<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Krishnamurti - Mindset Motivator &#187; NLP dan Kesehatan</title>
	<atom:link href="http://mindsetmotivator.com/tag/nlp-dan-kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mindsetmotivator.com</link>
	<description>to be a World Class Indonesian Motivator...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 08:39:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tip Praktis NLP#77: Maaf + Ikhlas “Terapi Lenyapkan Pening Stres yang Cespleng”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2009/09/06/tip-praktis-nlp77-maaf-ikhlas-%e2%80%9cterapi-lenyapkan-pening-stres-yang-cespleng%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2009/09/06/tip-praktis-nlp77-maaf-ikhlas-%e2%80%9cterapi-lenyapkan-pening-stres-yang-cespleng%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 00:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[NLP dan Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Keinginan kuat untuk sembuhlah, yang menyembuhkan. Seorang ibu peserta pelatihan kami “Executive Camp” dari Lampung, terbengong-bengong bingung, bagaimana mungkin sakit pening berat di leher kanan, yang cukup lama dideritanya mendadak lenyap begitu saja, setelah melakukan terapi “Maaf + Ikhlas” yang &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2009/09/06/tip-praktis-nlp77-maaf-ikhlas-%e2%80%9cterapi-lenyapkan-pening-stres-yang-cespleng%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong>Keinginan kuat untuk sembuhlah, yang menyembuhkan.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Seorang ibu peserta pelatihan kami “Executive Camp” dari Lampung, terbengong-bengong bingung, bagaimana mungkin sakit pening berat di leher kanan, yang cukup lama dideritanya mendadak lenyap begitu saja, setelah melakukan terapi “Maaf + Ikhlas” yang saya pandu.</p>
<p>Apakah saya yang menyembuhkannya? Tentu saja tidak. Keyakinan ibu tersebutlah yang menyembuhkan sakit yang dideritanya. Keinginan kuat dari ibu tersebut, untuk sembuhlah yang menyembuhkannya. Saya hanyalah berbagi ide saja. Ya, hanya sebuah ide yang bisa cocok untuk ibu tersebut, yang semoga juga bisa cocok untuk Anda.</p>
<p><span id="more-212"></span><strong>Kita tidak tahu pesan Alam Bawah Sadar kita</strong></p>
<p>Tubuh kita sering mengkomunikasikan sesuatu pada kita, namun kita tidak tahu. Alam bawah sadar kita mengirimkan pesan untuk kita dalam rupa rasa sakit, tapi kita obati rasa sakit tersebut, kita “paksa” untuk hilangkan rasa sakit itu dengan berbagai obat. Padahal alam bawah sadar kita memunculkan rasa sakit, karena berawal dari rasa marah yang belum terselesaikan, tapi kita “save” di ulu hati. Rasa benci kita “simpan” di pencernaan.</p>
<p>Karena kita “tidak atau belum” pernah belajar cara alam bawah sadar kita berkomunikasi dengan kita, yaaa makin bingunglah kita saat mengalami sebuah rasa yang <em>nggak</em> nyaman dalam diri kita ini. Strategi yang kita miliki, hanyalah menelan obat pereda rasa sakit atau <em>Pain Killer</em>, yang akhirnya kitapun ikut jadi <em>“Killer”</em> atau pembunuh untuk diri kita sendiri he he he…</p>
<p><strong>Rasa Sakit adalah Pesan Alam Bawah Sadar</strong></p>
<p>Jika kita setuju dan meyakini bahwa rasa sakit adalah pesan dari alam bawah sadar kita, maka jauh lebih baik kita intropeksi ke dalam diri dan bertanya ke dalam diri, apa maksud alam bawah sadar kita dengan adanya sakit tersebut.</p>
