<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Krishnamurti - Mindset Motivator &#187; Motivasi Diri</title>
	<atom:link href="http://mindsetmotivator.com/category/motivasi-diri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mindsetmotivator.com</link>
	<description>to be a World Class Indonesian Motivator...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 08:39:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Sayapun masih sering ditolak</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2012/02/06/sayapun-masih-sering-ditolak/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2012/02/06/sayapun-masih-sering-ditolak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 08:32:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=1036</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak pernah berminat belajar pada Guru Sukses yang selalu Sukses. Karena dia Pembohong besar! (Krishnamurti Words) Pernah terpampang kalimat di atas pada dinding Face Book dan Twitter saya sekitar awal tahun 2012 lalu, sebagai jawaban atas pertanyaan seseorang apakah &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2012/02/06/sayapun-masih-sering-ditolak/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address style="text-align: left;"><strong><a href="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2012/02/Monyet_Tutup_Mata.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1041" title="Monyet_Tutup_Mata" src="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2012/02/Monyet_Tutup_Mata-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Saya tidak pernah berminat belajar</strong></address>
<address style="text-align: left;"><strong>pada Guru Sukses yang selalu Sukses.</strong></address>
<address style="text-align: left;"><strong>Karena dia Pembohong besar!</strong></address>
<address style="text-align: left;"><strong>(Krishnamurti Words)<span id="more-1036"></span></strong></address>
<p>Pernah terpampang kalimat di atas pada dinding Face Book dan Twitter saya sekitar awal tahun 2012 lalu, sebagai jawaban atas pertanyaan seseorang apakah saya tidak pernah salah, tidak pernah kalah, tidak pernah ditolak? Katanya: “Kok, kayaknya Anda sukses selalu aja, sih&#8230; Saya mau berguru pada Anda”. Tentu, orang tersebut salah besar hahaha&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Mungkinkah saya selalu sukses?</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Mungkinkah saya selalu menang?</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Sekali lagi, salah besar.</em></strong></address>
<address style="text-align: center;">&#8212;&#8212;-</address>
<p><strong>Tetap saja, saya sering ditolak</strong></p>
<p>Saya yakin tidak ada orang yang selalu sukses, selalu menang. Setiap orang sukses selama masih hidup, pasti tidak hanya mengalami siang yang terang. <strong><em>Suatu saat pasti akan mengalami mendung tebal yang gelap</em></strong>, bahkan hujan badai…</p>
<p>Sikap orang tersebut dalam menyikapi sebuah keadaan buruk, itulah <strong><em>sebuah kompetensi yang dimiliki seorang untuk menang dari keadaan tersebut</em></strong>. Sebuah sikap yang bisa mementalkan sebuah masalah ini disebut Sikap Mental hehehe (ngaco ya).</p>
<p>Berikut beberapa cara pandang saya terhadap (khususnya) apa yang orang awam katakan sebagai penolakan. Semua sudah pernah saya twiterin dan fesbukin, yaitu:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Banyak orang patah arang karena ditolak,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>pada hal penolakan justru membuat</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>saya makin kreatif untuk mencari ide-ide baru</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)<br />
</strong>&#8212;&#8212;-<br />
Penolakan itu adalah feedback yang baik</address>
<address style="text-align: center;">untuk introspeksi diri agar jadi lebih baik.</address>
<address style="text-align: center;">(Krishnamurti Words)<br />
&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Justru Penolakan membuat </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>saya berpikir, berpikir &amp; berpikir lebih keras </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>untuk cari ilham yang lebih menarik.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong><br />
&#8212;&#8212;-<br />
Dan Penolakan itu menyadarkan diri</address>
<address style="text-align: center;">bahwa saya tetap bisa saja salah,</address>
<address style="text-align: center;">bahkan kalah hehehe</address>
<address style="text-align: center;">(Krishnamurti Words)<br />
&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Penolakan tuh sebuah sikap tegas, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>dibanding bilang YA tapi maksudnya TIDAK.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong><br />
&#8212;&#8212;-<br />
Dan Penolakan juga menguatkan saya</address>
<address style="text-align: center;">bahwa &#8220;Aku ini manusia biasa spt Anda, lho!&#8221;</address>
<address style="text-align: center;">(Krishnamurti Words)<br />
&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Jangan buang waktu untuk cari tahu kenapa ada Penolakan, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>tapi secepatnya ubah strategi yang lebih baik.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong><br />
&#8212;&#8212;-<br />
Penolakan itu berarti</address>
<address style="text-align: center;">orang yang menolak bisa melihat sesuatu</address>
<address style="text-align: center;">yang belum dapat saya lihat.</address>
<address style="text-align: center;">(Krishnamurti Words)<br />
&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Lha, kalo gitu apa tujuan Tuhan memberikan Penolakan?</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Biar potensi kita muncul dengan lebih hebat lagi.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong><br />
&#8212;&#8212;-<br />
Penolakan justru membuat saya ingin terus belajar</address>
<address style="text-align: center;">ilmu pengetahuan yang lebih tinggi lagi.</address>
<address style="text-align: center;">(Krishnamurti Words)<br />
&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Jangan sampai Penolakan membuat Anda loyo, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>justru harus membuat lincah seperti yoyo hehehe</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong><br />
&#8212;&#8212;-<br />
Menolak Penolakan justru menyakitkan,</address>
<address style="text-align: center;">menerima Penolakan dg ikhlas,</address>
<address style="text-align: center;">akan menguatkan mental.</address>
<address style="text-align: center;">(Krishnamurti Words)<br />
&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Tidak ada yang salah dengan Penolakan, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>hanya bisa saja kita mengetuk pintu yang salah hehehe</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong></strong>&#8212;&#8212;-</address>
<p>Penerbit Kanisius, Jogjakarta, 6 Feb 2012</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong>, begitulah sebagian ide bagaimana saya “menyenangkan” hati saat ditolak wakakakak… Motivator juga hanya manusia biasa saja…</p>
<p> Viewed 448 times by 188 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2012/02/06/sayapun-masih-sering-ditolak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akupun Perlu Gagal, lho…</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2012/01/07/akupun-perlu-gagal-lho/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2012/01/07/akupun-perlu-gagal-lho/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 02:15:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=959</guid>
		<description><![CDATA[“Pak Krishna, apakah Anda selalu berhasil mencapai apapun yang Anda inginkan?” Akhir tahun 2011 lalu, ada banyak teman di MukaBuku (FaceBook) yang bertanya bagaimana cara saya membuat Resolusi akhir tahun. Sebuah kegiatan yang sebenarnya kegiatan biasa saja buat saya dan &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2012/01/07/akupun-perlu-gagal-lho/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address style="text-align: center;"><strong><a href="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2012/01/Bidadari_Words_10.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1025" title="Bidadari_Words_10" src="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2012/01/Bidadari_Words_10.jpg" alt="" width="360" height="240" /></a>“Pak Krishna, apakah Anda selalu berhasil</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>mencapai apapun yang Anda inginkan?”<span id="more-959"></span></strong></address>
<p>Akhir tahun 2011 lalu, ada banyak teman di MukaBuku (FaceBook) yang bertanya bagaimana cara saya membuat Resolusi akhir tahun. Sebuah kegiatan yang sebenarnya kegiatan biasa saja buat saya dan orang awam lainnya dalam menyambut tahun baru, bukan? Diskusi menjadi menarik, karena ada pertanyaan di atas tadi yakni:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>“Pak Krishna, apakah Anda selalu berhasil</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>mencapai apapun yang Anda inginkan?”</strong>.</address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya bercanda dengan serius, menjawab:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>“Apakah ada orang yang selalu berhasil</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>mencapai apapun yang dia inginkan?</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Saya tidak percaya tuh&#8230;”</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Teman saya membalas sebel:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>“Ada tuh, saya baca dari beberapa pembicara yang</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>menuliskan status di FB-nya bahwa dia selalu berhasil, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>bahkan mencapai lebih dari yang diinginkannya”</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sayapun tertawa terbahak-bahak dan menjawab:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>“Wah, saya mau tuh belajar dengan Pembicara tsb.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Tapi kalo Pembicaranya masih lebih kere dari saya, gak jadi belajar deh hehehe&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Itu kan sama aja orang kere belajar pada orang kere wakakakak&#8230;”</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p>Diskusi berkelanjutan dengan ringan dan enak, sepertinya dia sudah gak stres lagi. Sobat pembaca, menurut saya:</p>
<address><strong>Sayapun masih sering gagal.</strong></address>
<address><strong>Saya tetap perlu gagal agar saya tetap belajar…</strong></address>
<address><strong>Saya tetap perlu gagal agar saya terus bersyukur&#8230;</strong></address>
<address><strong>Saya tetap perlu gagal agar saya mawas diri…</strong></address>
<address><strong>Saya tetap perlu gagal agar saya sadar saya ini manusia biasa.</strong></address>
<address><strong>Saya tetap perlu gagal…</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ya, buat saya menang-kalah, sukses-gagal hanyalah sebuah teman-teman. Mana enak hidup ini, jika hanya punya teman menang. Tentu, lebih enak bisa berteman dengan keduanya, teman menang dan teman kalah. Makanya, mereka saya sebut teman-teman. Teman sukses dan teman gagal.</p>
<p>Sekali sobat pembaca, menurut saya:</p>
<p><strong>Sayapun tetap perlu gagal…</strong></p>
<p>Setujukah Anda? Apa komentar Anda? Saya tunggu komentar Anda di kolom bawah ini…</p>
<p>Jakarta, Januari, 7 Januari 2012</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong>, yang masih sering banget gagal hehehe&#8230;</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Workshop Terdekat:<br />
</strong></span></p>
<address><strong>Tangerang Hypnotic Goal Setting</strong></address>
<address>Jumat, 20 Januari 2012 Pk. 18:00-21:00</address>
<address>Times Book Store, Lippo Karawaci</address>
<address>@Rp 100ribu + Dinner + Makalah</address>
<address>Bayar di tempat saja…</address>
<address>Daftar via SMS: TGR, Nama &amp; Impian Anda</address>
<address>Kirim ke: 08788 5063 777</address>
<address>Yang mengundang,</address>
