<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Krishnamurti - Mindset Motivator &#187; NLP</title>
	<atom:link href="http://mindsetmotivator.com/category/nlp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mindsetmotivator.com</link>
	<description>to be a World Class Indonesian Motivator...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 08:39:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Hidup Tulus Rejeki Mulus</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2012/01/19/hidup-tulus-rejeki-mulus/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2012/01/19/hidup-tulus-rejeki-mulus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 06:34:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=982</guid>
		<description><![CDATA[Pluk “Ahaaa” Awal tahun 2012 ini saya diajak berbagi motivasi ke sekolah SMA di kota-kota kecil di Sumatera Utara yang mengusung tema “Self Hypnosis for QUICK Learning”. Salah satu bahasannya adalah strategi menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN). Kegiatan ini disponsori &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2012/01/19/hidup-tulus-rejeki-mulus/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong>Pluk “Ahaaa”</strong></p>
<p><a href="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG00767-20120112-1216.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-977" title="IMG00767-20120112-1216" src="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG00767-20120112-1216-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Awal tahun 2012 ini saya diajak berbagi motivasi ke sekolah SMA di kota-kota kecil di Sumatera Utara yang mengusung tema <strong>“Self Hypnosis for QUICK Learning”.</strong><span id="more-982"></span> Salah satu bahasannya adalah strategi menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN). Kegiatan ini disponsori oleh salah satu lembaga pendidikan terkenal di Medan yaitu PMCI, yang telah mempercayai saya sebagai <em><strong>Motivator Campus</strong></em> mereka selama 7 tahun lebih.</p>
<p>Tulisan ini hanyalah cerita kecil-kecil saat hati ini berkata-kata. Sebuah proses yang saya sendiri tidak pernah pahami karena sering muncul begitu saja, seperti <strong>“Pluk”</strong> jatuh tiba-tiba ke benak saya.</p>
<p><strong>Pluk Pertama</strong></p>
<p>Setiba di Medan, ada sebuah SMS yang bertanya tentang kunci sukses yang jujur saya sendiri tidaklah terlalu tertarik menjawabnya, namun tiba-tiba sebuah “pluk’ muncul dan yaaa saya tuliskan saja&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Bila Anda pernah sukses untuk hal kecil,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>maka terus aja ulangi strateginya.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Lama-lama juga membesar, bukan?</strong><br />
Medan, 11 Januari 2012</address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p><strong>Pluk Kedua</strong><br />
Esok harinya rombongan kami menuju kota Lubuk Pakam untuk berbagi semangat di sebuah SMA yang disambut Kepsek-nya dengan ramah sekali, walau kami telat 1 jam lebih. Setelah itu dilanjutkan ke sebuah SMA di Tebing Tinggi yang ruang pertemuannya masih berkursi plastik kantin hehehe… Tapi semangat belajar siswa-siswanya mengharukan.</p>
<p>Malam harinya kami menginap di sebuah losmen kecil di kota Kisaran, yang tidak menyediakan handuk. Sayapun keluar kamar untuk membeli handuk, sekalian jalan kaki santai melihat kota Kisaran. Entah kenapa, apapun yang terlihat menarik perhatian saya. Dan, entah dari mana datangnya tiba-tiba sebuah “pluk” muncul kembali…</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat pikiran bersih,<br />
maka dimanapun terlihat<br />
hanyalah potensi&#8230;<br />
(Bidadari Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;">Kisaran, Sumut, 12 Januari 2012</address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p><strong>Pluk Ketiga</strong></p>
<p>Bangun pagi, saya berjalan-jalan ke pasar menyatu dalam kerumunan, mengamati, mengagumi, mensyukuri dan kembali sebuah “pluk” muncul… Sebenarnya…</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat ada niat ikhlas untuk dunia,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>maka pintupun akan dibukakan-Nya</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;">Kisaran, Sumut, 13 Januari 2012 </address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p><strong>Pluk Keempat</strong></p>
<p>Setiba di sekolah SMU Diponegoro, saat mau memulai sesi motivasi kepala saya tiba-tiba menengok ke kanan dan terlihatnya sebuah “pluk” yang menjadi inspirasi seminar saya hari itu, yakni:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>“Memupuk Akhlak Mengangkat Harkat Bangsa”</strong></address>
<address style="text-align: center;">Kalimat didinding SMA Diponegoro</address>
<address style="text-align: center;">Kisaran, Sumut, 13 Januari 2012</address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p><strong>Pluk Kelima</strong></p>
<p style="text-align: left;" align="center">Setelah selesai memotivasi hari itu, kami berdoa bersama dan melanjutkan perjalanan yang lumayan jauh ke kota Pematang Siantar. Sambil melihat jalan, saya berdiam mengagumi bangunan-bangunan kuno yang ada di sebuah kota. Lalu, muncullah sebuah “pluk” lagi…</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Manusia yang miliki Misi,<br />
Manusia yang akan hasilkan Prestasi&#8230;<br />
(Krishnamurti Words)</strong><br />
Kota Lima Puluh, Sumut, 13 Januari 2012</address>
<address style="text-align: center;">
<strong></strong></address>
<p style="text-align: left;"><strong>Pluk Keenam</strong></p>
<p>Setiba di kota Pematang Siantar, saya sempatkan untuk olah raga lari sore menjelang malam selama 20 menit. Setelah selesai, kamipun dijamu minum teh oleh seorang Kepsek yang sangat ramah sekali, Bapak Samsuddin. Esok hari, selesai memotivasi di sekolah beliau, di dalam mobil muncullah sebuah “pluk” ini&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Bagi mereka yang hidup tulus,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>rejekipun terus mulus&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;">Pematang Siantar, 14 Jan&#8217;12</address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p><strong>Pluk Ketujuh</strong><br />
Karena ada hari libur sekolah yaitu hari Minggu, maka kami tidak ada kegiatan ke sekolah. Kami memilih untuk tidak kembali ke Medan karena sangat menghabiskan waktu perjalanan. Rombongan kami memilih bersantai di Danau Toba. Sayapun menghabiskan waktu hanya duduk menikmati keindahan alam air yang terhampar bak permadani jernih. Eeeh, sebuah “pluk” muncul dan memang…</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Kadang, saat tidak menilai,<br />
semua malahan jadi bernilai&#8230;<br />
(Krishnamurti Words)<br />
</strong>Danau Toba, 15 Jan&#8217;12</address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p><strong>Pluk Kedelapan</strong><br />
Saya dan teman-teman rombonganpun bersama-sama naik kapal menuju ke batu gantung di salah satu tebing Danau Toba, dilanjutkan ke pulau Tomo. Di tengah-tengah danau, datanglah sebuah “pluk” yang cukup panjang…</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Alam punya kuasa.<br />
Duniapun jadi luar biasa&#8230;<br />
</strong><strong>Berlimpah-limpah&#8230;<br />
Hanya manusia terbuka,<br />
Yg bisa ambil alam rasa.<br />
Jadi sebutir kilau cinta.<br />
(Krishnamurti Words)</strong><br />
Danau Toba, 15 Jan&#8217;12</address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p><strong>Pluk Kesembilan</strong></p>
<p>Minggu sore kami melanjutkan perjalanan ke kota pantai, Tanjung Balai dan tiba malam hari, kami langsung makan nasi lemak yang dibungkus daun pisang dengan sepotong ikan seukuran 2 jari yang disirami sambal lezat. Hmmm nikmatnya dan menjadi lebih nikmat saat tahu harganya hanya seharga parkir mobil di Jakarta yakni hanya Rp. 2.000,- saja.</p>
<p style="text-align: left;" align="center">Esok hari kami lanjut 2 sesi motivasi di 2 sekolah. Sebelum pulang ke Medan, kami memutuskan berdoa syukur dahulu di sebuah rumah ibadah dari 3 rumah ibadah yang dibangun berdekatan di sebuah pantai. Selesai berdoa, saya melihat-lihat kegiatan para nelayan tradisional. Muncul perasaan kagum luar biasa pada mereka dan tiba-tiba tuiiing sebuah “pluk’ muncul lagi&#8230; Ternyata&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Bila selalu doa pada Tuhan.<br />
Manusia </strong><strong>tidak akan lapar makan.<br />
Karena&#8230;<br />
Laut pasti sediakan ikan.<br />
(Krishnamurti Words)</strong><br />
Belajar pd nelayan tradisional.<br />
Tanjung Balai, Sumut, 16 Jan&#8217;12</address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p><strong>Pluk Kesepuluh</strong></p>
<p>Selesai “road show” motivasi ke SMA kota-kota kecil di Sumut, kami tiba kembali di Medan malam hari yang esok harinya saya langsung lanjutkan dengan kelas publik untuk menjadi Personal Coach dalam program “Hypnotic Goal Setting”. Selesai pelatihan ini, saya langsung ke bandara Polonia dan sebuah “pluk’ muncul dengan gambar elang di pantai kota Tanjung Balai yang sebenarnya simbol diri…</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Bahkan&#8230;<br />
Elangpun bangga mati&#8230;<br />
Setelah saksikan anak<br />
bisa berkepak sendiri&#8230;<br />
Melayang di angkasa tinggi&#8230;<br />
(Krishnamurti Words)<br />
</strong>Medan, 17 Januari 2012</address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p><strong>Pluk Kesepuluh</strong></p>
<p>Sampai di Jakarta tengah malam, hanya bisa berdoa syukur masih diberi kesmepatan olehNya untuk berbagi ke daerah-daerah terpencil. Hanya bisa bersyukur. Pagi hari, seru sekali membaca email yang masuk. Syair-syair pendek saya ditanggapi banyak teman. Entah kenapa, sebuah suara teman saya jawab dengan “pluk” demikian…</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Allah maha besar, ya Pak&#8230;<br />
Sungguh, aku tidak tahu&#8230;<br />
Bahkan&#8230;<br />
Memahami sebuah pohon<br />
ciptaanNya menyerap tanah<br />
dan merubahnya jadi buahpun,<br />
aku tidak mampu&#8230;<br />
(Krishnamurti Words)<br />
</strong>Tangerang, 18 Jan&#8217;12</address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p>Setelah itu tidak muncul lagi si “pluk” gak tahu kenapa, entah sedang pergi kemana. Saya hanya diminta si “pluk” untuk merangkai kembali semua “pluk” yang muncul agar tidak tercecer di jalan. Sehingga, bisa dinikmati teman-teman yang bareng berjalan di jalanan menuju ke sebuah jalan&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Seringkali saya pikir saya mengajar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Namun, sebenarnya saya malah belajar…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;">Tangerang, 19 Jan’12 Pk 00:26 muncul lagi si “pluk” hehehe…</address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salam pluk…</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong>, yang sering dapet “pluk” hehehe&#8230;</p>
<p><strong>Workshop Terdekat:<br />
</strong></p>
<address><strong>Tangerang Hypnotic Goal Setting</strong></address>
<address>Jumat, 20 Januari 2012 Pk. 18:00-21:00</address>
<address>Times Book Store, Lippo Karawaci</address>
<address>@Rp 100ribu + Dinner + Makalah</address>
<address>Bayar di tempat saja&#8230;</address>
<address>Daftar via SMS: TGR, Nama &amp; Impian Anda</address>
<address>Kirim ke: 08788 5063 777</address>
<address>Yang mengundang,</address>
<address><strong>Krishnamurti</strong></address>
<p> Viewed 2954 times by 994 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2012/01/19/hidup-tulus-rejeki-mulus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akupun Perlu Gagal, lho…</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2012/01/07/akupun-perlu-gagal-lho/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2012/01/07/akupun-perlu-gagal-lho/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 02:15:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=959</guid>
		<description><![CDATA[“Pak Krishna, apakah Anda selalu berhasil mencapai apapun yang Anda inginkan?” Akhir tahun 2011 lalu, ada banyak teman di MukaBuku (FaceBook) yang bertanya bagaimana cara saya membuat Resolusi akhir tahun. Sebuah kegiatan yang sebenarnya kegiatan biasa saja buat saya dan &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2012/01/07/akupun-perlu-gagal-lho/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address style="text-align: center;"><strong><a href="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2012/01/Bidadari_Words_10.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1025" title="Bidadari_Words_10" src="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2012/01/Bidadari_Words_10.jpg" alt="" width="360" height="240" /></a>“Pak Krishna, apakah Anda selalu berhasil</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>mencapai apapun yang Anda inginkan?”<span id="more-959"></span></strong></address>