<p>Ini akan sangat membantu penyembuhan dari dalam diri, dari pada kita mencari penyebab rasa sakit yang kita alami tersebut, di luar diri kita. Karena memang alam bawah sadar manusia sangat jenius, sangat pandai, sangat pintar, sangat kreatif. Tuhan sungguh telah memberikan rahmat yang luar biasa dalam <em>tubuh</em> manusia ini.</p>
<p>Baiklah, saya akan berbagi ide yang sangat sederhana, bagaimana kita “menyembuhkan” diri sendiri dari berbagai rasa sakit, dengan cara berkomunikasi langsung ke alam bawah sadar kita.</p>
<p><strong>Berikut ini tahapan Terapi Diri Maaf + Ikhlas:</strong></p>
<p>Sebelum Anda melakukan teknik terapi “Maaf + Ikhlas” ini, yakinkan diri Anda bahwa begitu mudahnya teknik ini, sehingga Anda sendiri bisa melakukannya, bahkan sangat mudah juga Anda ajarkan ke orang lain yang sekiranya membutuhkan. <strong> </strong></p>
<p><strong>1. Sentuh dengan telunjuk + jari tengah</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pada bagian tubuh yang sedang dirasa sakit, mungkin kepala bagian belakang, leher, dada, perut, kaki atau bagian manapun, sentuhlah dengan jari telunjuk dan jari tengah Anda, boleh gunakan tangan kiri, boleh gunakan tangan kanan. Bebas saja, ikuti pilihan hati Anda, karena itu tangan Anda sendiri he he…</p>
<p><strong>Mengapa harus dengan 2 jari ini?</strong></p>
<p>Nah, kalau ini sungguh saya juga tidak tahu he he, sungguh. Namun, seringkali tiba-tiba ide muncul begitu saja dalam benak saya, saat menghadapi sebuah situasi di lapangan. Mungkin karena niat saya yang kuat untuk membantu, mungkin… Sungguh saya “belum” tahu mengapa sentuhan paling jitu, “harus” dengan jari telunjuk dan jari tengah. Jadi, maaf saya belum punya jawaban yang “ilmiah”, yang menurut saya tidaklah terlalu penting mengapa.</p>
<p><strong>2. Katakan “Maaf”</strong></p>
<p>Bernafaslah lebih perlahan, makin perlahan sampai sangat perlahan, sebelum melakukan tahap ke dua ini. Lalu, lanjutkan dengan mengatakan maaf.</p>
<p>Ya, katakan maaf pada bagian tubuh yang dirasa sakit, yang Anda sentuh dengan jari telunjuk dan jari tengah tadi. Sampaikan dengan sungguh-sungguh. Boleh diucapkan, boleh dalam hati. Jangan keras-keras, nanti disangka “edan” oleh tetangga he he…</p>
<p>Katakan maaf, karena selama ini kita tidak memahami apa maksud pesan yang ingin disampaikan oleh alam bawah sadar kita sendiri, melalui rasa sakit itu. Sehingga pesan itu terabaikan. Sekali lagi katakan maaf dengan sungguh-sungguh. Contoh:</p>
<p>“Maaf ya leher yang sakit, saya mengabaikanmu selama ini”</p>
<p>“Maaf ya pundak yang sakit, saya tidak memahami maksud rasamu selama ini”</p>
<p>“Maaf ya mata yang perih, saya tidak memahami pesanmu selama ini”</p>
<p>“Maaf ya perut, saya salah makan yang tidak sesuai dengan kebutuhanmu hari ini atau selama ini”</p>
<p>“Maaf ya kaki, saya bekerja terlalu keras hari ini”</p>
<p>Boleh gunakan kalimat lain yang bergaya bahasa Anda sendiri, seperti bicara dengan teman saat kecil, seperti bicara dengan seorang sahabat.</p>
<p>Lalu, amati bagian tubuh yang Anda sentuh tersebut, bagaimana rasanya sekarang? Amati dan amati saja. Setelah itu, lanjutkan ke langkah berikutnya…</p>
<p><strong>3. Bertanggung Jawablah</strong></p>
<p>Sambil terus menyentuh bagian tubuh yang sakit, katakan pada bagian yang sakit tersebut bahwa: “Aku bertanggung jawab atas rasa sakit kamu”.</p>
