<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Krishnamurti - Mindset Motivator &#187; Trauma / Phobia</title>
	<atom:link href="http://mindsetmotivator.com/category/trauma-phobia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mindsetmotivator.com</link>
	<description>to be a World Class Indonesian Motivator...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 08:39:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Survive and Win In Thailand</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 04:28:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Business]]></category>
		<category><![CDATA[For Community]]></category>
		<category><![CDATA[For Employee]]></category>
		<category><![CDATA[For Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[For Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[For Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[For Therapist]]></category>
		<category><![CDATA[For Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Edan]]></category>
		<category><![CDATA[Self Healing]]></category>
		<category><![CDATA[Trauma / Phobia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=726</guid>
		<description><![CDATA[Siput memang tidak bersayap namun dia terus merayap… (Bidadari Words) Personal Evolution and Managing Risk Sebuah judul pelatihan yang sungguh membuat saya penasaran. Mengapa? Karena yang mengusungnya adalah salah satu begawan pencipta NLP (Neuro Linguistic Programming) yakni DR John Grinder, &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Siput memang tidak bersayap namun dia terus merayap…</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Bidadari Words)</strong></em></address>
<p><span id="more-726"></span></p>
<p><strong>Personal Evolution and Managing Risk</strong></p>
<p>Sebuah judul pelatihan yang sungguh membuat saya penasaran. Mengapa? Karena yang mengusungnya adalah salah satu begawan pencipta NLP (Neuro Linguistic Programming) yakni DR John Grinder, yang mana justru NLP menjadi terkenal karena jurus-jurus manjurnya yang sangat Revolusioner. Semua teknik NLP terkenal bisa menyelesaikan masalah dengan sangat cepat. Orang yang fobia, bisa sembuh hanya 5 menit. Wow, sangat paradox, sangat berlawanan.</p>
<address style="text-align: center;"><strong>Rasa penasaran sering kali</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>malah membuat kita jadi lebih kreatif</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>dan ingin terus bertumbuh…</strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong>(Krishnamurti Words)</strong></address>
<p>Baiklah, dari pada saya sekedar bertanya-tanya, saya putuskan untuk kembali berangkat ke Melbourne, Australia, akhir Mei 2011 lalu, walau saya baru saja ikut kelas Modelling Skill di Sydney bulan Februari 2011. Sekalian saya mau “laporan” pada John Grinder tentang beberapa “PR” yang beliau berikan pada saya sekitar tahun 2006 di London, Inggris. Bersyukur, saya putuskan untuk kelas ini karena akhirnya saya memahami bahwa…</p>
<p><strong>Api Revolusi memang Besar, Namun Cepat Padam</strong></p>
<p>Ya, karena sesuatu yang mudah didapat, akan mudah juga dilupakan. NLP Klasik (saya sebut saja demikian) memang masih berfokuskan pada kecepatan, speed, luar biasa mencengangkan dan sebagainya. Tentu, baik dan sangat menarik. Namun, yang lebih penting lagi adalah setelah pelatihan selesai. Seseorang yang mendapatkan sertifikat Praktisi NLP atau Master Praktisi NLP, banyak sekali (bahkan sangat banyak) jadi orang yang seperti pendekar mahir berkata tapi kabur kalau berkelahi hi hi hi…</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><strong><em>Apa gunanya menjadi orang pandai </em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em>jika hidupnya tidak berguna?</em></strong></address>