<p>Akhir tahun 2011 lalu, ada banyak teman di MukaBuku (FaceBook) yang bertanya bagaimana cara saya membuat Resolusi akhir tahun. Sebuah kegiatan yang sebenarnya kegiatan biasa saja buat saya dan orang awam lainnya dalam menyambut tahun baru, bukan? Diskusi menjadi menarik, karena ada pertanyaan di atas tadi yakni:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>“Pak Krishna, apakah Anda selalu berhasil</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>mencapai apapun yang Anda inginkan?”</strong>.</address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya bercanda dengan serius, menjawab:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>“Apakah ada orang yang selalu berhasil</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>mencapai apapun yang dia inginkan?</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Saya tidak percaya tuh&#8230;”</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Teman saya membalas sebel:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>“Ada tuh, saya baca dari beberapa pembicara yang</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>menuliskan status di FB-nya bahwa dia selalu berhasil, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>bahkan mencapai lebih dari yang diinginkannya”</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sayapun tertawa terbahak-bahak dan menjawab:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>“Wah, saya mau tuh belajar dengan Pembicara tsb.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Tapi kalo Pembicaranya masih lebih kere dari saya, gak jadi belajar deh hehehe&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Itu kan sama aja orang kere belajar pada orang kere wakakakak&#8230;”</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p>Diskusi berkelanjutan dengan ringan dan enak, sepertinya dia sudah gak stres lagi. Sobat pembaca, menurut saya:</p>
<address><strong>Sayapun masih sering gagal.</strong></address>
<address><strong>Saya tetap perlu gagal agar saya tetap belajar…</strong></address>
<address><strong>Saya tetap perlu gagal agar saya terus bersyukur&#8230;</strong></address>
<address><strong>Saya tetap perlu gagal agar saya mawas diri…</strong></address>
<address><strong>Saya tetap perlu gagal agar saya sadar saya ini manusia biasa.</strong></address>
<address><strong>Saya tetap perlu gagal…</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ya, buat saya menang-kalah, sukses-gagal hanyalah sebuah teman-teman. Mana enak hidup ini, jika hanya punya teman menang. Tentu, lebih enak bisa berteman dengan keduanya, teman menang dan teman kalah. Makanya, mereka saya sebut teman-teman. Teman sukses dan teman gagal.</p>
<p>Sekali sobat pembaca, menurut saya:</p>
<p><strong>Sayapun tetap perlu gagal…</strong></p>
<p>Setujukah Anda? Apa komentar Anda? Saya tunggu komentar Anda di kolom bawah ini…</p>
<p>Jakarta, Januari, 7 Januari 2012</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong>, yang masih sering banget gagal hehehe&#8230;</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Workshop Terdekat:<br />
</strong></span></p>
<address><strong>Tangerang Hypnotic Goal Setting</strong></address>
<address>Jumat, 20 Januari 2012 Pk. 18:00-21:00</address>
<address>Times Book Store, Lippo Karawaci</address>
<address>@Rp 100ribu + Dinner + Makalah</address>
<address>Bayar di tempat saja…</address>
<address>Daftar via SMS: TGR, Nama &amp; Impian Anda</address>
<address>Kirim ke: 08788 5063 777</address>
<address>Yang mengundang,</address>
<address><strong>Krishnamurti</strong></address>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p> Viewed 4740 times by 1544 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2012/01/07/akupun-perlu-gagal-lho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thai-Quantum #14 NLP Itu Mengarahkan</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/11/23/thai-quantum-14-nlp-itu-mengarahkan/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/11/23/thai-quantum-14-nlp-itu-mengarahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 04:52:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=888</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada yang melarang mewujudkan cita-cita dengan senang. Kalau penghayatan agama sudah menjadi budaya, maka apapun yang dilakukan hanyalah untuk memuja dan memuliakan Yang Kuasa (Oleh Istoto Suharyoto) Hidup adalah Ibadah… Hidup adalah Ibadah… Hidup adalah Ibadah… (Ucapan Ibunda Amien &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/11/23/thai-quantum-14-nlp-itu-mengarahkan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<ul>
<li><strong><em>Tidak ada yang melarang mewujudkan cita-cita dengan senang.</em></strong></li>
</ul>
<ul>
<li><strong><em>Kalau penghayatan agama sudah menjadi budaya, maka apapun yang dilakukan hanyalah untuk memuja dan memuliakan Yang Kuasa (Oleh Istoto Suharyoto)</em></strong></li>
</ul>
<address><strong>Hidup adalah Ibadah…</strong></address>
<address><strong>Hidup adalah Ibadah…</strong></address>
<address><strong>Hidup adalah Ibadah…</strong></address>
<address><strong>(Ucapan Ibunda Amien Rais)<span id="more-888"></span></strong></address>
<p><strong>Bahasa tubuh memang luar biasa</strong></p>
<p>Hari itu begitu santai, semua perserta bangun pagi tak serentak. Ada yang sudah bangun, mengetahui kalau kamar mandi masih isi, mereka pikir rebahan masih nyaman, yang terjadi ya tidur lagi. Sambil menunggu, beberapa peserta lain berlatih sulap hasil belajar semalam, yang lain membereskan kesehatan dengan saling memijat. Pertukaran ilmu, pertukaran energi, pertukaran niat sehat terjadi tanpa diarahkan memakai protokoler acara atau pengarah lain apapun&#8230;.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat sudah satu hati,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Hal kecilpun jadi berarti.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Saat beberapa orang sudah mulai sarapan, yang lainpun masih ada yang mandi. Begitu waktu menunjukkan pukul 10, peserta berfoto bersama tuan rumah yang nampak sangat gembira dengan rombongan tamu kali ini dan kemudian semua masuk ke dalam bus. Acara hari ini kita mengunjungi The Biggest Sleeping Budha in The World, kata mas Krishna saat bus sudah meluncur di jalan utama menuju Bangkok.</p>
<p>Nah, sebentar lagi kita akan melewati pasar. Di pasar nanti, semua peserta harus turun. Masing-masing peserta harus membeli 2 macam obat, namun kali ini tidak boleh bicara, kecuali &#8220;Mengangguk&#8221; dan &#8220;Menggeleng&#8221;kan kepala. Dan selanjutnya masing masing orang mendapat satu lembar kertas, ada yang dapat kertas bertuliskan (dalam bahasa Indonesia) &#8220;Obat nggak bisa kencing dan Obat cacingan&#8221;, yang lain &#8220;Obat panu dan Obat Encok&#8221;, ada pula &#8220;Obat Memar dan obat mules-mencret&#8221; Ya, benar&#8230; Anda bisa membayangkan bagaimana harus menjelaskan permintaan itu tanpa boleh bicara. O iya, syarat lain tidak boleh beli di toko swalayan. Jadi hanya boleh di pasar tradisional dan apotik.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Tuhan sudah memberi manusia bekal.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Agar sukses dalam hidup ini, namanya Akal.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah peserta berhamburan keluar bus berpasangan berdua-dua, hilanglah mereka ke dalam keramaian. Saya berpasangan dengan Cik Lynna, mengambil arah berlawanan dengan kebanyakan peserta yang menuju ke pasar. Saya dan Lynna berpikir, pasti ada rumah sakit dan di sekitarnya pasti ada apotik. Benar saja, tantangan pertama adalah berbahasa Tarzan bertanya kepada pemilik toko cat, untuk mendapatkan informasi  di mana ada hospital.</p>
<p>Hehehe, sudah masuk toko, mereka menyapa ramah, kami berdua saling pandang. Akhirnya kami minta kertas dan pinjam pena menggunakan bahasa isyarat, setelah mendapatkannya lalu menggambar tanda tambah &#8220;cross&#8221; sambil menunjuk jalan. Luar biasa, orang itu memandangi kami, lalu menggerakan tangannya menunjuk ke jalan, ke kiri dan menulis 200m, hahaha berarti kami harus maju 200 meter lagi.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Malu bertanya sesat di jalan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Bertanya terus, gak jalan-jalan…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Benar saja, setelah berjalan hampir 200 meter jauhnya, nampak  ada tanda menjulang palang hijau sebuah Rumah sakit, dan bahkan sebelum sampai ditempat itu kami menjumpai apotik. Kami masuk kedalamnya, ada seorang pembeli, saat pembeli itu selesai membeli obatnya, Lynna maju dengan gayanya, sementara saya bertugas merekam videokan kejadian itu. Berbagai gerakan dilakukan Lynna tanpa kata, dan saat ditanya hanya angguk dan geleng kepala, luarbiasa akhirnya Lynna dapat juga obatnya, apoteker pikir sudah selesai dengan pembeli orang bisu ini.</p>
<p>Tiba giliran saya, ia lebih bengong, saya harus meyakinkan dengan gerakan minta diambilkan obat panu. Lynna merekam semua kejadian itu. Cukup lama, sampai akhirnya dia bilang: “Fungi&#8230;” dan saya mengangguk sambil merayakan keberhasilan &#8220;Yess!!!&#8221; Hahaha apoteker makin bingung, kami pamit sambil bilang “Kop pun mai, kaap….”, setelah menjelaskan bahwa kami sedang belajar berkomunikasi, ia hanya senyum sambil geleng-geleng kepala.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Banyak kerja, sedikit bicara.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Akan muncul banyak cara.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena saya dan Lynna selesai awal, kami bermaksud bergabung dengan teman-teman lainnya. Alamak&#8230; Mereka terkumpul di satu apotik&#8230; Apoteker di tempat saya beli obat tadi, menghadapi 2 orang saja geleng-geleng kepala.. Anda tentu bisa bayangkan bagaimana di apotik di mana teman-teman berkumpul beli obat, melayani banyak orang bisu sekaligus hahaha&#8230; Hebatnya&#8230;..  semua berhasil dan suasana menyenangkan.</p>
<p>Selalu saja, saat tujuan dan target ditetapkan, pikiran mengarahkan pada solusi. Berbagai pengalaman masa lalu sebagai referensi dalam pikiran akhirnya memberikan dorongan ekspresi, program pikiran ya NLP itu mengarahkan untuk berhasil. Dan hebatnya lagi, cara tadi sangat menyenangkan&#8230;. Ya, tidak ada yang melarang mewujudkan cita-cita dengan senang, iya kan..</p>
<p>Seperti Anda tahu, kunci keberhasilan komunikasi salah satunya adalah 3V, dimana saat berkomunikasi, keberhasilan respon yang Anda dapat tergantung pada pilihan kata (verbal, membantu bentuk makna 7% dalam benak orang), kemudian bagaimana intonasi (Vocal, membantu bentuk makna 38% dalam benak orang) saat mengucapkan kata-kata didukung dengan bahasa tubuh atau alat peraga tepat lainnya (Visual, membantu bentuk makna 55% dalam benak orang). Berarti kunci ini masih benar terbukti, tanpa kata-kata, hanya bahasa visual kita tetap bisa mendapatkan maksud.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat mulut berkata dusta,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Wajahpun susah ceria&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Berhematlah kata-kata dan gerakan dalam berbicara, karena semua punya makna untuk mengarah dapatkan respon paling tepat dalam komunikasi Anda</em>…. NLP memang mengarahkan.</p>
<p><strong>Kaki berceritera.</strong></p>
<p>Di Thailan, layaknya seperti di Bali, di mana-mana ada Vihara, tempat pemujaan, berbagai kegiatan doa dan persembahan dilakukan hampir di semua tempat. Saat perjalanan sudah sampai di lokasi vihara di mana terdapat sebuah patung Budha dalam posisi Tidur dengan ukuran terbesar di dunia…. Saat sebelum turun dari bus, Rama Budi mengatakan, perhatikan pada telapak kakinya…. Jadi semakin penasaran saja.</p>
<p>Vihara berlokasi luas, beberapa menjulang tinggi pagoda. Salah satu bangunan besar berdiri kokoh nampak sedang direnovasi. Banyak orang mengantri, mengarahkan diri masuk beriringan, melepas alas kaki dengan rapi, membaca awas ada copet yang bukan orang Thailan, lalu masuk… di dalam ada pemandangan menakjubkan, patung ukuran tinggi lebih dari 15 meter, panjang lebih dari 45 meter warna dominan emas, dengan suara khas… koin sen bath di lempar ke loyang persembahan yang jumlahnya lebih dari 45 buah.</p>