<p>Bukanlah tidak akan ada asap, jika tidak ada api. Bagaimana bisa ada buah, jika kita tidak menanam sebuah bibit. Di dunia ini ada hukum sebab-akibat.  Bertanggungjawablah pada “Sebab”-nya. Mungkin sebuah keputusan yang keliru di masa lalu, mungkin sebuah marah yang belum terselesaikan. Mungkin, sebuah kekecewaan yang tersimpan.</p>
<p>Kuncinya adalah mengambil tanggung jawab dari rasa sakit tersebut. Bahwa kita pernah salah, bahwa kita pernah keliru, bahwa kita pernah kotor di masa lalu…</p>
<p>Lalu, amati bagian tubuh yang Anda sentuh tersebut, bagaimana rasanya sekarang? Amati dan amati saja. Setelah itu, lanjutkan ke langkah berikutnya…</p>
<p><strong>4. Terima atau lepaskan dengan ikhlas</strong></p>
<p>Nah, sekarang ada 2 pilihan. Tanya ke alam bawah sadar Anda apakah sakit ini adalah bagian yang harus diterima, cukup seperti bertanya: “Apakah rasa sakit ini adalah bagian yang harus aku jalani?”. Jika terasa ada jawaban “ya” dari dalam diri Anda, maka:</p>
<p>Tariklah nafas panjang yang dalam, sebagai sarana menerima rasa sakit yang Anda sentuh tadi dengan ikhlaaas… Lakukan beberapa kali sampai benar-benar terasa ikhlas. Tahapan ini dikombinasikan dengan doa-doa yang sesuai dengan iman keyakinan Anda, tentulah sangat membantu.</p>
<p>Pilihan ke 2, bila sakit itu bukanlah milik kita, mungkin dapat “kiriman kado” he he… Ya, sudah lakukan saja:</p>
<p>Buanglah nafas yang panjang, sebagai sarana melepaskan rasa sakit yang Anda sentuh tadi ke alam semesta yang demikian luasnya. Kata alam semesta bisa Anda ganti menjadi: Tuhan, Allah atau sebutan lainnya yang selaras dengan iman keyakinan Anda. Terus lakukan beberapa kali sampai benar-benar terasa ikhlas untuk dilepaskan. Diiringi dengan doa akan makin mantaaap…</p>
<p>Sekarang, amati lagi bagian tubuh yang Anda sentuh tersebut, bagaimana rasanya sekarang? Amati dan amati saja. Setelah itu, lanjutkan ke langkah berikutnya…</p>
<p><strong>5. Berterimakasih</strong></p>
<p>Nah, ini bagian yang terpenting dalam teknik terapi diri ini yaitu berterimakasih pada alam bawah sadar Anda. Ya, berterimakasihlah dengan sangat sungguh-sungguh. Lakukan seperti Anda ngomong: “Terima kasih ya, terima kasih…” pada bagian tubuh yang Anda sentuh tadi. Boleh dilanjutkan dengan berdoa sesuai iman Anda.</p>
<p>Baik juga setelah sesi terapi “Maaf + Ikhlas” ini selesai dilakukan, Anda tidur sejenak, tidurlah jika tubuh Anda ingin Anda tidur. Tidurlah…</p>
<p>Oh ya, jangan lupa untuk melepaskan sentuhan jari Anda dari bagian rasa sakit di tubuh Anda tadi, setelah terapi ini  he he…</p>
<p><strong>Sakit bagian tubuh apa saja yang bisa sembuh dengan teknik terapi ini?</strong></p>
<p>Sungguh sangat banyak cerita tentang keberhasilan ide sederhana ini. Saya agak sungkan untuk membagikannya karena seperti “Kok, bisa ya?”. Biarlah Anda sendiri yang memetik manfaatnya. Rasakan sendiri saja. Buktikan sendiri saja.</p>
<p>Semoga ide terapi “Maaf + Ikhlas” ini dapat melengkapi koleksi terapi diri untuk Anda sendiri, maupun untuk orang lain. Mungkin saja, ide terapi ini belum pas untuk sebuah situasi sakit tertentu, tidak apa-apa juga. Anda bisa kombinasikan dengan ide terapi diri lainnya. Ini hanyalah salah satu ide pelengkap saja. Yang siapa tahu berguna dan berhikmah…</p>
<p><strong>Harapan Akhir Cerita</strong></p>