<address style="text-align: center;"><strong><em><br />
</em></strong></address>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Kira-kira demikianlah pertanyaan para Guru saya (pada saya tentunya he he). Lumayan banyak saya menangani klien “KEEP Smoking” walau sudah di-hipnoterapi “STOP Smoking” oleh terapis TOP. Dan, saya lanjutkan dengan “ngobrol-ngobrol” yang akhirnya membangun kesadarannya untuk berhenti merokok sampai artikel ini ditulis. Klien pertama saya, sudah lebih dari 6 tahun berhenti merokok setelah sesi terapi ngobrol dan tertawa-tawa ini he he… Salah satu kuncinya adalah ber-evolusi, terus berubah menjadi lebih baik walau sedikit demi sedikit. Terbangun kembali kesadaran untuk terus menjadi lebih sehat dan lebih sehat.</p>
<p>Baiklah, semua unek-unek di pikiran saya tadi akhirnya membuahkan sebuah ide pelatihan yang berbeda, yang menantang, yang akan dikenang lama, yang mengasyikan, yang menguras potensi, yang tujuannya adalah agar peserta ber…</p>
<p><strong>Revolusi dan Evolusi</strong></p>
<p>Peserta akan dilatih, artinya peserta harus menguasai sendiri “SKILL” terapi diri, teknik Self Healing, kemampuan menyembuhkan diri sendiri agar tidak tergantung pada kami sebagai Terapis, Pembimbing, Motivator atau apapun namanya. Apa yang disembuhkan? Hambatan-hambatan yang ada di dalam diri, terserah namanya apa. Bisa disebut luka batin, akar kepahitan, Core Pattern, Mental Block, dendam kesumat, memori negatif dan sebagainya. Inilah, yang saya maksud Revolusi diri dan itu mudah saja, banyak sekali teknik yang ingin saya bagikan ke para peserta, kuasai teknik-teknik yang mudah dan berguna untuk Anda.</p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Saat Anda bisa mengobati diri sendiri,</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>maka Anda akan jadi pribadi yang sangat mandiri.</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Krishnamurti Words)</strong></em></address>
<p>Setelah itu, ada tantangan dari alam, keadaan yang tidak dikenal yang akan membuat Anda memilih sikap untuk belajar dan menguasai (Mastering) kemampuan dengan sangat cepat. Apa rahasianya? Kuasai Modelling Skill yakni sebuah kemampuan untuk menguasai sebuah kemampuan orang lain yang hebat dengan sangat cepat dan saat itu juga. Pengalaman ini akan membuat Anda memahami dan terus bergerak, terus berevolusi menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik. Untuk membantu stimulus terbaik dari keperluan ini, maka saya putuskan untuk memilih tempat yang asing bagi kita semua yakni…</p>
<p><strong>Thailand</strong></p>
<p>Mengapa? Karena saya dan Anda para peserta tidak menguasai bahasa Thai, tempat yang asing, budaya yang asing, keadaan yang asing, seperti sebuah dunia yang aneh he he he&#8230; Namun, saat Anda sudah memiliki sikap:</p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>“Prepare for Nothing but Ready for Everything”</strong></em></p>
<p>Maka, potensi dalam diri Anda akan muncul dengan serta merta. Anda akan heran dengan kemampuan diri Anda sendiri dan ini diperlukan untuk strategi sukses Anda di masa depan. Sukses Anda bukanlah revolusi, namun sebuah evolusi. Sebuah proses panjang, walau tentu di awalnya ada Momentum yang harusnya berdentum besar. Momentum inilah yang ingin saya bagikan pada Anda pada pelatihan mendatang, pelatihan pertama saya di luar negeri yang saya sebut:</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Thai Quantum TranceFormation</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Bangkok, 12-16 Agustus 2011</strong></p>
<p>Saya akan bagikan semua kemampuan terbaik saya kepada Anda, baik cara saya untuk “Survive” di sebuah situasi yang tidak saya kenal, maupun strategi saya untuk “Win” dalam situasi yang sulit. Tentunya, saya berharap Anda menemukan potensi terbaik Anda selama pelatihan ini berlangsung dan bawa itu ke Indonesia untuk di-nyatakan berupa karya yang paling tidak monumental untuk Anda pribadi.</p>