<p>Kebanyakan orang masuk, berdecak kagum lalu berfoto, mengamati hal ini, terlintas apa yang sebenarnya ada dalam pikiran mereka….. Ya tentu, ini apa maksudnya, bagaimana membuatnya, untuk apa, siapa yang merancang, kapan dibangun dan lain-lainnya…. Pertanyaan paling menarik, mengapa…. Dan jawabannya ada pada kedua telapak kaki patung itu yang ukuran telapak kaki itu saja tingginya hampir 8 Meter dengan panjang hampir 10 meter.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Bangunan besar dibangun sangat besar,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Bukan untuk menunjukkan kebesaran manusia,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Namun untuk menunjukkan bahwa manusia itu besar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di telapak kaki itu diukir kotak-kotak seukuran halaman buku, dan dalam setiap kotak itu menceritakan sejarah Sang Budha, layaknya ukiran relief di seluruh Candi Borobudhur. Beda hebatnya, ukiran ini dibuat dari kulit mutiara ditanam dalam batu hitam yang sangat keras…. Secara teknologi ini tantangan luar biasa saat membangunnya… gambar ukiran kulit mutiara dalam batu keras ini mengarahkan kita pada apa makna semua hal yang ada dalam bangunan berisi Patung Budha tertinggi di dunia ini…..</p>
<p>Mengelilingi Patung ini, yang ada hanyalah decak kagum dan entah karena apa langsung ikut berdoa dalam hati, tentu saya secara agama saya… Maha Besar Allah!</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Manusia meninggalkan peradaban.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Bahwa manusia adalah makhluk mulia.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ya saat apapun pikiran memikirkan sebuah gagasan, ia menjadi penggerak diri, pemandu ke arah terwujudnya tujuan itu…. Pikiran yang penuh cita-citalah motivator diri setiap orang, yang tergerak termotivasi ke arah hanya terwujudnya buah pikira sebagai cita-cita itu…. NLP memang mengarahkan…</p>
<p>Salam selalu sehat dan makin sukses,</p>
<p>Surabaya, 19 Oktober 2011,</p>
<p>saat hari pertama Quantum TranceMOTIVATOR Batch 3 di Hotel Narita.</p>
<p><strong>Istoto</strong> – Peserta tertua Thai-Quantum TranceFORMATION.</p>
<p>Info: Training for Trainer</p>
<p><strong>“Quantum TranceMOTIVATOR #4”</strong></p>
<p>Hotel Grage, Jogja, 3-4 Desember 2011</p>
<p>&nbsp;</p>
<p> Viewed 11604 times by 3214 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/11/23/thai-quantum-14-nlp-itu-mengarahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dasar, Sapi elo!</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/11/08/dasar-sapi/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/11/08/dasar-sapi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 07:37:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=884</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pengorbanan untuk hidup yg lebih cerah… Untuk sesama lebih berakhlak… Tidak akan pernah sia-sia&#8230; Saat dilakukan dengan ikhlas total Untuk sang pemilik alam… Allah sang Maha Akbar&#8230; Jakarta, 6 November 2011 Krishnamurti www.MindsetMotivator.com Syair ini (bila boleh disebut syair) &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/11/08/dasar-sapi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address style="text-align: center;"><strong>Sebuah pengorbanan untuk hidup yg lebih cerah…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Untuk sesama lebih berakhlak… Tidak akan pernah sia-sia&#8230;<br />
</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat dilakukan dengan ikhlas total</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Untuk sang pemilik alam… Allah sang Maha Akbar&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;">Jakarta, 6 November 2011</address>
<address style="text-align: center;">Krishnamurti www.MindsetMotivator.com<span id="more-884"></span></address>
<p>Syair ini (bila boleh disebut syair) muncul begitu saja, saat saya mencoba “mengolah rasa” saya setelah membaca beberapa artikel hebat dari para penulis di Kompas, 5 November 2011 tentang cerita dan makna berkorban.</p>
<p>Lalu, saya mulai memainkan jempol saya di Black Berry untuk menuangkan ide-ide yang muncul dalam benak saya, baik yang <em>“bener”</em> maupun yang <em>“gak bener”</em> he he he…. Ke akun twitter saya <strong>@AndaHebat</strong></p>
<p><strong>Berkorban untuk Antri</strong></p>
<p>Salah satu ide sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata sehari-hari yang saya ketak-ketik di akun twitter bernomor sbb:</p>
<p align="center"><strong>1. Pengorbanan dapat dimulai dari hal kecil: </strong></p>
<p align="center"><strong>ANTRI sesuai ANTRIAN di tempat MENGANTRI&#8230;</strong></p>
<p align="center">2. ANTRI memang butuh PENGORBANAN diri</p>
<p align="center">untuk sabar, untuk tenang, untuk IKHLAS</p>
<p align="center">mengantri demi kepentingan bersama&#8230;</p>
<p align="center"><strong>3. Mobil mewah yang saling serobot di pintu bayar tol,</strong></p>
<p align="center"><strong>seperti org kaya bermental sopir mikrolet (Ha ha ha Words)</strong></p>
<p align="center">4. Pada hal ANTRI yang RAPI itu</p>
<p align="center">seperti PUTRI yang sedang MENARI Sufi&#8230;</p>
<p align="center">(Bidadari Words)</p>
<p align="center"><strong>5. Saat TERTIB ANTRI </strong></p>
<p align="center"><strong>kita mengikuti aturan yg mengatur, </strong></p>
<p align="center"><strong>sehingga hiduppun teratur. </strong></p>
<p align="center"><strong>Itulah manfaat sebuah pengorbanan kecil&#8230;</strong></p>
<p align="center">6. Mengapa di negara yang beragama ini,</p>
<p align="center">masih banyak manusia yang rela meng-KORBAN-kan manusia lainnya</p>
<p align="center">untuk memperkaya diri (KORUPTOR)?</p>
<p align="center"><strong>7. Semoga manusia bisa belajar dari Kambing yang rela jadi KURBAN, </strong></p>
<p align="center"><strong>namun tetap saja di KAMBING HITAM-kan </strong></p>
<p align="center"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></p>
<p align="center">8. Jaman Edan! Sekarang bila ada yang mau meng-KORBAN-kan DIRI</p>
<p align="center">utk kepentingan umum, malah ditertawakan</p>
<p align="center">&#8220;Sok pahlawan elo&#8221;</p>
<p align="center"><strong>9. Jika hewan dikorbankan agar manusia menjadi mulia,</strong></p>
<p align="center"><strong>seharusnya pula manusia saling berkorban untuk kemuliaan Allah</strong></p>
<p align="center"><strong>(Bidadari Words)</strong></p>
<p align="center">10. Berkorban membuat derajat manusia lebih mulia dari sapi &amp; kambing,</p>
<p align="center">bukan sebaliknya. Karena hanya manusia yang bisa berkorban.</p>
<p align="center"><strong>11. Mari mulai berkorban untuk sesama manusia,</strong></p>
<p align="center"><strong>dengan lakukan hal kecil aja yakni TERTIB ANTRI dg SENYUM&#8230;</strong></p>
<p align="center">12. Jangan sampai hewan korban diganti bebek,</p>
<p align="center">agar manusia bisa belajar ANTRI dengan RAPI</p>
<p align="center">(Wek Wek Wek Words)</p>
<p align="center"><strong>13. Resiko Berkorban, ya paling dimaki:</strong></p>
<p align="center"><strong>“Dasar, Sapi elo!’ atau “Eh, Kambing!!!”</strong></p>
<p align="center"><strong>Gak apa-apa karena Sapi dan Kambing memang untuk korban</strong></p>
<p align="center"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></p>
<p>Demikian sekilas tulisan saya tentang berkorban dan pengorbanan, semoga bisa jadi inspirasi yang segar, yang bisa dinikmati dengan secangkir kopi panas dan getuk…</p>
<p>Jogjakarta, 8 November 2011 di Angon Mas Istoto…</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong>, yang masih sangat kurang dalam berkorban untuk kepentingan orang banyak… Maafkan yooo&#8230;</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Seminar Umum:</strong></span><br />
1. Manado, 12 Nov&#8217;11<br />
2. Jkt Oriflame, 13 Nov&#8217;11<br />
3. Sby Neo NLP, 19-20 Nov&#8217;11<br />
4. Jogja TranceMOTIVATOR, 3-4 Des&#8217;11</p>
<p><strong>Anda harus lebih baik dari saya…</strong></p>
<p> Viewed 13556 times by 3603 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/11/08/dasar-sapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thai-Quantum #13 NLP itu Mempercepat</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/11/08/thai-quantum-13-nlp-itu-mempercepat/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/11/08/thai-quantum-13-nlp-itu-mempercepat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 06:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=882</guid>
		<description><![CDATA[Apasih yang tidak bisa dilakukan kalau sudah tahu caranya, dan seberapa cepat cara tepat itu mempercepat sukses Anda. Bahkan belajarpun dilakukan saat tidur, karena tidur itu bagian dari trance. (Oleh Istoto Suharyoto) Sungkan dan malu hanya tinggal digeser, lalu maju. &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/11/08/thai-quantum-13-nlp-itu-mempercepat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<ul>
<li><strong><em>Apasih yang tidak bisa dilakukan kalau sudah tahu caranya, dan seberapa cepat cara tepat itu mempercepat sukses Anda.</em></strong></li>
</ul>
<ul>
<li><strong><em>Bahkan belajarpun dilakukan saat tidur, karena tidur itu bagian dari trance. </em></strong></li>
</ul>
<p><strong><em>(Oleh Istoto Suharyoto)<span id="more-882"></span></em></strong></p>
<p><strong>Sungkan dan malu hanya tinggal digeser, lalu maju.</strong></p>
<p>Sepulang dari meditasi berjalan, semua peserta segera mengantre untuk segarkan diri, seorang peserta nyeletuk, hehehe kalau rumah besar begini dengan jumlah angota keluarga kayak Thai-Quantum ini, dan jumlah kamar mandinya cuma dua, ini benar-benar pelajaran berdisiplin dalam bersaudara ya… hahaha bisa saja bapak itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Belajar berkorban dapat dimulai dari rumah. </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Mengutamakan kepentingan orang banyak, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>ternyata membuat mudah tidur nyenyak.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Di halaman rumah penginapan yang lantainya sudah di semen dan nampaknya biasa dimanfaatkan untuk bermain basket ini, sudah diatur meja perjamuan makan malam dengan menu khas Thai, meja dibuat memanjang, sepanjang 10 meter lebih. Sampai di sini Anda tinggal bayangkan menu masakan enak yang belum pernah Anda makan, asyik kan hehehe…. Iya menunya memang segar, sedap dan unik.</p>
<p>Lebih uniknya lagi, kali ini ada panggung yang sudah disiapkan untuk pentas, di panggung sudah diatur perangkat komputer karoke dan alat musik tradisional bahkan bahkan para pemain pun sudah memainkan musiknya, seorang penyanyi dengan nada dan cengkok khas Thai menyanyikan lagu-lagu berbahasa Thai.</p>
<p>Satu persatu peserta Thai-Quantum berdatangan menuju ke lokasi dan menempati kursi mengelilingi meja makan, dan langsung menikmati hidangan santap malam. Sementara penyanyi bergantian terus menyanyikan lagu berganti lagu. Setelah kursi-kursi mengelilingi meja makan nyaris penuh, itu artinya semua peserta sudah hampir terkumpul semua, musik terus berbunyi dan kali ini selain ada penyanyi yang menyanyikan lagu, ada empat wanita berpakaian sederhana dengan selendang di pundaknya mulai keluar menarikan tarian ritmis, mereka membuat barisan dan melingkar, dengan gerakan tertentu yang khas. Dua wanita paruh baya dan dua gadis remaja rancak menari menggerakkan kaki maju dan mundur, sambil tangan bergoyang melambai sepintas mudah untuk dicerna indah dalam angan dan rasa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Memilih jadi penonton berarti Anda yang bertepuk tangan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Memilih jadi penari berarti Anda yang ditepuki penonton.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong> </strong></address>
<p>Setelah selesai makan, Mas Krishna mengatakan,<strong> <em>“Acara kita sekarang menari.., kuasai tarian mereka sekarang juga…”</em></strong> dan Mas Krishna langsung masuk barisan menirukan tarian para perempuan itu, awalnya agak kagok, namun dalam hitungan tak sampai sepuluh langkah sudah selaras, keselarasannya jadikan Mas Krishna tampak sangat menikmati tarian itu. Sebagian besar peserta masih menikmati makan malam.</p>
<p>Kemudian menyusul Rama Ari, tidak di barisan tetapi mendampingi salah seorang penari, ia menirukan gerakan tarian itu, ya seperti mas Krishna, tak lebih sepuluh gerakan juga sudah nyaman menikmati tarian itu. Para wanita yang menari wajahnya menjadi nampak lebih bahagia ada dua pria ikut menari.</p>