<address><strong>Krishnamurti</strong></address>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p> Viewed 4742 times by 1544 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2012/01/07/akupun-perlu-gagal-lho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketololan Intelektualitas</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2012/01/02/ketololan-intelektualitas/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2012/01/02/ketololan-intelektualitas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 10:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=951</guid>
		<description><![CDATA[Malem tahun baru 2012, saya memilih untuk merenung dan merenung akan diri yang masih sering sekali “ngaco” dan “ngawur” ini. Entah karena kegelisahan atau apalah yang terjadi selama tahun 2011 ini. Bisa karena kecewa, sedih, kesal atau bisa juga malah &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2012/01/02/ketololan-intelektualitas/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p>Malem tahun baru 2012, saya memilih untuk merenung dan merenung akan diri yang masih sering sekali “ngaco” dan “ngawur” ini. Entah karena kegelisahan atau apalah yang terjadi selama tahun 2011 ini. Bisa karena kecewa, sedih, kesal atau bisa juga malah karena senang. Gak tahulah, pokoknya saya mau menulis saja. Menulis di twitter dan facebook yang mungkin bisa berguna, bahkan bisa juga dihina hahaha&#8230;<span id="more-951"></span></p>
<p>Mulailah saya posting satu-persatu apa saja yang muncul di benak ini, seperti: <strong></strong></p>
<p><strong>1. HypnoticGoal Setting ala Krishnamurti di akhir 2011 &amp; di awal 2012. </strong><strong>Saat umumnya orang memilih pesta pora, saya memilih pesta doa&#8230; </strong>Sulit memang untuk memilih berdoa hening di Jakarta dan sekitarnya, saat petasan bisa meledak sangat keras di genteng atas rumah. Tapi saya memilih untuk melanjutkan hening diri&#8230;</p>
<p>2.<strong> Dalam renungan doa malam akhir tahun, saya pilih berdiam diri untuk dapatkan tema kegiatan saya di 2012 ini yang selaras dengan misi hidup.</strong> Dan, memang malam itu saya mendapat ilham 3 tema yang akan saya pilih dan putuskan yakni sbb:</p>
<ul>
<li><strong>“The Most Productive Servicing Year of Krishnamurti”</strong></li>
<li><strong>“It’s Your Time, Krishnamurti! It’s Your Time!”</strong></li>
<li>Satunya lagi, yang saya pilih ada di akhir tulisan ini. Semua dalam rangka merayakan menuju 10 tahun saya menjadi seorang Motivator. Sebuah sebutan yang diberikan oleh sebuah majalah, sehingga sejak saat itu sekitar tahun 2003 saya mendapat julukan Motivator.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>3. <strong>Setelah dapat tema kegiatan 2012, barulah saya pilih &amp; pilah impian-impian yang muncul. Agar dapat selaras dengan tema sehingga lebih fokus. </strong>Karena… Orang sibuk belum tentu produktif, orang produktif belum tentu sibuk (Krishnamurti Words)</p>
<p><strong>4. Kebetulan tahun 2012 saya siapkan sebagai tahun Perayaan memasuki 10 th saya melayani masyarat sbg Motivator. Dengan total kelas mencapai &gt; 1.300 kelas. </strong>Kok, bisa banyak sekali? Kuncinya, jangan pilih-pilih. Selama ada waktu dan kesehatan, saya akan terus layani saja…</p>
<p><strong>5. Sekitar 80% dr 1.300 kelas adalah kelas pelayanan, sisanya 20% adalah kelas bisnis yang hasilkan income Miliaran rupiah.</strong> Saat kita terus berbagi, maka uang akan datang dengan sendiri (Krishnamurti Words)</p>
<p><strong>6. Investasi terbesar selama 9 tahun jadi Motivator adalah BELAJAR ke luar negeri, yang habiskan biaya sekitar Rp 500 juta.</strong> Memberi makan otak tidak akan pernah terbuang, memberi makan perut sebagian besar jadi tahi (Hahaha Words)</p>
<p>7. Mindset saya: <strong>&#8220;Bukan kumpulkan uang banyak dulu agar bisa sekolah, namun terus sekolah agar bisa hasilkan uang banyak&#8221; (Krishnamurti Words)</strong></p>
<p><strong>8. Saya akan terus belajar pada yang terbaik, agar saya bisa berbagi &amp; memberikan yang terbaik yang saya miliki kepada masyarakat luas. </strong>Jangan pernah mengajar, saat Anda berhenti belajar (Krishnamurti Words)</p>
<p><strong>9. Memasuki 10 tahun sebagai Motivator, saya memilih salah satu tema yakni: &#8220;Melayani lebih luas dengan Pelatihan KELAS DUNIA Berbiaya Murah Meria&#8221;. </strong>Sederhana saja tujuan ini, agar ada banyak orang yang mendapat kesempatan untuk belajar dan belajar&#8230;</p>
<p><strong>10. Salah satu impian saya di tahun 2012: Orang asing belajar &amp; memiliki Sertifikasi Personal Coach &#8220;HypnoticGOAL Setting&#8221; karya anak bangsa ini.</strong> Terwujudkah? Gak tahu juga. Yang penting saya punya impian ini dulu. Karena bagaimana bisa terwujud, bila tidak berani bermimpi.</p>
<p><strong>11. Membeli Sertifikasi Luar Negeri &amp; menjual dengan harga mahal kepada orang-orang Indonesia, buat saya tidak lebih dari merendahkan derajat bangsa sendiri. </strong>Maaf, ini hanyalah pendapat pribadi saya saja, yang tentu bisa salah&#8230;</p>
<p><strong>12. Terlalu banyak bangsa ini membeli Sertifikasi dari luar negeri, yang justru menunjukkan kebodohan &amp; ikut membodohkan bangsa.</strong> Sekali lagi, ini juga pendapat pribadi saya sendiri.</p>
<p><strong>13. Tugas para Trainer seharusnya MEMBERDAYAKAN bukan MEMPERDAYAKAN peserta training-nya, bukan?</strong> Kira-kira itu persepsi saya mengenai diri saya sendiri sebagai seorang Trainer.</p>
<p><strong>14. Banyak orang bangga punya SERTIFIKAT dari luar negeri, bukan bangga akan kerja kerasnya. Ini sebuah ketololan intelektualitas.</strong> Hehehe jangan marah karena inilah saya dulunya…</p>
<p><strong>15. Mereka yang pekerja keras, walau punya SERTIFIKAT Luar Negeri, pasti lebih bangga akan karya nyata keringatnya sendiri.</strong> Akhirnya, saya disadarkan oleh pembimbing saya… Dan, saya buanglah semua sertifikat yang saya dapat dari luar negeri itu.</p>
<p><strong>16. Keprihatinan saya akan dampak Sertifikasi LN inilah, yang mendorong saya untuk membuat SERTIFIKASI LOKAL yg ber-KELAS DUNIA.</strong> Nah, dari pada marah lebih baik berbuat sesuatu, bukan?</p>
<p><strong>17. Untuk menjalankan misi di tahun 2012 ini, saya akan bekerja lebih keras lagi untuk &#8220;membakar pasar&#8221; biar lepas dari kebodohan intelektualitas&#8230;</strong> Nah, inilah pilihan sikap saya terhadap sebuah keadaan.</p>
<p><strong>18. Serem ya Misi thn 2012 saya kali ini hehehe. Ya, maaf itu hasil renungan doa malam untuk menyambut 2012. Sekarang bersiap kerja keras… </strong>Namanya juga perenungan, bisa saja ada emosi yang muncul saat itu. Lalu, jadikan saja sebagai strategi untuk kegiatan yang lebih baik lagi. Itu saja, sih. Memang…</p>
<p><strong>19. Saat awal jadi Motivator, saya bermimpi trainer-trainer Indonesia berguru ke luar negeri. Lalu, membagi-bagikan ilmunya ke dalam negeri dengan murah. </strong>Namanya juga bermimpi, bisa benar bisa tidak hehehe… Iya,…</p>
<p><strong>20. Awalnya saya pikir, ada banyak orang rela belajar mahal-mahal di LN, pulang ke Indonesia menjual murah-murah biar banyak yang mendapat ilmu kelas dunia. </strong>Tapi…</p>
<p><strong>21. Sayangnya malah banyak trainer dagang ilmu &amp; sertifikat. Agar bisa jual lebih mahal, sehingga hanya yang punya uang yang punya kesempatan belajar yang lebih besar. </strong>Nah, repotnya lagi…</p>
<p><strong>22. Orang pikir sertifikat training LN pasti hebat, pada hal siapa yang punya uang bisa beli &amp; pasti lulus. Kuncinya punya uang aja. </strong>Bodohnya lagi, sekarang ini orang bisa bebas semaunya pasang label nama. Contoh yaaa&#8230;</p>
<p><strong>23. Bila nama sy: Krishnamurti CHt, CCth, NLP Prac, NLP MPrac, MHypno, SGPC, dsb. Siapa yang berhak tegur saya? Walau saya gak punya satupun gelar di atas.</strong> Orang awam akan bilang saya hebat banget, pada hal saya tahu banget saya tuh siapa hahaha&#8230; Sekali lagi…</p>
<p><strong>24. Menurut saya, tugas para trainer adalah MEMERANGI KEBODOHAN bukan MEMBODOHI peserta &amp; BERPERANG dengan sesama trainer. </strong>Boleh juga gak setuju sih, gak apa-apa juga. Pertanyaan selanjutnya&#8230;</p>
<p><strong>25. Salahkah punya Sertifikat? Tentu TIDAK. Sah2 aja. </strong><strong>Gunakan dengan bijak karena NILAI DIRI Anda lebih mahal dari sehelai kertas tersebut.  </strong>Wadoh, semakin malam semakin keras neeeh&#8230;</p>
<p><strong>26. Udah aaah, ngantuk. Ntar banyak yang tersinggung wakakakak&#8230;  </strong>Malampun makin larut, saya meneruskan doa renungan dengan hati yang lebih plong… Tertidur deh.</p>
<p>Bangun pagi tanggal 2 Januari 2012, ada beberapa pertanyaan yang masuk, akhirnya saya lanjutkan lagi deh…</p>
<p><strong>27. Sertifikat bukanlah SIKAP, bukan POTENSI diri, juga bukan KUALITAS diri. Yang mahal itu PROSES, bukan kertasnya…</strong> Ini adalah penjelasan tambahan untuk pertanyaan yang masuk tentang Kultwit saya sebelum ini. Namun, sekali lagi buat saya…</p>
<p><strong>28. Orang yang ikut trainning untuk Sertifikat, bukan untuk Kualitas Diri, sungguh ini sebuah Ketololan Intelektualitas. </strong>Memang istilah ini keras sekali, tapi saya suka menggunakannya. Gak apa-apa juga. Hidup ini hanyalah permainan kata-kata saja, mengapa harus tersinggung? Prinsip hidup saya…</p>
<p><strong>29. Sertifikat harusnya membuat pemiliknya bekerja lebih keras, lebih melayani. Bukan menjualnya kembali agar pulang modal.</strong> Hahaha…. Trainer pedagang ilmu pasti marah besar pada saya neeeh… Gak apa-apa, semua hanyalah “feedback” agar dapat terjadi sebuah impian yang lebih besar yakni&#8230;<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>30. </strong><strong>Year 2012 : to be a World Class Indonesian (Motivator</strong>, tambahan untuk saya)</p>
<p>Demikian resolusi saya untuk 2012 ini, maap-maap kate kalo ade yang bikin kuping jadi pedeees yeee&#8230;</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong>, Mindset Motivator</p>
<p><em><strong>Ready to be a World Class Indonesian Motivator&#8230;</strong></em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Workshop Terdekat:<br />
</strong></span></p>
<address><strong>Tangerang Hypnotic Goal Setting</strong></address>
<address>Jumat, 20 Januari 2012 Pk. 18:00-21:00</address>
<address>Times Book Store, Lippo Karawaci</address>
<address>@Rp 100ribu + Dinner + Makalah</address>
<address>Bayar di tempat saja…</address>
<address>Daftar via SMS: TGR, Nama &amp; Impian Anda</address>
<address>Kirim ke: 08788 5063 777</address>
<address>Yang mengundang,</address>
<address><strong>Krishnamurti</strong></address>
<p><strong></strong></p>
<p> Viewed 5011 times by 1693 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2012/01/02/ketololan-intelektualitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Road Map to Success</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/12/28/road-map-to-success/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/12/28/road-map-to-success/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 10:54:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=940</guid>
		<description><![CDATA[Mana mungkin Anda tersesat, bila Anda tidak tahu jalan&#8230; (Ha ha ha Words) Bila Anda baru saja tiba di bandara sebuah negara yang baru pertama kali Anda kunjungi, maka apa yang pertama kali Anda cari? Sebuah Peta, bukan? Bila Anda &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/12/28/road-map-to-success/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address style="text-align: center;"><strong>Mana mungkin Anda tersesat,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>bila Anda tidak tahu jalan&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p><span id="more-940"></span></p>
<p>Bila Anda baru saja tiba di bandara sebuah negara yang baru pertama kali Anda kunjungi, maka apa yang pertama kali Anda cari? Sebuah Peta, bukan?</p>
<p>Bila Anda sudah mendapatkan sebuah Peta, mungkinkah Anda bisa tersesat? Tentu saja tidak, karena Anda sudah punya arah mau menuju kemana. Memang betul, waktu tempuh perjalanan bisa lama, bisa cepat bahkan bisa sangat lama untuk tiba di tempat yang dituju, namun kemungkinan peluang Anda tersesat menjadi sangat kecil.</p>
<p>Ya, demikianpun perjalanan menuju ke tempat sukses yang Anda inginkan. Pertama kali yang Anda harus miliki adalah peta sebagai alat bantu sehingga Anda dapat selalu tahu:</p>
<ol start="1">
<li><strong>Anda berada dimana saat ini.</strong></li>
<li><strong>Jarak ke tempat yang Anda tuju.</strong></li>
<li><strong>Arah perjalanan berikutnya.</strong></li>
</ol>