<p><strong>Tantangan untuk Dikuasai</strong></p>
<p>Ada banyak rancangan tantangan yang sudah saya siapkan untuk Anda kuasai, bukan diatasi. Setelah dikuasai, maka Anda akan mudah menjadi situasi tersebut sebagai sarana untuk produktif.</p>
<p>Saya melakukan hal ini dengan mindset <strong>“Zero Capital Entrepreneur”</strong> dimanapun saya berada. Misal: saya berjualan kaos motivasi di Malaysia, saya berhasil mencari uang tambahan dengan menjadi tukang foto di Amerika, saya menjual apa yang bisa saya jual di Sydney, bahkan dengan uang seadanya saya berangkat ke Melbourne dan me-model seorang penjudi yang jago di Crown Casino dan hasilnya saya menang belasan juta dalam waktu singkat he he he&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Dalam kehidupan ini,</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Anda yang menguasai keadaaan</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>atau Anda yang dikuasai keadaaan&#8230;</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Krishnamurti Words)</strong></em></address>
<p>Bukan haram atau halalnya berjudi, yang ingin saya sampaikan adalah kuasai situasi yang Anda temui dimanapun, bukan situasinya yang menguasai Anda. Anda yang menguasainya&#8230;. Setelah Anda melatih diri Anda sendiri, ingat saya hanyalah pelayan Anda dalam pelatihan ini, maka setelah itu “Wrap-up” bungkus ulang semua proses tadi sehingg menjadi&#8230;</p>
<p><strong>Strategi Sukses Terbaik Anda</strong></p>
<p>Ya, Anda pulang dengan sebuah harapan baru bahwa Sukses itu mudah saja. Bukan karena ekonomi sedang membaik, bukan karena Bos yang hebat, bukan karena Anda bekerja di perusahaan yang besar, bukan karena keluarga Anda kaya, tetapi hanya sebuah SKILL, sebuah kemampuan menyesuaikan dan menguasai diri. Karena saat&#8230;</p>
<address style="text-align: center;"></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>Anda bisa menguasai dunia</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>saat Anda bisa menguasai diri Anda&#8230;</strong></em></address>
<address style="text-align: center;"><em><strong>(Bidadari Words)</strong></em></address>
<p>Nah, pertanyaan selanjutnya. Apakah Anda akan menjadi sukses dan hebat setelah  mengikuti pelatihan ini? Saya juga tidak tahu. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik yang bisa saya berikan pada kehidupan ini, khususnya Anda para peserta <strong>“Thai Quantum TranceFormation”</strong> kali ini. Untuk itu, saya coba menyiasatinya dengan memberikan bimbingan personal kepada setiap peserta sebanyak 2 kali, yang dilakukan sesuai waktu dan kebutuhan Anda.</p>
<p>Proyek pelatihan perdana ini adalah misi dan cita-cita saya untuk membangun dan membangkitkan manusia Indonesia untuk Go International. Semoga, diawali kelompok kecil ini, kelas perdana ini, kita dapat berbuat sesuatu yang berguna untuk kehidupan ini, khususnya di Indonesia.</p>
<p>Demikian sementara ini tentang misi saya akan: <span style="text-decoration: underline;"><em><strong>Thai Quantum TranceFormation</strong></em></span>. Untuk ikut bergabung sebagai peserta di kelas Perdana tanggal 12-16 Agustus 2011 ini, Anda dapat hub Bu Naomi di <strong>0816 134 8912 </strong>dan dapatkan diskon khusus hanya pada kelas kali ini.</p>
<p>Sampai jumpa di Thailand! &#8211; <strong>Krishnamurti</strong></p>
<p><strong>NB:</strong></p>
<h1>Thai Quantum TranceFormation</h1>
<p><strong>“Kuasai Dunia dengan Menguasai Pikiran Anda…”<br />
</strong></p>
<ul>
<li>Jumat-Selasa, 12-16 Agustus      2011. Anda bisa lanjutkan untuk   berada 1 atau 2 hari lagi di Thailand,      tentunya dengan biaya   sendiri he he…</li>