<p>Musik terus bertalu, dan beberapa peserta baik laki dan perempuan mulai ikut menari, arena menari penuh, beberapa asal saja bergerak, beberapa yang lain menirukan tarian mengikuti jejak Mas Krishna dan Rama Ari, demikian juga saya. Ya nyaman seperti mengikuti langkah sang Banthe saat Pindapatta, begitu pula saya lakukan gerakan tarian malam itu. Anda bisa bayangkan, membuang rasa malu, singkirkan ragu dan canggung, buat pikiran kosong dan lihat baik-baik tarian perempuan di dekat Anda, lalu ikuti semua gerakannya… dan seiramalah segala geraknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Menarilah seperti anak kecil menari.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Tanpa malu, tanpa ragu, tanpa takut. Melenggok saja&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Menari membuat sehat raga &amp; batin manusia&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Ya saat sungkan dan malu meliputi diri, maka belajarpun tak tentu maju. Kalau sungkan dan malu digeser dulu, buat diri tak ragu dan hanya lakukan saja yang perlu, seperti apa yang dilihat, didengar, lalu rasakan maka mengalirlah ilmu baru, memodel secepat waktu, jadikan diri maju tanpa ragu. Ya malam itu kembali peserta diingatkan pada percepatan belajar dengan <em>know-nothing state</em> yang sudah sering dilakukan. Maka belajar pun menjadi dipercepat. Kalau tahu caranya apa sih yang tidak bisa dilakukan…. Bahkan belajarpun jadi lebih kilat.. ya NLP itu mempercepat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Makin cepat Anda belajar, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>makin cepat pula kebodohan diatasi…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>Demikianlah, bahkan setelah itu, menjadi semakin asyik manakala Mas Krishna dan beberapa orang peserta juga memegang beberapa benda yang menjadi bagian alat musik, memainkannya sambil menari. Tarian dilanjutkan banyak peserta sudah hafal dengan gerakan yang makin indah, sampai menjelang pukul 22.00 baru berakhir, diakhiri dengan kalimat <em>“Kop pun mai, kaap….”</em> Sambil membungkuk dan meletakkan telapak tangan di dada, senyum melekat dibibir saling berpamitan menyampaikan salam hormat dan terimakasih.</p>
<p>Tanpa sungkan saya melepas kaos kebesaran peserta “Oiiii Kamu Pasti Bisa…!!!” berwarna merah jatah buat peserta, yang sudah basah oleh kereingat dan saya sodorkan kepada pemain musik seorang laki-laki yang masih remaja. Perasaan awal ragu-ragu, apakah mereka tersinggung atau tidak menerima kaos bekas pakai…. Ragu disingkirkan, disodorkan saja, yang disodori semula tak mengerti maksudnya, saat ia mengerti bahkan kendaraan yang membawanya bergerak berangkat maju, ia segera menangkap lemparan kaos merah basah keringat itu dengan  senyum terimakasih. Lagi, singkirkan sungkan dan ragu, cepatlah maju, ya… NLP itu mempercepat…</p>
<p><strong>Menikmati Tidur bersama dalam parti besar yang sudah lama tidak dirasakan.</strong></p>
<p>Terakhir tidur di barak tahun 1975, saat masih tinggal di sebuah wisma, asrama pelajar di sebuah kota kecil Namlea, waktu itu masih SMP. Kini, 36 tahun kemudian, terjadi lagi, di Thailan bersama para orang hebat peserta Thai-Quantum. Ada yang mandi lagi, ada yang langsung ambil posisi tidur, ada pula yang berjibaku getol melanjutkan belajar sulap dari Ari-san.Yang tidur ya tidur, yang belajar ya belajar. Kebersamaan luar biasa, dalam tidur pun belajar, belajar bertoleransi tanpa merasa terganggu dengan keadaan, luar biasa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Kebersamaan tidak harus bersama-sama.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Namun, bersama-sama dapat membangun kebersamaan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Saat yang tidur bermimpi tentang penemuan dan pelajaran hari itu, yang main sulap belajar berbagai trik sangat seru, pejuang-pejuang muda dunia <em>magician</em> dalam Thai-Quantum kali itu adalah Pak Abu, Ferdy, Krishna kecil, dan beberapa orang lain didampingi dengan penuh semangat oleh Rama Ari, mulai dari prediksi, forcing, teknik, dll… luar biasanya, tidak sekedar sulap, tetapi pesan apa di balik sulap itu mereka diskusikan.</p>
<p>Sambil tidur di teras beralas spon sejenis dengan alas tidur semalam di penginapan pinggir kali, saya mendengarkan mereka belajar sulap (karena saya juga praktisi sulap), sampai akhirnya saya tidur. Tidur bahkan saat mereka sudah bangun subuh paginya, atau entah mereka tidur atau tidak, meraka sebagian duduk di kursi di atas kepala saya di mana saya tidur di teras itu, ya beberapa orang duduk berdiskusi seru, saya hanya membuka mata sesaat, lalu tidur lagi, bahkan mendengkur keras sekali kata beberapa teman hehehe… bagaimana tidak, sambil tidur didongengi refleksi pagi Mas Krishna dan kawan-kawan yang sudah diskusi pagi, asyik kan, belajar sambil tidur mendengkur…. Pelajaran tidur kali ini mempercepat keakraban antar peserta sebagai saudara, ya kini setelah sekian waktu berlalu, rasa persaudaraan itu terus masih ada dan bahkan semakin merindu hehehe lebai banget….iya dong, kan persaudaraannya sudah dipercepat dengan cara tidur seperti ini, ya NLP itu mempercepat saja…</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Bertukar pikiran tidak akan membuat pikiran Anda tertukar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Karena saat diserap dengan sungguh, malah meresap sendiri.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Sambil terus membayangkan bagaimana mempercepat cara belajar gunakan panca indera, rekam gambarnya, rekam suaranya dan rekam rasanya, maka pikiran bebas filter setelah rileks dilakukan saat mulai, buat diri Anda semakin cepat belajar banyak hal, singkirkan sungkan dan ragumu, maju, maju dan teruslah lebih cepat maju.</p>
<p>Selamat menari, Anda punya tarian indah wujudkan cita-cita dengan lebih cepat, secepat bawah sadar Anda bantu Anda sukses selama ini.<br />
Salam selalu sehat dan makin sukses</p>
<p>Jakarta Penghujung hari 16 September 2011</p>
<p><strong>Istoto</strong> – Peserta tertua Thai-Quantum</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Seminar Umum:</span></strong><br />
1. Manado, 12 Nov&#8217;11<br />
2. Jkt Oriflame, 13 Nov&#8217;11<br />
3. Sby Neo NLP, 19-20 Nov&#8217;11<br />
4. Jogja TranceMOTIVATOR, 3-4 Des&#8217;11</p>
<p>Anda harus lebih baik dari saya&#8230;</p>
<p> Viewed 13205 times by 3501 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/11/08/thai-quantum-13-nlp-itu-mempercepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thai-Quantum #12 NLP itu Mengoptimalkan</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/10/06/thai-quantum-12-nlp-itu-mengoptimalkan/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/10/06/thai-quantum-12-nlp-itu-mengoptimalkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 23:14:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=865</guid>
		<description><![CDATA[Thai-Quantum #12 NLP itu Mengoptimalkan ·        Saat menu makanan sudah tersaji, tugas anda memilih dan memutuskan makan makanan yang mana bukan? ·        Banyak jalan menuju tujuan, kalau tau tujuan dan jalannya (Oleh Istoto Suharyoto) Santap siang ke dua Setelah semua &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/10/06/thai-quantum-12-nlp-itu-mengoptimalkan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong><a href="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/10/Amphawa10.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-866" title="Amphawa10" src="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/10/Amphawa10-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Thai-Quantum #12 NLP itu Mengoptimalkan</strong></p>
<ul>
<li><em>·</em><em>        </em><em>Saat menu makanan sudah tersaji, tugas anda memilih dan memutuskan makan makanan yang mana bukan?</em>
<ul>
<li><em>·</em><em>        </em><strong><em>Banyak jalan menuju tujuan, kalau tau tujuan dan jalannya (Oleh Istoto Suharyoto)<span id="more-865"></span></em></strong></li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><strong>Santap siang ke dua</strong></p>
<p>Setelah semua peserta dari semua kelompok keluar dari medan belanja di pasar tradisional maeklong, dan berkumpul dibawah pohon rindang di pinggir lapangan parkir, semua peserta kemudian menuju bus, dan setelah door close check bar, bus melaju ke penginapan hari itu.</p>
<p>Penginapan kali ini juga istimewa, selain di pinggir jalan utama, berlokasi di desa, memiliki halaman luas, berbentuk rumah panggung. Di bawah adalah tempat kegiatan, makan dan aktifitas lainnya termasuk kegiatan seorang seniman keramik terkenal, dimana Presiden RI Megawati pun pernah memesan kepadanya, karena halus, unik dan teliti. Sementara di atas, kamar tidur hanya ada 2 kamar besar, dan semua peserta tidur bersama di kamar itu nanti malam. Ternyata rumah ini adalah representasi rumah tradisional Thailan, sebagian besar bahan bangunan rumah panggung ini terbuat dari kayu.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat hati sudah sama, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>maka selanjutnya adalah kebersamaan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Setelah semua keluar dari bus, tibalah saat semua barang belanjaan di audit oleh sang Juri yaitu Romo Budi, Mr. Thanu dan Mas Krishna. Hasilnya boleh punya.. Ok banged, semua lolos, bahkan uangnya pun masih tersisa.</p>
<p>Belanjaan belut hidup dilepas dikolam, sementara buah langsung disajikan, sedangkan ikan, tahu mentah, telor dan sayuran dimasak. Saat semua siap disajikan, maka acara makan siang (ini makan siang kedua bagi kelompok saya) pada pukul 15.00 dimulai. Walau pemilik rumah sudah menyiapkan sajian ikan air tawar goreng menggiurkan, ternyata karena nikmatnya, masakan hasil belanjaanlah yang ludes termakan termasuk ikan kembung kenamaan dari Maeklong.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Sesuatu yang diperjuangkan, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>akan memiliki nilai juang. </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Saat menu makanan sudah tersaji, tugas anda memilih dan memutuskan makan makanan yang mana&#8230;. Sehingga kalau ahirnya tubuh Anda menjadi kelebihan berat badan bukanlah karena koki, penyaji, atau makanannya. Andalah yang memutuskan makan&#8230; Jadi makan bisa optimal alias seperlunya, sehingga tubuh tidak kelebihan menerima sisa makanan yang akhirnya disimpan dalam lemak. Makan seperlunya, dinikmati penuh syukur sambil sadari banyak orang lain tidak bisa makan saat Anda sedang makan, maka makan Anda jadi jauh lebih optimal nikmatnya. NLP memang mengoptimalkan..</p>
<p><strong>Fleksibel Itu Mengutungkan</strong></p>
<p>Setelah makan beberapa peserta ada yang menikmati sejuknya tidur langsung beralas kayu di lantai atas, beberapa menikmati makanan dan buah. Peserta remaja bermain seakan tidak punya rasa lelah, sementara saya belajar melukis di keramik. Hasil karya seniman keramik ini memang luar biasa mengagumkan, berbentuk cangkir, mug, cawan, teko, guci dan lainnya, semua dilukis tangan secara manual dan hanya dibuat satu buah setiap bendanya. Setelah dilukis, diberi warna, keramik dioven dalam panas 750-800 derajat Celsius selama lebih dari 10 jam. <em>Elok tenan</em>.. Optimal banged..</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Sebuah benda yang biasa akan menjadi luar biasa,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>di tangan seseorang yang bisa memberi nilai tambah tinggi.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Waktu menunjukkan pukul 16.00 peserta diminta berkumpul dan memasuki bus, kemudian diajak ke sebuah tempat, yaitu sebuah vihara. Setelah melalui perjalanan selama 30 menit, sampailah di sebuah kompleks vihara, ada rumah besar yang nampaknya adalah semacam sekolah atau pusat pendidikan bagi para Bante.</p>
<p>Lokasi ini terletak dipinggir sungai besar. Sambil menunggu para pemandu acara memastikan apakah sore ini peserta diijinkan memodel bagaimana meditasi seorang Bante di vihara ini, peserta ada yang menikmati pemandangan sungai sambil berfoto, beberapa yang lain berdoa di Vihara yang cukup ramai dikunjungi banyak orang untuk berdoa sore itu.</p>
<p>Setelah mendapat kabar bahwa Bante sudah terlanjur ada acara lain, maka acara diubah, semua peserta di ajak ke salah satu vihara yang ada di komplek itu. Vihara ini sepi, dari informasi, hanya digunakan untuk mentahbiskan para Banthe baru. Seperti Vihara lain, selain bangunanya megah, memiliki halaman dengan tanda-tanda semacam tugu batas pembeda golongan mana bisa masuk ke wilayah itu. Karena hari itu Vihara tdk digunakan, maka sepi, sehingga saat semua peserta masuk ke komplek itu suasana menjadi hening.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Orang yang siap berubah, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>akan membuat situasi susah jadi mudah… </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Karena meditasi di ruangan bersama Bante tidak bisa terlaksana, maka mari sekarang kita berlatih meditasi di sini, demikian Mas Krishna mengarahkan peserta saat sudah berdiri berbaris.</p>
<ul>
<li><strong></strong><strong> </strong><strong>Silakan masing-masing pribadi masuk dalam suasa hening.</strong><strong></strong></li>