<p>Cukup banyak, bahkan sangat banyak orang ingin sukses dalam hidup ini. Katakan sukses secara materi, dalam contoh kali ini adalah keuangan. Seseorang mengatakan pada saya: <strong>“Pak Krishna, saya mau punya uang tunai 1 Miliar pada akhir tahun 2011”</strong>. Biasanya saya hanya menggangguk saja tanda mempersilakan orang tersebut untuk memiliki impian itu. Tentu bebas saja bagi seseorang menentukan jumlah uang yang ingin dimilikinya sejauh caranya halal, bukan korupsi…</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Manusia adalah makhluk bebas.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Salah satu kebebasan itu adalah bermimpi.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Begitu dekat akhir tahun, saya sempatkan bertanya kepada orang tersebut apakah sudah mendekati impiannya. Jawabannya beragam dari berbagai orang yang saya tanya. Umumnya, banyak sekali alasan yang baik dan benar, bahkan sangat presisi mengapa impian tersebut belum terwujud. Hmmm, menarik sekali bukan?</p>
<p>Bila seseorang tahu persis apa yang membuat impiannya gagal terwujud, seharusnya dia juga bisa merancang persis apa yang bisa membuat impiannya terwujud. Demikian pemikiran terbaliknya. Lalu, apa kuncinya?</p>
<p><strong>Buat Peta Menuju Tempat Sukses</strong></p>
<p>Ya, seperti belajar menggambar saat kita masih TK. Bu Guru akan memberikan sehelai kertas kosong. Lalu, gambarlah dimana diri Anda saat ini, misal gambar bulatan. Setelah selesai, gambarlah dimana diri Anda saat nanti, katakan akhir 2012 nanti, misal gambar bintang Lalu, buat beberapa ide rute jalan dari bulatan menuju ke bintang. Buatlah rute jalan terjauh dari utara, rute jalan terjauh dari selatan, rute jalan terdekat. Oh ya, jangan pernah membuat garis lurus karena faktanya tidak akan pernah terjadi demikian. Jalan tol saja masih ada belokan hehehe&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Walau saya tahu mau kemana,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>bila saya tidak tahu lewat mana,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>maka perjalananpun jadi lama.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah Anda membuat beberapa ide rute jalan, pilihlah satu rute jalan. Lalu, beri tanda bulan Januari, Februari sampai Desember 2012. Dan, sekarang bermainlah dengan intuisi Anda karena jalan dan waktu kejadiannya memang belum terjadi, jadi biarkan intuisi Anda bekerja agar alam bawah sadar Anda dapat ide apa yang ingin dilakukan pada bulan tertentu.</p>
<p>Ide yang baik untuk gunakan buah catur Menteri sebagai wakil diri Anda. Taruh di titik awal, gambar bulatan. Lalu, jalankan Sang Menteri dari gambar bulatan ke rute jalan menuju bulan Januari. Lakukan perlahan-lahan, nikmati perjalanannya, lihat apa yang terlihat, dengarkan apa yang terdengar, rasakan apa yang terasa di rute jalan tersebut. Hmmm ternyata&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Berjalan di jalan yang belum dijalani,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>sungguh perjalanan yang menyenangkan</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>dibandingkan saat berada di jalanan tersebut.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lanjutkan perjalanan sukses Anda ke bulan-bulan berikutnya, sampai tiba di tempat tujuan yang dituju, sebuah bintang yang bersinar terang, sebuah bintang yang bisa menerangi perjalanan orang banyak saat gelap di malam hari.</p>
<p>Tangerang, 1 Desember 2011</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong>, <a href="http://www.mindsetmotivator.com/">www.MindsetMotivator.com</a> &amp; Penulis buku laris “Damaikan Setan dan Malaikat dalam Pikiranmu” (beli yaaa hehehe&#8230;)</p>
<p> Viewed 5804 times by 1991 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/12/28/road-map-to-success/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahasa Hati itu Bahasa Monyet</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/10/18/bahasa-hati-itu-bahasa-monyet/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/10/18/bahasa-hati-itu-bahasa-monyet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 07:33:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=870</guid>
		<description><![CDATA[Ada berita baik, ternyata… Monyet Thailand bisa ngobrol dengan Monyet Indonesia. (Ha ha ha Words)   Pernahkah Anda membayangkan seorang Indonesia “Ari Wijaya” yang tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris &#38; bahasa Thailand, bisa membeli obat susah kecing dengan mudahnya &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/10/18/bahasa-hati-itu-bahasa-monyet/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address style="text-align: center;"><strong>Ada berita baik, ternyata…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Monyet Thailand bisa ngobrol dengan Monyet Indonesia.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong> </strong></address>
<p>Pernahkah Anda membayangkan seorang Indonesia “Ari Wijaya” yang tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris &amp; bahasa Thailand, <strong>bisa membeli obat susah kecing <em>dengan mudahnya</em></strong> di sebuah toko obat daerah Amphawa, Bangkok Utara, Thailand?<span id="more-870"></span></p>
<p>Atau bagaimana cerdiknya seorang pemuda Jawa “Mas Istoto” yang berdialeg medok, membuka kaosnya menunjukkan sebuah “pulau kulit” untuk membeli obat panu di toko obat lainnya di Bangkok Utara, daerah yang  sangat sulit menemukan seseorang yang bisa bicara dalam bahasa Inggris?</p>
<p>Kok, bisa ya? Kok, mudah ya? Bagaimana caranya? Bahasa apa yang digunakan? Hanya bahasa tubuh? Bahasa monyet? Benar sekali. Namun, ada hal yang lebih hebat dari sebuah bahasa. Bukan kata-kata, tidak hanya intonasi, tidak sekedar bahasa tubuh atau bahasa monyet. Namun, justru pada niatnya, intensinya, rasa ingin tahu yang besarlah yang menyelesaikan banyak hal karena memang ternyata&#8230;</p>
<p><strong>Bahasa Hati itu ternyata Bahasa Universal</strong></p>
<p>Ya, niat yang sangat kuat untuk mendapatkan sesuatu, memiliki getaran yang sangat kuat pula untuk menarik perhatian “si penjual” obat dengan sangat sungguh memperhatikan maksud teman-teman saya tadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengapa justru si tukang obat yang menarik perhatian saya? Bukan teman-teman saya? Bayangkan, bila si penjual obat ketakutan dengan gaya bahasa monyet yang disampaikan teman saya, maka pesan tadi menjadi tidak tersampaikan.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat hati ingin menolong,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>maka siapapun akan ditolong.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Karena semua manusia punya hati.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Perasaan ingin tahu, ingin membantu, ingin menolong dari penjual obat di Thailand tersebut, justru membuat dirinya dengan sangat mudah menangkap maksud dari teman saya Ari, yang mendemokan mimiknya menahan rasa sakit perut, dengan menekan erat alat vitalnya. Tanpa buka celana tentunya he he he…</p>
<p>Itulah bahasa hati. Tanpa perlu banyak menggunakan kata-kata yang terbatas ini, dimana malah sering kali bisa menimbulkan masalah baru karena justru keterbatasannya. Bahasa hati dapat terjadi bila kedua hati terbuka lebar tanpa rasa curiga, tanpa batasan, tanpa hambatan dan justru rasa hormatlah yang menyatukan para manusia yang sedang berkomunikasi.</p>
<p><strong>Kata bisa salah</strong></p>
<address>Ya, banyak persoalan manusia muncul karena salah pengertian. Mengapa bisa terjadi? Karena salah olah kata. Kata yang sama, bila diucapkan dengan nada yang berbeda bisa bermakna beda pula. Kata yang sama, bila disampaikan di waktu yang berbeda, akan berdampak pad hasil yang berbeda pula.</address>
<address><strong>A: “Brengsek elo!!!”</strong></address>
<address><strong>B: “Pret!!!” Hook kanan mendarat di dagu</strong></address>
<address><strong>C: “Terima kasih atas masukannya. Amiiin&#8230;</strong></address>
<address><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>Duh, susahnya berkomunikasi ya? Hmmm&#8230; Nggak juga sih. Dimana kuncinya? Cukup gunakan hati, kesungguhan untuk menyampaikan sebuah niat (tulus tentunya), sebuah niat baik untuk semua. Ternyata, kata bisa disalah artikan namun niat baik bisa dipahami. Itulah rahasianya&#8230;</p>
<p><strong>Perasaan bisa <em>tidak</em> dipahami</strong></p>
<p>Anda pasti bertanya: “Apa maksudnya?”. Mari, saya beri contoh. Seseorang yang kecewa ditanya: “Apa yang kamu rasakan?”. Dijawab: “Ya, ngalah aja deh&#8230;” Lalu, apa yang terjadi bila dijawab lagi: “Ya, udah kalo demikian. Terima lho ya hasil meetingnya?”. Nah, bisa ditebak berikutnya. Teman yang berkata mengalah akan ogah-ogahan menjalankan kesepakatan yang disepakati. Mengapa? Perasaan yang disampaikannya tidaklah dipahami dengan baik oleh temannya.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Yes, it’s not easy to say “No”</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>But you have to say “No”</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Then? Just say “No”</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Tidaklah mudah dalam budaya kita untuk menyatakan pendapat bahwa saya belum setuju dengan pernyataan Anda. Kita perlu banyak belajar “To Say NO” untuk sesuatu yang belum kita setujui.</p>
<p><strong>Hati pasti benar</strong></p>
<p>Nah, guna mengatasi problem komunikasi dalam kehidupan moderen yang serba ketik di HP ini, maka latihlah dan gunakan hati. Kuncinya hanya di niat yang baik, niat tulus, memahami dahulu sebelum dipahami, tidak terlalu cepat bicara, tidak terlalu cepat merespon. Apa sih itu bahasa hati? Mudahnya ini&#8230;</p>
<address style="text-align: left;"><strong>Mendengarlah dengan Mata&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: left;"><strong>Melihatlah dengan Telinga&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: left;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>Apa itu? Jangan bertanya terus dong, renungkan saja he he&#8230; Saat Anda bisa memahami “Ha ha ha Words” tadi, maka Anda akan tertawa terbahak-bahak karena ternyata kehidupan ini sederhana saja, bukan? Begitu sederhananya, sehingga kita sering tertipu oleh pemikiran kita sendiri. Kita mencari jawaban di luar diri, ternyata Tuhan menyimpannya di dalam diri. Memang Tuhan sering main-main dengan manusia, karena dasarnya manusia senang main-main&#8230;</p>
<p>Salam terus, Jakarta, 17 Agustus 2011</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Kelas Publik Berikut:</span></p>
<p>Quantum TranceMOTIVATOR, Surabaya, 20-21 Oktober 2011</p>
<p>Neo NLP, Surabaya, 22-23 Oktober 2011</p>
<p> Viewed 15753 times by 4075 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/10/18/bahasa-hati-itu-bahasa-monyet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thai-Quantum #12 NLP itu Mengoptimalkan</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/10/06/thai-quantum-12-nlp-itu-mengoptimalkan/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/10/06/thai-quantum-12-nlp-itu-mengoptimalkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 23:14:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=865</guid>
		<description><![CDATA[Thai-Quantum #12 NLP itu Mengoptimalkan ·        Saat menu makanan sudah tersaji, tugas anda memilih dan memutuskan makan makanan yang mana bukan? ·        Banyak jalan menuju tujuan, kalau tau tujuan dan jalannya (Oleh Istoto Suharyoto) Santap siang ke dua Setelah semua &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/10/06/thai-quantum-12-nlp-itu-mengoptimalkan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong><a href="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/10/Amphawa10.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-866" title="Amphawa10" src="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/10/Amphawa10-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Thai-Quantum #12 NLP itu Mengoptimalkan</strong></p>
<ul>
<li><em>·</em><em>        </em><em>Saat menu makanan sudah tersaji, tugas anda memilih dan memutuskan makan makanan yang mana bukan?</em>
<ul>
<li><em>·</em><em>        </em><strong><em>Banyak jalan menuju tujuan, kalau tau tujuan dan jalannya (Oleh Istoto Suharyoto)<span id="more-865"></span></em></strong></li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><strong>Santap siang ke dua</strong></p>
<p>Setelah semua peserta dari semua kelompok keluar dari medan belanja di pasar tradisional maeklong, dan berkumpul dibawah pohon rindang di pinggir lapangan parkir, semua peserta kemudian menuju bus, dan setelah door close check bar, bus melaju ke penginapan hari itu.</p>