<li>Investasi Pelatihan: Rp. 22 juta, untuk      kali ini <strong>hanya: Rp. 15  juta</strong>. Sudah termasuk biaya keseluruhan, seperti:
<ul>
<li>Tiket Pesawat Garuda-Bangkok PP</li>
<li>Akomodasi selama pelatihan</li>
<li>Konsumsi &amp; Dinner Party di akhir kelas</li>
<li>Mata Uang Bath untuk <strong>“Real Game”</strong></li>
<li>Perlengkapan pelatihan</li>
<li>Materi      Pelatihan</li>
<li>Termasuk: Kaos, Sarung khas Thailand, hadiah-hadiah dan sovenir.</li>
</ul>
</li>
<li>Bonus kelas Perdana ini: <strong>Personal Coaching </strong>sebanyak <strong>2 kali</strong> @ 2 jam setelah pelatihan, dilakukan di kota domisili Anda.</li>
<li>Harga khusus hanya berlaku      untuk Alumni: Quantum TranceFormation, Pinewood, Ciawi.</li>
<li>Untuk info lebih lanjut,      spt diskon khusus, cara pembayara, uang muka dsb, dapat hubungi Bu Naomi di HP 0816 134 8912</li>
<li>Tempat sangat terbatas, saya ingin      mengajak teman2 dari   Indonesia untuk mulai keluar dari kandang dan menjadi      pemenang   dimanapun Anda berada.</li>
<li>Sampai jumpa di Thailand…</li>
<li><strong>Mari kita kuasai      dunia…</strong> Bersamaku, Krishnamurti</li>
<li>Follow me @AndaHeba</li>
</ul>
<p><strong>Yang harus dibawa oleh peserta:</strong></p>
<ul>
<li>Hanya boleh gunakan ransel atau backpack sebanyak 1 buah</li>
<li>Passport yang masih berlaku</li>
<li>Video Kamera</li>
<li>Mp3 Player (alat rekam suara)</li>
<li>Sepatu olah raga</li>
<li>Obat-obatan pribadi</li>
</ul>
<p><strong>Tujuan Pelatihan:</strong></p>
<ul>
<li>Peserta akan memunculkan potensi yang selama ini tersembunyi di dalam dirinya karena keadaan sekitar yang memaksanya.</li>
<li>Peserta akan menguasai Strategi Sukses di tempat asing, yang tidak dikenalnya, baik secara bahasa, teritori maupun budaya.</li>
<li>Saat seseorang sdh memiliki Strategi untuk Sukses di tempat asing, maka dengan mudah dia akan sukses di tempat sendiri.</li>
<li>Itulah alasan mengapa saya memilih Thailand sebagai tempat latihan sukses kali ini.</li>
<li>Saat Anda sudah memahami strategi yang dikuasai penemu NLP yakni John Grinder dengan:<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong>“Prepare for Nothing, but Ready for Everything”</strong>,  maka Anda bisa sukses dimanapun Anda berada, Anda bisa sukses dalam  situasi ekonomi apapun. Ekonomi membaik, Anda bisa sukses. Ekonomi  memburuk, Andapun bisa sukses dengan baik.</p>
<p><strong>Peserta:</strong> Pengusaha, Wira Usaha, Pebisnis Asuransi, Pebisnis MLM, Anda yang mau  punya usaha, Anda karyawan yang mau bermentalkan pengusaha dan siapapun  yang mau jadi orang kaya he he… Juga, untuk Anda penakut yang hidupnya  hanya jadi anak mami. Atau, Anda yang nekad mau keluar dari belenggu  keterbatasan Anda selama ini…</p>
<p>Yuuuk, mari kita kuasai dunia…</p>
<p>Bersamaku, <strong>Krishnamurti</strong> – 0816 1815 333 – @AndaHebat</p>
<p> Viewed 20902 times by 3678 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2011/07/14/survive-and-win-in-thailand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#76: Joget Sumo “Cara tetap tenaaang saat Gempa! Gempa! Gempa!”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2009/09/03/tip-praktis-nlp76-joget-sumo-%e2%80%9ccara-tetap-tenaaang-saat-gempa-gempa-gempa%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2009/09/03/tip-praktis-nlp76-joget-sumo-%e2%80%9ccara-tetap-tenaaang-saat-gempa-gempa-gempa%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 00:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Trauma / Phobia]]></category>