<li>Buat diri Anda rileks, jika sudah siap, berjalanlah mengitari vihara.</li>
<li><strong>Berjalanlah dengan langkah yang paaaling laambaaat yang Anda bisa lakukan.</strong><strong></strong></li>
<li>Sambil membuat langkah, rasakan seluruh otot anda, seluruh syaraf Anda.</li>
<li><strong></strong><strong>Sadari bahwa otot-otot di tubuh Anda itu selama ini sudah bekerja tanpa Anda sadari, sekarang saatnya Anda berterimakasih kepada mereka para otot yang ada di tubuh Anda.</strong></li>
<li>Rasakan dan temukan makna apa saja selama dalam perjalanan Anda nanti.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Untuk menang lomba dengan orang lain, hanya diperlukan sedikit waktu.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Namun, untuk mengalahkan diri sendiri, diperlukan waktu seumur hidup.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong> </strong></address>
<p>Begitulah, saat peserta merasa siap mereka berjalan. Kali ini berjalan berlomba menjadi yang paling pelan atau lambat. Saat Anda melakukan hal seperti itu, sambil melakukan pengaturan irama nafas perut sesuai gerakan langkah Anda yang begitu pelan, maka anda sebenarnya sedang melakukan dasar gerakan Thai Chi. Saya jadi teringat bagaimana saat SMP sehari minimal 2 jam saya melakukan hal ini selama 3 Tahun. Maka begitu memulai saya langsung trance, seperti Anda juga dapat demikian.</p>
<p>Saya mengambil state diri khusuk, langsung dapat. Mulai melangkah dan benar, informasi dalam tubuh langsung terkoordinir seperti saat dulu tubuh dan pikiran ini sudah hafal melakukannya saat SMP. Selangkah demi selangkah, saat panjang Vihara yang kira-kira 60 meter itu dapat tiga per empatnya, badan ini terasa limbung, karena perasaan tak dapat menahan betapa bersyukurnya diri atas hidup ini dengan berbagai pengalaman indahnya selama ini.. Tersungkur, kemudian berusaha bangkit dan melanjutkan lagi sampai berakhir di tempat berangkat.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Mengamati diri sendiri memerlukan kejujuran.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Dan, saat kita jujur dengan diri sendiri.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Anehnya, badan malah jadi lebih sehat.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Sambil menanti yang lain, saya tetap dalam hening penuh syukur, beberapa diam merenung, Rama Ari melakukan kebiasaan meditasinya dengan <em>kopstand</em>, kepala di bawah kaki diatas, dan beberapa yang lain mengabadikan diri dengan berfoto sambil menikmati nyamannya suasana petang itu. Melakukan meditasi sambil berjalan ingatkan kita pada betapa sempurnanya anugerah hidup ini. Apalagi dioptimalkan dengan cara-cara khusus, sehingga apa yang di dapat menjadi kepenuhan diri ya optimalisasi diri, bersyukur secara optimal.</p>
<p>Tak jadi meditasi di ruangan, jadinya meditasi sambil jalan, fleksibel, seperti sudah sering saya katakan, itu sangat menguntungkan. Apalagi kalau hasilnya optimal.. Ya NLP itu mengoptimalkan hasil.</p>
<p><strong>Temukan saja caranya, karena ternyata ada banyak jalan wujudkan tujuan dan setiap cita-cita hidup Anda (Istoto Words).</strong><strong></strong></p>
<p>Salam selalu sehat dan makin sukses</p>
<p>Dalam Pesawat Batavia Malang-Cengkareng, 16 September 2011</p>
<p><strong>Istoto</strong> &#8211; Peserta tertua Thai-Quantum</p>
<p>NB: Artikel ini di posting di Macau, 7 Oktober 2011 di hari Pertama Pelatihan “<strong>Quantum TranceCASINO</strong>” – ternyata:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Org jadi susah maju krn banyak mikir &amp; kikir utk majukan pikirannya </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p>Pelatihan selanjutnya: <strong>Quantum TranceThailand</strong>, 4-8 November 2011 (info lebih detail, ada di web ini. Mau ikut? SMS ke 0816 134 8912)</p>
<p> Viewed 16655 times by 4245 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/10/06/thai-quantum-12-nlp-itu-mengoptimalkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thai-Quantum #11 NLP itu Menyedapkan</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/09/20/thai-quantum-11-nlp-itu-menyedapkan/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/09/20/thai-quantum-11-nlp-itu-menyedapkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 05:45:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=840</guid>
		<description><![CDATA[Kalau cita-cita dibuat dan harus dicapai, maka segera nampak berbagai cara sedap  sebagai jalan keluarnya (Oleh Istoto Suharyoto)   Tantangan Belanja Bahan Masak, bayangkan resiko jika bahan tak lengkap.. Saat-saat acara selanjutnya hendak dilakukan, artinya pagi itu semua peserta sudah &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/09/20/thai-quantum-11-nlp-itu-menyedapkan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address><strong><em><a href="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/09/Amphawa9.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-841" title="Amphawa9" src="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/09/Amphawa9-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Kalau cita-cita dibuat dan harus dicapai, </em></strong></address>
<address><strong><em>maka segera nampak berbagai cara sedap</em></strong></address>
<address><strong><em> </em></strong><strong><em>sebagai jalan keluarnya (Oleh Istoto Suharyoto)</em></strong></address>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tantangan Belanja Bahan Masak, bayangkan resiko jika bahan tak lengkap..<span id="more-840"></span></strong></p>
<p>Saat-saat acara selanjutnya hendak dilakukan, artinya pagi itu semua peserta sudah harus mengemas segala perlengkapannya dan siap berangkat. Sebelum meninggalkan penginapan nyaman di pinggir kali itu, peserta dengan seluruh perlengkapannya berkumpul di restoran. Nampaknya selama setelah sarapan pagi hingga jam 10 an ini ada rencana khusus buat peserta.</p>
<p>Setelah Mas Krishna, dan dua pemandu acara Rama Budi dan Mr. Thano sebelumnya sibuk dengan potongan kertas, baru ketahuan apa yang membuat pak Abu tadi di panggil. Rupanya beliau diminta mewakili semua teman-teman untuk menerima tugas bagi seluruh peserta siang itu.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Perlu terus ujian naik kelas </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>agar Anda tahu dimana kelas Anda.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tugas itu adalah, siang ini semua peserta harus belanja semua bahan keperluan untuk masak makan siang. Daftar belanjaan ada di kertas-kertas potongan, ditulis dengan aksara Thai. Karena waktu terbatas, maka belanja harus cepat, sehingga peserta harus di bagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok dipimpin salah satu dari peserta kelompok untuk belanja dari kertas yang berbeda. Setelah sibagi seperti membagi kartu remi, daftar belanjaan yang diterima masing-masing kelompok ada 20 lembar, berarti siang itu harus belanja 60 barang menggunakan uang 1.500 Bath, masing-masing kelompok membawa 500 bath. Wah serius nih&#8230;</p>
<p>Ditambahkan pesan, jika ada barang yang tidak terbeli, maka silakan dibayangkan bagaimana menu makan siang kalian&#8230; Hahaha asyik ya, saat pikiran kita dipicu dengan suatu tujuan, apalagi ditambah catatan, bahwa tujuan itu harus tercapai, dan diberi gambaran apa yang terjadi jika tidak, maka segera ia berpikir alternatif cara&#8230;</p>
<p><strong>Tenang saja&#8230;. </strong></p>
<p><strong>Berbagai teknik sukses kebanyakan dari referensi pikiran Anda..</strong></p>
<p>Setelah berjalan meninggalkan penginapan, peserta sudah dalam formasi team work untuk belanja dengan tulisan cacing hahaha&#8230; Masing-masing kelompok mulai menyusun strategi karena waktu belanja hanya tersedia kira-kira 90 menit. Ya, sudah demikian&#8230;.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Kita perlu menetapkan batas waktu, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>agar kita tidak buang-buang waktu.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sambil menunggu barang milik salah satu peserta di cek karena ketinggalan, semua peserta di bus mulai dengan tingkahnya sendiri-sendiri&#8230; Ada yang mempraktekan sulap hasil belajarnya semalam, ada yang minta dipukuli pakai alat pemijit hasil beli di Pasar Malam Ampahwa, ada yang kebetulan bawa kamus elektronik dan mulai menterjemahkan huruf cacing itu ke dalam bahasa Inggris&#8230; Suasana hari itu terasa semakin sedap saja&#8230;</p>
<p>Setiba di lokasi parkir, semua peserta langsung berkelompok menyerbu pasar. Kelompok pak Didi dengan kamus elektroniknya pede memasuki medan&#8230; Ada cerita menarik tentang kelompok ini&#8230; Kalau sempat baca tulisan Rama Ari, Gadis itu bernama Ann.</p>
<p>Kelompok Pak Abu tak terpantau karena kelompok saya sudah sibuk dengan strategi khusus.</p>
<p><strong>Solusi itu hanya cara tepat, </strong></p>
<p><strong>dan cara tepat seringkali muncul saat sudah melangkah (Istoto Words)</strong></p>
<p>Benar saja, dua anggota kelompok menuju ke Toilet, yang lain bersama saya mencari sebuah toko yang ada anak remajanya. Saat melewati trotoar Maeklong menuju pasar, ada toko arloji. Cik Hana dengan keibuannya masuk membawa daftar belanjaan dan bertanya, bolehkah kami dibantu terjemahkan daftar ini ke dalam bahasa Inggris&#8230;.</p>
<p>Hebatnya, 20 lembar kertas langsung terbagi kepada bapak, ibu, anak laki dan dua anak perempuan remaja yang ada di toko itu, yang dengan gembira sambil bersendagurau  mereka membantu kami memahami arti huruf-huruf cacing dalam kertas potongan, Adam dan Ferdy, dua anak muda ganteng ini tetap berdiri di trotoar bak detektif atau perampok, mengamati suasana luar toko.. ya&#8230; melindungi kami di dalam dari intipan kelompok lain hahaha&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat kita mau minta tolong,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Pasti saja ada yang menolong.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Dari 20 tulisan itu, semua ketemu terjemahannya dengan bahasa inggris kecuali satu yang digambarpun belum cukup jelas bagi kami. Setelah menyampaikan &#8220;Kop pun mai kap&#8230;&#8221; Kami berlalu&#8230;. Membagi dua daftar, bahan yang harus dibelanjakan ke toko dibawa Lynna dikawal seorang bodyguard Albert, sedang saya dan yang lain mengawal Cik Hanna masuk pasar.</p>
<p>Mulai belanja, lembar demi lembar&#8230; Setiap sampai pada kertas yang diterjemahkan dengan gambar, penjual menunjukkan arah ke kios mana kami harus membelinya, ternyata tutup. Demikian seterusnya, berkali-kali dari berbagai jurusan dan tempat, semua dengan ceria kami selalu ditunjukkan di satu tempat yang sama, kepenasaran kami meningkat apa sebenarnya barang ini &#8230;. Hahaha sedap&#8230; Setelah tanya kesana ke mari hampir 30 menit sambil menemukan dimana penjual kacang tanah&#8230; Akhirnya kami dapatkan informasi, bahwa barang itu tak lain adalah TAUGE!</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Taugepun menjadi sangat berguna, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>saat tahu bagaimana menggunakannya… </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara tauge tak bisa ditemukan, kami lanjutkan fokus menemukan kacang tanah yang nasibnya mirip, info yang didapat adalah, hari ini adalah hari Kacang, sehingga semua penjual kacang tanah tutup.. Nah lo&#8230; Padahal ada 2 lembar tertulis 20Bath dan 10Bath untuk beli kacang tanah&#8230;. Apa lacur, jam sudah menunjukkan tingkat lapar yang tinggi keputusan mencari makan dibuat sambil membeli salah satu belanjaan.. Nasi resep khusus Thai&#8230;</p>
<p>Tersebutlah Cik Lynna dan Cik Hana, melihat di resto itu ada tauge, mereka langsung menunjukan kertas bergambar tauge itu dan dijawab oleh penjualnya dengan gelengan kepala&#8230;. Hehehe mana mungkin orang di restoran taugenya dibeli sekilo, bakalan abis kan&#8230;.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Hidup ini kadang ada uang, tak ada barang.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Juga kadang, ada barang, tak ada uang.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Itulah indahnya kehidupan, bukan?</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akhirnya, setelah meminta sisa lalapan tauge tamu lain yang tidak dimakan hendak di beli Cik Hana, pemilik resto luruh juga, dia bilang boleh beli taugenya 5 bath saja.. Alhamdulillah&#8230; PR tinggal beli kacang&#8230; Dengan pertimbangan tidak makan kacang rebus nggak soal, kami putuskan untuk kembali ke bus, karena waktu habis&#8230;</p>
<p>Nah dalam perjalanan ke bus ini kami temukan ada penjual kacang&#8230; Namun tutup, benar-benar pasrah&#8230; Ternyata kepasrahan juga adalah solusi.. Sedap&#8230;.. Pas di tikungan masuk lokasi parkir, ada penjual kacang tanah rebus yang tetap jualan&#8230;.. Selesalah sudah tepat pada waktu dan tempatnya&#8230;.</p>