<p>Karena seringkali saya mendapat ilham dengan tiba-tiba dan gratis dari DIA, maka artiklel inipun bebas untuk di-copy dan disebarluaskan, agar makin banyak orang yang bisa mendapat manfaatnya.</p>
<p>Ya, Allah terima kasih atas begitu banyaknya berkah yang saya terima selama hidup ini, semoga dengan tulisan ini, berkah itu terus tersebarkan…</p>
<p>Jakarta, 4 september 2009</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong> – Di atas pesawat Palembang menuju Jakarta, lanjut ke Medan.</p>
<p>Nb:</p>
<p>Teknik ini bisa menjadi salah satu ide terapi yang cepat, untuk membantu saudara-saudara kita korban gempa di Jawa Barat, dalam hal meringankan rasa sakit.</p>
<p>Tentunya, tahapan berikutnya adalah medis. Ini sebagai tahap awal saja. Silakan dikombinasi dengan Joget Sumo, artikel terdahulu.</p>
<p>Jika ada relawan gempa Jawa Barat yang perlu bantuan, masukan atau panduan untuk gunakan terapi ini, silakan hubungi saya di: krishnamurti@indo.net.id</p>
<p> Viewed 5517 times by 1329 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2009/09/06/tip-praktis-nlp77-maaf-ikhlas-%e2%80%9cterapi-lenyapkan-pening-stres-yang-cespleng%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Praktis#70: Laser Matahari “Membakar Kegelapan Trauma”</title>
		<link>http://mindsetmotivator.com/2009/06/02/tip-praktis70-laser-matahari-%e2%80%9cmembakar-kegelapan-trauma%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://mindsetmotivator.com/2009/06/02/tip-praktis70-laser-matahari-%e2%80%9cmembakar-kegelapan-trauma%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 00:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mindset motivator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[NLP dan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[NLP dan Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mindsetmotivator.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[“Seluruh badan keringatan, himpitan batin kini mulai ringan. Rasa benci dan dendam mulai memudar. Hati dan pikiran jadi longgar” Demikian SMS dari Budi Temanggung, juga masuk dari Sulis Gresik: “Berkat Matahari itu pikiran saya menjadi plong karna saya lagi berat &#8230; <a href="http://mindsetmotivator.com/2009/06/02/tip-praktis70-laser-matahari-%e2%80%9cmembakar-kegelapan-trauma%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<p class="sayac_bilgi"></p>
<p><strong>“Seluruh badan keringatan, himpitan batin kini mulai ringan. Rasa benci dan dendam mulai memudar. Hati dan pikiran jadi longgar”</strong></p>
<p>Demikian SMS dari Budi Temanggung, juga masuk dari Sulis Gresik: <strong>“Berkat Matahari itu pikiran saya menjadi plong karna saya lagi berat pikiran”</strong></p>
<p>Nio Surabaya: <em>“Setelah coba terapi matahari, hati &amp; perasaan saya lebih lega &amp; bahkan sampai sekarang kehangatan sinar matahari masih terasa di hati dan perasaan saya. Makasih banyak”</em></p>
<p>Demikian dari sekian puluh SMS yang masuk ke redaksi Radio Sonora 92.0 FM saat acara Terapi Musik, Minggu, 31 Mei 2009 jam 22:00-24:00 lalu.</p>
<p><span id="more-196"></span><strong>Menerima saat berbagi</strong></p>
<p>Saya sungguh sangat bersyukur saat berbagi pengalaman dan melakukan panduan aktif di acara Terapi Musik ini, sungguh sangat bersyukur… Banyak berkat yang saya dapatkan, saya justru banyak belajar, bahkan sering kali saya malahan Self Healing he he…</p>
