saja. Itulah rahasia permainan angka. Baik, walau saat ini saya memiliki angka yang banyak, namun saya tetap…</p>
<p><strong>Memilih Hidup Sederhana <em>wae</em>…</strong></p>
<p>Saya terus melatih diri agar tetap hanya punya baju 7 lembar saja, sepatu kerja cukup satu aja. Saya tidak ingin punya banyak-banyak, walau saya punya “banyak”. Saya hanya ingin seperti orang kebanyakan. Dan, sebagai penutup artikel ini. Tiba-tiba saja muncul keinginan untuk menuliskan syair atau puisi ini. Semoga berkenan dan janganlah marah yaaa…</p>
<address><strong>Bekal Hidup Membuat Tetap Hidup</strong></address>
<address> </address>
<address>Buat apa bekal banyak, jika nanti ditinggal banyak.</address>
<address>Karena bekal di bumi hanya untuk di bumi.</address>
<address> </address>
<blockquote><address>Angka besar, angka kecil tidaklah penting.</address>
<address>Selama angka-angka itu berhikmah bagi sesama.</address>
</blockquote>
<address> </address>
<address>Kaya miskinpun hanya akan jadi cerita saja.</address>
<address>Karena maknalah yang membuatnya berbeda.</address>
<address> </address>
<blockquote><address>Segeralah buka rekening tabungan sedekah.</address>
<address>Tabunglah sedekah dan teruslah tabung.</address>
<address> </address>
</blockquote>
<address>Karena saat berpindah nanti, kita perlu bekal.</address>
<address>Hanya Tabungan Sedekah yang bisa dibawa serta.</address>
<address> </address>
<blockquote><address>Ya, hanya tabungan sedekah mudah dibawa.</address>
<address>Pastikan jumlahnya cukup untuk di jalan.</address>
<address> </address>
</blockquote>
<p>Hotel Kota, Jogjakarta, 8 Maret 2011</p>
<p><strong>Krishnamurti,</strong> yang masih belum tahu mengapa menulis artikel ini…</p>
<h1>NB:</h1>
<h1>Palembang: 1 Day FREE Therapy</h1>
<h1>Tema: <strong>“Buang Sampah Pikiran Anda, Agar Siap Ditanami Emas”</strong></h1>
<p>Setelah sukses di Jakarta, Bandung dan Jogja (26 Feb’11)  skrg bersiap:</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">PALEMBANG</span></strong><strong><span style="text-decoration: underline;">:</span></strong> Minggu, 13 maret’11, Jam: 09:00-17:00 Tempat: Aula Kampus MDP, Jl. Rajawali No. 14, Palembang</p>
<p><strong>Syarat hadir sebagai Tiket Masuk:</strong> Cukup bawa buku <strong>“Damaikan Setan dan Malaikat dalam Pikiranmu”</strong> untuk di-cap saat masuk ke ruangan pelatihan. Satu buku untuk satu orang. Buku juga dijual di tempat acara. Sampai jumpa di pelatihan ini yooo…</p>
<p> Viewed 13656 times by 3957 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/03/08/uang-hanyalah-permainan-angka-saja%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#75: Sowan “Sekuntum kagum untuk Mbah Maridjan”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2009/09/02/tip-praktis-nlp75-sowan-%e2%80%9csekuntum-kagum-untuk-mbah-maridjan%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2009/09/02/tip-praktis-nlp75-sowan-%e2%80%9csekuntum-kagum-untuk-mbah-maridjan%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 00:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[NLP dan Modeling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Sekuntum kagum Bunga walau hanya satu kuntum. Dapat menyerbakan wangi ke penjuru. Wangi lembut tebar menyebar. Demikian saat jumpa Mbah Maridjan. Dirumah sejuk lereng Merapi. Walau gunung dahsyat gelegar. Namun dapat berdamai dengan doa. Doa seorang Mbah yang sederhana. Doa &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2009/09/02/tip-praktis-nlp75-sowan-%e2%80%9csekuntum-kagum-untuk-mbah-maridjan%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong>Sekuntum kagum</strong></p>
<p>Bunga walau hanya satu kuntum.</p>
<p>Dapat menyerbakan wangi ke penjuru.</p>
<p>Wangi lembut tebar menyebar.</p>
<p>Demikian saat jumpa Mbah Maridjan.</p>
<p>Dirumah sejuk lereng Merapi.</p>
<p>Walau gunung dahsyat gelegar.</p>