<p>Kalau tujuan sudah diserahkan pikiran maka segala sumber daya bekerja dengan otomatis buat sukses saja&#8230; Segala bantuan, keramahan, kesediaan, keiklasan orang Maeklong ditambah segala usaha serius membuahkan hasil yang sedaap&#8230; Membayangkan sedapnya makan siang (yang masih harus masak dulu) dari segala belanjaan ini&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat ada kemauan, pasti ada jalan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Bila belum ketemu jalan, buatlah jalan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Dalam peristiwa ini, tujuan begitu baik terracik. 5W+1H; apa, kapan, bagaimana, siapa, dimana, berapa dan mengapa semua jelas dalam jejak neurologis&#8230; Diperjelas gambar, suara dan rasa suksesnya.. Maka usaha menjadi mantab optimalkan sumberdaya yang ada jadikan sukses lancar dan mudah dicapai dengan nikmat dan gembira&#8230;. NLP memang menyedapkan capai tujuan..</p>
<p>Salam selalu sehat dan makin sukses</p>
<p>Abdul Rahman Saleh Malang, 16 September 2011</p>
<p><strong>Istoto</strong> &#8211; Peserta tertua Thai-Quantum</p>
<p>NB:</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Seorg Pembicara dibayar mahal,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>bukan karena punya ilmu yang hebat.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Tapi karena ilmu bicaranya hebat&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<h6></h6>
<h3 align="center"><strong>Quantum TranceMOTIVATOR</strong></h3>
<h3 align="center">Jakarta 27-28 September 2011</h3>
<p align="center">Hotel Ciputra &#8211; Jam: 09:00-17:00</p>
<p align="center">Investasi @ Rp. 1.5 juta/orang.</p>
<p align="center">Info rinci ada di halaman Web ini.</p>
<p align="center">Sampai jumpa, <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p> Viewed 18794 times by 4745 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/09/20/thai-quantum-11-nlp-itu-menyedapkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thai-Quantum #10 NLP itu Menyegarkan</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/09/14/thai-quantum-10-nlp-itu-menyegarkan/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/09/14/thai-quantum-10-nlp-itu-menyegarkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 15:24:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=836</guid>
		<description><![CDATA[Saat pikiran sudah memiliki jalur pikir tertentu, keluar dari jalur itu merupakan keputusan baru yang dapat saja buat diri Anda lebih berdaya. Dunia menjadi “tidak enak” lebih karena Anda memutuskan “Dunia memang enggak enak”  (Oleh Istoto Suharyoto) Karena biasa tidur &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/09/14/thai-quantum-10-nlp-itu-menyegarkan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><em><a href="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/09/Amphawa8.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-837" title="Amphawa8" src="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/09/Amphawa8-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Saat pikiran sudah memiliki jalur pikir tertentu, keluar dari jalur itu merupakan keputusan baru yang dapat saja buat diri Anda lebih berdaya.</em><em></em></p>
<p><strong><em>Dunia menjadi “tidak enak” lebih karena Anda memutuskan “Dunia memang enggak enak”</em></strong><em>  (Oleh Istoto Suharyoto)<span id="more-836"></span></em></p>
<p><strong>Karena biasa tidur di kasur empuk, </strong></p>
<p><strong>menemukan kasur keras memutuskan “pasti nggak nyaman”…</strong></p>
<p>Sepulang dari pasar apung Amphawa, beberapa orang merasa kekenyangan, ada yang kenyang sungguhan karena mengumbar kesukaan kuliner, ada yang kekenyangan ide ada pula yang kekenyangan mata alias puas menyaksikan berbagai kegiatan yang menyegarkan di pasar apung Amphawa.</p>
<p>Begitu bus sampai di tempat, di mana tidak lagi dapat masuk lebih dalam,  setelah mendapat pengumuman <em>“Besuk semua ngumpul di dermaga pinggir kali jam 06.00…. kita sarapan jiwa….” </em>Disampaikan langung oleh Mas Krishna, peserta turun dari bus, dan melanjutkan jalan kaki ke penginapan di tepian sungai, ada yang sampainya 10 menit, ada yang 20 menit setelah turun dari bus, tergantung besaran langkah masing-masing atau keasyikan <em>sharing</em> pelajaran apa yang mereka telah dapatkan dari pelajaran malam ini atau sekedar cerita tentang sudah ketemu ini, sudah ketemu itu, sudah dapat kartu namanya, sudah ketemu sopir keren dll hahaha…. Secara otomatis begitu saja, menyegarkan pikiran…..</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Dari guru, kita dapat pelajaran.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Dari pengalaman, kita dapat guru.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Hebatnya, sesampai di penginapan, tidak semua peserta langsung menuju kamar dan istirahat. Beberapa masih duduk di resto, ada yang minum kopi dan snack malam, beberapa yang lain dengan semangat jibaku belajar dan menimba ilmu sulap dari Rama Ari Wijaya bahkan sampai menjelang pagi, <em>“Gambate Gozaimasu, Ari-san”</em>. Tentu beberapa yang lain masuk kamar, istirahat dan tidur….</p>
<p>Saat pagi tiba, beberapa peserta mulai keluar mulai duduk di resto sebelum menuju dermaga pinggir kali untuk sarapan jiwa…. (Penasaran kan dengan sarapan jiwa…. Iya, nanti Anda pasti tahu, bahkan dapat melakukannya dan sangat berguna bagi hidup dan jiwa Anda….), ada perbincangan menarik. Pak Didi, peserta dengan postur tubuh yang cukup maxi yang sekamar dengan saya dan Ari-san, nyeletuk; <em>“Tempat tidurnya keras banged waktu kemarin sempat duduk…. Eh, setelah bangun pagi ini, walau tidur tidak terlalu lama, tetapi perasaan kok nyaman banged ya di seluruh tubuh ini….”</em>, demikian berkembang, Pak Didi mendapat peng-iyaan dari beberapa peserta lain yang sudah ada.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Seorang yang pandai adalah</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>seseorang yang bisa dengan cepat</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>membuat sesuatu yang keras menjadi lembut…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong> </strong></address>
<p>Saat pikiran kita mengakses informasi yang sudah ada dalam pikiran untuk memberi makna pengalaman baru, maka makna itu tergantung pada pikiran Anda sendiri. Saat menyentuh kasur keras, maka berpikir, pasti nggak nyaman buat istirahat. Apa yang sebenarnya terjadi saat Pak Didi pagi itu mengatakan tempat tidurnya ternyata nyaman? Begitu membuka mata, saya menyapa beliau sambil masih mengucek mata <em>“Smangad pagi pak Didi, pagi yang segar….”</em> Dan dijawabnya, <em>“Segar…..”</em> dan nampak selintas beliau berdoa. Sahabat, dalam keyakinan saya, dalam doanya pak Didi pasti bersyukur atas istirahat semalam dan untuk hari baru. Itu artinya, Pak Didi sedang mengisi pikirannya dengan hal positif. Ini rahasia besarnya.</p>
<p align="center"><strong><em>Saat Anda sejak bangun tidur mengisi pikiran </em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>dengan rasa syukur, positif dan apapun yang memberdayakan diri Anda,</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em> maka seharian Anda menemukan diri Anda Hebat!  </em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>(Istoto Words)</em></strong></p>
<p>Dan denganmudah mengatakan, tempat tidurnya nyaman buat tidur hahaha….  Hanya pilihan kok, memilih berpikir positif dan berdaya, maka Anda dapatkan diri Anda berdaya dan dunia begitu indah. Kalau sudah begitu, untuk apa memutuskan, “Enggak enak….” Pada suatu hal yang Anda alami…. Hehehe lidah nggak bisa bohong (ingat lidah adalah salah satu sensory accuity atas dunia bagi pikiran….)</p>
<p><strong>Dunia itu apa adanya, </strong></p>
<p><strong>yang buat enak atau nggak enak ya pikiran Anda</strong></p>
<p>Begitulah, Mas Krishna datang lalu semua peserta yang sudah hadir mengambil tempat duduk di papan dermaga berukuran 6 x 6 meter di atas sebuah tepian sungai yang lebarnya melebihi sungai Mahakam. Selintas membahas pelajaran semalam, mas Krishna selanjutnya mengajak peserta: “Sekarang mari sarapan jiwa….</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>Silakan semua duduk menghadap ke arah matahari terbit, walau matahari tertutup mega, dalam pikiran kita tentu bisa bayangkan matahari terbit dari arah mana dan betapa cerah kemilau cahayanya….</strong> Benar saja, peserta tetap duduk tidak beraturan, dalam pikiran mereka ada mata hari terbit dari arah mereka masing-masing…. Hehehe hebatnya pikiran, tidak mudah bedakan ini kenyataan atau imajinasi.</li>
<li><strong>Setelah bisa bayangkan matahari yang bersinar, dengan kekuatan pikiran Anda masing-masing, ambil dan dekatkan matahari itu ke kening Anda. </strong><strong>Yuk, mulai mendekat…. Semakin dekat, dekat bangeeeeddddd……</strong></li>
<li>Dan benar, setelah dekat, bahkan lekatkan matahari itu di jidat Anda, menjadi permata yang bersinar, sinari pikiran menjadi terang dan dunia menjadi mudah anda kenali…</li>
<li>Selanjutnya, <strong>lihat …. Cermati… apa saja cita-cita Anda dan kehendak Anda dalam waktu dekat yang terlihat terang karena permata matahari itu….</strong></li>
<li>Niatkan, selalu menjadi terlihat terang seterang matahari dan permata di kening Anda</li>
<li><strong>Sementara segala hambatan, penghalang, singkirkan dan buang ke kali, biar hilang terbawa arus sungai yang tidak kamu kenal ini dan hal itu sudah tidak kamu miliki lagi…</strong></li>
<li>Kini jiwamu sudah sarapan keberdayaan dari matahari… lakukan saja lebih sering, maka Anda pastilah menjadi hebat…</li>
<li>Setelah mengikuti panduan, semua peserta diberi kebebasan waktu untuk menikmati gambaran tentang cita-cita yang terlihat terang dan mudah terwujud itu, rasakan suksesnya….”</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan sementara beberapa peserta masih menikmati sarapan bagi jiwanya pagi itu, yang merasa cukup langsung saling berbincang apa yang mereka alami. Setelah semua selesai, pemilik penginapan datang membawa semangkok bubur, dia bilang dengan bahasa Thai, sarapan pagi ini bubur ….</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Tubuh segar, pikiran ikut segar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Pikiran segar, tubuhpun ikut segar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Tubuh dan pikiran adalah sahabat karib.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan betapa segarnya setelah jiwa sarapan, kini tubuh juga diberi sarapan yang sangat segar, bubur khas rasanya enak, beberapa yang suka pedas bisa diberi rasa pedas… dan beberapa menghabiskan lebih dari semangkok, karena kata tuan rumah, boleh nambah…. Oh betapa indah hidup ini….  Saat pikiran memutuskan hidup ini nyaman dan segar….. NLP itu menyegarkan jiwa dan raga…</p>
<p>Salam selalu sehat dan semakin sukses</p>
<p>RS. Betesda Jogjakarta, 10 September 2011</p>
<p><strong>Istoto</strong> – Peserta tertua Thai-Quantum.</p>
<h2>Sekilas Info:</h2>
<h2><strong>Jadual Kelas Publik akhir 2011</strong></h2>
<p><strong>Quantum TranceMOTIVATOR – Rp. 1.5 juta/org (Pembimbing: Krishnamurti &amp; Istoto Suharyoto) </strong></p>
<address><strong>- Jakarta, 27-28 September 2011</strong></address>
<address><strong>- Semarang, 18-19 Oktober 2011</strong></address>
<address><strong>- Surabaya, 20-21 Oktober 2011</strong></address>
<address><strong>- Medan, 14-15 November 2011</strong></address>
<address><strong>- Batam, 17-18 November 2011</strong></address>
<address> </address>
<p><strong>Macau, Hong Kong, 7-9 Oktober 2011 Quantum TranceCASINO – Rp. 7 juta/org </strong></p>
<p><strong>Surabaya</strong><strong>, 22-23 Oktober 2011 – Neo NLP Practioner – Rp. 2 juta/org </strong></p>
<p><strong>Bangkok</strong><strong>, 4-8 November 2011 – Thai Quantum TranceFormation #2 – Rp. 15 juta/org</strong></p>
<p>Informasi detail mengenai pelatihan di atas, dpt Anda lihat di web ini. Pendaftaran sudah dibuka &amp; dapat dilakukan secepatnya. Info ke HP sy: 0816 1815 333</p>
<p><strong>“Mari kuasai dunia, dengan menguasai pikiran Anda”</strong></p>
<p>Salam terus, <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p> Viewed 18474 times by 4603 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/09/14/thai-quantum-10-nlp-itu-menyegarkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thai-Quantum #9 NLP itu Kreatif</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/09/05/thai-quantum-9-nlp-itu-kreatif/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/09/05/thai-quantum-9-nlp-itu-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 03:56:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=805</guid>