<p>Saya malahan menyembuhkan diri sendiri, saat saya melakukan panduan aktif untuk acara Terapi Musik tersebut. Jadi, sebenarnya kalo dipikir-pikir, dengan memberi, asalkan tulus dan ikhlas, kita malahan terus menerima dan menerima. Kita yang malah untung ya he he…</p>
<p>Banyak hal yang membuat saya sendiri terkagum-kagum saat setelah sebuah panduan aktif diberikan secara langsung, yang diikuti ribuan pendengar dari berbagai kota besar di Indonesia. Sudah ribuan SMS yang bersaksi akan manfaat dari acara ini. Buat saya, ya tentu senang bahwa talenta yang dipercayakan oleh Tuhan kepada saya, dapat berguna, dapat berhikmah, tidaklah jadi sia-sia… Hal yang paling mengagumkan saya adalah…</p>
<p><strong>Luar biasanya cara kerja Alam Bawah Sadar manusia</strong></p>
<p>Saya sungguh sangat banyak belajar dan mendapat manfaat dari acara Terapi Musik ini, sayalah yang paling beruntung. Mengapa demikian? Saya sungguh terkagum-kagum dengan Tuhan Sang Pencipta alam semesta ini, khususnya penciptaan Alam Bawah Sadar manusia yang sangat hebat dan sangat dahsyat ini.</p>
<p>SMS di atas muncul, sebagai jawaban akan adanya permintaan bagaimana terapi matahari ini bisa menyembuhkan penyakit yang diderita oleh beberapa pendengar. Pertanyaan yang mengandung keyakinan kuat bahwa terapi matahari ini, bisa menjadi solusi yang dahsyat untuk keadaan mereka. Mana mungkin saya menolak? Apa yang saya lakukan? Sambil siaran, saya sejenak…</p>
<p><strong>Berdoa dan mohon ilham dari DIA yang AKBAR</strong></p>
<p>Dan, tiba-tiba muncullah ide yang tidak bisa saya tahan untuk tidak saya ucapkan saat panduan aktif berikutnya. Benar-benar tanpa skrip dan skrenario, semua mengalir begitu saja tanpa bisa saya kendalikan. Karena adanya permintaan menuliskan proses ini, saya siapkan waktu khusus menuliskannya saat ini. Permintaan yang sungguh-sungguh dari para pendengarlah, yang menguatkan dan memotivasi untuk terus berkarya. Ilham yang muncul demikian…</p>
<p><strong>Sinar Matahari menjadi Sinar Laser</strong></p>
<p>1. Setelah Anda melakukan tahapan proses Terapi Matahari sebagaimana yang saya tuliskan terdahulu, yakni: <strong>Tip Praktis NLP#69: Terapi Matahari “Sumber Energi Cinta Berlimpah untuk Kesehatan”</strong>, dapat Anda klik di: <strong>http://portalnlp.com/?p=365</strong><!-- START: content-article --></p>
<p>2. Sekarang, buatlah sinar matahari yang masuk kedalam tubuh Anda menjadi seperti sinar laser, buatlah sangat terfokus, mungkin sinar laser yang sangat kecil. yakini, Sinar Laser ini dari Sinar Matahari yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Yakini dan yakini…</p>
<p>3. Lalu, kendalikan sinar laser matahari ini ke bagian tubuh yang ingin disembuhkan, yang mau disegarkan, yang mau dibersihkan, yang ingin diterangkan, yang mau disehatkan, sesuai yang Anda inginkan terjadi. Biarkan saja sinar laser matahari ini bekerja sendiri, karena sinar laser matahari ini tahu apa yang Anda butuhkan. Sinar laser matahari penyembuh ini sangat memahami, apa yang terbaik untuk diri Anda…</p>
<p>Kunci keberhasilan dari kegiatan nomor 3 ini adalah lakukan dengan sangat lambat dan perlahan-lahan…</p>
<p>4. Ulangi kegiatan nomor 3 sesuai kebutuhan Anda. Kapanpun dirasa perlu, sesuai waktu Anda sendiri, juga sebanyak yang Anda inginkan. Atur saja…</p>