		<category><![CDATA[NLP dan Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[NLP dan Trauma / Phobia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Joget irama gempa Saat banyak orang panik lari tunggang-langgang keluar ruangan, dipanggung Student Center FE-UI Depok, saya malah berwaspada dengan berjoget Sumo perlahan mengikuti irama gerakan gempa, saat terjadi gempa Rabu, 2 September 2009 sekitar jam 15:00 lalu. Hal ini &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2009/09/03/tip-praktis-nlp76-joget-sumo-%e2%80%9ccara-tetap-tenaaang-saat-gempa-gempa-gempa%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong>Joget irama gempa</strong></p>
<p>Saat banyak orang panik lari tunggang-langgang keluar ruangan, dipanggung Student Center FE-UI Depok, saya malah berwaspada dengan berjoget Sumo perlahan mengikuti irama gerakan gempa, saat terjadi gempa Rabu, 2 September 2009 sekitar jam 15:00 lalu.</p>
<p>Hal ini malah membuat peserta yang hadir di acara Seminar UKM-CSR yang diselenggarakan oleh mahasiswa UI, bingung tapi ikutan tenang dan tetap bersiaga, tanpa rasa panik yang berlebihan. Bahkan saya tetap memberikan “ceramah” dalam suasana gempa tersebut. Sebuah pengalaman batin yang luar biasa, paling tidak buat saya pribadi.</p>
<p><strong>Mengapa saya punya ide berjoget Sumo?</strong></p>
<p><span id="more-210"></span>Cerita ini berasal dari sebuah ide terapi saat saya menjadi relawan Tsunami Aceh akhir tahun 2004 lalu. Karena umumnya mereka yang selamat dari Tsunami, mengalami trauma berat. Salah satu tantangannya adalah bagaimana mengatasi trauma pasca gempa, khususnya untuk anak-anak kecil?</p>
<p>Pakai Hypnotherapy, ya nggak mungkin. Wong, pejamkan mata aja membuat anak-anak berteriak panik, karena memori serem ombak menerkam, melintas kembali. Singkat cerita, datanglah teman lama saya si Ilham yang muncul tiba-tiba di benak saya, yakni berupa Game Therapy.</p>
<p>Untuk terapi anak-anak, kuncinya adalah bermain. Ide dasar ini sebenarnya berawal dari DR. John Grinder pencipta New Code NLP yang saya ikuti di Kuala Lumpur, sekitar awal tahun 2005 lalu. Rupanya program ini masih ter-install di otak saya he he… Dan, ternyata lumayan berguna…</p>
<p>Sebelum kita membahas ide “Terapi Joget Sumo”, marilah sedikit kita kupas…</p>
<p><strong>Mengapa kita bisa panik?</strong></p>
<p>Karena di otak kita tidak (baca: belum) punya strategi yang tenang untuk mengatasi situasi yang mengejutkan, selain strategi panik, ngacir dan teriak-teriak. Jika kita memiliki beberapa strategi mengatasi situasi yang mengejutkan, maka kita akan tetap tenang dan tetap siaga.</p>
<p>Saya teringat saat masih bekerja sebagai IT Manager sekitar 10 tahun lalu, saat itu saya berada di lantai 6 di gedung tempat saya bekerja. Karena hampir seluruh lantai adalah milik Konglomerat tempat kami bekerja, jadi umumnya kami saling kenal, paling tidak saling tahu satu sama lain.</p>
<p>Nah, yang membuat saya shok adalah saat terjadi gempa, seluruh teman saya ngacir menyelamatkan diri lewat tangga darurat tanpa memikirkan orang lain. Bahkan, salah seorang pejabat tinggi, tega menginjak bawahannya untuk secepatnya turun tangga. Sungguh mengerikan. Seorang teman yang hamil, bahkan ditinggalkan begitu saja.</p>
<p>Waktu itu, saya memilih untuk mengajak teman-teman kerja saya untuk tenang dan memilih berlindung di samping meja atau lemari yang kuat, karena saya tahu teori bagaimana mengatasi gempa.</p>
<p>Namun, umumnya orang panik luar biasa. Setelah selesai gempa, barulah para “bos” tersebut malu dengan “kelakuannya” tadi. Nginjek temen (baca: bawahan atau anak buah) nih yeee he he…</p>
<p>Teman-teman sekerja saya panik dengan gempa, saya “panik” lihat kelakukan para “Bos” saya ha ha ha…</p>
<p>Nah, bagaimana agar kita tetap tenang saat mengalami gempa? Otak kita perlu di-install program yang merespon tenang dan tetap waspada. Bagaimana caranya? Mudah saja…</p>
<p><strong>Tahap awal: Buang dulu semua trauma terkejut</strong></p>