		<description><![CDATA[Menemukan banyak ide bisnis semudah mencuci mata Tak ada telor mata sapi, telor mata kambingpun jadi (Oleh Istoto Suharyoto) Buka mata, buka mata, buka mata&#8230; Mungkin Anda sering mendengar orang bilang, nyari kerja sekarang sulit, apa lagi buka usaha, selain &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/09/05/thai-quantum-9-nlp-itu-kreatif/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><a href="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/09/Amphawa4.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-806" title="Amphawa4" src="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/09/Amphawa4-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<ul>
<li><strong><em>Menemukan banyak ide bisnis semudah mencuci mata</em></strong></li>
<li><em>Tak ada telor mata sapi, telor mata kambingpun jadi</em></li>
</ul>
<p><em>(Oleh Istoto Suharyoto)<span id="more-805"></span></em></p>
<p><strong>Buka mata, buka mata, buka mata&#8230;</strong></p>
<p>Mungkin Anda sering mendengar orang bilang, nyari kerja sekarang sulit, apa lagi buka usaha, selain tidak ada modal, emang apa lagi bisnis yang belum dilakukan orang&#8230; Ya, saya mengingatkan kembali untuk Anda, bahwa apa yang <em>Anda pikirkan, itulah yang Anda dapatkan</em>. Sambil mengingat dan menjadi mudah semakin mengerti mengenai hal itu, saya lanjutkan cerita saya setelah “membuang” beban-tekanan hidup ke sungai tadi sore itu.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Mata akan melihat lebih kinclong,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>bila kacamata hitamnya dilepaskan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>Setelah kembali ke bus, semua peserta dibawa kembali melaju ke jalan utama menuju ke suatu tempat, kali ini langsung menuju sebuah penginapan, sebuah penginapan yang hanya bisa dicapai dengan jalan kaki setelah turun dari bus, karena letaknya cukup tersembunyi dan berada di tepian kali yang tenang dan lebarnya tak kalah dengan sungai Mahakam.</p>
<p>Saat ini saya belum hendak menyampaikan cerita mengenai penginapan ini, karena setelah mendapat kamar, dan istirahat cukup, pada pukul 18.00. Peserta diajak jalan kembali ke bus. Sesampai di bus, lagi-lagi tugas baru disampaikan. Sekarang kita menuju ke pasar terapung Amphawa, kata mas Krishna memulai instruksinya.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Sumber daya yang terbatas, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>membuat orang terlatih tentukan prioritas.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Dengan membawa uang 100 bath masing-masing, jalan berdua dengan pasangan yang sama dengan pasangan di Stasiun siang tadi, Anda dipersilakan mendapatkan makan malam yang Anda sukai, seenak dan sebanyak mungkin variasi yang Anda bisa makan, ini perlu teknik tersendiri. O ya, di pasar ini juga tersedia banyak souvenir, gunakan sisa uang Anda untuk beli souvenir.</p>
<p><strong><em>Yang lebih penting dari itu semua, tugas Anda adalah, selain buka mata, gunakan kamera Anda untuk menangkap apa saja yang menurut Anda unik, dan itu bisa membangkitkan selera bisnis Anda. </em></strong></p>
<p>Ingat, kalo sudah dapat foto langsung upload di group, jam 21.00 kita kumpul lagi ditempat kita turun dari bus.</p>
<p>Wow&#8230;. Benar saja, Amphawa adalah kota kecil yang memiliki potensi pariwisata luar biasa. Warung-warung makan berada diatas perahu, mereka menambatkan perahu di pinggir-pinggir sungai yang sudah menjadi semacam gang atau jalan kecil, yang langsung berhubungan dengan kios-kios souvenir, semua orang berbahasa Thai.. Beruntung hari ini adalah hari ke dua, dan sudah uji coba gunakan bahasa Thai di pasar Maeklong tadi siang.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Sulit Anda menjadi kreatif,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>bila bersahabat dengan pemalas, bukan?</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Berjalan di kawasan ini, menemukan banyak banged ide kreatif untuk hidup. Jumlahnya tak terhitung, dari berbagai souvenir, makanan, permainan, wisata air dengan perahu, hingga pakaian. Selain teratur, displaynya unik, orangnya ramah-ramah. Apa yang mereka jajakan benar-benar beda. Boneka, kartu ucapan hingga kaos. Roti yang bentuknya dibuat menyerupai payudara wanita dewasa hingga mainan cicak atau kecoak yang saya beli untuk test klient setelah terapi trauma.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Ide manusialah yang merubah dunia.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Bukan dunia yang merubah manusia.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Belajar menemukan ide bisnis hanya dengan cara mencuci mata, bahkan mengumbar kenikmatan lidah dengan harga yang sangad murah. Luar biasa kreatif.</p>
<p><strong>Pikiran itu berguna hanya jika terbuka, </strong></p>
<p>Ya, banyak orang bilang sulit, atau mengatakan, “Ah ini nggak mungkin” saat hadapi sesuatu. Sikap dan tindakan itu hanya membuat pikiran kita tertutup dan mengunci, kemudian tidak bisa lagi berpikir mengenai apa yang harus dilakukan. Pikiran hanya berfungsi saat terbuka dan ternyata untuk membukanya hanya dengan kunci menggunakan sebuah pertanyaan &#8220;Bagaimana caranya….?&#8221;</p>
<p>Saat Anda mungkin sedang mencari ide menemukan peluang bisnis dan selalu ingat, apa lagi percaya dengan kata orang, bahwa“Sudah tidak ada lagi peluang dan atau lowongan kerja”, maka pikiran kita <em>have no ide</em> apa solusinya. Sebaliknya, saat pada posisi yang sama, dan Anda mempertanyakanya, “Bagaimana caranya….?” Maka segera setelah itu muncul dalam pikiran Anda berbagai alternatif solusi atas apa yang harus anda pilih untuk anda lakukan. Ya, lakukan dan rasakan bedanya gunakan cara pikir ini.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Cuci mata hanya membuat Anda belanja.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Cuci otak akan membuat otak Anda bersih.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Otak yang bersih mudah dihampiri ide…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>Apa lagi kalau panca indera Anda dirangsang dengan hasil karya atau pengalaman orang lain. Maka pikiran dengan mudah menemukan ide-ide kreatif apa yang harus dilakukan&#8230; NLP memang Jadikan diri mudah untuk Kreatif. Melihat, mengalami dan mencermati apa saja yang ada di pasar Amphawa ini, jadikan pikiran seperti di <em>grojog</em> ide kreatif. Di tengah pasar apung Amphawa, anda berada ditengah kerumunan orang kreatif, jadi apa yang menghambat anda untuk, kreatif sekarang.</p>
<p><strong>Belajar kreatif sambil cuci mata di Amphawa</strong></p>
<p>Di depan gang masuk sudah ada gapura merah darah, bertulis Amphawa dalam tulisan Thai, dibawahnya tertulis www.amphawaclupthailan.com. Jalan masuk gang kira-kirasejauh 100 meter disambut bar dengan nyanyian khasnya, kios yang biasanya untuk jualan, kali ini untuk studio foto dengan asesories becak khas Thai. Beberapa langkah sudah ada mainan koin dingdong hand-made, ceritanya ada tema wayang, hiburan dan keluarga, bahkan disalah satu bilik keluarga itu ada adegan senggama-nya, <em>edan&#8230;bener-bener kreatif.</em></p>
<address style="text-align: center;"><strong>Ditangan seorang kreatif, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>yang negatifpun bisa jadi produktif&#8230;</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Bidadari Words)</strong></address>
<p>Beberapa teman mulai mengupload foto. Cik Hana sudah mengupload foto dengan caption, “Hana dengan Toket barunya”, hahaha….. ia berfoto memamerkan roti yang menarik hatinya karena bentuknya menyerupai payudara wanita dewasa. Saya tertarik orang menggoreng telur puyuh, namun caranya seperti membuat menu telor mata sapi yang di buat dari telor ayam, maka saya beri judul foto saya &#8220;Telor Mata Kambing&#8221; Ide telor mata kambing ini menarik, karena di Indonesia telur puyuh hanya di rebus, atau di tusuk seperti sate. Dengan cara di goreng, selain bentuknya menarik, juga rasanya jauh berbumbu.</p>
<p>Sesaat kemudian, hujanlah foto bermunculan dari menu makanan, asesories, kaos, snack, seafood dll&#8230; setelah makan dan jalan keliling, saya sempatkan beli kecoa 3 ekor, cicak 5 ekor dan Toke seekor, saya foto mereka dan saya upload. Barang2 itu tidak mudah saya dapatkan ditempat lain, untuk cek pasca terapi.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Kecoa tidak hanya berguna untuk bersihkan sampah rumah tangga,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>namun juga berguna untuk bersihkan sampah pikiran manusia</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>Berjumpa dengan Pak Abu dan Bu Henny (istri dari Pak Dede pasangan jalan saya), sedang memesan nasi goreng. Bedanya nasi oreng ini bukan <em>mawur</em> di piring, tetapi justru bulat seperti alat tolak peluru, maka saya nyeletuk saja, menu ini namanya &#8220;nasi goreng Granat&#8221; hehehe…. Puluhan bahkan mungkin seratus lebih foto unik terupload, luar biasa&#8230;.. Menyaksikan barang2 ini jadi ingat, betapa indah hidup ini dan perlu terus bersyukur, bahwa kemampuan manusia itu tidak terbatas&#8230; Kalau mau menggalinya, takan ada habisnya&#8230; iya-kan…</p>
<p>Dengan terkejut mendapat pukulan benda empuk dari belakang, yang ternyata Krisna kecil memukulkan sebentuk alat piijat berupa <em>handscomb</em> tinju ke punggung saya, enak juga, sebelahnya juga dong, lalu dilanjutkanlah ritual memukul itu seterusnya berganti orang di hari-hari berikutnya ke mana saja alat itu mengikuti rombongan, makasih Mas Khrisnamurti sudah membeli barang kreatif itu.</p>
<p><strong>Cara Kreatif ala Disney</strong></p>
<p>Karena NLP itu adalah <strong><em>sikap</em></strong> untuk penasaran dapatkan <strong><em>cara </em></strong>tepat, higga akhirnya saat cara tepat itu diulang2 menjadi cara ekselen atau <strong><em>teknik</em></strong> untuk sukses, maka saat saya jalani sesi pasar apung Amphawa ini saya gunakan posisi pertama dari teknik <em>Disney Creatif Starategi</em>, yaitu buatlah liar ide kreatifmu seliar mungkin.. Ndak perlu dikritisi apa lagi dimetamodel hehehe….</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Memang ide kreatif itu sering kali liar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat bisa dikendalikan, dia jadi permainan bola biliar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>Saya juga memahami, tentunya masing2 peserta memiliki pengalaman uniknya masing2 dengan acara cuci mata-manjakan mulut ini, yang jelas saat pikiran ini berpikir kreatif, maka <em>idepun mengalir bak air banjir</em>..</p>
<p>Salam sukses</p>
<p>Di pesawat antara Denpasar-Jogja, pagi subuh 28 Agustus 2011</p>
<p><strong>Istoto</strong> &#8211; Peserta tertua Thai-quantum.</p>
<h2>Sekilas Info:</h2>
<h2><strong>Jadual Kelas Publik akhir 2011</strong></h2>
<p><strong></strong><strong>Quantum TranceMOTIVATOR – </strong><strong>Rp. 1.5 juta/org (Pembimbing: Krishnamurti &amp; Istoto Suharyoto) </strong></p>
<address><strong>- </strong><strong>Jakarta, 27-28 September 2011</strong></address>
<address><strong>- Semarang, 18-19 Oktober 2011</strong></address>
<address><strong>- Surabaya, 20-21 Oktober 2011</strong></address>
<address><strong>- Medan, 14-15 November 2011</strong></address>
<address><strong>- Batam, 17-18 November 2011</strong></address>
<address><strong><br />
</strong></address>
<p><strong>Macau, Hong Kong, 7-9 Oktober 2011 Quantum TranceCASINO – Rp. 7 juta/org</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>Surabaya, 22-23 Oktober 2011 – Neo NLP Practioner – Rp. 2 juta/org</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>Bangkok, 4-8 November 2011 – Thai Quantum TranceFormation #2 – Rp. 15 juta/org<br />
</strong></p>
<p>Sambil menunggu pembuatan konten, pokok bahasan, benefit pelatihaan info detail lainnya, Anda sudah dapat mendaftarkan diri ke Bu Naomi di 0816 134 8912 atau saya di 0816 1815 333 atau email: krishnamurti@indo.net.id</p>
<p><strong>“Mari kuasai dunia, dengan menguasai pikiran Anda”</strong></p>
<p>Salam terus, <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p> Viewed 18551 times by 4524 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/09/05/thai-quantum-9-nlp-itu-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thai-Quantum #8 NLP Itu Melegakan</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/09/04/thai-quantum-8-nlp-itu-melegakan/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/09/04/thai-quantum-8-nlp-itu-melegakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Sep 2011 04:46:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[NLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=771</guid>