<p>Namun dapat berdamai dengan doa.</p>
<p>Doa seorang Mbah yang sederhana.</p>
<p>Doa sederhana untuk kesederhanaan.</p>
<p>Sebuah kekuatan yang tersimpan rapi.</p>
<p>Di dalan hati kesederhaan yg terdalam.</p>
<p>Kuat dan makin kuat, saat berdiam</p>
<p>Sungguh mengagumkan…</p>
<p>Sungguh mengagumkan…</p>
<p>Aku bangga menyalamimu Mbah.</p>
<p>Walau hanya sebuah salam.</p>
<p>Walau hanya sewaktu cerita.</p>
<p>Walau sepotong canda tawa.</p>
<p>Walau hanya omongan biasa.</p>
<p>Namun, buatku adalah berkah.</p>
<p>Tabik sujud dari cucumu,</p>
<p>Krishnamurti yang kagum padamu.</p>
<p><strong>Semua ada hikmahnya</strong></p>
<p><span id="more-208"></span>Ternyata ketinggalan kereta api hanya 3 menit di stasiun Purwokerto pada hari Minggu siang, 30 Agustus 2009 lalu, membawa cerita dan berkah sendiri buat saya.</p>
<p>Walau sempat membuat stres panitia yang mengantar saya, karena dia merasa ikut bersalah, akibat mampir dulu belanja oleh-oleh tempe mendoan untuk saya bawa ke Jakarta he he…</p>
<p><strong>Cerita kehidupan bisa berubah, saat sebuah keputusan diambil.</strong></p>
<p>Mengapa demikian? Saya rubah semua agenda kegiatan, akibat ketinggalan kereta api tersebut. Saya putuskan pergi ke Jogja untuk melihat alternatif lain berangkat ke Jakarta, karena malamnya saya harus siaran langsung di studio Radio Sonora jam 22:00 sampai jam 24:00.</p>
<p>Namun, kehidupan bisa berganti cerita. Tiket pesawat kelas ekonomi penuh, kalau saya naik kelas bisnis, jauh lebih murah saya menginap &amp; jalan-jalan di Jogja dulu, demikian niat saya he he.</p>
<p>Akhirnya, setelah diskusi dengan teman di Radio Sonora Jakarta tentang kemungkinan siaran di Jogja yang disambung ke Jakarta, ternyata memungkinkan, saya putuskan bermalam di Jogja.</p>
<p><strong>Pengalaman batinpun bertambah</strong></p>
<p>Saya sempatkan cari teman-teman tukang becak di jalan Sosrowijayan dan mengajak mereka untuk buka puasa bersama sambil mendengarkan kisah kehidupan mereka. Lalu, dilanjut beli kaos khas <em>plesetan</em> Jogja untuk oleh-oleh ke sebuah tempat yang dianjurkan oleh Mas Hari tukang becak teman saya.</p>
<p><strong>Memilih Kaos Mbah Maridjan</strong></p>
<p>Saya hanya tertarik membeli kaos-nya Mbah Maridjan dan hal ini diperhatikan oleh Mas Hari dengan bertanya mengapa saya hanya tertarik memilih kaos itu.</p>
<p>Saya bercerita bahwa saya sangat kagum dengan Mbah Maridjan. Sungguh sangat kagum, walau saya belum pernah bertemu dengan si Mbah. Banyak hal yang membuat saya kagum dan diskusi berakhir dengan tawaran Mas Hari untuk mengantarkan saya ke tempat Mbah Maridjan di lereng gunung Merapi. Akhirnya saya…</p>
<p><strong>Puasa untuk mengambil keputusan</strong></p>
<p>Karena tawaran ini sangat berarti buat saya, maka saya bilang bahwa saya akan puasa dulu mulai makan malam hari ini sampai esok hari. Jika hati saya setuju, maka besok siang saya ikuti hati saya untuk ke tempat Mbah Maridjan.</p>
<p>Singkat cerita, puasa terus berlanjut sampai esok harinya dan hati saya tergerak untuk berangkat dengan naik ojek dari Malioboro ke lereng gunung Merapi. Setelah sekian waktu, pantat sayapun terasa makin panas di boncengan ojek, karena jaraknya lumayan jauh jika naik ojek he he…</p>
<p><strong>Bertemu berdua Mbah Maridjan</strong></p>
<p>Akhirnya, kesempatan lama yang sudah saya tunggu-tunggupun terjadi, saya bisa berjumpa dengan Mbah yang sangat saya kagumi kehebatannya ini yakni Mbah Maridjan.</p>
<p>Kamipun ngobrol dan berbagi cerita, tertawa, guyon dengan Mas Hari sang tukang becak sebagai penerjemah karena saya tidak bisa bahasa Jawa halus he he…</p>
<p>Banyak hal yang saya petik dari pertemuan ini. Sungguh sangat banyak.</p>
<p>Pada kesempatan ini, saya tidak ingin berbagi tentang hikmah yang saya dapat. Namun, lebih ke strategi saya saat belajar dengan seseorang yang dikagumi, sehingga bisa belajar sangat banyak, dalam waktu yang pendek.</p>