<p>Penginapan kali ini juga istimewa, selain di pinggir jalan utama, berlokasi di desa, memiliki halaman luas, berbentuk rumah panggung. Di bawah adalah tempat kegiatan, makan dan aktifitas lainnya termasuk kegiatan seorang seniman keramik terkenal, dimana Presiden RI Megawati pun pernah memesan kepadanya, karena halus, unik dan teliti. Sementara di atas, kamar tidur hanya ada 2 kamar besar, dan semua peserta tidur bersama di kamar itu nanti malam. Ternyata rumah ini adalah representasi rumah tradisional Thailan, sebagian besar bahan bangunan rumah panggung ini terbuat dari kayu.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat hati sudah sama, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>maka selanjutnya adalah kebersamaan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Setelah semua keluar dari bus, tibalah saat semua barang belanjaan di audit oleh sang Juri yaitu Romo Budi, Mr. Thanu dan Mas Krishna. Hasilnya boleh punya.. Ok banged, semua lolos, bahkan uangnya pun masih tersisa.</p>
<p>Belanjaan belut hidup dilepas dikolam, sementara buah langsung disajikan, sedangkan ikan, tahu mentah, telor dan sayuran dimasak. Saat semua siap disajikan, maka acara makan siang (ini makan siang kedua bagi kelompok saya) pada pukul 15.00 dimulai. Walau pemilik rumah sudah menyiapkan sajian ikan air tawar goreng menggiurkan, ternyata karena nikmatnya, masakan hasil belanjaanlah yang ludes termakan termasuk ikan kembung kenamaan dari Maeklong.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Sesuatu yang diperjuangkan, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>akan memiliki nilai juang. </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Saat menu makanan sudah tersaji, tugas anda memilih dan memutuskan makan makanan yang mana&#8230;. Sehingga kalau ahirnya tubuh Anda menjadi kelebihan berat badan bukanlah karena koki, penyaji, atau makanannya. Andalah yang memutuskan makan&#8230; Jadi makan bisa optimal alias seperlunya, sehingga tubuh tidak kelebihan menerima sisa makanan yang akhirnya disimpan dalam lemak. Makan seperlunya, dinikmati penuh syukur sambil sadari banyak orang lain tidak bisa makan saat Anda sedang makan, maka makan Anda jadi jauh lebih optimal nikmatnya. NLP memang mengoptimalkan..</p>
<p><strong>Fleksibel Itu Mengutungkan</strong></p>
<p>Setelah makan beberapa peserta ada yang menikmati sejuknya tidur langsung beralas kayu di lantai atas, beberapa menikmati makanan dan buah. Peserta remaja bermain seakan tidak punya rasa lelah, sementara saya belajar melukis di keramik. Hasil karya seniman keramik ini memang luar biasa mengagumkan, berbentuk cangkir, mug, cawan, teko, guci dan lainnya, semua dilukis tangan secara manual dan hanya dibuat satu buah setiap bendanya. Setelah dilukis, diberi warna, keramik dioven dalam panas 750-800 derajat Celsius selama lebih dari 10 jam. <em>Elok tenan</em>.. Optimal banged..</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Sebuah benda yang biasa akan menjadi luar biasa,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>di tangan seseorang yang bisa memberi nilai tambah tinggi.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Waktu menunjukkan pukul 16.00 peserta diminta berkumpul dan memasuki bus, kemudian diajak ke sebuah tempat, yaitu sebuah vihara. Setelah melalui perjalanan selama 30 menit, sampailah di sebuah kompleks vihara, ada rumah besar yang nampaknya adalah semacam sekolah atau pusat pendidikan bagi para Bante.</p>
<p>Lokasi ini terletak dipinggir sungai besar. Sambil menunggu para pemandu acara memastikan apakah sore ini peserta diijinkan memodel bagaimana meditasi seorang Bante di vihara ini, peserta ada yang menikmati pemandangan sungai sambil berfoto, beberapa yang lain berdoa di Vihara yang cukup ramai dikunjungi banyak orang untuk berdoa sore itu.</p>
<p>Setelah mendapat kabar bahwa Bante sudah terlanjur ada acara lain, maka acara diubah, semua peserta di ajak ke salah satu vihara yang ada di komplek itu. Vihara ini sepi, dari informasi, hanya digunakan untuk mentahbiskan para Banthe baru. Seperti Vihara lain, selain bangunanya megah, memiliki halaman dengan tanda-tanda semacam tugu batas pembeda golongan mana bisa masuk ke wilayah itu. Karena hari itu Vihara tdk digunakan, maka sepi, sehingga saat semua peserta masuk ke komplek itu suasana menjadi hening.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Orang yang siap berubah, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>akan membuat situasi susah jadi mudah… </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Karena meditasi di ruangan bersama Bante tidak bisa terlaksana, maka mari sekarang kita berlatih meditasi di sini, demikian Mas Krishna mengarahkan peserta saat sudah berdiri berbaris.</p>
<ul>
<li><strong></strong><strong> </strong><strong>Silakan masing-masing pribadi masuk dalam suasa hening.</strong><strong></strong></li>
<li>Buat diri Anda rileks, jika sudah siap, berjalanlah mengitari vihara.</li>
<li><strong>Berjalanlah dengan langkah yang paaaling laambaaat yang Anda bisa lakukan.</strong><strong></strong></li>
<li>Sambil membuat langkah, rasakan seluruh otot anda, seluruh syaraf Anda.</li>
<li><strong></strong><strong>Sadari bahwa otot-otot di tubuh Anda itu selama ini sudah bekerja tanpa Anda sadari, sekarang saatnya Anda berterimakasih kepada mereka para otot yang ada di tubuh Anda.</strong></li>
<li>Rasakan dan temukan makna apa saja selama dalam perjalanan Anda nanti.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Untuk menang lomba dengan orang lain, hanya diperlukan sedikit waktu.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Namun, untuk mengalahkan diri sendiri, diperlukan waktu seumur hidup.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong> </strong></address>
<p>Begitulah, saat peserta merasa siap mereka berjalan. Kali ini berjalan berlomba menjadi yang paling pelan atau lambat. Saat Anda melakukan hal seperti itu, sambil melakukan pengaturan irama nafas perut sesuai gerakan langkah Anda yang begitu pelan, maka anda sebenarnya sedang melakukan dasar gerakan Thai Chi. Saya jadi teringat bagaimana saat SMP sehari minimal 2 jam saya melakukan hal ini selama 3 Tahun. Maka begitu memulai saya langsung trance, seperti Anda juga dapat demikian.</p>
<p>Saya mengambil state diri khusuk, langsung dapat. Mulai melangkah dan benar, informasi dalam tubuh langsung terkoordinir seperti saat dulu tubuh dan pikiran ini sudah hafal melakukannya saat SMP. Selangkah demi selangkah, saat panjang Vihara yang kira-kira 60 meter itu dapat tiga per empatnya, badan ini terasa limbung, karena perasaan tak dapat menahan betapa bersyukurnya diri atas hidup ini dengan berbagai pengalaman indahnya selama ini.. Tersungkur, kemudian berusaha bangkit dan melanjutkan lagi sampai berakhir di tempat berangkat.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Mengamati diri sendiri memerlukan kejujuran.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Dan, saat kita jujur dengan diri sendiri.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Anehnya, badan malah jadi lebih sehat.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Sambil menanti yang lain, saya tetap dalam hening penuh syukur, beberapa diam merenung, Rama Ari melakukan kebiasaan meditasinya dengan <em>kopstand</em>, kepala di bawah kaki diatas, dan beberapa yang lain mengabadikan diri dengan berfoto sambil menikmati nyamannya suasana petang itu. Melakukan meditasi sambil berjalan ingatkan kita pada betapa sempurnanya anugerah hidup ini. Apalagi dioptimalkan dengan cara-cara khusus, sehingga apa yang di dapat menjadi kepenuhan diri ya optimalisasi diri, bersyukur secara optimal.</p>
<p>Tak jadi meditasi di ruangan, jadinya meditasi sambil jalan, fleksibel, seperti sudah sering saya katakan, itu sangat menguntungkan. Apalagi kalau hasilnya optimal.. Ya NLP itu mengoptimalkan hasil.</p>
<p><strong>Temukan saja caranya, karena ternyata ada banyak jalan wujudkan tujuan dan setiap cita-cita hidup Anda (Istoto Words).</strong><strong></strong></p>
<p>Salam selalu sehat dan makin sukses</p>
<p>Dalam Pesawat Batavia Malang-Cengkareng, 16 September 2011</p>
<p><strong>Istoto</strong> &#8211; Peserta tertua Thai-Quantum</p>
<p>NB: Artikel ini di posting di Macau, 7 Oktober 2011 di hari Pertama Pelatihan “<strong>Quantum TranceCASINO</strong>” – ternyata:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Org jadi susah maju krn banyak mikir &amp; kikir utk majukan pikirannya </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p>Pelatihan selanjutnya: <strong>Quantum TranceThailand</strong>, 4-8 November 2011 (info lebih detail, ada di web ini. Mau ikut? SMS ke 0816 134 8912)</p>
<p> Viewed 16657 times by 4245 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/10/06/thai-quantum-12-nlp-itu-mengoptimalkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thai-Quantum #11 NLP itu Menyedapkan</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/09/20/thai-quantum-11-nlp-itu-menyedapkan/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/09/20/thai-quantum-11-nlp-itu-menyedapkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 05:45:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=840</guid>
		<description><![CDATA[Kalau cita-cita dibuat dan harus dicapai, maka segera nampak berbagai cara sedap  sebagai jalan keluarnya (Oleh Istoto Suharyoto)   Tantangan Belanja Bahan Masak, bayangkan resiko jika bahan tak lengkap.. Saat-saat acara selanjutnya hendak dilakukan, artinya pagi itu semua peserta sudah &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/09/20/thai-quantum-11-nlp-itu-menyedapkan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address><strong><em><a href="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/09/Amphawa9.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-841" title="Amphawa9" src="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/09/Amphawa9-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Kalau cita-cita dibuat dan harus dicapai, </em></strong></address>
<address><strong><em>maka segera nampak berbagai cara sedap</em></strong></address>
<address><strong><em> </em></strong><strong><em>sebagai jalan keluarnya (Oleh Istoto Suharyoto)</em></strong></address>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tantangan Belanja Bahan Masak, bayangkan resiko jika bahan tak lengkap..<span id="more-840"></span></strong></p>
<p>Saat-saat acara selanjutnya hendak dilakukan, artinya pagi itu semua peserta sudah harus mengemas segala perlengkapannya dan siap berangkat. Sebelum meninggalkan penginapan nyaman di pinggir kali itu, peserta dengan seluruh perlengkapannya berkumpul di restoran. Nampaknya selama setelah sarapan pagi hingga jam 10 an ini ada rencana khusus buat peserta.</p>
<p>Setelah Mas Krishna, dan dua pemandu acara Rama Budi dan Mr. Thano sebelumnya sibuk dengan potongan kertas, baru ketahuan apa yang membuat pak Abu tadi di panggil. Rupanya beliau diminta mewakili semua teman-teman untuk menerima tugas bagi seluruh peserta siang itu.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Perlu terus ujian naik kelas </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>agar Anda tahu dimana kelas Anda.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tugas itu adalah, siang ini semua peserta harus belanja semua bahan keperluan untuk masak makan siang. Daftar belanjaan ada di kertas-kertas potongan, ditulis dengan aksara Thai. Karena waktu terbatas, maka belanja harus cepat, sehingga peserta harus di bagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok dipimpin salah satu dari peserta kelompok untuk belanja dari kertas yang berbeda. Setelah sibagi seperti membagi kartu remi, daftar belanjaan yang diterima masing-masing kelompok ada 20 lembar, berarti siang itu harus belanja 60 barang menggunakan uang 1.500 Bath, masing-masing kelompok membawa 500 bath. Wah serius nih&#8230;</p>
<p>Ditambahkan pesan, jika ada barang yang tidak terbeli, maka silakan dibayangkan bagaimana menu makan siang kalian&#8230; Hahaha asyik ya, saat pikiran kita dipicu dengan suatu tujuan, apalagi ditambah catatan, bahwa tujuan itu harus tercapai, dan diberi gambaran apa yang terjadi jika tidak, maka segera ia berpikir alternatif cara&#8230;</p>
<p><strong>Tenang saja&#8230;. </strong></p>