		<description><![CDATA[Saat cita-cita sudah di yakini, maka cara datang sendiri Manakala merasa berbeban, untuk apa di bawa-bawa, buang saja layaknya Anda beol dan bahkan tak perlu ditengok lagi (Oleh Istoto Suharyoto) Mendapat berkah dari tujuan yang sudah diyakini Setelah rasakan betapa &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/09/04/thai-quantum-8-nlp-itu-melegakan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><em><a href="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/09/Amphawa.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-774" title="Amphawa" src="http://mindsetmotivator.com/wp-content/uploads/2011/09/Amphawa-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Saat cita-cita sudah di yakini, maka cara datang sendiri</em></p>
<p><em>Manakala merasa berbeban, untuk apa di bawa-bawa, buang saja layaknya Anda beol dan bahkan tak perlu ditengok lagi</em></p>
<p><em>(Oleh Istoto Suharyoto)<span id="more-771"></span></em></p>
<p><strong>Mendapat berkah dari tujuan yang sudah diyakini</strong></p>
<p>Setelah rasakan betapa leganya dapat pencerahan temukan Anchor di Pasar Maeklong, semakin mudah jalani hidup ini apa adanya saja. Membuka bbm grup dan membaca tugas, lalu lanjutkan kerjakan tugas meng-<em>upload</em> foto hasil buruan dan segera menuju vihara, disana memodel kepentingan orang di sana.</p>
<p>Di manapun, saat saya berada di rumah ibadat agama apapun, bahkan saat umat Islam melakukan sholat Ied di lapangan atau saudara-saudara dari NU melakukan istiqosah di sebuah tempat terbuka, saya selalu menyempatkan berhenti, dan mengambil hikmah betapa besarnya energi positif orang yang sedang berdoa, apalagi orang dalam jumlah besar sampai ribuan, tentu sambil mendoakan agar doa mereka terkabul.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat pikiran terbuka seluas langit,</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Semua di bawah langit adalah kebesaran Allah.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Di Vihara kali ini, saya berhenti di teras, mengamati orang berlalu lalang, datang membeli uang koin sen bath, hio, bunga teratai kuncup dan stiker kertas emas. Mereka membakar hio, berdoa dengan caranya, tercium bau harum dupa, saya mulai memasang state diri, seharum itu pula doa mereka membubung kepada Yang Maha Esa.</p>
<p>Berdiri meletakkan koin di semua tempat uang yang berjejer dengan bunyi khas koin jatuh di tembaga, dan meletakkan bunga teratai dan diakhiri menempelkan stiker kertas di berbagai patung yang ada di sana. Seorang Bante duduk, orang mengantre di depannya dan mendapat berkah dengan cara di cipratkan air menggunakan semacam sapu lidi pendek.</p>
<p>Proses itu semua tidak hanya terekam secara visual di atas, namun juga auditori atau pendengaran, penciuman dan perasaan mendalam betapa nyamannya berpasrah diri pada Sang Pencipta.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Teknik belajar berenang yang efektif</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>adalah nyemplung ke empang, bukan? </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>Beberapa teman peserta Thai-Quantum tidak mengantri namun justru dipanggil oleh sang Bante untuk diberkahi, saya dengar beberapa teman bahkan sampai ada yang lebih dari sekali, dan hasilnya, mereka menemukan dirinya menjadi kurang merasa sakit yang sebelumnya dirasakan. Beberapa teman mengatakan, tahu saja itu Bante kalau kita ini nggak waras….</p>
<p>Dalam pikiran saya, itu adalah “Jalan Sehat” yang sedang diyakini teman saya itu, tanpa dia menyadari, bahwa cara itulah yang harus ditempuhnya untuk sembuh. Kalau tujuan sudah diyakini, maka cara selalu ditemukan, bahkan kita tidak tahu apa dan bagaimana caranya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Orang “suci” tahu betul </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>mana mereka yang bawa receh, </strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>mana yang bawa dollar…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>Memotret dan mengupload foto di group bbm, terus dilakukan dan bermunculan berbagai foto yang diupload teman-teman lain. Sampai dengan setelah dari Vihara itu, dan berjalan menuju pendopo di pinggir kali karena waktu mendekati pukul 15.00, banyak peserta belum tahu apa manfaat upload foto itu, sebgian mungkin berpikir wah bisa ngeceng nih…. Hahaha.</p>
<p>Setelah semua berkumpul, muncul foto papan penunjuk arah di bbm group, dengan tulisan Thai sangat menonjol warna putih dilatar warna hijau, seperti layaknya penunjuk warna dimanapun Anda temukan. Di bawanya ada <em>caption:</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong><em>“Kalau Anda tidak tahu jalan, mana mungkin Anda kesasar”</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>(Krishnamurti Words)</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em><br />
</em></strong></address>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ya, benar… sambil tinggal menunggu Cik Hana dan Cik Lynna, Mas Krishna membuka pembicaraan, “Ayo, semua dibuka bbmnya, lihat foto terakhir….” Dilanjutkan dengan “Lihat, kalau tidak tahu jalan, mana mungkin Anda kesasar….” Ini kalimat edaaannn pikir saya:</p>
<p><strong><em>“Umumnya kalau nggak tahu jalan supaya nggak kesasar, ya bertanya kan, apa yang unik dari kalimat ini kok pikiran saya nggak komplain.”</em></strong></p>
<p>Akhirnya saya temukan pelajarannya. Ya, benar… ada yang dihapus sehingga kalimat ini sifatnya melingkupi dan bahkan memerintah dalam bawah sadar Anda. Apa saja info yang dihapus? Pertama, Kata siapa? “Siapa” itu punya tujuan bepergian atau tidak? Tentu kalau tidak punya tujuan apa pentingnya jalan  dan juga menjadi tidak penting kesasar atau tidak kan…. Nah ini dia, buatlah tujuan, cita-cita dan kehendak mulai dari dalam pikiran Anda, supaya Anda tahu jalannya, dan arahnya selalu anda temukan tanpa harus bingung untuk memilih dengan mantap langkah mana yang hendak Anda ambil.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Maaf, Bapak sepertinya salah jalan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Masak? Saya kan sedang jalan-jalan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Ha ha ha Words)</strong></address>
<p>Begitu seterusnya, foto satu demi satu, dipanggil siapa yang mengaupload, dan diminta untuk menceriterakan apa maksud dan idenya. Wuah… ternyata kaya banged, belajar dengan cara ini, liar di lapangan, memotret dan gunakan teknologi bbm untuk kumpulkan info, banyak banged pelajaran yang bisa ditempuh. Ini sebuah bukti, bawah sadar Anda jauh lebih cerdas dari yang Anda kira hahaha….</p>
<p>Nah supaya lebih menarik, tentu teman-teman peserta dapat menulisnya sendiri pengalaman-pengalaman dengan foto-foto itu. Sementara foto terakhir yang saya upload adalah foto deretan lonceng di pinggir vihara, yang jumlahnya ratusan dengan ukuran cukup besar tinggi 1 meter dan setiap 3 buah di rangkai jadi satu. Saya bayangkan, selain suaranya merdu memanggil orang untuk beribadah, tentu diyakini suara-suara itu punya daya magis lainnya.</p>
<p><em>Saya penasaran, suara dan daya magis apa yang sudah Anda gemakan dalam diri Anda sebagai cita-cita untuk segera Anda wujudkan…..</em></p>
<p><strong>Sungaipun bisa menjadi teman berbagi</strong></p>
<p><strong>Dapatkan kelegaan di mana saja dan kapan saja.</strong></p>
<p>Ibarat seorang pemulung, banyak orang memungut sampah kehidupan dimasukkan kantong dan dibawanya kemanapun ia pergi, semakin lama semakin banyak dan semakin berat saja beban yang harus dibawanya. Tanpa disadari, keluhan dan pikiran negatif mulai muncul dan melingkupi jalan hidupnya, bermasalah,  dan banyak hal tidak beres.</p>
<p>Ya benar, dalam hidup kita, perasaan itu ada banyak, bisa membuat nyaman dan sebaliknya bisa membuat hidup berbeban saat diputuskan dipilih untuk dirasakan.  Nah, manakala banyak beban sudah tidak tertahan, dapat saja Anda bawa ke dalam doa dan serahkan, pasrahkan kepada Sang Pencipta, herannya… setelah berdoa beberapa saat rasa itu kembali lagi melingkupi.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Kata-kata menimbulkan rasa.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Rasapun dapat berkata-kata.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Ada dua kemungkinan itu terjadi, saat berdoa tidak khusuk dan ikhlas, yang ke dua, orang itu terlalu mencintai masalahnya, karena kalau tidak bermasalah, ia merasa tidak diperhatikan dan dicintai orang disekitarnya. Saya yakin Anda tidak begitu, iya kan…..</p>
<p>“Ayo… sekarang semua duduk, ambil posisi nyaman, semua menghadap ke sungai…” Mas Krishna mengakhiri diskusi mengenai gambar dan penemuan  dari pelajaran siang ini. “Sekarang saatnya kita kembali ke dalam diri, temukan segala ketidak nyamanan diri, dan ambil, keluarkan dan buang ke sungai yang lebar di depan kita ini”, lanjutnya. Setelah dijelaskan tekniknya,</p>
<ul>
<li>Duduk tenang, mengatur nafas dan menyadari nafas itu sebagai bagian untuk membuat diri nyaman di mana saja kapan saja.</li>
<li><strong>Menemukan dan merasakan segala ketidak nyamanan diri, rasakan dan alirkan untuk dikumpulkan ke dalam perut atau dada,</strong></li>
<li>Saat menarik nafas, satukan parasaan ketidak nyamanan itu dengan nafas yang ditahan sesaat,</li>
<li><strong>Dalam hitungan 3, hembuskan ketidak nyamanan itu keluar bersama nafas Anda, bahkan bila perlu dengan suara sekuatnya.</strong></li>
<li>Hal itu dilakukan beberapa kali tarikan nafas, beberapa teman ambil posisi masing-masing dengan nyaman, ada yang berdiri, bahkan Rama Ari Wijaya melakukannya sambil kopstand, kepala di bawah kaki di atas seperti sambil yoga.</li>
<li><strong>Selanjutnya, bayangkan semua ketidak nyaman yang sudah berada di luar diri itu disatukan, didorong ke tengah sungai yang lebarnya hampir 600m itu, dan lepaskan, jatuh ke air, terhanyut dan hilang entah ke mana terbawa sungai yang bahkan namanya pun tidak kita ketahui.</strong></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Manusia adalah bagian dari alam.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Saat kita memanfaatkan alam dengan benar.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Maka alampun ikut bahagia karena berguna.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<ul>
<li><em>“Sekarang saatnya menjadi tenang dan lebih semangat lanjutkan acara kita”</em> ini kalimat akhir dari acara ini. Bagi saya ini sugesti yang diberikan kepada orang yang baru saja melepaskan ketidak nyamanan diri.</li>
</ul>
<p>Setelah selesai, semua wajah terlihat begitu tenang dan segar, padahal mereka baru saja berpacu di panas terik matahari. Apa yang terjadi? Ya, secara visual, auditorial dan kinestetik, ketidak nyamanan tadi dilepaskan dari pikiran, dilepas dari diri, di keluarkan dari badan, dan dijauhkan dari diri lalu di buang, menghilang. Di satu sisi membuang ketidaknyamanan di sisi lain terjadi kekosongan pipiran yang kemudian disugesti kenyamanan dan semangat untuk lanjutkan acara. Hmmm… NLP itu melegakan….</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Ikhlas menerima keadaan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Ikhlas melepaskan perasaan.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>Menjadikan diri siap jadi kaya raya.</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Iya ya, segampang itu buat diri kita berdaya, layaknya beol, setelah kita keluarkan bahkan kita tak perlu melihatnya lagi. Sementara Anda mulai melakukan  dengan mudah setiap saat membuang ketidak nyamanan karena tidak diperlukan dalam hidup, saya doakan Anda selalu sehat dan semakin sukses.</p>
<p>Salam keberdayaan …</p>
<p>Denpasar, 26 Agustus 2011</p>
<p><strong>Istoto</strong> – Peserta tertua Thai-Quantum</p>
<h2>Sekilas Info:</h2>
<h2><span style="text-decoration: underline;"><strong>Jadual Kelas Publik akhir 2011</strong></span></h2>
<p><strong>Jakarta, 27-28 September 2011 – Quantum TranceMOTIVATOR – Rp. 1.5 juta/org</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>Macau, Hong Kong, 7-9 Oktober 2011 Quantum TranceCASINO – Rp. 7 juta/org</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>Surabaya, 22-23 Oktober 2011 – Neo NLP Practioner – Rp. 2 juta/org</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>Bangkok, 4-8 November 2011 – Thai Quantum TranceFormation #2 – Rp. 15 juta/org<br />
</strong></p>
<p>Sambil menunggu pembuatan konten, pokok bahasan, benefit pelatihaan info detail lainnya, Anda sudah dapat mendaftarkan diri ke Bu Naomi di 0816 134 8912 atau saya di 0816 1815 333 atau email: krishnamurti@indo.net.id</p>
<p><strong>“Mari kuasai dunia, dengan menguasai pikiran Anda”</strong></p>
<p>Salam terus, <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p> Viewed 17631 times by 4343 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/09/04/thai-quantum-8-nlp-itu-melegakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