<p>Sebenarnya, strategi belajar tersebut sangatlah mudah. Saya menggunakan strategi anak-anak TK saat belajar di kelas yakni…</p>
<p><strong>Serap &amp; Resap</strong></p>
<p>Ya, anak-anak TK sangat pandai menyerap apapun yang diberikan oleh gurunya. Mereka seperti busa yang dapat menghisap air dengan sangat cepat dan gak banyak mikir. Sruuuut… Semua ilmupun terserap dengan baik.</p>
<p>Nah, ilmu inilah yang saya gunakan. Sikap agar strategi ini bisa berjalan dengan baik adalah saya membangun rasa kagum dan hormat dahulu pada orang yang akan saya temui, lakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Tidak boleh pura-pura.</p>
<p>Kurang lebih “serap” yang saya lakukan saat ketemu Mbah Maridjan adalah demikian:</p>
<p>1. Saya hanya duduk diam melongo, nggak mikir, layaknya seorang cucu yang tidak paham apapun tentang kehidupan ini.</p>
<p>2. Apapun yang Mbah Maridjan sampaikan, sungguh membuat saya makin hormat dan kagum, walau saya tidak memahami sedikitpun apa yang Mbah sampaikan, karena dalam bahasa Jawa halus.</p>
<p>Yang saya rasakan hanya kekaguman dan rasa hormat yang tinggi untuk Mbah.</p>
<p>3. Dalam hati saya hanya bisa berdoa dan bersyukur, hanya bersyukur dan hanya bersyukur…</p>
<p>Demikian strategi singkat saya tentang proses “Serap”, selanjutnya adalah meresapkan ke dalam batin apa yang telah diserap tadi. Strategi “Resap” saya sungguhlah sederhana, bahkan sangatlah mudah, yakni:</p>
<p><strong>Diam selama mungkin…</strong></p>
<p>Saya tahu Anda akan tertawa dan mungkin juga bingung. Kok, diam sih? Ya, emang diam saja. Saya biarkan diri ini mengagumi sosok yang baru saya ketemui tadi yakni Mbah Maridjan. Satu persatu saya resapi apa yang disampaikan Mbah Maridjan, baik:</p>
<p>-       yang terlihat secara visual</p>
<p>-       kalimat yang disampaikan</p>
<p>-       perasaan yang dirasakan</p>
<p>Satu hal yang terpenting adalah intuisi batin yang terdalam dari makna-makna yang tersembunyi, yang (menurut saya) hanya bisa dirasakan diluar ambang batas indra kita, sekarang baru saya menyadari mengapa diri saya memilih puasa sejak semalam, sebelum bertemu Mbah Maridjan. Ada makna indah yang tersimpan di dalam visual yang terlihat, suara yang terdengar, rasa yang muncul. Sungguh luar biasa…</p>
<p>Setelah Serap dan Resap, baik sekali menyelaraskan nilai-nilai yang di dapat, dengan nilai-nilai yang kita anut. Sehingga pertemuan itu tidaklah sia-sia. Bahkan bisa merubah cara piker, yang saya lakukan secepatnya adalah…</p>
<p><strong>Saya mengambil keputusan untuk merubah diri</strong></p>
<p>Bisa membuang keyakinan yang sudah kurang tepat.</p>
<p>Bisa memperluas dan mengembangkan cara pikir.</p>
<p>Bisa juga membangun keyakinan baru atau hal lainnya.</p>
<p>Sobat pembaca, demikian sharing pengalaman yang saya dapatkan saat berada di lereng Gunung Merapi, bersama Mbah Maridjan. Semoga berhikmah dan berguna…</p>
<p>Jika ada kesempatan, baik sekali Anda sempatkan diri untuk mengunjungi Mbah Maridjan, mumpung Mbah masih hidup. Karena sangat banyak ilmu pengetahuan khususnya untuk perkembangan batin, yang bisa kita dapatkan dari si Mbah.</p>
<p>Datanglah. Sowanlah. Petiklah buah hikmah untuk perkembangan batin Anda sendiri, bukan karena kata orang lain.</p>
<p>Satu hal yang ingin saya sampaikan pada Mbah Maridjan, sebagaimana pesan yang ada di balik kaos yang saya beli. Ijinkan…</p>
<p><strong>Kulo nderek simbah mawon…</strong></p>
<p>Jakarta, 2 September 2009</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong> – dalam pesawat terbang dari Surabaya menuju Jakarta</p>
<p> Viewed 3878 times by 1255 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2009/09/02/tip-praktis-nlp75-sowan-%e2%80%9csekuntum-kagum-untuk-mbah-maridjan%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