<p><strong>Berbagai teknik sukses kebanyakan dari referensi pikiran Anda..</strong></p>
<p>Setelah berjalan meninggalkan penginapan, peserta sudah dalam formasi team work untuk belanja dengan tulisan cacing hahaha&#8230; Masing-masing kelompok mulai menyusun strategi karena waktu belanja hanya tersedia kira-kira 90 menit. Ya, sudah demikian&#8230;.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Kita perlu menetapkan batas waktu, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>agar kita tidak buang-buang waktu.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sambil menunggu barang milik salah satu peserta di cek karena ketinggalan, semua peserta di bus mulai dengan tingkahnya sendiri-sendiri&#8230; Ada yang mempraktekan sulap hasil belajarnya semalam, ada yang minta dipukuli pakai alat pemijit hasil beli di Pasar Malam Ampahwa, ada yang kebetulan bawa kamus elektronik dan mulai menterjemahkan huruf cacing itu ke dalam bahasa Inggris&#8230; Suasana hari itu terasa semakin sedap saja&#8230;</p>
<p>Setiba di lokasi parkir, semua peserta langsung berkelompok menyerbu pasar. Kelompok pak Didi dengan kamus elektroniknya pede memasuki medan&#8230; Ada cerita menarik tentang kelompok ini&#8230; Kalau sempat baca tulisan Rama Ari, Gadis itu bernama Ann.</p>
<p>Kelompok Pak Abu tak terpantau karena kelompok saya sudah sibuk dengan strategi khusus.</p>
<p><strong>Solusi itu hanya cara tepat, </strong></p>
<p><strong>dan cara tepat seringkali muncul saat sudah melangkah (Istoto Words)</strong></p>
<p>Benar saja, dua anggota kelompok menuju ke Toilet, yang lain bersama saya mencari sebuah toko yang ada anak remajanya. Saat melewati trotoar Maeklong menuju pasar, ada toko arloji. Cik Hana dengan keibuannya masuk membawa daftar belanjaan dan bertanya, bolehkah kami dibantu terjemahkan daftar ini ke dalam bahasa Inggris&#8230;.</p>
<p>Hebatnya, 20 lembar kertas langsung terbagi kepada bapak, ibu, anak laki dan dua anak perempuan remaja yang ada di toko itu, yang dengan gembira sambil bersendagurau  mereka membantu kami memahami arti huruf-huruf cacing dalam kertas potongan, Adam dan Ferdy, dua anak muda ganteng ini tetap berdiri di trotoar bak detektif atau perampok, mengamati suasana luar toko.. ya&#8230; melindungi kami di dalam dari intipan kelompok lain hahaha&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat kita mau minta tolong,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Pasti saja ada yang menolong.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Dari 20 tulisan itu, semua ketemu terjemahannya dengan bahasa inggris kecuali satu yang digambarpun belum cukup jelas bagi kami. Setelah menyampaikan &#8220;Kop pun mai kap&#8230;&#8221; Kami berlalu&#8230;. Membagi dua daftar, bahan yang harus dibelanjakan ke toko dibawa Lynna dikawal seorang bodyguard Albert, sedang saya dan yang lain mengawal Cik Hanna masuk pasar.</p>
<p>Mulai belanja, lembar demi lembar&#8230; Setiap sampai pada kertas yang diterjemahkan dengan gambar, penjual menunjukkan arah ke kios mana kami harus membelinya, ternyata tutup. Demikian seterusnya, berkali-kali dari berbagai jurusan dan tempat, semua dengan ceria kami selalu ditunjukkan di satu tempat yang sama, kepenasaran kami meningkat apa sebenarnya barang ini &#8230;. Hahaha sedap&#8230; Setelah tanya kesana ke mari hampir 30 menit sambil menemukan dimana penjual kacang tanah&#8230; Akhirnya kami dapatkan informasi, bahwa barang itu tak lain adalah TAUGE!</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Taugepun menjadi sangat berguna, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>saat tahu bagaimana menggunakannya… </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara tauge tak bisa ditemukan, kami lanjutkan fokus menemukan kacang tanah yang nasibnya mirip, info yang didapat adalah, hari ini adalah hari Kacang, sehingga semua penjual kacang tanah tutup.. Nah lo&#8230; Padahal ada 2 lembar tertulis 20Bath dan 10Bath untuk beli kacang tanah&#8230;. Apa lacur, jam sudah menunjukkan tingkat lapar yang tinggi keputusan mencari makan dibuat sambil membeli salah satu belanjaan.. Nasi resep khusus Thai&#8230;</p>
<p>Tersebutlah Cik Lynna dan Cik Hana, melihat di resto itu ada tauge, mereka langsung menunjukan kertas bergambar tauge itu dan dijawab oleh penjualnya dengan gelengan kepala&#8230;. Hehehe mana mungkin orang di restoran taugenya dibeli sekilo, bakalan abis kan&#8230;.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Hidup ini kadang ada uang, tak ada barang.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Juga kadang, ada barang, tak ada uang.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Itulah indahnya kehidupan, bukan?</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akhirnya, setelah meminta sisa lalapan tauge tamu lain yang tidak dimakan hendak di beli Cik Hana, pemilik resto luruh juga, dia bilang boleh beli taugenya 5 bath saja.. Alhamdulillah&#8230; PR tinggal beli kacang&#8230; Dengan pertimbangan tidak makan kacang rebus nggak soal, kami putuskan untuk kembali ke bus, karena waktu habis&#8230;</p>
<p>Nah dalam perjalanan ke bus ini kami temukan ada penjual kacang&#8230; Namun tutup, benar-benar pasrah&#8230; Ternyata kepasrahan juga adalah solusi.. Sedap&#8230;.. Pas di tikungan masuk lokasi parkir, ada penjual kacang tanah rebus yang tetap jualan&#8230;.. Selesalah sudah tepat pada waktu dan tempatnya&#8230;.</p>
<p>Kalau tujuan sudah diserahkan pikiran maka segala sumber daya bekerja dengan otomatis buat sukses saja&#8230; Segala bantuan, keramahan, kesediaan, keiklasan orang Maeklong ditambah segala usaha serius membuahkan hasil yang sedaap&#8230; Membayangkan sedapnya makan siang (yang masih harus masak dulu) dari segala belanjaan ini&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat ada kemauan, pasti ada jalan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Bila belum ketemu jalan, buatlah jalan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Dalam peristiwa ini, tujuan begitu baik terracik. 5W+1H; apa, kapan, bagaimana, siapa, dimana, berapa dan mengapa semua jelas dalam jejak neurologis&#8230; Diperjelas gambar, suara dan rasa suksesnya.. Maka usaha menjadi mantab optimalkan sumberdaya yang ada jadikan sukses lancar dan mudah dicapai dengan nikmat dan gembira&#8230;. NLP memang menyedapkan capai tujuan..</p>
<p>Salam selalu sehat dan makin sukses</p>
<p>Abdul Rahman Saleh Malang, 16 September 2011</p>
<p><strong>Istoto</strong> &#8211; Peserta tertua Thai-Quantum</p>
<p>NB:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Seorg Pembicara dibayar mahal,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>bukan karena punya ilmu yang hebat.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Tapi karena ilmu bicaranya hebat&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<h6></h6>
<h3 align="center"><strong>Quantum TranceMOTIVATOR</strong></h3>
<h3 align="center">Jakarta 27-28 September 2011</h3>
<p align="center">Hotel Ciputra &#8211; Jam: 09:00-17:00</p>
<p align="center">Investasi @ Rp. 1.5 juta/orang.</p>
<p align="center">Info rinci ada di halaman Web ini.</p>
<p align="center">Sampai jumpa, <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p> Viewed 18796 times by 4745 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/09/20/thai-quantum-11-nlp-itu-menyedapkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thai-Quantum #10 NLP itu Menyegarkan</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/09/14/thai-quantum-10-nlp-itu-menyegarkan/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/09/14/thai-quantum-10-nlp-itu-menyegarkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 15:24:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=836</guid>
		<description><![CDATA[Saat pikiran sudah memiliki jalur pikir tertentu, keluar dari jalur itu merupakan keputusan baru yang dapat saja buat diri Anda lebih berdaya. Dunia menjadi “tidak enak” lebih karena Anda memutuskan “Dunia memang enggak enak”  (Oleh Istoto Suharyoto) Karena biasa tidur &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/09/14/thai-quantum-10-nlp-itu-menyegarkan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><em><a href="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/09/Amphawa8.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-837" title="Amphawa8" src="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/09/Amphawa8-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Saat pikiran sudah memiliki jalur pikir tertentu, keluar dari jalur itu merupakan keputusan baru yang dapat saja buat diri Anda lebih berdaya.</em><em></em></p>
<p><strong><em>Dunia menjadi “tidak enak” lebih karena Anda memutuskan “Dunia memang enggak enak”</em></strong><em>  (Oleh Istoto Suharyoto)<span id="more-836"></span></em></p>
<p><strong>Karena biasa tidur di kasur empuk, </strong></p>
<p><strong>menemukan kasur keras memutuskan “pasti nggak nyaman”…</strong></p>
<p>Sepulang dari pasar apung Amphawa, beberapa orang merasa kekenyangan, ada yang kenyang sungguhan karena mengumbar kesukaan kuliner, ada yang kekenyangan ide ada pula yang kekenyangan mata alias puas menyaksikan berbagai kegiatan yang menyegarkan di pasar apung Amphawa.</p>
<p>Begitu bus sampai di tempat, di mana tidak lagi dapat masuk lebih dalam,  setelah mendapat pengumuman <em>“Besuk semua ngumpul di dermaga pinggir kali jam 06.00…. kita sarapan jiwa….” </em>Disampaikan langung oleh Mas Krishna, peserta turun dari bus, dan melanjutkan jalan kaki ke penginapan di tepian sungai, ada yang sampainya 10 menit, ada yang 20 menit setelah turun dari bus, tergantung besaran langkah masing-masing atau keasyikan <em>sharing</em> pelajaran apa yang mereka telah dapatkan dari pelajaran malam ini atau sekedar cerita tentang sudah ketemu ini, sudah ketemu itu, sudah dapat kartu namanya, sudah ketemu sopir keren dll hahaha…. Secara otomatis begitu saja, menyegarkan pikiran…..</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Dari guru, kita dapat pelajaran.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Dari pengalaman, kita dapat guru.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Hebatnya, sesampai di penginapan, tidak semua peserta langsung menuju kamar dan istirahat. Beberapa masih duduk di resto, ada yang minum kopi dan snack malam, beberapa yang lain dengan semangat jibaku belajar dan menimba ilmu sulap dari Rama Ari Wijaya bahkan sampai menjelang pagi, <em>“Gambate Gozaimasu, Ari-san”</em>. Tentu beberapa yang lain masuk kamar, istirahat dan tidur….</p>
<p>Saat pagi tiba, beberapa peserta mulai keluar mulai duduk di resto sebelum menuju dermaga pinggir kali untuk sarapan jiwa…. (Penasaran kan dengan sarapan jiwa…. Iya, nanti Anda pasti tahu, bahkan dapat melakukannya dan sangat berguna bagi hidup dan jiwa Anda….), ada perbincangan menarik. Pak Didi, peserta dengan postur tubuh yang cukup maxi yang sekamar dengan saya dan Ari-san, nyeletuk; <em>“Tempat tidurnya keras banged waktu kemarin sempat duduk…. Eh, setelah bangun pagi ini, walau tidur tidak terlalu lama, tetapi perasaan kok nyaman banged ya di seluruh tubuh ini….”</em>, demikian berkembang, Pak Didi mendapat peng-iyaan dari beberapa peserta lain yang sudah ada.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Seorang yang pandai adalah</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>seseorang yang bisa dengan cepat</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>membuat sesuatu yang keras menjadi lembut…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong> </strong></address>
<p>Saat pikiran kita mengakses informasi yang sudah ada dalam pikiran untuk memberi makna pengalaman baru, maka makna itu tergantung pada pikiran Anda sendiri. Saat menyentuh kasur keras, maka berpikir, pasti nggak nyaman buat istirahat. Apa yang sebenarnya terjadi saat Pak Didi pagi itu mengatakan tempat tidurnya ternyata nyaman? Begitu membuka mata, saya menyapa beliau sambil masih mengucek mata <em>“Smangad pagi pak Didi, pagi yang segar….”</em> Dan dijawabnya, <em>“Segar…..”</em> dan nampak selintas beliau berdoa. Sahabat, dalam keyakinan saya, dalam doanya pak Didi pasti bersyukur atas istirahat semalam dan untuk hari baru. Itu artinya, Pak Didi sedang mengisi pikirannya dengan hal positif. Ini rahasia besarnya.</p>