<p>Ya, program Terapi Joget Sumo hanya bisa aktif dan efektif, bila program yang lama dibuang dulu. Cara yang paling mudah dan sederhana adalah meniupnya jauh-jauh sampai hilang.</p>
<p>Begini urutannya:</p>
<p>1. Pikirkan kembali sebuah pengalaman yang membuat Anda sangat terkejut. Bagaimana respon Anda? Apa yang Anda rasakan? Ada dimana gambarannya di benak Anda? Di depankah, di kirikah, di kanankah, di belakangkah atau dimana?</p>
<p>2. Bersyukurlah bila ketemu he he, karena banyak orang sering bingung dimana dia meletakkan trauma masa lalu dalam hidupnya.</p>
<p>Lalu, tarik nafas yang dalam, tahap selama mungkin dan hembuskan nafas Anda melalui mulut, sekeras-kerasnya untuk mendorong, untuk membuang, untuk menyingkirkan segala gambaran, segala pengalaman trauma terkejut tersebut.</p>
<p>Ulangi, langkah nomor 2 ini, sampai trauma tersebut benar-benar kabur dari benak Anda.</p>
<p>3. Setelah selesai, bernafaslah semakin perlahan dan sangat perlahan…</p>
<p>4. Jika memungkinkan, petiklah hikmah dari kejadian trauma tersebut. Misal: menyebutkan dalam hati: “Allah Maha Besar”</p>
<p>Hanya begini saja caranya? Ya, semudah itu saja. Gak percaya, ya nggak apa-apa ha ha ha… (jadi ingat tawanya Mbah Surip)</p>
<p>Catatan:</p>
<p>1. Bagi Anda yang mau jadi relawan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami trauma akibat gempa, gunakan saja teknik sederhana di atas. Sangat mudah. Kuncinya ada di sikap saja. Akhlak dan niat tulus saja yang menentukan keberhasilan teknik yang sungguh sangat sederhana ini yakni:</p>
<p>“Berikan Hatimu… Maka engkau akan temukan jawabannya disana…”</p>
<p>Demikian teringat pesan Mbah saya, Bapak Uskup Sinaga dari Medan, saat kami jadi relawan Tsunami disana…</p>
<p>2. Usahakan untuk berdoa dulu, minta kuasaNYA, minta ijinNYA, minta restuNYA sebelum melakukan terapi di atas. Bagaimanapun kita hanyalah alatNYA saja… Biarlah kita hanya jadi saranaNYA saja…</p>
<p><strong>Tahapan Install Terapi Joget Sumo</strong></p>
<p>Nah, sekarang mari kita meng-install program “Terapi Joget Sumo”, begini idenya. Tapi sekali lagi, ide ini pas untuk saya dan anak-anak yang pernah kami terapi baik saat Tsunami Aceh ataupun Gempa Jogja, semoga bisa pas juga untuk orang banyak. Semoga aja yaaa…</p>
<ol>
<li>Buat      posisi Anda atau klien Anda, yaitu anak-anak seperti posisi orang mau      beradu Sumo.</li>
<li>Hentakan perlahan kaki kiri, lalu hentakan perlahan kaki kanan. Ulangi hentakan, kaki kiri… hentakan kaki kanan… Kaki kiri… Kaki kanan… terus ulangi dan ulangi, kecepatan hentakan bisa dibuat makin cepat dan makin cepat.</li>
<li>Saat hentakan kaki, kepala boleh ikut bergoyang mengikuti arah langkah. Kaki kiri dihentakan, kepala bergoyang juga ke kiri… Gerakan Sumo ini, boleh dibuat menjadi lucu dan gembira.</li>
<li>Setelah kira-kira Anda atau klien Anda dalam situasi yang asyik, barulah masukan ke dalam benak Anda atau klien Anda, kalimat sugesti berikut: “Gempaaa Bumiii… gempaaa bumiii…”. Ulangi dan ulangi, sampai terasa biasa saja.</li>
<li>Terus lakukan, sampai Anda atau klien Anda yang mengatakannya sendiri kalimat sugesti tadi: “Gempaaa Bumiii… gempaaa bumiii…”</li>
<li>Amati dan amati, baik sekali jika sudah terasa nyaman, kecepatan menyebutkan kalimat sugestinya diucapkan lebih cepat, seperti: “Gempa bumi!!! Gempa bumi!!!”</li>
<li>Menarik dan uniknya, traumapun langsung “plooong” lenyap. Demikian pengalaman saya selama ini dalam menangani saudara-saudara yang mengalami trauma gempa.</li>
</ol>
<p>Pelajari dan kuasai teknik sederhana di atas, sampai menjadi seperti bermain. Dan, bisa Anda gunakan untuk diri saya sendiri, juga untuk membantu orang lain.</p>
<p><strong>Pengalaman Gempa di Apartemen lantai 20</strong></p>