<p>Terus terang, jika Anda bertanya bagaimana terapi sinar laser matahari ini menyembuhkan, sungguh saya tidak tahu. Saya benar-benar tidak bisa menjawabnya, saya hanya ingin berbagi pengalaman saja, karena tiba2-tiba sangat banyak pendengar yang mendapat manfaat dari terapi ini, saat disiarkan secara langsung di Radio Sonora. Sungguh, saya sendiri masih bingung he he…</p>
<p>Saya hanya bisa berdoa syukur, saat menerima SMS dari Untung Palembang:<em></em></p>
<p><em>Saya tadi mengikuti teknik instruksi visualisai yang dituntun. Begitu terasa sampai saat ini keringat masih keluar. Sterasa sekali manfaatnya. Saya sudah divonis jantung dan kelainan lain tapi sekarang sakit di dada saya berkurang. Trims banyak, saya anggap ini satu ilmu yang sangat bermanfaat tq”</em></p>
<p><strong>Manfaat lain: Membakar Kegelapan Trauma</strong></p>
<p>Karena ada pertanyaan yang “memaksa” saya untuk membantu beberapa pengirim SMS akan masalah Trauma mereka di masa lalu, maka muncullah ide pemanfaat sinar laser matahari untuk kebutuhan tersebut. Sungguh, saya hanya mengatakan kalimat ini saja:</p>
<p>1. Sekarang pejamkan mata</p>
<p>2. Amati dimana pikiran Anda menyimpan gambaran trauma di masa lalu tersebut. Di bagian depan wajah Anda, di sebelah kiri, di sebelah kanan atau di belakang diri Anda?</p>
<p>3. Jika sudah ketemu, sekarang bakar semua gambaran gelap trauma tadi, secara perlahan-lahan menggunakan sinar laser matahari tadi. Terus bakar sampai hangus gosong semuanya dan lenyap dari pandangan pikiran Anda.</p>
<p>Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan para pendengar yang melakukan panduan aktif ini, saya hanya menerima SMS respon mereka, beberapa isinya demikian:</p>
<p>1. Wina Sby: “Terima kasih Mas, saya merasa lebih rilex tapi telapak kaki saya sampai sekarang masih terasa panas”</p>
<p>2. “Saya bernapas enak sekali, mas”, dari nomor HP 0878978…</p>
<p>3. Tarmuzi dari OK, Palembang menyempatkan SMS berikut ini:</p>
<p><em><strong>“Setelah saya mengikuti terapi matahari, tubuh saya berkeringat dan di hati saya yang susah/sedih menjadi tenang. Mata dan hati saya menjadi tenang”</strong></em></p>
<p>Masih banyak lagi yang lainnya, yang justru malah menguatkan dan memotivasi saya terus berkarya dan berkarya. Termasuk sumbangan sebuah lirik lagu dari seorang guru yang sangat setia menemani saya saat jatuh terpuruk, sampai saat ini. Lirik lagu tersebut demikian…</p>
<p><strong>Matahariku</strong></p>
<p>Ciptaan: Sanghamitta</p>
<p>Hidup ini begitu singkat</p>
<p>Mari cepatkan langkah</p>
<p>Janganlah lagi kau terjebak</p>
<p>Oleh semua duka derita</p>
<p>Duka derita tak akan berlalu</p>
<p>Jika tetap terpaku</p>
<p>Mari maju kuatkan kalbu</p>
<p>Singsing matahari yang baru</p>
<p>Pergilah pergilah…</p>
<p>Semua awan kelabu</p>
<p>Matahari dalam hatiku…</p>
<p>Tlah terangi jalan hidupku</p>
<p>Pergilah pergi…</p>
<p>Semua luka hatiku</p>
<p>Mari tata hidup kembali…</p>
<p>Dengan cahaya Tuhan sejati</p>
<p>Hidup ini buat berarti</p>
<p>Tuhan tempat di hati</p>
<p>Matahari Tuhan Sejati…</p>
<p>Tlah mengisi ruang dihati</p>
<p>Terima kasih atas doa semua saudaraku. Doamu menguatkan saya untuk terus berkarya untuk kehidupan ini, agar menjadi lebih baik dan lebih baik…</p>
<p>Jakarta, 2 Juni 2009</p>
<p><strong>Krishnamurti</strong> yang sangat beruntung…</p>
<p> Viewed 2640 times by 668 viewers </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mindsetmotivator.com/2009/06/02/tip-praktis70-laser-matahari-%e2%80%9cmembakar-kegelapan-trauma%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