<p align="center"><strong><em>Saat Anda sejak bangun tidur mengisi pikiran </em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>dengan rasa syukur, positif dan apapun yang memberdayakan diri Anda,</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em> maka seharian Anda menemukan diri Anda Hebat!  </em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>(Istoto Words)</em></strong></p>
<p>Dan denganmudah mengatakan, tempat tidurnya nyaman buat tidur hahaha….  Hanya pilihan kok, memilih berpikir positif dan berdaya, maka Anda dapatkan diri Anda berdaya dan dunia begitu indah. Kalau sudah begitu, untuk apa memutuskan, “Enggak enak….” Pada suatu hal yang Anda alami…. Hehehe lidah nggak bisa bohong (ingat lidah adalah salah satu sensory accuity atas dunia bagi pikiran….)</p>
<p><strong>Dunia itu apa adanya, </strong></p>
<p><strong>yang buat enak atau nggak enak ya pikiran Anda</strong></p>
<p>Begitulah, Mas Krishna datang lalu semua peserta yang sudah hadir mengambil tempat duduk di papan dermaga berukuran 6 x 6 meter di atas sebuah tepian sungai yang lebarnya melebihi sungai Mahakam. Selintas membahas pelajaran semalam, mas Krishna selanjutnya mengajak peserta: “Sekarang mari sarapan jiwa….</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>Silakan semua duduk menghadap ke arah matahari terbit, walau matahari tertutup mega, dalam pikiran kita tentu bisa bayangkan matahari terbit dari arah mana dan betapa cerah kemilau cahayanya….</strong> Benar saja, peserta tetap duduk tidak beraturan, dalam pikiran mereka ada mata hari terbit dari arah mereka masing-masing…. Hehehe hebatnya pikiran, tidak mudah bedakan ini kenyataan atau imajinasi.</li>
<li><strong>Setelah bisa bayangkan matahari yang bersinar, dengan kekuatan pikiran Anda masing-masing, ambil dan dekatkan matahari itu ke kening Anda. </strong><strong>Yuk, mulai mendekat…. Semakin dekat, dekat bangeeeeddddd……</strong></li>
<li>Dan benar, setelah dekat, bahkan lekatkan matahari itu di jidat Anda, menjadi permata yang bersinar, sinari pikiran menjadi terang dan dunia menjadi mudah anda kenali…</li>
<li>Selanjutnya, <strong>lihat …. Cermati… apa saja cita-cita Anda dan kehendak Anda dalam waktu dekat yang terlihat terang karena permata matahari itu….</strong></li>
<li>Niatkan, selalu menjadi terlihat terang seterang matahari dan permata di kening Anda</li>
<li><strong>Sementara segala hambatan, penghalang, singkirkan dan buang ke kali, biar hilang terbawa arus sungai yang tidak kamu kenal ini dan hal itu sudah tidak kamu miliki lagi…</strong></li>
<li>Kini jiwamu sudah sarapan keberdayaan dari matahari… lakukan saja lebih sering, maka Anda pastilah menjadi hebat…</li>
<li>Setelah mengikuti panduan, semua peserta diberi kebebasan waktu untuk menikmati gambaran tentang cita-cita yang terlihat terang dan mudah terwujud itu, rasakan suksesnya….”</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan sementara beberapa peserta masih menikmati sarapan bagi jiwanya pagi itu, yang merasa cukup langsung saling berbincang apa yang mereka alami. Setelah semua selesai, pemilik penginapan datang membawa semangkok bubur, dia bilang dengan bahasa Thai, sarapan pagi ini bubur ….</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Tubuh segar, pikiran ikut segar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Pikiran segar, tubuhpun ikut segar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Tubuh dan pikiran adalah sahabat karib.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan betapa segarnya setelah jiwa sarapan, kini tubuh juga diberi sarapan yang sangat segar, bubur khas rasanya enak, beberapa yang suka pedas bisa diberi rasa pedas… dan beberapa menghabiskan lebih dari semangkok, karena kata tuan rumah, boleh nambah…. Oh betapa indah hidup ini….  Saat pikiran memutuskan hidup ini nyaman dan segar….. NLP itu menyegarkan jiwa dan raga…</p>
<p>Salam selalu sehat dan semakin sukses</p>
<p>RS. Betesda Jogjakarta, 10 September 2011</p>
<p><strong>Istoto</strong> – Peserta tertua Thai-Quantum.</p>
<h2>Sekilas Info:</h2>
<h2><strong>Jadual Kelas Publik akhir 2011</strong></h2>
<p><strong>Quantum TranceMOTIVATOR – Rp. 1.5 juta/org (Pembimbing: Krishnamurti &amp; Istoto Suharyoto) </strong></p>
<address><strong>- Jakarta, 27-28 September 2011</strong></address>
<address><strong>- Semarang, 18-19 Oktober 2011</strong></address>
<address><strong>- Surabaya, 20-21 Oktober 2011</strong></address>
<address><strong>- Medan, 14-15 November 2011</strong></address>
<address><strong>- Batam, 17-18 November 2011</strong></address>
<address> </address>
<p><strong>Macau, Hong Kong, 7-9 Oktober 2011 Quantum TranceCASINO – Rp. 7 juta/org </strong></p>
<p><strong>Surabaya</strong><strong>, 22-23 Oktober 2011 – Neo NLP Practioner – Rp. 2 juta/org </strong></p>
<p><strong>Bangkok</strong><strong>, 4-8 November 2011 – Thai Quantum TranceFormation #2 – Rp. 15 juta/org</strong></p>
<p>Informasi detail mengenai pelatihan di atas, dpt Anda lihat di web ini. Pendaftaran sudah dibuka &amp; dapat dilakukan secepatnya. Info ke HP sy: 0816 1815 333</p>
<p><strong>“Mari kuasai dunia, dengan menguasai pikiran Anda”</strong></p>
<p>Salam terus, <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p> Viewed 18476 times by 4603 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/09/14/thai-quantum-10-nlp-itu-menyegarkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thai-Quantum #6 NLP itu Ekonomis</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/08/25/thai-quantum-6-nlp-itu-ekonomis/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/08/25/thai-quantum-6-nlp-itu-ekonomis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 16:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=762</guid>
		<description><![CDATA[Apapun keadaan dan kejadian sekitar adalah sumber belajar, bahkan patung Monyet sekalipun. Usaha dan biaya yang sekecilnya, dapatkan hasil yang sebanyaknya, berlaku juga dalam capaian kualitas hidup. (Oleh Istoto Suharyoto) Pelajaran Dari Tiga Patung Monyet Saat mengingat seekor monyet, maka &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/08/25/thai-quantum-6-nlp-itu-ekonomis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><a href="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/08/Amphawa3.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-800" title="Pikiran itu Monyet" src="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/08/Amphawa3-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<ul>
<li style="text-align: center;"><strong><em>Apapun keadaan dan kejadian sekitar adalah sumber belajar, bahkan patung Monyet sekalipun.</em></strong></li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align: center;"><strong><em>Usaha dan biaya yang sekecilnya, dapatkan hasil yang sebanyaknya, berlaku juga dalam capaian kualitas hidup.</em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><strong>(Oleh Istoto Suharyoto)</strong><span id="more-762"></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Pelajaran Dari Tiga Patung Monyet</strong></span></p>
<p>Saat mengingat seekor monyet, maka dapat saja pikiran kita ingat seekor binantang yang tidak bisa diam, selalu bergerak, melompat, berpindah tempat, atau bahan kalau toh sedang duduk, minimal tangannya selalu menggaruk bagian badannya, atau menjaili temannya.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Kesadaran manusia yang tersadar,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>akan menyadarkan dirinya untuk tetap sadar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Ada pelajaran menarik dalam kegiatan kali ini. Setelah turut melaksanakan Pindapatta tadi, semua peserta Thai-Quantum berkumpul di ruang tamu sang Wakil Kepala Bante Vihara itu.</p>
<p>Semua peserta duduk di lantai, di ruang tamu yang sebagian tempatnya penuh dengan barang dan alat upacara keagamaan, saling membincangkan bisik-bisik apa yang mereka dapatkan selama ikuti perjalanan tadi. Beberapa orang yang tidak berpuasa mulai menikmati minum kopi yang secara khusus dibuatkan oleh Bante tua yang datang pertama tadi.</p>
<p>Sesaat kemudian, datanglah sorang Bante paruh baya, dengan kacamata dan badan cukup tegap, dan ternyata beliau adalah Wakil Kepala Vihara. Setelah memberi salam dan saling sapa dengan diterjemahkan oleh Bante Budi, seorang peserta bertanya dan tertarik pada benda berupa patung di ruang tamu itu. Ukurannya tidak terlalu besar, sehingga tidak semua orang tertarik memperhatikannya.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Patung memang diukir untuk diam.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Karena dalam diam baru terlihat ukirannya.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Patung Monyet berukuran tinggi kira-kira 30cm itu, berjumlah 3 ekor. Yang menarik adalah posisi tangan ketiga monyet itu berada di tempat yang berbeda.</p>
<ol>
<li><em><strong>Monyet pertama meletakan kedua tangganya menutupi masing-masing kedua matanya.</strong></em></li>
<li><em><strong>Monyet ke dua meletakkan tangannya di masing-masing di kedua telinganya, dan&#8230;</strong></em></li>
<li><em><strong>Monyet ketiga meletakkan kedua tangannya menutupi mulutnya, mereka diletakkan berjejer. </strong></em></li>
</ol>
<p>Nah, bayangkan saja selintas pemandangannya tentulah jenaka, karena bagi orang jawa langsung teringat tokoh pewayangan Hanoman, Sugriwa atau Subali, tokoh pewayangan dalam kisah Ramayana, 3 monyet bersaudara yang memiliki karakter sangat berbeda itu.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Keistimewaan manusia adalah bisa jadi monyet.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Keistimewaan monyet adalah tidak bisa jadi manusia.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Tuhan memang suka main-main…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>Dari banyak perbincangan muncul berbagai hal yang menarik. Salah satu perbincangan menarik muncul saat ada pertanyaan seorang peserta, mengapa patung itu dipilih binatang monyet dan mengapa tangannya berposisi seperti itu. Sang Bante menjawab, katanya:</p>
<p><em>“Kita semua kan tahu, bahwa monyet kan binatang yang paling tidak bisa diam, ibarat manusia, pikirannya selalu keluar dari dirinya, berinteraksi dengan hal-hal di luar dirinya. </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Nah, menjadi istimewa manakala monyet melakukan aksi menutup mata, alias tidak melihat, menutup telinga sehingga tidak mendengar dan menutup mulut sehingga tidak bicara atau makan terus hahahaa….. Ini adalah simbol pengekangan diri”.</em></p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat seseorang bisa mengendalikan pikiran,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Melihat apa yang perlu dilihat.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Mendengar apa yang perlu didengar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Makan apa yang perlu dimakan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Hidupnyapun menjadi terkendali.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Menjadi manusia sempurna juga harus banyak masuk ke dalam dirinya dan jadikan dirinya sumber inspirasi. Kalau monyet saja bisa, apa yang menghambat kita bangsa manusia untuk melakukan kebaikan diri seperti itu?” Diakhiri dengan pertanyaan sang Bante mengakhiri penjelasan tentang patung monyet, dan semua peserta menganggukkan kepala tanda mengerti sambil mereka bergumam, ooo… kop pun ma, kaap.</p>
<p>Secara pribadi saya terhenyak. Tadi pagi sebelum berangkat, dipesan oleh Mas Krishna, untuk lakukan saja apa yang dilakukan Banthe dalam Pindapatta. Bahkan stop pikiran Anda untuk melakukan analisa, saya sudah berhasil melakukannya tadi sehingga saya mendapatkan state diri yang begitu membuat diri ini bersyukur. Nah sekarang dihadapkan pada 3 patung monyet ini, yang secara filosofis keterangannya disampaikan oleh Bante tadi. Bagi saya, segera muncul pengayaan frame (kerangka pikir) lain, saya hidup menggunakan panca indera sebagai alat sensor pengenalan dunia.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Manusia sering takut menutup mata,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>karena akan terlihat dirinya yang telanjang.</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<address style="text-align: center;"><strong>Manusia sering takut menutup telinga, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>karena suara jujur batinnya jadi terdengar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<address style="text-align: center;"><strong>Manusia sering takut menutup mulut, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>karena bau mulutnya jadi tercium sendiri.</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Menutup 3 panca indera, mata, telinga, dan mulut mewakili semua panca indera, sama dengan<strong><em> sikap</em></strong> sekaligus <strong><em>cara </em></strong>simbolik untuk membangun knowing-nothing state. Ya, benar… secara NLP saya melihat ini adalah sikap, cara dan teknik untuk membangun state belajar cepat yang luar biasa untuk mempelajari segala aspek kehidupan baik di dalam diri maupun di luar diri, Subhanaalahu…. Allahuakbar!</p>