<p>Pernah saat mau tidur di suatu malam, terjadi getaran gempa. Sebenarnya biasa saja, namun karena saya sedang berada di sebuah apartemen lantai 20, ceritanya menjadi lain, tauk! Sereeem juga ha ha ha…</p>
<p>Para penghuni apartemen panik, berteriak, histeris dan berlari turun melalui lantai. Wow, perlu puluhan menit untuk tiba di lantai dasar, bukan? Malah, kalau benar terjadi runtuh, kecil kemungkinan saya bisa “mendarat” dengan selamat di tanah, bukan? Demikian saran benak saya he he…</p>
<p>Lalu, apa yang saya lakukan?</p>
<p>Saya hanya ikut bergoyang mengikuti kemana goyangan gempa saja, sambil tetap berbaring di ranjang. Lalu, saya hanya berdoa pasrah dan pasrah. Jika aku harus kembali kepada Dia yang memiliki nafas ini, biarlah saya kembali dalam keadaan berdoa…</p>
<p>Ah, maaf. Saya hanya berbagi perasaan saja. Nggak usah sedih he he… Ini hanyalah sedikit cerita saja. Entah kenapa, saya teringat pada sebuah syair yang saya tulis saat dalam perjalanan di bus malam dari Pontianak menuju kota Sintang, di pedalaman Kalimantan Barat. Saat itu mungkin sekitar jam 2 atau 3 pagi dini hari.</p>
<p>Syair itu mengajak berandai-andai bagaimana bila terjadi hari terakhir itu? Semoga bisa menjadi obat dari kepanikan diri ini dan juga semoga memotivasi yooo…</p>
<p><strong>Ijinkan aku kembali</strong></p>
<p>Ah, kadang aku suka berandai<br />
Ya, hanyalah berandai-andai saja<br />
Akan kujawab apa saat dipanggil  Nya?</p>
<p>Bolehkah kujawab ijinkan aku kembali<br />
Banyak hal yang belum kuselesaikan<br />
Banyak hal yang masih kusia-siakan<br />
Banyak kelalaian yang belum kubayar</p>
<p>Ijinkan aku kembali<br />
Banyak keliru yang belum kuperbaiki<br />
Banyak kotoran yang belum kubersihkan<br />
Banyak debu yang belum kusapu</p>
<p>Ijinkan aku kembali<br />
Aku malu dengan diriku<br />
Aku lalai dengan misiku</p>
<p>Ijinkan aku kembali<br />
Semoga masih ada waktu kedua<br />
Ya, hanya semoga</p>
<p>Pontianak, 20 Agustus 2009<br />
Krishnamurti – sedang di bus malam menuju Sintang</p>
<p><strong>Harapan cerita</strong></p>
<p>Demikian syair yang saya tulis dengan Black Berry saya malam itu, sebenarnya lebih untuk refleksi diri saya sendiri saja. Karena saya sulit tidur di bus malam saat itu, namun yang terus muncul dalam diri saya adalah reflektif dan reflektif…</p>
<p>Semoga syair ini bisa membangkitkan diri Anda juga, untuk terus berkarya dan berkarya bagi sesama. Berbagi dan berbagi. Berbuat kebenaran dan kebenaran.</p>
<p>Terus menebar energi bersih bagi kehidupan ini. Sehingga saat ada gempa kembali, Anda tenang menghadapinya. Karena sudah siap…</p>
<p>Palembang, 3 September 2009</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong> – di pesawat terbang dari Jakarta menuju Palembang.</p>
<p><em><strong>Tambahan sedikit:</strong></em></p>
<ol>
<li>Dengan senang hati, jika menurut Anda artikel ini bisa membantu orang banyak, monggo untuk di-copy paste, di posting di blog Anda, diperbanyak, di-forward atau disebarluaskan. Cukup tuliskan sumbernya saja…</li>
<li>Bila ada pertanyaan, perlu bantuan, perlu penjelasan, perlu pelatihan untuk teknik ini atau hal lainnya, silakan email saya di <a href="mailto:krishnamurti@indo.net.id">krishnamurti@indo.net.id</a></li>
<li>Jika ada saudara, kerabat, teman atau siapapun yang mengalami trauma akibat gempa Jawa Barat kemarin, dan perlu bantuan mendesak untuk dipandu, boleh hubungi langsung ke HP saya di 0816 1815 333 semoga saya bisa membantu. Jika ada korban trauma dalam jumlah besar dan perlu bantuan terapi, dapat diatur berkumpul ke Radio Sonora di Bandung.</li>
</ol>
<p> Viewed 5177 times by 1527 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2009/09/03/tip-praktis-nlp76-joget-sumo-%e2%80%9ccara-tetap-tenaaang-saat-gempa-gempa-gempa%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