<p>Kawan, dari patung itu, saya juga teringat pada pelajaran berupa kerangka pikir yang lain lagi. Dalam NLP dikenal salah satu prinsip komunikasi dengan menggunakan <em>“economic word-economic movement”</em>, berkomunikasi dengan menggunakan sesedikit mungkin kata dan sesedikit mungkin gerakan. Nah, bukankah ketiga patung monyet itu juga bisa saya persepsi demikian? Ya, betul… ketiga patung itu ingatkan saya untuk kurangi kata-kata dalam berbicara, selektiflah mendengar dan hati-hatilah merekam pemandangan dengan matamu.</p>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Komunikasi hanyalah untuk mencapai maksud,</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em> kualitasnya diukur bukan dari maksud baik </em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>namun dari respon yang didapat.</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>(Istoto Words)</em></strong><strong> </strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p>Nah untuk apa mengumbar <em>kata, intonasi dan gerakan tubuh</em> jika tidak mendukung pencapaian maksud. Oh monyet!</p>
<p>Komunikasi itu, ibarat bergumul dalam dunia ekonomi. Menggunakan sumberdaya sekecil-sedikitmungkin, dapatkan sebesar-banyakmungkin. Selama ini saya belajar mewujud ke arah seperti itu dalam pekerjaan pelatihan yang sayapandu atau keseharian saya, hasilnya menggembirakan, seperti Anda juga dapat demikian jika mau.<em>Efektif cepat dan efisien berhasil besar.</em></p>
<p><strong>Menjemput Rejeki Untuk Hari Ini Saja, </strong></p>
<p><strong>dengan Menemukan Tanpa Harus Mencari.</strong></p>
<p>Setelah diakhiri dengan persembahan, aksi menyumbang apa saja, saat itu sumbangan berupa uang dari masing-masing peserta, melakukan penghormatan dengan cara khusus untuk para Bante, kemudian rombongan pamit undur diri. Sebentar, pamit undur diri ini ternyata bukan pergi meninggalkan vihara, karena ternyata hanya pindah ruangan yang lebih besar, di mana sudah tersedia tikar yang digelar, dan semua peserta duduk melingkar. Sambil menanti kedatangan Bante Budi yang makan pagi (karena para Bante hanya mengenal makan pagi dan makan siang, setelah jam 12 siang tidak ada lagi makan berat, hanya minum saja), Mas Krishna memandu sharing pengalaman peserta, apa yang dirasa dan dipelajari dari ikuti kegiatan pindapatta pagi ini.</p>
<p><strong><em>Menemukan kedamaian jiwa, mendapatkan rasa syukur, mendekatkan diri pada sang pemberi rejeki, menemukan tanpa mencari…</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>dan banyak lagi kalimat meluncur dari peserta. Menemukan kedamaian jiwa didapatkan karena selama perjalanan, langkah demi langkah adalah meditasi perjalanan. Mendapatkan rasa syukur karena betapa besar kasih umat itu kepada bantenya, tentu selama ini semua orang disekitar kita atas perhatian mereka. Mendekatkan diri pada Sang Pemberi Rejeki, Sang Agung dan Sang Pemurah, karena sampai sekarang selalu saja ada rejeki bahkan berlebihan, para Bante hanya mengambil rejeki untuk hari itu saja.</p>
<p>Menemukan tanpa mencari, karena para Bante itu hanya memandang jalan 3 meter lurus didepannya, tidak tengok kiri dan tengok kanan, di mana di sepanjang jalan itu ada orang yang bawa persembahan bahkan sangat eksotik, mereka jalan saja menemukan orang yang mendekati dan memberikan rejeki bagi masing-masing Bante yang ada di jalan pagi itu.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Seringkali manusia mencari tapi tidak menemukan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Namun, saat kesadaran manusia menjadi tersadar, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>ternyata tanpa mencari justru malah menemukan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Benar, setelah menapat paparan dari Bante Budi dan dari tanya jawab didapatkan keterangan, bahwa semua pemberian persembahan itu disatukan, para bante makan seperlunya dan hanya di makan yang diijinkan dimakan, selebihnya dikembalikan kepada masyarakat yang memerlukan. Hebatnya, masyarakat menerima makanan dari vihara dengan menganggap mendapatkan berkah, kira-kira seperti sebagian orang di Jogja saat ada pemberian sesuatu dari Karton atau oleh Sultan.</p>
<p>Menggunakan panca indera untuk mengenali dunia adalah cara untuk membangun persepsi dalam pikiran setelah melalui saringan atau filter dalam pikiran, mengungkapkannya juga didahului filter dan saringan untuk mendapatkan ungkapan yang terungkap.</p>
<p><strong><em>Sudahkah Anda mengendalikan ungkapan Anda secara tepat, bahkan sesedikit mungkin kata dan gerakan untuk mencapai maksud dalam komunikasi keseharian Anda?</em></strong></p>
<p>Sambil berpikir filter apa saja dalam pikiran Anda yang bisa bantu dapatkan ungkapan komunikasi paling tepat, tentu Anda penasaran untuk segera membaca ceritera berikutnya….</p>
<p>Salam Sukses</p>
<p>Denpasar, 25 Agustus 2011</p>
<p><strong>Istoto</strong> – Peserta Tertua Thai-Quantum</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>NB:</strong></span> Karena banyaknya permintaan, maka kami kembali mengadakan kelas “Thai Quantum TranceFormation” ke 2 yang akan diadakan sbb:</p>
<h1>Thailand Quantum TranceFormation 2</h1>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Ingat! Ini bukan Pelatihan NLP, namun TERAPAN NLP.</em></strong><em> Ya, memang materi terapannya mencakup NLP Practioner &amp; Master Practioner yang saya sarikan dari <strong>NLP ala Richard Bandler</strong>, maupun <strong>NLP ala John Grinder</strong>, karena memang saya pernah mengikuti pelatihan kedua orang pencipta NLP ini.</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Anda akan menguasai NLP ala Bandler dan ala Grinder  tanpa Anda tahu apa itu NLP…! Itu saya JAMIN! Karena saya sudah menerapkannya untuk hidup saya sendiri, di karir, di bisnis, di parenting, dalam pembuatan buku, sebagai Coach, sebagai Pelukis, sebagai Penyair, sebagai Penyiar Radio &amp; bersiap untuk acara TV.<strong> </strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><strong>“Kuasai Dunia dengan Menguasai Pikiran Anda…”</strong></p>
<ul>
<li><strong>Jumat-Selasa, 4-8 November 2011</strong>. Anda bisa lanjutkan untuk berada 1 atau 2 hari lagi di Thailand, tentunya dengan biaya sendiri he he…</li>
<li>Investasi Pelatihan mulai kelas kedua ini kami tetapkan <strong>hanya: Rp. 15 juta</strong>. Sudah termasuk biaya keseluruhan, seperti:
<ul>
<li>Tiket Pesawat Garuda-Bangkok PP</li>
<li>Akomodasi 4 (empat) malam selama pelatihan.</li>
<li>Transportasi (Kereta, Bus &amp; Mobil) selama pelatihan karena kita akan berpindah-pindah lokasi setiap harinya, mengikuti proses pelatihan.</li>
<li>Konsumsi &amp; Thai Dinner Party di akhir kelas.</li>
<li>Mata Uang Bath untuk <strong>“Real Game”</strong></li>
<li>Perlengkapan pelatihan.</li>
<li>Materi Pelatihan.</li>
<li>Termasuk: Kaos, Sarung khas Thailand, hadiah-hadiah dan sovenir.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Harga khusus Alumni:</strong> Quantum TranceFormation, Pinewood, Ciawi. Juga alumni Thai.</li>
<li>Untuk info lebih lanjut, spt cara pembayaran, kartue kredit, uang muka dsb, dapat hubungi Bu Naomi di HP 0816 134 8912</li>
<li><strong>Tempat sangat terbatas </strong>(karena harus sesuaikan dengan kapasitas Bus yang digunakan selama di Thailand), saya ingin mengajak teman2 dari Indonesia untuk mulai keluar dari kandang dan menjadi pemenang dimanapun Anda berada.</li>
<li>Sampai jumpa di Thailand…</li>
<li><strong>Mari kita kuasai dunia…</strong> Bersamaku, Krishnamurti</li>
<li>Follow me @AndaHebat</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Yang harus dibawa oleh peserta:</span></strong></p>
<ul>
<li>Hanya boleh gunakan ransel atau backpack sebanyak 1 buah</li>
<li>Passport yang masih berlaku</li>
<li>Video Kamera</li>
<li>Mp3 Player (alat rekam suara)</li>
<li>Sepatu olah raga</li>
<li>Obat-obatan pribadi</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Proses Pelatihan:</span></strong></p>
<ul>
<li>Peserta akan memunculkan potensi yang selama ini tersembunyi di dalam dirinya karena keadaan sekitar yang memerlukannya (baca artikel-artikel Mas Istoto di web ini).</li>
<li>Peserta akan menguasai Strategi Sukses di tempat asing, yang tidak dikenalnya, baik secara bahasa, teritori maupun budaya. Kok, bisa ya?</li>
<li>Saat seseorang sdh memiliki Strategi untuk Sukses di tempat asing, maka dengan mudah dia akan sukses di tempat sendiri.</li>
<li>Itulah alasan mengapa saya memilih Thailand sebagai tempat latihan sukses kali ini.</li>
<li>Saat Anda sudah memahami strategi yang dikuasai penemu NLP yakni John Grinder dengan:</li>
</ul>
<p><strong>“Prepare for Nothing, but Ready for Everything”</strong>, maka Anda bisa sukses dimanapun Anda berada, Anda bisa sukses dalam situasi ekonomi apapun. Ekonomi membaik, Anda bisa sukses. Ekonomi memburuk, Andapun bisa sukses dengan baik.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Peserta:</span></strong> Pengusaha, Wira Usaha, Pebisnis Asuransi, Pebisnis MLM, Anda yang mau punya usaha, Anda karyawan yang mau bermentalkan pengusaha dan siapapun yang mau jadi orang kaya he he… Juga, untuk Anda penakut yang hidupnya hanya jadi anak mami. Atau, Anda yang nekad mau keluar dari belenggu keterbatasan Anda selama ini…</p>
<p>Anda yang mau belajar NLP tapi males belajar NLP di kelas, cocok banget dengan metode “Experience Learning” NLP ini. Baca tulisan Mas Istoto di web ini, bagaimana kami menerapkan NLP dalam pelatihan Thai Quantum TranceFormation.</p>
<p><strong>“Anda akan menguasai NLP tanpa belajar NLP”</strong></p>
<p>Yuuuk, mari kita kuasai dunia…</p>
<p>Bersamaku, <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p>+62816 1815 333 – @AndaHebat</p>
<p> Viewed 15892 times by 3665 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/08/25/thai-quantum-6-nlp-itu-ekonomis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thai-Quantum #5 NLP itu Meyelaraskan</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/08/24/thai-quantum-5-nlp-itu-meyelaraskan/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/08/24/thai-quantum-5-nlp-itu-meyelaraskan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 06:34:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[Rejeki bukan dicari, tetapi dijemput Memberi dengan iklas sudah biasa, menerima dengan iklas.. baru luar biasa (Oleh Istoto Suharyoto) Pakaianmu tentukan state hidupmu keseharianmu. Mungkin Anda masih ingat, entah Anda sudah mengalami, hanya membaca dokumen atau cerita dari orang tua &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/08/24/thai-quantum-5-nlp-itu-meyelaraskan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Rejeki bukan dicari, tetapi dijemput</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Memberi dengan iklas sudah biasa,</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>menerima dengan iklas.. baru luar biasa</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>(Oleh Istoto Suharyoto)<span id="more-759"></span></em></strong><em> </em></address>
<p><strong>Pakaianmu tentukan state hidupmu keseharianmu.</strong></p>
<p>Mungkin Anda masih ingat, entah Anda sudah mengalami, hanya membaca dokumen atau cerita dari orang tua Anda, bahwa pada saat negara kita mengalami dampak krisis ekonomi global yang sangat parah beberapa tahun lalu ada orang yang punya ide <strong>“Memberikan tangan, menyumbang negara”</strong> Ya, idenya menyumbang uang atau emas. Benar, sudah ingat….  Dari mana sebenarnya datangnya ide seperti itu?</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat semua orang bersikap selalu berbagi, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>mana mungkin sebuah negara bisa bangkrut, bukan?</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Konon, ada sebuah negara di Asia Tenggara ini yang tidak pernah di jajah, karena pada saat zaman jajah-menjajah itu, kerajaannya sangat kuat sehingga Raja mereka justru bersahabat dengan Rajanya para penjajah. Dan salah satu negara seperti itu adalah Thailan yang memiliki budaya sangat kuat, dengan tradisi taat pada Raja.</p>
<p>Saat semua negara terkena dampak resesi ekonomi global, Raja Thai mengajak rakyatnya untuk menyumbang pada negara, dengan memberikan emas atau uang. Sumbangan itu supaya aman dijemput-ambil dan dikelola oleh para Bante (pendeta agama di Thailan), selain karena mereka tidak bakal mencurangi sumbangan rakyat itu, mereka memang sudah punya tradisi menjemput rejeki setiap hari ke rumah-rumah rakyat di sepanjang jalan yang ia lalui.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat sudah dipercaya, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>semua proses akan jadi cepat.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Tradisi para Bante ini disebut sebagai <strong>Pindapatta</strong>, atau dalam bahasa Inggris populer dengan istilah “<strong>Giving Hand”</strong> Nah dari sanalah ide “Menyumbang negara  di Indonesia” saat itu. Thailan segera bangkit dan pulih menjadi negara kuat. Mengapa di Indonesia tidak jalan? Karena tidak ada tradisi yang mendukung hal itu.</p>
<p>Nah, pagi itu, sebelum pukul 5.00 semua peserta sudah berkumpul di loby hotel. Ini beberapa waktu lalu di dalam sebuah grup diskusi di BBM saya ada yang bertanya, apakah kalau seseorang berpakaian tertentu itu akan membangkitkan perasaan tertentu dan membangun sikap tertentu.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Pakaian mewakili perasaan Anda.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Paling tidak saat itu saja&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></address>
<p><strong> </strong></p>
<p>Saat itu saya jawab, ya benar, dalam pikiran setiap orang ada persepsi dan makna terhadap banyak hal, termasuk pakaian. Bukankah memang dicitrakan begitu, ada Batman, Robin, Cat Women, dst yang sangat terkenal itu, eh di Indonesia juga banyak, pakaian adat dari berbaga daerah, bahkan wayang dan kethoprak. Setiap orang yang mengenakan pakaian seperti itu, maka dirinya segera mengidentifikasi perilaku tokoh yang pakaiannya ia kenakan, dan segeralah ia menjadi seperti tokoh itu.</p>
<p>Benar saja, pagi itu semua peserta mengenakan pakaian khas Thai warna putih. Dan herannya, mereka semua keluar dari lift sudah meletakkan kedua tangannya di depan dada seperti meyembah… hahaha, yuk foto bareng… teriak seorang peserta, saat mereka beraksi, tangan mereka pun tetap ada di dada seperti itu dan bahkan dengan badan sedikit agak condong ke depan…. <strong>“NLP  memang menyelaraskan”</strong>, pikir saya…</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Keselarasan mendatangkan persamaan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Persamaan membuat kemudahan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Kemudahan membuat percepatan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Dengan 2 kendaraan minibus bermerek Toyota, cukup lux, yang kata Mr.Thano mobil-mobil ini buatan Indonesia (Nah lo… mana ada Indonesia Toyota model ini dengan kualitas sebagus begini…) semua peserta di bawa ke sebuah vihara Wat Bowon Monko pada pagi-pagi buta (jadi ingat film-film, hehehe seperti tahanan mau dipindah penjarakan).</p>
<p>Benar saja sesampai di sana, di sambut seorang Bante di halaman tempat tinggal para Bante, yang ternyata adalah seorang yang berasal dari Boyolali-Indonesia, Bante Budi yang sedang belajar Budhisme di tingkat pascasarjana, <strong>“Belajar langsung dari budaya terdekat dan aslinya”</strong> katanya.</p>
<p>Begitu fajar meremang hendak menyingsing, satu demi satu Bante keluar dengan pakaian khas coklatnya membawa semacam kendil dari tembaga atau besi di gendong di bagian depannya, berjalan keluar vihara. Peserta Thai-Quantum dengan pasangannya diminta untuk ikuti seorang Bante dan belajar dari apa yang dilakukan oleh Bante itu tanpa bicara.</p>
<p><strong>Selaraskan diri Jemput rejeki</strong></p>
<p>Awalnya terasa aneh berjalan tanpa alas kaki, tengak-tengok lihat kiri, lihat kanan di belakang seorang Bante yang jalan membisu dengan pandangan tak lebih dari 3 meter di depannya. Saya segera tersadar dan ingat, saya harus belajar. Maka dengan segera saya lakukan rapport (membangun kedekatan dalam komunikasi) fisiologis, ikuti irama langkahnya, ikuti posisi tubuhnya dan bahkan ikuti irama nafasnya, dan… Oh My God!!! Tidak lebih tiga menit saya lakukan itu, seluruh state (keadaan diri) tubuh saya serasa menjadi seorang Bante yang setiap pagi hari melakukan ritual ini. Perasaan pertama yang muncul adalah… <strong>“Bersyukur banged” bahwa selama ini saya hidup lancar dan sehat.</strong></p>
<p>Berikutnya, hmmmm seluruh bulu roma saya berdiri….. betapa sederhananya hidup ini, berjalan menjemput rejeki. Ya, benar. Bante yang saya ikuti ini sedang melakukan ritual Pindapatta, menjemput makanan mereka hari itu persembahan (giving hand) dari masyarakat sekitar.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Jangan sia-siakan makanan yang diterima,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>karena itu pemberian dari orang lain… </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Banthe Budi dari Boyolali)</strong></address>
<blockquote><address style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></address>
</blockquote>
<address style="text-align: center;"><strong>Bersungguh2lah pada pekerjaan Anda saat ini,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>karena itu pemberian dari alam semesta…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Seorang lelaki tua, membawa tas plastik berisi makanan dan buah, serta ubi rebus, sudah berdiri di pinggir jalan di depan rumah mereka, disampingnya seorang remaja putri. Saat bante lewat, mereka segera melepas alas kaki, membungkukan badan, bahkan anak remaja putri itu berlutut, menyerahkan makanan mereka tanpa memandang sang Bante, dan sesaat kemudian Bante mengucapkan kata-kata yang nampaknya mendoakan mereka sambil berterima kasih. Umat disekitar vihara ini sudah biasa memberi, dengan iklas… dan hebatnya para Bante menerima apapun pemberian mereka juga dengan iklas, luar biasa.</p>
<p>Demikian selanjutnya, seorang ibu dengan amplop yang nampaknya berisi uang, ada ibu-ibu lagi dengan sepotong roti coklat, terus begitu, setiap terjadi peristiwa itu, semakin rasakan betapa bersyukurnya kita ini, sambil bayangkan dan rasakan betapa bersyukurnya orang-orang yang telah berikan persembahan itu, terlebih lagi Bante muda yang saya ikuti ini, tentu sangat bersyukur dicintai umatnya.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat ada keikhlasan,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>yang memberi jadi menerima,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>yang menerima jadi memberi… </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Saat kadang kaki saya sesuaikan kembali karena konsentrasi <em>matching</em> terpecah pemandangan lain, tiba-tiba Bante berbalik arah, dan saya minta beberapa tas plastik yang sudah tergantung di beberapa jarinya, setelah berindah ke tangan saya yang kembali ke posisi dada, perjalanan dilanjutkan, berpapasan dengan banyak Bante lain yang diikuti dua orang teman berpakaian putih, ada saja keluarga yang menyerahkan persembahan kepada mereka, ada yang kendilnya sampai penuh, ada juga yang tetap terlihat kosong, namun pandangan mereka tidak berpindah dari jalan dan hanya 3 meter ke depan.</p>
<p>Tiba-tiba Bante yang saya ikuti membelok masuk gang kecil, dan ternyata di ujung gang buntu itu sudah ada 2 ibu yang menanti dengan persembahan mereka. Saya semakin kagum dengan peristiwa yang sedang saya lakukan ini, sadarkan saya betapa sederhanya hidup ini.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Memahami hanya bisa dilakukan saat melakukannya.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Sementara Anda sedang terus ikuti paparan saya ini, mungkin Anda bertanya-tanya, untuk apa sebenarnya kegiatan semacam ini dilakukan. Ya, jangankan Anda, sayapun mempertanyakan sebelumnya. Baru setelah akhirnya Bante kembali sampai ke rumah, dan menyerahkan semua yang diterimanya kepada pengurus Rumah Vihara, saya dipanggil seorang Bante lain yang lebih tua, suruh masuk sebuah ruang tamu yang didalamnya ada berbagai asesori keagamaan. Di sini saya dibuatkan minuman hangat semacam coffeemix khusus untuk saya dan teman saya Cik Yatie. Bante ini ternyata adalah Bante sepuh yang tadi diikuti oleh Rama Ari Wijaya peserta lain dengan pasangannya yang sudah berada di ruangan itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sambil menunggui dibuatkan minum, dan beberapa teman peserta lain juga berdatangan, kami memperbincangkan bagaimana pengalaman tadi, barulah saya memahami lebih dalam lagi apa makna kegiatan ini bagi para Bante dan buat saya.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Menyiapkan segelas kopi dengan ikhlas dan kesungguhan, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>sungguh membuat wangi kopi menjadi sangat harum…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Apa makna Pindapatta ini bagi para Bante, ikuti saja tulisan berikutnya, di sini saya mau sampaikan kepada Anda mengenai pelajaran apa yang saya dapatkan. Seperti pada tulisan sebelumnya, NLP adalah ilmu memodel, maka dengan serta merta saya memodel habis Bante yang saya ikuti dan saya dapatkan state nya, saya sangat bersyukur dapat mersakan ini semua.</p>
<p>Saya terbantu dengan kompetensi NLP (P-nya berarti Programmer) yang saya miliki, karena dengan serta merta saya dapat selaras dengan atmosfere, energi, situasi dan keadaan pagi itu di sebuah vihara dan lingkungan umatnya, NLP itu menyelaraskan.</p>
<p>Lebih dari itu, saya jadi menemukan sebuah keindahan kesadaran baru, rejeki tidak dicari, tetapi dijemput…, lebih jelasnya bagaimana …. Siap-siap baca tulisan berikutnya ya…</p>
<p>Salam selalu sehat dan semakin sukses</p>
<p>Jogjakarta, 23 Agustus 2011</p>
<p><strong>Istoto</strong> – Peserta Tertua Thai-Quantum</p>
<p>NB: Tulisan di atas adalah murni tulisan Mas Istoto, bagian “Bidadari Words” atau “Krishnamurti Words” juga “Ha ha ha Words” tambahan dari saya. Mas Istoto adalah salah seorang Motivator yang akan bersama Anda dalam Workshop: <strong>“Quantum TranceMotivator” </strong><strong>yang akan diselenggarakan pada:</strong></p>
<h3><strong><span style="text-decoration: underline;">Kamis-Jumat, 8-9 September 2011</span></strong></h3>
<h3>Kami akan mengadakan workshop “Quantum TranceMotivator” yang dipandu oleh saya, Krishnamurti &amp; Istoto seorang Motivator dari Jogja, yang juga seorang senior saya di organisasi kepemudaan.</h3>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Hari 1:</span></strong><strong> </strong>Latihan2 yang akan membantu Anda untuk membuang hambatan mental, ketakutan, trauma di masa kecil dan segala penghambat sukses Anda lainnya, sehingga Anda siap menjadi diri Anda apa adanya. Kira-kira outcome-nya adalah <strong>“Be the Best of Yourself”</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Hari 2:</span></strong> Latihan2 berupa Kemampuan Public Speaking, Melawak, Membuat ide Presentasi bisnis “gila” sehingga dalam waktu 5 menitpun bisa membuat “Wah!!!” dan SKILL lainnya untuk melatih kemampuan Anda bicara di depan umum. Outcome hari ke 2 adalah <strong>“Andapun bisa kuasai apa yang kami kuasai sebagai Motivator”</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Metode Workshop:</span></strong> 90% latihan, 10% makan minum ha ha ha</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Tempat:</span></strong> Hotel Aston, Gading Serpong, Tangerang</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Biaya:</span></strong> Rp. 5 juta, namun untuk edisi perdana kali ini hanya <strong>Rp. 1.5 juta</strong> saja termasuk makan, minum dan Sertifikat yang ditandatangi 2 orang Motivator yakni Krishnamurti &amp; Istoto.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Daftar:</span></strong> Info selanjutnya menyusul, silakan daftar dulu via sms sy di 0816 1815 333 (termasuk bila diperlukan proposal untuk kantor Anda, biar dibayarin kantor gitu lho he he)</p>
<p>Salam terus, <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p> Viewed 13448 times by 3331 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/08/24/thai-quantum-5-nlp-itu-meyelaraskan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

